Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab. 48


__ADS_3

🌳🌳🌳🌳


Kini mommy Elsa dan Salsa telah sampai di daerah Bogor,, tepatnya di rumah kediaman keluarga Dirgantara,, Salsa sangat tegang karna dia malu atas tindakkannya tempo hari,, namun ia tak pernah menyesalinya,, jika tidak karna sang daddy yang menyuruhnya dan akan membantunya ia enggan menuruti keinginan sang mommy.


Teeet...teeet.. suara bel menggema dirumah besar tersebut,, bik inah pun bergegas segera membukakan pintu. Dan dilihatnya wanita cantik yang berhati jahat menurut bik inah sedang berdiri di depan pintu bersama seorang wanit paruh baya tersebut.


"Maaf mbak,, nyonya Sandranya ada?" Tanya mommy Elisa


"Ada buk,, silahkan masuk saya panggilkan dulu nyonya Sandranya" ucap bik inah setelah mempersilahkan tamunya untuk duduk.


"Siapa yang namu nah?" Tanya mbok sum ketika bik inah akan memanggil nyonya mereka


"Itu si sundel sama ibunya mbok,, mau ketemu nyonya?" Ucap bik inah yang masih geram dengan kelakuan Salsa yang menyebabkan dirinya dicurigai oleh majikannya.


"Yasudah sana panggil ibuk,, biar mbok bikin minum" ujar mbok sum. Sementara bik inah bergegas memanggil majikannya.


Kini mama Sandra sedang menemui kedua tamunya tersebut.


"Hai jeng Sandra,, maaf loh mengganggu waktu istirahatnya" ujar mommy Elisa sambil cipika cipiki ala mak mak sosialita


"Gak apa kok jeng,, saya mah santai terus gak ada kegiatan" balas mama Sandra yang enggan melihat Salsa.


"Gini loh jeng,, seperti apa yang saya bicarakan via telpon. Saya kesini mewakili keluarga saya meminta maaf sebesar besarnya akan tindakkan tidak terpuji anak saya pada nak Dimas" ungkap mommy Elisa.


"Dan saya juga mengantar anak saya untuk meminta maaf sama jeng Sandra sekeluarga,, Salsa sudah menyadari keselahannya jeng,, Sal ayoo kamu minta maaf?"

__ADS_1


Mau tak mau Salsa terpaksa meminta maaf pada mama Sandra "iyaa tan,, salsa kesini mau minta maaf atas tindakkan tidak terpuji salsa,, mungkin karna salsa terlalu mencintai Adimas tan,, Salsa juga sadar cinta gak bisa dipaksakkan,, mungkin takdir salsa hanya berteman dengan dimdim" ujar salsa dengan wajah sedih dan menyesal tapi itu hanya sandiwara belaka.


"Ciih air mata palsu" umpat bik inah yang sedari tadi menguping majikkannya berbicara


"Inaah gak baik aah nguping" tegur mbok sum


"Abis aku kesel mbok sama tuh non Salsa,, aku ga percaya dia sadar akan tindakkannya itu" ujar bik inah


"Sudah,, sudah kita jangan ikut campur dan berdoa saja untuk kebaikan keluarga ini" kata mbok sum bijak


"Mbok,, tadi mbok perhatikan gak muka ibunya non Salsa kok ga mirip sama non salsa malah mirip sama non Raina" ujar bik inah kembali.


"Oh iyaa,, kamu benar inaah,, dari tadi waktu mbok anter minuman dilihat lihat wajah mama nya non salsa teh mirip siapa gitu,, baru sadar setelah kamu bilang" ujar mbok sum yang juga sadar kemiripan ibunya Salsa dengan Raina.


"Yaa allah buk ngagetin saya aja" ucap mbok inah


"Bik inah tolong ini taruh didalam kulkas yaa,, kue nya enak kayanya" ucap mama Sandra sambil memberikan papeebag pada bik inah


"Buk,, gimana dimaafin itu sundel?" Tanya bik inah kepo


"Yaa namanya orang minta maaf yaa saya maafin bik,, lagi pula saya ga enak sama jeng Elisa dia tuh orangnya baik banget kok beda sama anaknya" terang mama Sandra


"Buk,, tapi kalau saya liat non Salsa ga mirip ibunya yaa" tanya Bik inah


"Dia mirip daddy nya bik" jawab mama Sandra

__ADS_1


"Tapi menurut saya sama mbok inah,, bu elisa lebih mirip sama non Raina" ujar bik inah


"Masa bik,, saya ga merhatiin" ujar mama Sandra.


🌳🌳🌳🌳


Sementara itu Raina yang sedang ada di toko kue kedatangan tamu tak diundang dia adalah Revano,, pria itu semakin gencar mendekati mantannya itu.


"Haii Aina" sapa Revano,, membuat Raina terkejut karna dia tengah fokus memeriksa laporan keuangan tokonya disalah satu sudut kafe miliknya.


"Oh haii" jawab Raina datar


"Apa kau sedang sibuk?" Tanya Revano


"Seperti yang kau liat,, aku cuma sedang memeriksa laporan keuangan saja" jawab raina tanpa mengalihkan pandangannya pada berkas berkas ditangannya.


"Apa aku boleh menemani mu" tanya Revano lagi. Tapi sepertinya itu bukan sebuah pertanyaan nyatanya pria itu kini telah duduk didepannya.


"Mbak,, aku pesen caramello machiato" ucap Revano pada Indah.


Raina hanya diam,, sibuk dengan pekerjaannya dan sesekali menimpali pertanyaan dari mantannya itu.


Hal tak terduga terjadi karna saat itu Dimas melihatnya,, dimas yang sedang senggang dari pekerjaannya sengaja datang ke Tripel'R cake dan coffe untuk menemui gadis yang sedang diperjuangkannya kini,, sebelumnya ia mampir ke toko bunga untuk membeli bunga . Namun ketika ia akan keluar dari mobilnya ia melihat pemandangan yang tak ingin dia lihat,, dimana gadisnya tengah duduk ditemani pria yang pernah dia temui waktu itu dan kini mereka tengah tertawa,, tawa yang tak pernah gadis itu perlihatkan padanya ,, ada sedikit rasa sakit dihatinya kini.


Haruskah ia terus berjuang dengan segala menolakkan dari gadis itu?? Atau dia harus mundur perlahan.

__ADS_1


__ADS_2