
Next up.. hai pembaca semua minta dukungannya yaa lewat like dan koment biar author tau gimana pendapat kalian,, dan author jadi semangat lagi buat ngehalu nya..hehehe
Yuk lanjut kisah pertemuan adimas dan riana
_________
"Tunggu,,apa kalian sudah saling kenal?" Ucap kakek Gilang kaget dan heran juga campur senang.
"kami dulu hanya teman sewaktu dibangku SMU kek," ucap Adimas. Tangannya masih tetap terulur kearah Raina namun tak dijabat juga oleh sang lawan bicara.
Riana masih menatap tangan Adimas yang masih terulur, lalu kembali ia menatap wajah Adimas. Adimas tau betapa kakunya wajah wanita itu dan dia melihat Raina menggertakan gigi. Setelah berfikir dan hilang keterkejutannya akhirnya Riana menerima uluran tangan Adimas dan dengan cepat berkata "kami hanya sekolah di tempat yang sama, dan TIDAK BISA DIBILANG BERTEMAN". Kata kata Raina terakhir seakan mempertegas hubungan mereka dimasa lalu.
"Astagaa,, coba kau liat dan dengar sendiri Waluyo,mereka telah bertemu dan berteman sebelumnya,,sebelum kita memperkenalkan mereka berdua,,bukan kah ini kejutan yang menyenangkan?"
"Mereka memang ditakdirkan untuk berjodoh Waluyo", ucap kakek Gilang sambil tertawa bahagia, seperti mengabaikan perkataan Riana terakhir dan raut muka gadis itu, atau dia memang sengaja mengabaikannya. "Ayoo kemarilah Riana kita duduk bersama".
Riana tidak langsung duduk sesuai permintaan kakek Gilang, dia masih merasa kesal karna bertemu dengan pria didepannya, lalu ia menatap opa nya opa Waluyo, dan sang opa pun menepuk kursi kosong disampingnya lalu mengangguk kepada Riana, lalu Riana pun dengan ragu duduk disamping opanya dan hal itu tak luput dari perhatian Adimas lalu Adimas pun kembali duduk ditempatnya.
Kakek Gilang pun meneruskan ceritanya, namun Adimas sama sekali tak menyimak sama sekali apa yang diceritakan sang kakek karna otak nya sedang di penuhi oleh pertanyaan tentang wanita didepannya "apakah dia masih membenciku "
"Jadi, sekarang Adimas ini sedang sibuk mengurus perusahaannya sendiri dibidang advertaising sekaligus membantu mengurus perusahaan keluarga dibidang tour dan trevel yang sekarang masih dipimpin oleh ayahnya". Jelas kakek Gilang dengan bangga.
"Kau sangat hebat Adimas, padahal mau anak satu satunya yang pasti akan meneruskan usaha keluarga tapi kau malah membuka usaha sendiri dari nol, pantas Gilang sangat bangga padamu" ujar opa Waluyu
Riana hanya tersenyum kecil berbasa basi menyimak obrolan mereka.
"Anda terlalu berlebihan memuji saya pak Waluyo, saya hanya menyalurkan hobi saya saja didunia advetaising karna dari dulu saya hobi mempromosikan barang orang lain." Ungkap Adimas sambil sesekali meliril kearah Riana yang terlihat sangat tidak nyaman.
Riana terliat mendengus mendengar ucapan Adimas, uuh sejak kapan orang seperti dia bisa merendah biasanya di angkuh dan sombong, kemana sikapa angkuh dan sombongnya itu. Batin Riana lalu ia memandang sekeliling ruangan. Dimana kau Rakadia ketika aku membutuhkan mu ? batinnya berharap sang kakak dapat menolongnya keluar dari sini.
__ADS_1
Tiba tiba ada seorang pelayan menghampiri mereka dan menawarkan potongan potongan kue pengantin.
"oh ya kalian belum mencicipi kue pengantinya bukan. Cicipilah ?" Ujar opa Waluyo menawari kue pengantin kepada sahabatnya dan juga Adimas.
"Gimana menurut kalian rasanya ?"
"Waah kue ini enak sekali ?" Jawab kakek Gilang dengan mata berbinar seolah menemukan makan terenak didunia sedikit berlebihan.
"Bagaimana Adimas menurut mu ini enak sekali bukan " lanjut kakek bertanya pada Adimas
Adimas hanya mengangguk anggukan kepala lalu berkata "benar kue ini enak sekali, cakenya terasa lembut dan gurih rasa susunya kuat tapi tidak terasa enek ketika dinikmati dan juga krimnya sangat enak dan tidak terlalu manis ". Ungkapnya dengan jujur.
Raina hanya tersenyum kecil mendengarkan komentar dari Adimas, berarti dia sukses membuat cake terenak untuk kakaknya.. yaa cake tersebut buatan Raina.
Kakek Raina pun membenarkan perkataan Adimas, lalu berkata " kue itu Raiana yang membuat, dan dia membuka toko kopi di kemang raya " ungkap opa Waluyo.
Riana pun langsung tercengkat dan tiba tiba kekesalannya pun memuncak. Cengkramannya pada sarung bangku semakin kencang. Dia tak suka mendengarkan perkataan Adimas seolah olah mereka berteman baik, dia bukan teman, Raina membenci Adimas sungguh Raina membenci laki laki itu. Lelaki itu dia....
Tepat pada saat itu seseorang menyentuh pundaknya. Dan Raina pun menoleh sesaat lalu mukanya perlahan mengendur dan emosinya perlahan turun.
"Hallo.. anak kecil " kata Rakadia ketika Raina melirik kearahnya
"Aah ini dia cucu kedua ku, namanya Rakadia". Kata opa Waluyo memperkenalkan cucu mereka
Rakadia menyunggingkan senyuman menawannya. Karna di memang memiliki senyuman menawan yang digilai kaum hawa. Lalu dia berjabat tangan dengan kakek Gilang dan Adimas.
"Senang berkenalan dengan anda berdua" ucap Rakadia sambil tersenyum. Padahal dirinya memiliki pertanyaan karna mendengar nama Adimas setelah adimas memperkenalkan diri. Nama yang tak asing ditelinga nya. Adiknya harus memberi penjelasan kepadanya.
"Kuharap kalian tak keberatan kalau saya menculik anak kecil ini dari sini, karna dia berjanji akan berdansa denganku."
__ADS_1
Rakadia dan Raina pun bergegas pergi berbaur dengan para pasangan yang sudah mulai berdansa dilantai dansa.
"Darimana saja kau tadi kak" cerosos Raina
"Kau tidak tau betapa tersiksanya aku disana, pipi ku sudah sangat kaku karna memaksakan senyum" ungkapnya
"Yaa aku melihatmu" jawab Rakadia tenang
"Karna itu aku menyelamatkan mu sebelum kau mengeluarkan tanduk" ungkap Rakadia sambil tertawa
" dan kau berhutang bercerita tentang pria itu.. siapa namanya tadi Aa..yaa Adimas apakah dia pria sama dengan yang membuatmu bersedih beberapa taun silam" cecarnya
Raina mengangguk.
"Coba kau ceritkan mengapa sangat membenci nya ap yang terjadi dulu " cecar Rakadia
Yaa karna Raina dulu hanya menceritakan dia membenci teman SMU nya bernama Adimas, tanpa memberikan alasannya mengapa dia membenci laki laki itu dan memutuskan pindah sekolah ke Jogjakarta. Padahal dia dan Rayyi kakak mereka penasaran dan ingin mencari tau masalahnya, namun Raina melarangnya karna tau sifat kedua kakaknya.
Baiklah akan aku ceritakan kepadamu namun tidak disini.
"Ayoo kita ke kolam renang,aku rasa disana sepi".
Dan mereka pun berjalan menuju kolam renang disamping ballrom hotel.
______
Kira kira apa yaa yang telah diperbuat Adimas sehingga Raina membencinya.. simak terus yaa ceritanya.
Next up selanjutnya flasback kejadian beberap taun silam..
__ADS_1