Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 7


__ADS_3

Haii readers tersayang sebelum baca jangan lupa like yaa... 🤗🤗


.


.


Untuk tulisan di novel author sengaja gak pake visualnya,, biar kalian visualisasi sendiri aja sesuai dengan imajiniasi kalian,, kalau tanya kenapa kok gituu karena author hobi baca novel baik yang bentuk buku atau yang kaya gini online,, terkadang imajinasi yang udah author bayangin dalam sebuah cerita yang dibaca kadang ga sesuai sama yang nulis,, apalagi kalau dari buku naek ke layar lebar beuuh kadang banyak ga sesuainya dengan imajinasi kita akan suatu tokoh fiktif dalam novel,, jadi mending kalian imajinasiin sendiri aja yaa..


.


.


Lanjut ke Adimas dan Riana yaa 😚😚


-------


Kediaman keluarga Oppa Waluyo (jakarta)


Yaa sekarang oppa waluyo dan Riana juga Rakadia sedang berada di kediaman keluarga waluyo,, sebenarnya ini rumah kedua orang tua Riana dan kedua kakaknya namun semenjak kedua orang tua mereka meninggal rumah tersebut kerap kosong karna baik Riana maupun kedua kakaknya lebih memilih tinggal di apartermen mereka masing masing dan oppa memilih tinggal di jogja,, mereka baru akan menempati rumah tersebut ketika mereka semua berkumpul seperti saat ini.


"Apa yang sedang kau pikirkan sayang?"


Raina langsung tersentak dari lamunannya dan mengalihkan pandangannya dari jendela balkon ruang tengah nya. "Ooh,,, tidak ada oppa" ujarnya sambil tersenyum kecil kepada oppanya


"Sinilah, sayaang oppa ingin bicara" ucap kakek sambil menepuk sofa di dalam ruang tengah tersebut agar Riana duduk disampingnya. Dan Riana pun menurutinya.


"Oppa tau apa yang sedang kamu fikirkan sayang" ucap oppa dengan seulas senyum


"Kau tak perlu khawatir tentang perkataan kakek Dirga,, oppa tidak akan memaksa mu sayang" ucapnya lagi.


"Aku tidak khawatir oppa" ucap Riana berbohong, pasalnya sejak semalam dia terus memikirkan perkataan kakek Dirga tentang pertunangan dengan Adimas


"Bagus laah,, lagi pula jika aku memaksamu itu takkan mudah karna aku akan berhadapan dengan dua bodyguard mu yang badung itu,, aku sudah tidak punya tenaga menghadapi mereka" ucap oppa sambil tertawa. Dan Raina juga ikut tertawa, karna yaa oppa benar siapapun yang ingin mendekatinya harus berhadapan dengan kedua kakaknya dulu begitu juga sebaliknya. Dia teringat dulu bagaimana Anggia dulu sebelum menjadi kekasih dan calon istri Rayyi harus berhadapan dengannya dan Raka. Untung saja kak Anggia orang yang baik dan sayang kepada adik adik kak Rayyi terutama Raina.


"Tapi oppa kenapa kakek Dirga mengatakan aku calon tunangan cucunya,, apa dulu oppa ada perjanjian dengannya". Tanya Riana penasaran


Lalu oppa mulai bercerita "sebenarnya tidak ada perjanjian semacam itu, namun dulu Dirga berharap persahabatan kita tidak hanya menjadi sahabat dia ingin menjadi keluarga, lalu dia berencana menjodohkan anak anak kami, karna waktu itu istri istri sedang hamil namun kenyataannya anak anak kami sama sama lelaki,, jadi setelah dia tau oppa mempunyai cucu perempuan dia dengan semangat ingin menjodohkanmu," .


"Ooh begituu,, apa dia tidak tau kalau akuu.. kalau akuu " suara Raina sedikit gugup "bukan anak kandung ayah dan bunda?" Tanyanya


"Iyaa dia tau,, mungkin dia sangat terkesan padamu sayang" jawab oppa sambil terkekeh "tapi sepertinya kamu yang tidak terkesan sama Adimas yaa sayang ?" Tanya kakek.


Raina menghela nafas lalu berkata " yaa kau benar oppa,, aku sangat sangaat tidak terkesan dengan dia dan sangat sangat pake sangat membenci nya"


"Oh yaa,, apa yang telah dia lakukan?" Tanya oppa


"Tidak peting oppa jika dibicarakan pada saat ini karna itu tidak akan merubah keadaan" jawab Raina

__ADS_1


"Baiklaah.. tapi apa dia pernah meminta maaf padamu sayang?" Tanya oppa lagi


"Belum" cicit Raina


"Jika dia meminta maaf pada mu saat ini bagaimana sayang?"


"Hmm.. kurasa tak ada gunanya" jawab Raina tegas


"Tapi kau harus ingat sayang,, memaafkan akan lebih mulia sayang dari pada menyimpan kebencian. Rasa benci dengan rasa suka jaraknya sangat tipis sayang" goda sang oppa


"Dan satu lagi kau harus tau kalau kakek Dirga orang yang paling keras kepala dan pantang menyerah dengan segala keinginannya" ungkap kakek


Tak lama bel berbunyi dan orang yang mereka tunggu tunggu telah tiba yaa itu adalah Rayyi serta sang istri Anggia dan tentu saja Rakadia,, yaa mereka berencana makan siang bersama sebelum Rayyi dan Anggi bertolak ke bali untuk Honeymoon. Akhirnya Raina dan oppa mengakhiri pembicaraan mereka.


"Haii pengantin baru,, apa kabar ?" Sapa Raina pada Rayyi dan Anggia


"Baik sayaaang" jawab Anggia sambil memeluk Raina


"Ehmm.." Rayyi berdehem melihat tingkah istri dan adiknya "ada yang udah ngelupain abang nya nie" ledek Rayyi


"Kaakaak.. adeek kangen sama kakak" ucap Raina sambil memeluk sang kakak. Dan kali ini Anggi hanya tersenyum meliat suami dan adiknya


"Yakiin,, adek kangen sama kakak,, bukannya seneng yaa ga ada yang bawelin lagi" kata Rayyi


"Iih adek beneran kangen sama kakak,, kangen bawelnya kakak,, adek harap kakak gak lupain adek yaa" ungkap Raina sambil merajuk


"Gilaa lebaay lu pada" samber Rakadia yang kesel liat dua saudaranya mellow mellow kaya gitu


"Iiih,, apaan seh lu kak,, ganggu aja" kata Raina


"Iyaa,, lu kaya kak Rayyi mau kemana aja cuma seminggu doang dia pergi, nanti juga dia balik lagi"


"Iyaa.. tapi kan sedih sekarang kak Rayyi kan udah ga bisa selalu ada buat gue sekarang kan istri harus jadi prioritas utamanya" ungkap Raina


"Gak gitu juga kali Rain,, mas Rayyi masih sama dan bakalan sama kok ke kamu,, malah sekarang kamu bakal tambah seorang bodyguardnya" kali ini Anggia Angkat bicara


"Siapa emang kak tambahannya " kata Raina penasaran


"Yaa akulaah,, sekarang aku kakakmu juga ya" ucap anggia yang langsung di sambut pelukan dan ciuman oleh sang suami.


"Sudah sudah kalian ini,, ayoo kita makan bi jum udah siapin makanan tuh" ajak oppa. Mereka pun semua menuju meja makan dan menikmati makan siang.


"De,, lu belum cerita tentang kemarin apa maksudnya tunangan " Raka angkat bicara ketika telah selesai makan bersama dan dia sedang di dapur hanya dengan Riana yang sedang menyiapkan kudapan penutup.


"Apaan seh kak.." kata Raina


"Jangan pura pura lupa lu,, atau mau gue ngomong sekarang sama kak Rayyi ini semuanya" ancam Raka

__ADS_1


"Ih,, lu mah maen ancem kak,," dengus Raina


"Iya gue cerita,, gue juga ga tau tiba tiba kemarin kakek Dirga bilang kalau dia udah jodohin gue sama si Adimas" kata Raina pelan


"Whatt?? Kok bisa emang siapa yang ngizinin,, de lu masih inget peraturan kita yaa.." kata Raka dia masih ga habia fikir tiba tiba ada yang ngaku sudah menjodohkan adek nya


"Iyaa,, gue inget kak,, gue ajj heran dia bisa ngomong gitu,, untungnya oppa ga maksa gue" ungkap Raina


"Baguss deh,, jadi gimana" kata Raka penasaran


"Yaa ga gimana gimana,, udah yuk balik kesana nanti mereka curiga kita ngobrolin apa,, tuh liat mata ka Rayyi kesini mulu gue ga mau dia kepikiran sama gue" kata Raina


"Okee,, lu kalau ada apa apa langsung hubungi gue yaa,, yuk balik kesana gue juga mau pamit mau ke RS lagi"kata Raka


---------


Triple'R cake and coffe


Setelah makan siang Riana pun kembali ke Triple'R cake and coffe toko kue yang dia dirikan di jalan kemang raya, nama toko kue nya dia ambil dari singkatan dia dan kedua kakaknya (Rayyi,Rakadia,Raina) jadilah Tripe'R cake and coffe.


"Selamat siang mbak Rain" sapa shelia yang sedang menjadi kasir hari ini


"Siang,, shel sudah break sholat dan makan siang belum kamu?" Tanya Riana


"Sudah mba,, baru saja " jawab sang karyawan


"Dimana Huda dan ilham?" Tanya Riana lagi


"Ooh.. mereka lagi didapur membuat dessert box dan cup cake karna tadi pagi ada yang memborong semua stok dessert box dan cup cake". Jawab Shelia


"Alhamdulillah,, rejeki kita hari ini lumayan banyak yaa padahal baru setengah hari,, baiklah mba ke dapur dulu yaa bantu mereka".


"Oke mba.. biar aku dan Indah yang jaga toko,, kalian buat saja cake yang enak" kata shelia.


Akhirnya Riana masuk kedapur membantu Huda dan Ilham sebagai chef ditoko kue mereka untuk membuat kue. Ternyata di dapur sudah hampir beres hanya tinggal memberikan sentuhan akhir sebagai hiasan pada cake cake tersebut.


"Baiklah biar aku saja yang lanjutkan, tinggal sentuhan akhir kan kalian istirahat saja jangan lupa sholat yaa" ujar Raina kepada Huda dan Ilham


Keduanya pun kompak menjawab "oke". Dan bergegas ke ruang istirahat karyawan.


"Mbaa.. ada telepoon" teriaak Indah dari balik pintu..


--------


Kira kira telpon dari siapa yaa guys.. kepoin terus ceritanya yaa..


Jangan lupa like... mau kasih bunga juga boleh.. kopi apalagi.. vote apalagi author bersyukur.. tapi kalau gak yaa minimal like aja kan gratisss...😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2