
🌳🌳🌳🌳
Adimas pun mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Raina,, hatinya masih sedikit kecewa melihat gadis itu tertawa pada pria lain,, apa pantas dia berasa kecewa?? Bathinnya.
Dimas pun mengambil note dan bolpoint yang selalu tersedia di dalam dasboard mobilnya,, dan menuliskan sesuatu di secarik kertas di note tersebut dan diselipkannya diantara bunga itu. Lalu ia melihat sekitar mencari orang yang dapat membantunya,, setelah lama menunggu ia melihat tiga orang anak berpakaian SMP sedang berjalan ke arahnya,, sontak saja ia memanggil mereka untuk meminta tolong.
"Hai dek,, kemari" panggil dimas pada tiga orang itu. Ketiga anak itu pun menoleh ke arahnya dan menghampiri dimas.
"Iya mas" jawab salah satu dari mereka
"Bisa kah saya meminta tolong salah satu dari kalian untuk mengantar bunga ini ke toko itu dan nanti berikan kepada gadis yang sedang duduk disana namanya Raina" jelas Dimas sambil menunjuk ke arah Raina.
Ketiga anak itu pun saling melihat,, dan akhirnya satu orang diantara mereka berkata " baiklah kak,, biar aku saja yang mengantarkannya" ucap anak itu
"Terima kasih,, ini sebagai ucapkan terima kasih ku untuk kalian bisa kalian pakai untung makan bersama" kata dimas sambil menyerahkan 4 lembar uang pecahan 50 ribuan.
"Waah,, terima kasih bayak kak,, tapi nanti jika ia bertanya aku bilang apa kak?" Tanya anak itu lagi
"Ada kartu nya juga nanti ia tau dari siapa ini,, dan sekali lagi terima kasih banyak atas bantuannya" ucap dimas lagi.
Ketiga anak itu pun berjalan ke arah Tripel'R cake and coffe namun hanya satu diantara mereka saja yang masuk dengan membawa buket bunga,, Dimas masih memperhatikan ketiganya,, setelah salah seorang diantara mereka masuk,, dimas pun bergegas pergi dari sana.
__ADS_1
"Permisi kakak" ucap anak itu dengan membawa buket bunga
Otomatis kedua orang dewasa itu menatap kearahnya. Dengan tatapan heran.
"Maaf kak,, kakak yang bernama Raina?" Tanya nya lagi
Raina pun menjawab pertanyaan itu dengan anggukan.
"Ini kak ada titipan bunga dari kakak yang tadi disana" jelas anak itu sambil menunjuk kearah dimana tadi mereka bertemu dengan dimas,, namun sialnya dimas telah pergi
"Siapa?" Kali ini pertanyaan keluar dari mulut Revano,, karna ditempat yang anak itu tunjuk tidak ada siapa siapa.
"Yaah,, kakaknya mungkin telah pergi,, tapi katanya ada kartu di bunga ini" jawab anak itu. Dan Raina pun melihat ada secarik kertas yang terselip diantara bunga.
Sepeninggalan dari anak itu,, Raina segera mengambil kertas yang terselip di antara bunga mawar merah yang indah itu lalu ia membacanya.
Ia begitu kaget setelah membaca surat itu,, ternyata itu dari Adimas dan pria itu melihatnya sedang bersama Revano,, ada sedikit rasa bersalah dalam hatinya,, entah mengapa rasanya dia seperti sedang terpegok selingkuh oleh kekasihnya? Aneh bukan padahal ia dan Dimas tak memiliki hubungan itu. Tapi rasa bersalah ini ada dia tau pasti pria itu sangat kecewa padanya.
__ADS_1
Sedangkan Revano sendiri melihat raut sendu yang nampak dari wajah Aina membuatnya penasaran siapa gerangan yang memberikan bunga pada gadis itu.
"Dari siapa?" Tanyanya kepada Raina yang sedari tadi diam saja.
"Ooh bukan dari siapa siapa" jawabnya datar sambil memusatkan kembali pikirannya pada laporan didepannya.
"Dari pengemar rahasiamu sepertinya" seloroh Revano
"Mungkin,, oh ya aku harus kembali bekerja maaf" ucap Raina meninggalkan Revano dan bergegas menuju ruang kerjanya.
Rasa bersalah ini terus menghantui dirinya,, sesampainya di ruang kerja,, ia menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya hatinya kacau,, lalu ia segera mengecek ponselnya berharap ada pesan atau telpon dari Adimas,, namun nyatanya Nihil. Ia pun memberanikan diri menelpon Dimas. Dan hingga panggilan ke 5 kali pun telponnya tak terjawab.
🌳🌳🌳🌳
Sementara itu kini Dimas tengah berada diapartement miliknya,, ia menyendiri melepas segala rasa emosi dirinya,, karna sudah menjadi kebiasaan dirinya jika sedang emosi dirinya harus menghindar jauh dari orang orang di sekililingnya karna takut mereka kena imbas dari amarahnya.
Dering ponsel pun terus berbunyi dan hanya diabaikan olehnya,, ia itu panggilan dari Raina,, namun percuma karna dimas hanya ingin sendiri meredam semua rasa yang baru pertama kali ia rasakan yaitu cemburu dan kecewa menjadi satu.
Kurang usahakah dirinya dalam meminta maaf atas kejadian dimasa lampu,, hingga gadis itu masih enggan memaafkannya.
Kurang seriuskah dirinya bahwa dirinya mencintai gadis itu dan mau mendatangi keluarga gadis itu untuk meminta nya baik baik.
__ADS_1
Dimas merasa lelah karna sepertinya hanya dirinya yang disini yang berusaha disini.