
Selamat membaca readers semua.. semoga suka sama karya author kalau yang udah suka semoga ikhlas kasih like nya ke setiap bab yang udah kalian baca.. hatur nuhun 🤗🙏
.
.
-----------
Setelah menerima kartu nama Raina pun Adimas beranjak meninggalkan cafe tersebut, ia bergegas kembali ke apartement nya dan berencana akan menghubungi Raina untuk membuat janji.
Sementara itu ditempat lain Raina merasa gelisah bayangan Adimas dan wanita yang ditemuinya ditoilet terus membayanginya, entah lah rasanya aneh mengapa dirinya merasa terganggu, daripada terus kepikiran akhirnya ia pun memutuskan untuk mengunjungi oppa nya.
----------
Kediaman keluarga Moe
Raina pun telah sampai dikediaman sang oppa, setelah membayar taxi ia pun bergegas masuk ke rumah tersebut, rumah tempo dulu yang masih sangat asri membuatnya rindu kenangan masa kecilnya dulu, dimana tempat favorit ia dan sang bunda selain dapur adalah taman bunga didepan rumah itu dimana setiap sore hari ia selalu membantu bunda menyiram tanaman, rasanya kembali kesini membuatnya rindu akan masa itu.
Ting tong.. ting tong
Pintu pun dibuka oleh bi jum, asisten rumah tangga yang mengurusi dan merawat rumah ini, ia dan anaknya tinggal selama dirumah ini dan sudah kami anggap keluarga sendiri.
"Eh mbak ina,, apa kabar mba ?" Sapa bi jum, bi jum memanggil Raina dengan panggilan "ina" katanya lebih mudah diucapkan
"Baik bik,, bibi sama arman apa kabar bi ? Kata Raina
"Bibi mah alhamdulillah selalu sehat mbak,, kalau arman baru aja sembuh dari demam" ungkap bi jum
"Ya ampun bik, terus gimana sekarang arman udah sembuh bener belum kalau masih kurang sehat kita bawa ke klinik bik ?" Kataku khawatir karna arman sudah kuanggap adik sendiri
"Wes sehat mbak, udah minum obat yang selalu disediain mas Raka , obatnya selalu paten mbak" ungkap bi jum
"Alhamdulillah kalau gitu, oh ya oppa dimana bik ?" Raina menanyakan keberadaan oppa nya, karna dari tadi tidak terlihat
"Tuan waluyo sedang ke mesjid mbak bareng arman soalna kemarin ada proposal dari DKM mbak" terang bi jum
"Oh gitu, yaudah aku istirahat dulu ya bik, nanti kalau oppa datang kasih tau aku " kata Riana
"Siap mbak nanti bibi kasih tau, mbak mau dibuatin minum apa?" Tawar bi jum
" gak usah bik nanti ku ambil sendiri aja "
__ADS_1
"Baiklah bibi ta lanjut masak ya mbak soalnya mbak Anggi sama mas Raka juga mau kesini" terang bi jum
"Oh kakak mau kesini juga, oke bi silahkan lanjut masaknya, aku ke kamar dulu" ujar Riana kemudian melangkah menuju kamar nya. Ia pun kemudian menghempaskan dirinya ke atas kasur, mengamati sekeliling ruangan tak ada yang berubah setelah bertahun tahun pikirnya. Lalu ia pun terlelap dalam tidurnya.
---------
Apartemen Adimas
Sementara itu Adimas telah sampai diapartement nya. Ia melihat kakeknya duduk termenung seorang diri diruang tv dengan posisi tv menyala namun entah apa yang dipikirkan oleh kakeknya, sehingga kedatangannya tak disadari oleh kakeknya. Ada sedikit rasa sedih dihatinya melihat sang kakek, diakui olehnya ia tidak memiliki waktu banyak untuk kakeknya karna kesibukan bekerja begitu pun kedua orang tuanya.
"Assalamualikum kek ?" Sapanya
Mendengar salamnya kakeknya terkejut, rupa ia beneran sedang melamun. "Waalaikum salam nak" jawab kakek
Adimas pun penasaran apa yang sedang dipikirkan sang kakek, pasalnya tak biasanya kakeknya seperti itu. "Kakek sedang melamun yaa? Mikirin apa kek?"
Kakeknya pun menghela napas "aku berasa bosan sekali hidupku terasa sepi, kau sibuk dengan pekerjaanmu begitu pun kedua orang tua mu" ungkap kakek
"Maaf kan kami kek, kami begini untuk masa depan keluarga kita" kata Adimas ada rasa bersalah dihatinya
"Iyaa tapi tidak hanya materi saja yang kalian kejar ada hal lain, apalagi kamu dim" kata kakek
"Aku?? Apa itu kek " tanya Adimas
"Iya kek,, tapi dimas harus mempersiapkan semuanya dulu " jawab Adimas lirih
"apa lagi yang kamu perlu siapkan dim,, hunian ada, pekerjaan kau sudah ada,, lalu apa lagi ?" Tanya kakek penasaran
" iya benar yang kakek katakan itu,, tapi pernikahan tidak melulu soal mkateri kek,, mental pun perlu dipersiapkan" terang Adimas
"Kamu banyak alesan dim,, gimana mana mempersiapkan mental orang pacar aja kamu gak punya" cibir kakeknya,, lalu kakek beranjak pergi meninggalkannya,, sebelum memasuki kamarrnya kakek kembali berbicara pada Adimas "aku hanya ingin melihat cucu ku satu satunya menikah dan bahagia sebelum aku dipergi bertemu nenekmu, apa permintaan ku begitu sulit" ucapnya lirih lalu menutup pintu kamarnya.
Adimas yang mendengarnya pun merasa bersalah pada kakeknya. Ia tau permintaan kakeknya itu tidak berlebihan, apalagi umurnya dibilang cukup untuk menikah tapi dia belum memikirkan tentang pernikahan calon aja dia belum ada, aaaarghhh.. kenapa harus kaya gini sih kek ,, batinnya berteriak Adimas pun masuk kedalam kamarnya lalu ia teringat akan kartu nama Raina,, ia pun mencoba menghubunginya, semoga dia belum tidur
📨 selamat malam, maaf mengganggu saya dari MACARA ADVERTISING ingin membuat janji dengan anda mengenai penyewaan cafe anda untuk proses syuting,, kira kira apa besok anda ada waktu luang
(Yaa Adimas sengaja tidak menyebutkan namanya, ia takut Raina tidak jadi memberikan izin dan menemuinya)
20 menit kemudian
Adimas pun yang hendak tidur pun terusik mendengar notifikasi pesanP masuk, lalu ia segera membacanya
__ADS_1
📩 malam juga,, oh anda dari kantor advertising itu, mohon maaf besok sepertinya saya tidak bisa, bagaimana jika lusa untu tempat dan waktunya nanti akan saya hubungi
Adimas yang membaca pesan tersebut hanya tersenyum lalu segera ia membalasnya
📨 baik lah, saya tunggu kabarnya, terima kasih banyak
Ia pun segera menghubungi Miko, utuk memberitahunya juga rencananya besok.
👨 hallo bro ?
👦 iyaa bro, tumben lu malem malem ganggu gue
👨 iya bro penting, untuk urusan perizinan lokasi syuting udah beres, lusa gue buat clausulnya
👦serius ?? Ga heran yaa kalau seorang Adimas turun gak ada yang ga beres
👨 siapa bilang ?? Dia ngajuin persyaratan dan gue belum tau apa itu
👦gila lu ya,, kalau kita gak bisa menuhin gimana? Cari tempat lain aja yang ga rese
👨 tenang itu urusan gue,
👦terserah lu aja, gue bawahan ngikut aja
👨nah itu lu tau.. hahaha oh yaa besok gue ga ngantor ya lu pake aja mobil gue kita tukeran mobil dulu
👦tumben lu ga ngantor
👨biasa kakek sedang merajuk, dia lagi butuh teman,, gue rasa dia kesepian
👦bener tuh bro,, lu terlalu sibuk udah sebulan kakek di jakarta tapi lu belum sempet nemenin dia
👨 bener kata lu, besok lu handle yaa kalau ada apa apa langsung hubungi gue.
Adimas pun langsung menutup telponnya. Benar besok ia berencana menghabiskan waktunya menemani kakek. Ia pun segera memejamkan matanya karna hari ini amat lelah.
--------
. next partnya Adimas akan bertemu dengan Raina tanpa sengaja looh.. kira kira dimana yaa
.
__ADS_1
.
Maaf ya guys udah part 15 tapi belum ada konfliknya.. author nulis ngikuti alurnya aja.. emang novel ini gak terlalu ada banyak konflik yang ekatrim.. hanya konflik konflik kecil aja.. seperti kehidupan sehari hari ajj