
Hallow readers jangan lupa like yaa..
.
.
--------
Tripel'R cake and coffe
Setelah menerima telpon dari kakek Gilang,, Reina pun kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya karna Huda dan Ilham sedang istirahat. Beberapa menit kemudian mereka kembali ke dapur untuk membantu Raina.
"Rain,, kapan kita mendekor ulang cafe karna bulan ini akan masuk bulan februari" ujar Ilham. Kenapa ilham memanggil nama Raina dengan nama langung tanpa embel embel mbak atau bu,, yaa karna ilham teman Raina dan usianya 2 tahun diatas Raina.
"OMG gue lupa Ham,, kita harus mempercantik cafe dengan nuansa romantis gue kira belum masuk bulan februari" ujar Raina karna dia sungguh benar benar lupa dengan bulan
"So,, mau ada apa di cafe ini selama bulan kasih sayang itu,, selain dekor harus ada promosi gue kira" saran Ilham
"Betul ucapan mu ham,, kalau begitu kalian pikirkan deh promosi apa yang harus kita buat,, nanti gue pertimbangkan dan soal tema dekorasi gimana kalau cek dulu digudang property apa yang masih bisa digunakan dan apa yang mesti baru dibeli" jelas Raina memberi arahan
"Okee,, lu sama gue aja ke gudang buat cek,, kan lu yang lebih tau" ujar ilham
"Okee,, Da kamu terusin aja yaa sisanya,, saya sama ilham mau cek property" kata Riana kepada huda dan dibalas anggukan oleh huda.
Riana pun bergegas ke gudang menyusul ilham,, mereka pun sibuk menyortir property dan mengeluarkannya ke luar. Sementara itu Adimas pun telah sampai di Cafe milik Raina. Mata nya menyapu sekeliling cafe mencari sosok gadis yang akan dia jemput, namun tak menemukannya. Lalu dia pun bertanya pada salah satu pelayan disana.
"Permisi maaf mba,, Raina nya ada?" Tanya nya
"Ada mas,, mau ketemu sama mba Riana ya,, saya panggilkan" jawab pelayan itu ramah
Namun belum juga pelayan itu berjalan, Riana keluar dari dalam gudang dengan membawa beberapa dus berisi property. Dan memanggil indah guna meminta bantuan.
"Ndah,, kemari bisa bantu mba membawa kan ini" tanyanya
Namun bukan hanya indah sang pelayan itu yang menenggoknya namun juga pria yang berdiri disamping indah juga ikut berbalik. Raina yang tengah sibuk pun tidak memperhatikan sekeliling matanya sibuk dengan benda benda ditangannya
"Oh iyaa mba bisa tunggu" jawab indah. Ia pun segera menghampiri Riana. Dan mengambil alih beberapa dus
"Mba ada yang cari mas mas disana" kata indah
Riana pun langsung melihat kearah tangan tunjukan Indah,, matanya pun langsung terbelalak melihat sosok pria tinggi itu,, dia tak menyangka Adimas datang menjemputnya.
"Assalamualikum Rain" ucap Adimas setelah mendekat kepada Raina
"Waalaikumsalam mau apa kamu kesini" jawab Raina ketus, dia pura pura tidak tau maksud kedatangan Adimas
__ADS_1
"Ooh, sepertinya kamu sedang sibuk sekali rupanya" tanya Adimas lagi
"Udah liat masih nanya" jawab Raina kembali ketus
"aku disuruh kakek menjemput mu,, katanya oppa mu kurang sehat,, jadi karna searah kantor ku dengan cafe mu jadi aku sekalian jemput kamu" jelas Adimas ramah. Padahal jika orang lain tau perasaannya kini sungguh tak enak, tangannya keringat dingin apalagi melihat Raina yang sangat tak bersahabat dan tak suka kehadirannya.
"Aku akan menyusulmu nanti setelah aku bereskan kerjaan ku,, dimana mereka meminta jemput" kata Raina lagi
" aku akan menunggu mu menyelesaikan semuanya" kata Adima s
"Dan kau harus tau jika kakekku sudah menyuruh menjemputmu itu berarti aku harus datang bersamamu,, jadi aku tak berani muncul dihadapannya tanpa dirimu" jelasnya berusaha santai lalu berjalan kepojok cafe dan menduduki kursi yang kosong
Raina yang melihat itu sangat kesal, dia membiarkan saja Adimas menunggunya biar bosan dan segera pergi. Ia pun melanjutkan pekerjaannya. 20 menit berlalu namun ia melihat Adimas masih betah dibangku itu menunggu nya,, akhirnya Riana pun menyerah ikut dengan Adimas bukan karna apa dia takut kalau dia mementingkan egonya kakeknya terlalu lama menunggu.
"Ayook kita pergi sekarang" ucap Riana
membuat Adimas terkejut karna Adimas sedang sibuk dengan ponselnya "Sudah selesai pekerjaanmu,, kupikir.."
"Iyaa,, lanjut saja besok aku tak mau oppa terlalu lama menungguku" jawabnya
"Marii " kata Adimas mendahului Riana berjalan keluar cafe menuju mobilnya dan membukakan pintu mobilny untuk Riana. "Silahkan"
"Terima kasih" jawab Riana
Selama perjalanan menuju cafe tempat menjemput kakek kakek merek, dan mereka berdua saling bungkam hanya suara penyiar radio yang terdengar didalam mobil tersebut. Untungnya perjalanan menuju tempat tersebut lancar. Mereka pun tiba ditempat tersebut.
"Kamu ga salah tempat ini" ujar Riana heran setelah melihat tempat tersebut.
"Benar kok tempatnya ini cafe x" ujar Adimas, dia pun mengerti dengan apa yang dipikirkan perempuan yang duduk disebelahnya karna dia pun memikirkan hal yang sama.
"Ayoo kita masuk saja,, kau tau kan kalau kakekku ajaib mungkin saja dia mengajak oppa mu makan disini" jelas adimas.
Akhirnya mereka pun masuk kedalam cafe tersebut. Dan langsung menanyakan meja yang dipesan oleh kakek Gilang,, karna cafe tersebut berlantai 3 dan cukup ramai jika mereka mencari sendiri. Lalu pelayan itu mengantar mereka ke meja yang mereka tuju. Namun meja itu ternyata kosong dan mejanya pun terlihat bersih
"Maaf mba,, kok kosong yaa mana Pak Gilang" tanya Raina penasaran
"Maaf nona saya tidak tau, tapi benar ini meja an Tn. GILANG DIRGANTARA " kata pelayan tersebut. " permisi nona tuan" lalu pelayan itu pun meninggalkan meja mereka
"Coba aku telpon kakekku menanyakan keberadaannya,, dan kamu telpon juga oppa mu" saran Adimas
Tak lama pelayan datang membawa minuman dan makanan ke meja mereka, mereka pun terkejut karna mereka belum memesan apapun dan lagi pula kakek mereka belum ada yang menjawab telpon mereka.
"Maaf,, kami belum pesan mungkin anda salah antar" kata Raina
"Tidak nona ini memang pesanan untuk meja ini,, silahkan" ucap pelayan itu ramah
__ADS_1
Rupanya kakek sengaja tidak mengangkat telpon ku, sepertinya ini rencana dia supaya aku dan Raina bisa makan bersama. Batin Adimas
"Yaa sudah kita nikmatin dulu aja yang sudah didepan mata sayangkan sudah dipesan" kata adimas santai
"Kok kamu bisa bisanya biasa kaya gini, gimana dengan kakek juga opa bukannya mereka bilang mereka tidak enak badan" ungkap Raina kesal melihat Adimas terlihat santai dan tak menggubris kata kataya malah memanggil pelayan
" iyaa tuan bisa saya bantu" kata pelayan ramah
"Saya mau tanya ap sudah dibayar semua makanan ini" tanya Adimas
"Sudah tuan,,semua yang dipesan dimeja sini sudah dibayar oleh tn. Gilang "kata pelayan itu menjelaskan, lalu pelayan itu pergi dari meja mereka.
"Kamu denger sendiri kan,, sudah kuduga ini pasti rencana kakek,, kamu tau sendiri gimana kakek dia tidak akan diem sebelum keinginannya tercapai" ungkap Adimas
"Jadi nikmati aja yang ada,, karna untuk menghadapi kakek ku butuh tenaga yang banyak" ucap Adimas sambil tertawa. Lalu Raina mau tak mampu memakan makanan yang telah terhidang, disebrang diam diam Adimas mengamati gadis yang duduk dihadpannya itu,, manis gumamnya. Tak lama ponsel Adimas pun berbunyi dan tertera nomer sang kakek.
"Coba kita liat apa alasan nya" kata Adimas kepada Raina sambil menunjukkan ponselnya
"Assalamualikum kek,, kakek dimana aku dan Raina telah sampai"
"Waalaikum salam nak,, maaf kami pulang terlebih dahulu kebetulan anaknya Rahmat datang menjemput dan bersedia mengantar kami pulang" jelas kakek
"Jadi kau dan Raina nikmati saja hidangannya berdua,, sudah yaa kututup telponnya karna aku sangat lelah" ujar kakek mengakhiri telponnya.
Adimas dan Raina hanya mampu menghembuskan napas panjang karna kesal.
"Jadi apa menurut mu itu masuk akal?" Tanya adimas kepada raina
"Aku tak tau,, kau yang harusnya lebih tau karna itu adalah kakekmu" jawab raina jengkel.
"Menurut ku ini rencananya agar kita bisa bertemu" ungkap adimas. Raina pun me dengus kesal
"Rain,, apakah kamu masih membenciku?" Tanya adimas memberanikan diri, dan melihat wajah raina menjadi kaku
Raina mendengar pertanyaan itu namun ia tak menjawab. Lalu adimas kembali bertanya
"Apa kau masih membenci ku rain?" Ucap adimas sambil menatap mata raina lekat.
.
.
.
.
__ADS_1
Kira kira apa yaa jawaban raina..