Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab. 62


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Salsa telah mengantar dimas sampai apartement milik pria itu. Dimas merasa aneh ketika ia memasuki lobi apartementnya semua orang memperhatikannya tidak biasanya,, lalu ia bergegas masuk ke lift agar segera sampai ke kamarnya. Sesampai di kamarnya dimas segera mencari charger guna mengisi daya ponsel nya,, ia benar benar lelah hari ini padahal masih sangat pagi.


Karena merasa ada yang aneh pada dirinya semalam lalu ia menghubungi temannya yang berprofesi sebagai dokter yang kebetulan tetangga sebelah kamar apartementnya,, dan kebetulan sekali tetangganya itu praktek pada siang hari dan kini ia sedang berada di apartementnya.


"tumben dim,, kamu hubungi gue?" tanya Ricky yang merupakan dokter umum itu rumah sakit yang sama dengan Raka dan Salsa


"sorry bro gue ganggu waktu lu dan suruh lu datang kesini? " ujar dimas lalu menceritkan masalahnya ketika malam kemarin dimana ia merasa sangat pusing. " gitu bro,, lu bisa cek darah gue ga dan lu liat obat apa yang masuk kedalam tubuh gue" ucap dimas dia berfikir bahwa minuman yang diminumnya telah dicampur obat.


"oke,, kalau gitu gue ambil sample darah lu dulu yaa,, dan nanti pas gue ke rumah sakit sekalian gue bawa ke laboratorium buat di periksa" jelas Ricky sambil mengeluarkan alat perangnya didalam tas dokternya yang biasa dia bawa bawa.


"tapi gue minta tolong,, lu rahasian ini sama si salsa jangan sampe dia tau karna gue curiga sama dia" jelas dimas dan disetujui oleh Ricky.


"okee sekarang udah beres,, gue balik dulu yaa mau lanjut tidur soalnya semalam gue jada IGD jadi belum sempet tidur nih"


"oke bro terima kasih banyak,, gue tunggu hasilnya besok". Lalu dimas mengantar tetangga yang juga temannya sampai pintu.


Kini Dimas mengecek ponselnya banyak pesan masuk dari teman temannya,, ada pula dari mamanya,, papanya,, kakek gilang,,, Mita dan juga Miko,, ia merasa heran karna bayak sekali mereka menghubunginya. Namun ketika ia hendak membuka pesan pesan mereka pintu apartement nya berbunyi ia oun segera membukanya. Dan muncullah 3 orang didepannya yakni mamanya,, papanya serta sang kakek.


"dimaaaaas,, keman aja sih kamu orang telponin gak diangkat" ucap mamanya kesal


"ada apa seh mah,, semalam hp dimas lowbet ini baru beres di cas,, baru mau buka pesan kalian keburu kalian datang" jawab dimas


"cucu kurang ajar kamu,, apa yang kamu lakukan semalam" ucap kakek Gilang dengan nada tunggi dan tak lupa tongkatnya kini dipakai untuk memukul badan dimas.


"aduuh,, ooww,, kakek apa apaan sih ini datang datang mukulin aku" ucap dimas sambil meringgis kesakitan.


"apa yang sudah kamu lakukan sama salsa? " kali ini sang papa yang angkat bicara setelah mereka kini duduk di ruang tamu apartement dimas.


"aku dan salsa,, aku gak ngapa ngapain pah? " jawab dimas yang masih tak mengerti


"liat ini" ucap mama sandra sambil melemparkan beberapa tabloid yang berisi berita tentang anaknya. "baca dim baca" ucap nya lagi.


Dimas pun mengambil tabloid tabloid tersebut dan mulai membacanya lalu betapa terkejut nya dia membaca isi berita tersebut.


"ini hoax mah,, semua yang diberitain gak benar" ucap dimas kesal


"dimananya yang hoax jelas jelas disana ada foto kamu itu asli bukan editan" ucap sang kakek


"ia benar itu dimas,, tapi dimas gak ngapa ngapain sama salsa di dalan kamar hotel" jelas dimas


"Ya tuhan dimaas jadi kamu benar cek in sama si salsa" ucap mamanya geram


"gak bisa dibilang cek in juga mah" ucap dimas lalu ia menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarganya. " gitu maah,, dimas juga heran tadi pagi juga wartawan udah datang ke hotel nungguin kami,, tau dari mana coba,, seandainya beneran aku buat macem macem masa ia sampe pagi pasti ketahuan lah,, ini pagi wartawan udah ada juga"


"tapi ini udah jadi berita hangat dim,, udah masuk lambe lambe juga,, mama maluu dim,, ditambah jadi tranding di twitter pula" ucap mamanya lirih


"aku percaya dimas mah pah" ucap papa ardi


"tapi ini udah jelas ada foto mereka pah,, kita ga punya bukti apa apa buat bantahnya" ucap mama

__ADS_1


"dimas bakal buktiin mah,, tadi dimas udah minta tolong ricky buat cek darah dimas buat cari tau obat apa yang udah masuk ke dalam minuman dimas" ucap dimas menceritakan rencananya pada keluarga nya.


"kakek akan hubungi Roberts dia pemilik hotel yang kamu masuki semalam,, kakek mau minta bantuannya" ucap kakek gilang yang juga akan membantu dimas


"Robets Wijaya pah? " tanya papa ardi


"yaah dia Roberts Wijaya yang anaknya temen kamu waktu kecil dulu" jelas kakek.


"kalau begitu aku hubungi Excell Wijaya pah pasti dia ada saham disana dan bisa membantu kita" ucap papa ardi.


"yaah begitu lebih baik,, dan kamu dimas urusan Raina itu urusan kamu,, kakek gak mau menjelaskan kepada dia kamu uruslah sendiri".


"baik kek aku akan menemui mereka dan menjelaskannya".


"mama akan temani kamu nak". Ucap mama sandra yang kasihan melihat anaknya.


🌸🌸🌸🌸


Lain dengan keluarga dimas yang bahu membahu menyelesaikan masalah anaknya,, ditempat lain si biang masalah tengah berbangga hati dan berpuas diri atas usaha mereka siapa lagi jika bukan candrik dan putrinya.


"bagaimana sayang usaha daddy? " tanyanya pada sang putri,, kini ia dan salsa tengah berada di kantor candrik


"sempurna daddy,, aku tak menyangka sampe se heboh gini" ucap Salsa sangat puas akan usaha daddynya " terima kasih,, aku sayang daddy"


"apapun untuk mu honey,, tapi ini menjadi rahasia kita jangan sampai mommy mu tau yaa" jelas sang daddy.


"tentu daddy,, mommy gak asyik dia pasti ga bakal setuju yang ada dia bocorin ke tante sandra"


🌸🌸🌸🌸


Tripel'R Cake and Coffe


Berita Dimas dan Salsa pun menyebar begitu luas dan sampai ke beberapa karyawan Tripel'R. Seperti saat ini dimana Shelia dan Indah sedang memperbincangkan berita itu dengan tabloid ditangannya dan saat itu Raina baru saja sampai di cafe miliknya,, mata pada karyawan tertuju pada dirinya dan ia merasa heran.


"pagi semuaa" sapa Raina pada karyawannya dan tak lupa senyuman manisnya.


"mbak Shel,, kok mbak Riana seneng gitu,, apa dia ga tau berita ini" bisik Indah pada Shelia meliat Raina.


"kayanya dia belum tau deh" jawab Shelia dengan berbisik juga.


Raina pun seperti biasa segera memasuki ruang kerjanya,, tak lama atasnnya itu masuk keruangannya,, shelia memasuki ruangan atasannya dengan membawakan minuman seperti biasa air putih dan coklat hangat.


"permisi mbak" ucap Shelia sambil membawa minuman tersebut diatas nampan


"iya shel,, sini masuk" jawab Raina ramah


"minumannya mbak" ujar Shelia setelah menyimpan minuman tersebut diatas meja kerja Raina.


"terima kasih Shel" ucap Raina. Namun shelia masih saja berdiri disamping meja Raian dan membuat Raina bingung. "kenapa lagi shel,, ada yang mau kamu bicarakan? " tanyanya


"hmm,, mbak Riana baik baik aja kan" ucapnya Ragu ragu

__ADS_1


"yaah saya baik baik aja seperti yang kamu liat" jawabnya heran.


"mbak udah tau belum berita tentang mas dimas pagi ini? " tanyanya pelan


"berita?? Tentang dimas?? Apa itu aku gak tau"


"ooh jadi mbak belum tau,, tunggu sebentar mbak nanti aku balik lagi? " ucap Raina. Dan itu membuat Raina heran namun begitu Shelia keluar dari ruangannya ponselnya berdering dan nama tante sandra terpangpang dilayar ponselnya. Ia bingung tumben mamanya dimas menghubunginya.


πŸ“² "hallo Raina sayang apa kabar kamu nak? "


πŸ“± "baik tante,, tante apa kabarnya,, tumben telpon aku sampe kaget aku tante telpon"


πŸ“² " hahaha,, kamu masa di telpon calon mertua kaget sih,, kabar tante baik sayang,, tante telpon kamu mau ngajak kamu sama Anggi ketemuan,, kebetulan anggi bisa,, kamu gimana sayang"


πŸ“±"kapan tan,, mbak anggi gak bilang apa apa tuh sama aku"


πŸ“² " wajar anggi gak bilang orang barusan tante telpon dia baru telpon kamu,, nanti siang jam 12 di restoan xx yaa sayang"


πŸ“± "baik tante,, sampai ketemu nanti siang"


"kok tumben tante sandara mau ngajak ketemuan sama aku dan mbak anggi" bathin Raina. Tak lama Shelia kembali ke ruangannya dengan membawa tabloid yang berisi berita tentang dimas.


"ini mbak beritanya dan di instagram sama twitter juga lagi rame" jelas Shelia dan melihat raut wajah Raina berubah setelah membaca headline beritanya.


"terima kasih yaa Shel,, sekarang kamu boleh balik" ucap Raina menahan air matanya agar tidak jatuh,, melihat foto yang tercetak di dalam tabloid itu yaa benar itu dimas dan salsa dan juga pakaian yang mereka kenakan juga sama seperti yang semalam mereka temui.


"apa benar dimas bermain sama salsa" tanyanya pada diri sendiri "kenapa begitu sakit tuhan melihatnya,, kenapa ketika aku mulai mencintai seseorang,, orang itu membuatku sakit hati" ucapnya lirih


"apa ini maksud ajakkan tante sandra barusan" ucapnya,, lalu ia bergegas menghubungi kakak iparnya.


πŸ“² " Hallo mbak anggi? Mbak diajak makan siang juga sama tante sandra? "


πŸ“± " iyaa dek,, baru aja mbak mau hubungi kamu"


πŸ“² " mbak tau apa yang mau dibicarin tante sandra? "


πŸ“± " tante sandra cuma bilang mau bicara tentang kabar yang beredar tentang dimas dek"


πŸ“² " jadi mbak udah tau berita itu?? "


πŸ“± " bukan hanya mbak aja kakak kamu juga tau? "


πŸ“² " maksud mbak kak Rayyi juga tau? "


πŸ“± " iyaa,, kakak juga udah izin sama mas Rayyi buat ketemuan sama mamanya dimas dan dia setuju"


πŸ“² " pendapat kakak dan mbak tentang berita itu bagaimana? "


πŸ“± " mbak sih sama mas Rayyi gak percaya dimas bisa ngelakuin hal itu,, soalnya kalau dia mau kenapa waktu kejadian sama kamu tempo hari itu dia bisa nahannya apalagi dosis yang dikasih itu banyak banget dek,, tapi kita kan gak tau yang sebenarnya sekarang jadi sebaiknya kita dengarkan alasan dari mereka,, mbak mah percaya dimas kalau pun sampe terjadi apa apa pasti juga ulah si Salsa lagi"


πŸ“² " jadi gimana yang harus aku lakukan mbak? "

__ADS_1


πŸ“± "kamu cukup dengarkan saja dulu penjelasan mereka cuma itu,, biar mereka yang menyelesaikan masalahnya".


__ADS_2