Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 30


__ADS_3

Terima kasih masih berkenan membaca karya author.. 🙏🙏


.


Selamat membaca semua.. jangan lupa like yaa setiap bab nya.. 😘😘


.


.


🍁🍁🍁🍁


Diperjalanan menuju kediaman utama keluarga Waluyo,,


"Oppa bagaimana menurutmu Adimas itu?" Tanya Raina ragu


"Menurut oppa dia pemuda yang baik, latar belakang keluarganya juga baik, setau oppa dia seorang pekerja keras dan mandiri" ungkap oppa mengemukakan pendapatnya tentang Dimas


"Tapi dia dulu pernah membully ku oppa,, sehingga aku pindah ke jogja " cicit Raina lirih


"Apa kau masih menyimpan amarah padanya nak? Tak baik menyimpan amarah hanya menyakiti diri" nasehat oppa


"Oppa tak memaksa mu menerima dia,, dan jangan kau jadikan beban permintaan Gilang jika hatimu berkata tidak nak,, jangan pernah bohongi hati" nasehat oppa nya lagi


"Dan untuk masalah kalian dulu sepertinya dia sudah berubah kamu bisa lihat dan merasakan sendiri perubahannya, kakek rasa ia melalukan itu karna dia masih kecil nak sekarang dia sudah dewasa dan ia juga kakek lihat sangat menyesal" ucap oppa,, ia tau cucunya saat ini sedang galau.


Raina pun terdiam mencerna ucapan oppanya apa yang oppa nya bilang emang benar. Tapi dia butuh keyakinan lebih.


"Mbak menurut mu dia bagaimana?" Kali ini Raina bertanya pada Anggi yang sedang menyetir


"Menurut mbak,, benar kata oppa dia pria yang baik, tanggung jawab mandiri dan sepertinya sungguh mencintaimu" ungkap Anggi


"Sok tau mbak,, darimana mbak tau dia cinta aku?" Tanya Raina


"Kamu gak liat matanya dek,, dimatanya memancarkan rasa cinta dek ke kamu beda waktu di natap mbak atau yang lainnya,, asal kamu tau mata tidak pernah bohong" jelas Anggi


Sampailah mereka dikediaman mereka tepat pukul 7 malam,, dan telah menunggu 2 orang bodyguard Raina didalam rumah sedang menonton tv.


"Assalamualikum" ucap ketiganya


"Waalaikumusalam" jawab 2 orang pria di dalam


"Lama amat kalian jam segini baru pulang" tanya Raka


"Macet kaa.. macet" jawab Anggi


"Mas,, sudah makan ?" Tanya anggi pada suaminya


"Sudah sayang,, kalian sudah makan?"


"Kami sudah makan mas tadi sempat singgah dulu waktu mau masuk toll" jawab Anggi


"Kamu bersih bersih dulu gih sayang bau acem tau" kata Rayyi menggoda istrinya


"Bau juga naksir" jawabnya


"Oh iya nie aku bawa kue dari cafe sisain dissert box nya yaa.. awas loh" kata Anggi sambil menaruh paper bag berisi aneka kudapan.


"Aku mandi dulu yaa" ucap Anggi hendak pergi ke kamar


"Ngi.. " panggil sang oppa,, membuat Anggi menenggok


"Habis mandi ke kamar oppa ya,, oppa mau bicara" ucap oppa


"Siap oppa" jawab Anggi sambil hormat. Sementara itu Raina sudah berada dikamarnya sejak tadi.


"Mau bicara apa oppa sama Anggi?" Tanya Rayyi penasaran


"Kenapa kamu cemburu?" Bukan menjawab oppa balik bertanya


"Bukan gitu oppa penasaran aja aku" jawab Rayyi.


"Sudah oppa kekamar dulu yaa" kata oppa beranjak pergi.


"Wah ada rahasia rahasiaan nie kak" seru Raka setelah oppa ke kamar


"Rahasia apa?" Tanya Rayyi


"Itu setelah balik jengguk pak Gilang,, si adek langsung ke kamar,, oppa mau ngobrol berdua sama mbak Anggi" jelas Raka


"Nanti juga kita tau" jawab Rayyi datar


Kini Anggi telah selesai ritual mandinya,, ia lalu bergegas turun ke bawah untuk menemui oppa.


"Yang oppa dimana?" Tanya Anggi pada suaminya yang masih menonton tv d ruang keluarga bersama Raka


"Udah masuk kamar yang, gih kamu temuin oppa dulu?" Kata Rayyi

__ADS_1


"Oke,, aku temui oppa dulu ya yang" jawab Anggi


"Yang jagain dessert box akuu tuh nanti dimakan lagi sama Raka" ucap Anggi lagi sebelum ke kamar oppa karna melihat Raka melahap dessert box yang ke 2 nya.


"Ichh,, mbak Anggi ketakutan banget,, gue makan semua juga dah" seru Raka


"Yaang" renggek Anggi kepada suaminya mendengar perkataan Raka


"Yaampun yang udah sana temuin oppa dulu,, ini desserrt box nya aku jagain" jawab Rayyi,, dan Anggi pun berjalan ke kamar sang oppa


Tok.. tok..tok..


"Oppaaa ini Anggi?" Seru Anggi


"Masuk Ngi" jawaban dari sang oppa


Anggi pun masuk kedalam kamar sang oppa, dilihatnya sang oppa sedang duduk di sofa,


"Sini Ngi" perintah sang oppa menyuruh Anggi duduk di sofa single di seberang oppa.. yaah karna di kamar oppa selain terdapat ranjang juga terdapat dua sofa single dengan dibatasi meja bulat kecil dari kayu yang diletakkan di tengah jendela.


"Ada apa oppa keliatannya penting,, sampe nyuruh Anggi kesini?" Tanyanya serius


"Gini Ngi,, oppa mau ngomongin masalah tadi di rumah sakit dan mobil" kata oppa membuka obrolan


"Iyaa kenapa oppa ? Apa oppa ragu dengan Dimas?" Tanya Anggi


"Bukan itu Ngi,, sebelumnya oppa mau tanya sama kamu? Apa kamu merasakan atau melihat sesuatu dengan Raina terhadap Dimas?" Tanya oppa


"Maksud oppa?"


"Gini Ngi,, oppa seperti melihat adanya rasa suka dihati Raina terhadap Dimas,, tapi dia seperti menghalangi rasa itu,, seperti ada sesuatu yang membuatnya sulit membuka hati? Apa kamu merasakan itu Ngi?" Terang oppa


"Hmm.. iya oppa Ngi rasain juga gitu adek seperti punya semangat baru sejak bertemu dengan Dimas,, walau adek bilang dia benci tapi yang aku lihat matanya berkata lain oppa". Ungkap Anggi apa adanya sesuai dengan yang ia lihat dan dia rasakan


"Sepertinya adek butuh keyakinan lebih dan dukungan kita oppa dengan apa yang adek rasain sepertinya" lanjut Anggi


"Nah benar kamu nak,, oppa tidak mau memaksakan kehendak oppa terhadap cucu cucu oppa,, oppa hanya ingin yang terbaik untuk kalian" ungkap sang oppa


"Nak,, kamu bisa bantu adek mu,, kita kasih Dimas jalan untuk berjuang mendapatkan adek,, kita liat kesungguhannya,, kamu bantu meyakinkan adek mu jika rasanya itu tak pernah salah jangan takut akan rasa yang ia rasakan,, dan kamu tolong beri pengertian pada dua bodyguardnya itu,, kamu pasti tau cara menghendle suami mu itu dan adik iparmu,, untuk memberi kesempatan pada Dimas untuk menemui mereka dan memperjuangkan adik mereka" ucap kakek panjang lebar


"Insyaallah Anggi siap bantu oppa"


"Nah sudah kamu kembali ke suamimu,, pasti dia kangen sama kamu" goda oppa


"Iih apa seh oppa,, yaa sudah anggi keluar yaa". Dan dia pun berjalan meninggalkan kamar oppa.


🍁🍁🍁🍁


"Tapi kurasa dia lelaki baik" ucap Anggi tiba tiba ditengah obrollan kakak beradik itu


"Baik bagaimana mbak,, dari kecil aja mulut sama sikapnya udah bisa nyakitin wanita apalagi sekarang sudah dewasa gak bakal jauh" sanggah Raka


"Bener tuh yang,, cowok itu diliat dari kelakuan waktu dia kecil,, untuk berubah mah mustahil" ucap Rayyi membenarkan arguman adiknya,, yang juga langsung ditanggapi acungan jempol olehnya.


"Ichh.. dasar kalian kaya gak pernah buat salah aja" kesal Anggi. Lalu ia beranjak dari sana dan menuju kamarnya.


"Lah istri gue jadi ngambek" ucap Rayyi


Sementara itu dikamar Anggi masih berfikir bagaimana caranya berbicara pada suami dan adik iparnya jika Dimas ingin berbicara dengan mereka,, rasa sangat sulit mengingat tadi mereka masih sangat membenci Dimas.


"Laah ngapain gue pusing pusing sekarang mending gue taklukin dulu suami gue,, biar mau ketemu sama Dimas,, urusan si Raka mah gampang,, kalau Rayyi udah bilang iya tuh anak nurut juga" bathin Anggi


Akhirnya Anggi merencanakan akan membahas masalah itu dengan suaminya di atas ranjang,, kalau gue bilangnya sambil manja manja kan gue yakin dia mau denger fikir Anggi.


Lalu ia akan memulai misinya,, ia masuk kekamar mandi untuk menggosok gigi,, membersihkan muka dan berganti pakaian dengan yang seksi agar suaminya tergoda. Selesai ucap Anggi pada dirinya sendiri.


Tak lama Rayyi masuk kedalam kamar nya dan melihat istrinya sedang berbaring diatas ranjang dengan pakaian seksi apalagi dibelahan dadanya yang sedikit terbuka sambil memainkan ponsel. Anggi cuek aja ketika sang suami masuk kamar.


"Yang kamu mau godain aku ya?" Tanya Rayyi sambil naik keatas ranjang memeluk istrinya


"Siapa yang godain kamu seh? Geer?" Jawab Anggi.


"Masa ?" Tanya Rayyi lagi yang sudah mendusel dusel dada istrinya.


"Tahan Ngi tahan jangan kepancing" bathin Anggi


"Yang aku pengen" ucap Rayyi tehan suara berat


"Pengen apa seh yang" jawab Anggi pura pura


"Pengen nen yang" ucap Rayyi yang masih mendusel dusel dada istrinya tak lupa tangannya ikut berjalan


"Boleh aja nen tapi aku mau ngomong dulu sama kamu?" Jawab Anggi


"Ngomong apa seh yang? Gak bisa ntar aja aku udah horny gini" jawab Rayyi yang langsung mendapat cubitan dari sang istri


"Dasar mesuum kamu?? Yaudah gak boleh nen?" Geretak Anggi

__ADS_1


"Yah yang jangan gitu? Yaudah kamu ngomongnya sambil aku nen yaa" ucap Rayyi yang mendapat anggukan dari sang istri,, tak menunggu lama Rayyi pun membuka keluar ******** istrinya dan langsung ia lahap seperti bayi yang sedang kehausan


"Yaang?" Tanya Anggi pada suaminya


"Hemm" jawab Rayyi yang sedang asyiik dengan kegiatannya


"Enaak yaaang?" Tanya Anggi lagi


"Hemm" jawabnya lagi disertai anggukan,, melihat itu Anggi merasa sangat lucu pria yang dingin dan irit berbicara itu seperti bayi didepannya.


"Yang aku mau ngomong?" Ucap Anggi lagi sambil memainkan rambut suaminya


"Kamu jangan terlalu keras sama adikmu dan Dimas,, ku lihat dia sudah berubah yang,, kenapa kamu dan Raka ga beri kesempatan buat dia buktiin keseriusan dia,, ku rasa dia berubah yang mungkin dulu ia masih anak anak yang belum bisa berfikiran jernih yang" ungkap Anggi


"Tadi juga dia bilang kalau dia serius sama adek,, tapi adek minta dia untuk nemuin kamu dan Raka,, karna adek menghormati kalian yaang,, dan aku bisa liat dan rasakan kalau adek suka juga sama dimas,, tapi adek takut sama kalian" ungkap nya lagi


"Udah bicaranya?" Tanya Rayyi yang telah melepaskan kegiatannya,, dan diangguki oleh Anggi


"Sekarang ayook kita lanjutkan" seringai Rayyi yang langsung menindih tubuh sang istri.


"Tapi yaang,, kamu belum jawab bertanyaan akuu?" Tanya Anggi


"Nanti aku jawabnya,, dan jawaban aku tergantung bagaimana kamu bisa membuatku senang yaang" jawab Rayyi lalu melakukan aksinya.


Dua jam sudah mereka melakukan kegiatan panas mereka,, dua duanya telah berpeluh keringat.


"Yaang gimanaa..? Sudah senang kan ?" Tanya Anggi sambil memeluk suaminya


"Kamu pintaar yang,, liar sekali kamu ?" Ungkap Rayyi


"Iich kamu aku tanya gimana bukan gimana rasanya ML? Gimana jawaban kamu?" Jawab Anggi kesal pada suaminya


"Oh itu,, suruh dia besok malam kemari? Ketemu aja bukan?" Ucap Rayyi


"Tapi Raka gimana" tanya Anggi


"Urusan Raka serahkan sama aku". Lalu Rayyi pun beranjak dari ranjang lalu pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan diri,, ia bergegas ke kamar adiknya.


"Wiih malem malem masih keramas aja,, tuh muka seneng banget, abis di charge yaa" ledek Raka


"Iyaa laah namanya juga punya bini,, ga ngehalu mulu" jawab Rayyi


"Seetdaah iyaa daah iyaa yang punya bini,, terus kenapa kesini gak terusin ajja tuh sampe pagi sama bini nya?" Tanya Raka kesal


" gue kesini cuma mau bilang,, besok malem lu jangan kemana mana karna si songong Dimas mau kesini" jawab Rayyi


"Whaat?? Mau apa tuh anak kemari" tanya Raka


" Anggi bilang dia mau serius sama adek,, tapi adek minta dia temuin kita dan besok kita seleksi dia" terang Rayyi


"Pantesan mbak Anggi mau charge lu ternyata dia ngerayu lu kak" ledek Raka


"Terserah loe deh mau ngomong apa,, yang jelas ntr malem jangan lupa" Rayyi memberi peringatan dan langsung pergi.


Berbeda dengan suami nya kini Anggi ke kamar adik iparnya untuk memberitahukan bahwa suaminya mengizinkan Dimas bertemu.


"Deek,, mbak boleh masuk?" Tanyanya diluar pintu


"Masuk mbak ga dikunci?" Seru Raina


Anggi pun masuk kedalam kamar Raina dan melihat bahwa adiknya sedang tiduran diranjang.


"Waah mbak mau jadi macan tutul" tanya Raina yang melihat bayak tanda cinta dileher dan punggung mbaknya,, karna Anggi memakai baju tidur tali spageti,, dia tidak malu toh dilantai atas hanya ada kamarnya juga kamar Raina.


"Ini juga gegara kamu dek, demi kamu" ucap Anggi malu


"Kok aku,, emang aku ngapain mbak?"


"Yaah karna aku rayu mas Rayyi agar mau ketemu Dimas dan maksa mas Rayyi buat jadi pawangnya Raka" jelaz Anggi


"Jadi kakak mau ketemu dimas mbak?" Tanya Raina senang


"Iyaa dek,, kamu hubungi dimas bilang besok malem kesini gitu"


"Udah yaa dek,, mbak ke kamar dulu yaa badan mbak sakit semua" keluh Anggi


"Iyaa mbakku,, terima kasih bayak yaa mbak" ucap Raina tulus


Selepas kepergian Anggi,, Raina segera mengambil handphone nya dan mengirim pesan pada Adimas.


📨 Cowok Arogan


Jika kamu serius besok malam datang ke rumah oppa,, temui kakak kakaku.


Sent

__ADS_1


.


.


__ADS_2