
Terima kasih masih setia dengan karya author..
.
.
Jangan lupa tinggalkan likenya guna mendukung author agar menjadi motivasi author dalam menulis
.
.
🍁🍁🍁🍁
Raka kemudian keluar dari ruangannya,, ia penasaran dengan orang yang datang menemuinya, apakah sahabat yang ia fikirkan itu benar dia yang datang.
Ia baru berjalan beberapa langkah dari pintu ruangannya ketika pria yang sedang duduk mengangkat wajahnya dan melihatnya, lalu pria itu segera bangkit dan tersenyum lebar kearahnya.
Setelah melihat dengan jelas wajah pria itu, Raka pun tersenyum lebar dan mempercepat langkahnya. "Revano Admaja" sapanya sambil menjabat tangan pria itu dan langsung memeluknya. Ternyata benar pria itu adalah sahabatnya yang ia fikirkan barusan. "Ya tuhan, sudah lama sekali kita tidak bertemu sob, apa kabar?" Tanya Raka
"Dokter Rakadia Pradana Moe,, si dokter internist idola ibu ibu",, balas Revano dan balas merangkul Raka. "Aku baik baik saja, kau terlihat masih sama seperti dulu"
"Benaar,, dan kau yang sepertinya berbeda," balas Raka sambil mengamati sahabatnya dari ujung kepala hingga kaki. "Kau terlihat seperti model bukan sarjana tekhnik".
Revano tertawa mendengar pernyataan sahabatnya " aku tinggal 3 tahun di New York,, dan kau tau aku jadi konsultan pembangunan sekarang jadi aku banyak menghabiskan waktu di meja kerja dan meeting dengan klien jarang turun kelapangan, jadilah seperti ini"
"Gilaa,, sudah 3 tahun ya lu di luar negeri sob, pasti banyak pengalaman yang bisa lu ceritakan" kata Raka. " apa lu ada waktu malam ini? Jujur gue masih ingin ngobrol dan mendengar cerita lu sekarang tapi gue cuma punya waktu sedikit dan nanti malam gue free dan besoknya gue off, jadi nanti malam kita bisa makan malam sambil mengobrol" ujar raka panjang lebar.
"Itu tujuan gue sob" kata Revano tersenyum lebar. " tadinya gue kesini hanya ingin mencari info tentang lu ternyata aku tak perlu repot repot karna lu sedang praktek katanya jadi gue mutusin ketemu langsung" jelas Revano perihal kedatangannya ke rumah sakit.
"Oke,, gue tau lu orang sibuk,, jadi berikan no ponsel lu" kata Revano kembali sambil menyerahkan hp nya pada Raka untuk mengetikkan no hp nya.
Raka pun mengetik no ponselnya lalu menyerahkan kembali pada Revano, dan Revano pun segera menghubungi nomer tersebut, ponsel Raka pun bergetar. "Itu nomer gue,, save" ujar Revano
"Oke gue cabut dulu,, sampai jumpa nanti malam" ucap nya sambil kembali merangkul Raka. "Yaa sampe ketemu ntar malam sob" balas Raka.
🍁🍁🍁🍁
Lain halnya dengan pasangan Dimas dan Raina yang tengah makan siang bersama,, tanpak sesekali mereka bediskusi, kadang mereka tertawa bersama kadang mereka bedebat entah apa yang mereka tertawakan atau debatkan.
Beberapa minggu ini mereka sangat dekat, intens berhubungan baik via telpon, pesan atau jalan bersama,, Raina mulai berfikir jika dimas telah bayak berubah kini ia lebih terlihat dewasa,, tegas,, teman diskusi yang menyenangkan, dan mereka memiliki banyak kesamaan ternyata jauh dari yang dipikirkan oleh Raina selama ini begitu pula bagi Adimas Raina selain cantik, mandiri, pekerja keras berbeda dengan wanita wanita yang selama ini ia kenal dan yang paling membuatnya jatuh cinta lagi bahwa wanita itu memili jiwa sosial yang sangat tinggi,, pernah suatu ketika mereka jalan berdua untuk makan siang dan Raina juga memesan beberapa box makanan untuk dibagi bagikan ke orang yang membutuhkan. Itu yang membuat dimas salut sama gadis didepannya kini.
"Rain bagaimana kelanjutan hubungan kita inia aku rasa ini sudah cukup untuk kita saling mengenal" ungkap Adimas
"Maaf dim,, aku masih butuh waktu lagi untuk mengenal kamu,, karna jawaban aku nantinya akan mempengaruhi masa depan aku" jawab Raina,, ia masih ada sedikit keraguan yang mengganjal dihatinya.
"Maksud mu?" Tanya dimas penasaran
"Yaa aku tidak ingin pacaran, karna dari dulu aku memimpikan menikah muda" ujar Raina memberi alasan
"Aku tidak masalah jika harus menikahi mu cepat" ucap Dimas dengan penuh keyakinan
"Aku tau karna itu aku butuh waktu sedikit lagi untuk memastikan perasaan ku,, jadi jika aku menerima mu itu berarti aku siap menjadi tunanganmu"
"Baiklah aku akan menunggu jawabanmu kapan pun itu,, namun sepertinya kamu ragu pada ku ? Apa yang membuatmu ragu?" Tanya Dimas
__ADS_1
"Entah lah aku sendiri bingung" jawab Raina sejujurnya dia sendiri bingung dengan perasaannya
"Dim boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Raina ragu ragu
"Yaa,, tentu kau boleh bertanya apapun itu?"
"Apa hubungan kamu dengan dokter salsa?" Tanyanya ragu
"Hah, salsa ? Kau cemburu padanya jadi ragu padaku?" Goda dimas
"Jawab aja kenapa seh? Aku ga cemburu asal kamu tau,, aku hanya takut saja?" Jawab Riana ketus
"Apa yang kamu takuti,, hmm?"
"Aku takut dikira merebut kekasihnya karna aku tidak mau jadi orang ketiga dalam hubungan kalian" jawab Raina,, yaa hubungan dimas dan salsa yang menjadikan nya ragu pasalnya setiap kali mereka bertemu salsa selalu bersikap manja pada dimas.
"Baik dengan aku baik baik,, aku tidak ada hubungan spesial dengan wanita manapun kecuali kamu,, salsa hanya sahabat ku tidak lebih,, kami beteman sejak SMP walau di SMA kami berbeda sekolah jadi aku, Miko dan Salsa adalah teman,, mungkin dia suka sama aku tapi aku ga pernah peduli atau tertarik dengannya dari dulu." Jawab Adimas tegas
Raina yang melihat kedalam mata dimas ketika pria itu menjelaskan kepadanya perihal salsa untuk mencari kebohongan dimatanya, namun ia tak menemukan kebohongan atas ucapan pria itu dimatanya.
🍁🍁🍁🍁
Kantor Advetaising
Jam menunjukan pukul 13.20 saat Mita kembali dari makan siang bersama tuanangannya,, ia bergegas kembali keruangannya. Mita melihat Ninis sedang bermain handphone dimeja kerjanya, tak menyadari kehadirannya.
"Woii nis,, serius amat mandangin hp nya" seru Mita membuat partnernya itu terkejut
"Mbak Mita,, bikin kaget aku aja iih"jawab ninis yang kaget dengan kedatangan seniorny itu
"Kamu main hp aja,, kerjaan udah beres belom?"
"Bagus kalau gitu,, gimana ada yang cariin pak dimas gak?"
"Ada mbak tadi dari staff keuangan cari pak Dimas, mereka nitip ini" jawab ninis sambil menyerahkan laporan dalam map warna biru itu ke tangan mita.
"Ooh ini rincian anggaran untuk produksi iklan bank itu" jawab Mita setelah membaca isi dalam map itu
"Oh iya mbak,, tadi ada juga yang cari pak dimas ?"
"Siapa lagi staff atau tamu luar?" Tanya Mita
"Sepertinya tamu luar mbak,, cewek cantik tapi kelakuannya gak banget" jelas Ninis
Sedangkan mita sudah menangkap maksud cewek yang dimaksud juniornya, pasti si ulet keket pikirnya gak mungkin salah.
"Gak banget gimana?" Tanyanya penasaran pasalnya ninis salah satu karyawan yang lurus dan gak suka gibah makanya dia dipromosikan jadi staff sekretaris pimpinan.
"Iyaa masa gak sopan masuk ruangan orang sama nanya nya,, dia cari pak dimas angkuh banget,, udah aku kasih tau dia keliatannya marah terus pergi aja gitu gak pamit mirip "jailangkung". Ungkap ninis yang kembali kesal jika mengingat itu.
"Emang kamu jawab apa?"
"Yaa saya bilang pak dimas sama mbak mitanya gak ada sedang makan di luar, terus dia tanya lagi pak miko juga ikut makan di luar berdua sama pak dimas dan mbak mita saya jawab aja gak,, pak miko lagi tugas luar" jawab Ninis
"Hahahahaha" tawa mita pecah, membuat ninis heran.
__ADS_1
"Pantes dia langsung pergi pasti dia marah tuh,, bagus deh kamu jawab gitu" jelas mita
"Maaf mbak apa saya salah jawab yaa kok dia marah?" Tanya ninis gak ngerti
"Nih aku kasih tau ya nis,, kamu mending jauh jauh sama cewek itu si ulet keket dia nempel nempel mulu sama pak dimas" terang Mita
"Dia naksir sama pa dimas tapi pak dimas gak suka sama dia dan udah punya tunangan tapi ini rahasia yaa" ucap Mita menekankan agar ninis tutup mulut,, dan ninis pun mengangguk mengerti
"Dia marah karna mengira aku sama pak dimas makan bareng berdua,, dia emanga suka aku deket sama pa dimas ditambah kemarin pa dimas main ke apartement ku buat numpang mandi,, dan aku bilang ke pak miko yang lama sama tuh ulet keket kalau pa dimas itu main, makan sama nonton di apartement ku" jelas mita sambil kembali tertawa mengingat ulahnya waktu itu pada salsa dan sampe saat ini dimas tidak tau.
" serius pak dimas ke apartement mbak mita numpang mandi doang, gak yakin?" Ucap ninis gak percaya
"Jangan mikir macam macam kamu,, saya sudah punya tunangan dan pak dimas maupun tunangan saya juga saling kenal kok dan lagi pula pas pak dimas kesana ada tunangan saya dan waktu saya ngerjain tuh ulet keket tunangan saya juga ada, lagi pulaa ya pak miko juga tau kalau saya ngerjain ulet keket". Jelas Mita panjang lebar.
🍁🍁🍁🍁
Raka dan Revano akhirnya bertemu resto untuk maka malam bersama, setelah menyantap hidangan makan malam pilihan masing masing, mereka pun melanjutkannya denga saling bercerita tentang kehidupan masing masing.
"Oh ya kapan lu kembali ke indonesia?"
"Beberapa hari yang lalu." Sahut Revano "aku ditugaskan oleh perusahaan tempat aku bekerja untuk mengerjaka beberapa proyek klien untuk di indonesia seperti bali dan lombok yang sedang aku tangani saat ini,, jadi sebelum aku sibuk seminggu kedepan aku menyempatkan menemui mu."
"Ooh begitu." Gumam Raka sambil mengangguk angguk
"Bagaimana kabar Rayyi?"
"Dia sudah menikah kurang lebih 5 bulan lalu" jawab Raka
"Woow kabar luar biasa ternyata si kulkas sudah sold out" kata Revano kaget mendengarnya
"Dan kau harus tau selama ini kita dibohongi sama dia,, ia selalu mengaku jomblo sama kita ternyata dia sudah berpacaran sejak kelas 2 SMA kau tau" terang Raka, karna baik Rayyi, Raka dan Revano mereka bersahabat sejak SMP.
"Apa wanita itu aku kenal?" Tanya Revano
"Tidak kau tidak mengenalnya karna dia bukan circle pertemanan kita, entah mereka bertemu dimana?"
"Begitu,, lalu adikmu yang manis apa kabarnya?"
Berfikir tentang adiknya membuat Raka teesenyum, "Raina? Dia sangat baik, dan sibuk dengan cafenya."
"Apa dia juga sudah menikah?"
Rakadia adalah kakak yang sangat posesif dan protektif dibanding dengan Rayyi menyangkut masalah sang adik. Dan ada sesuatu dalam nada suara Revano yang membuatnya penasaran. "Belum,, kenapa?" Tanyanya memancing
"Ooh tidak apa apa,, aku hanya betanya tanya saja dan apakah dia masih menungguku." Sahut Revano sambil tertawa kecil.
"Maksudmu?" Tanya Raka heran dengan maksud perkataan sahabatnya itu
"Karna dia pernah meminta ku menikahinya sebelum aku pergi ke New York." Ungkap Revano
"Apa??" Raka sangat kaget mendengar pernyataan sahabatnya itu perihal adiknya.
Revano menatap Raka dengan alis terangkat dan bertanya "apa kau tak pernah tahu?".
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Wooww apa beneer nie Raina pernah minta di nikahi Revano??
Tunggu jawabannya yaa di part selanjutnya