
Maafkan author yang udah lama ga up,, lagi ada kendala didunia real jadi lagi gak fokus sama dunia khayal. Ibu author lagi sakit,, mohon doa nya yaa dari readers tersayang.
.
.
Back ke dunia nya Adimas sama Raina,, jangan lupa like dan point nya buat author biar tambah semangat ngetiknya.
.
.
πΎπΎπΎπΎ
Adimas masih tergolek lemas di apartementnya,, sementara miko dan mita masih kelimpungan mencari atasannya itu yang entah dimana. Setelah Mencoba menghubungi Raina dan ternyata juga sama tak tau keberadaan dimas,, tapi miko sekarang mengerti kenapa sahabat sekaligus atasannya kini menghilang. Dimas rupanya cemburu dan merasa patah hati setelah melihat Raina sedang berbincang dengan pria lain,, itulah kesimpulan miko karna ia paham perasaan sahabatnya,, dimas adalah pria yang jarang dekat dengan seorang wanita kecuali Salsa yang merupakan sahabat mereka,, dan setelah mengenal Raina yang awalnya karna ide perjodohan sang kakek ditambah lagi ternyata Raina adalah wanita dari masa lalu dimas yang pernah dia bully alih alih minta maaf atas perlakuannya dulu hingga mereka ditakdirkan terikat oleh rasa kemanusiaan terhadap anak panti yang membuat mereka semakin dekat dan tak dilupakan tradegi diacara syukuran kakek gilang. Disitu sudah jelas baginya bagaimana sahabatnya itu benar benar jatuh cinta kepada Raina. Namun gadia itu tak peka juga atau dia ragu perasaan dimas.
"mit rasanya saya tau dimana dimas,, semoga dugaan saya benar" ucap miko setelah dia mendengar cerita Raina
"dimana pak? "tanya mita penasaran
"apartement nya" jawab miko pasti
"bukannya kita udah nelpon kesana dan gak ada yang angkat" jelas mita yang telah berkali kali menghubungi apartement atasannya tapi tak ada jawaban.
"saya yakin mit,, kamu handle kantor yaa saya kesana" perintah miko yang langsung menyambar kunci mobilnya
...
Sementara Salsa gadis itu merasa heran Karna miko tadi menghubunginya tanpa maksud apa apa dan alasan gak jelas,, dan itu bukan seorang miko banget yang ia kenal pasti ada sesuatu pikirnya. Lalu karna tidak ada pasien lagi dia pun menuju ke kantor dimas. Dan benar saja setiba nya dilobi iya melihat miko keluar dari lift dengan terburu buru.
"mikooo" panggilnya ketika pria itu keluar dari kantor
"lu sal,, ada perlu apa? " tanyanya melihat salsa ada dikantor ini
"mau ketemu dimdim,, mau minta maaf? "jelas salsa karna papa nya lah yang menyuruhnya Mint maaf dan mengambil hati dimas lagi.
"dimas gak ada dikantor" jawab miko
"kemana dia? " tanya salsa
"gue juga gak tau udah 3 hari ga ngantor dan ga bisa dihubungi ini gue mau cari ke apartementnya" jelas miko
__ADS_1
"apa??" salsa kaget mendengar ucapan sahabatnya itu karna dimas ga pernah kaya gini. "gue ikut khawatir sama dia" ucap salsa
"oke kita ketemuan di lobi Apartementnya aja ya" kata miko.
Akhirnya mereka menuju apartement dimas dengan kendaraan masing masing.
π΄π΄π΄π΄
Apartement Dimas Kini mereka telah sampai dilobi apartement dimas,, miko menelpon pengelola gedung untuk bisa membantunya membuka apartement milik dimas dengan alasan urgent. Setelah dijelaskan oleh miko akhirnya pihak pengelola bersedia membantu karna juga mengenal miko.
Setelah unitnya dimas terbuka dan mereka langsung mencari dimas dan masih didampingi security untuk memantau mereka dan miko menemukan dimas tergeletak dilantai dengan tubuh yang demam. Segera miko dan security tersebut menggotongnya ke tempat tidur milik dimas. Dan security pun langsung pamit karna benar adanya apa yang diucapkan miko.
"sal gimana dia panas banget,, apa perlu dibawa ke rumah sakit? "tanya miko panik
"lu tenang dulu aja mik,, nih lu tolong ganti baju sama celananya si dimdim,, gue ke mobil dulu mau ambil tas kerja gue,, lu masih ingetkan gue dokter" ujar salsa
"oke,, gih buru sana lu ambil peralatan tempur lu" jawab miko yang segera menuju lemari dimas guna mengambil baju dan celana pria itu sementara salsa menuju basment.
"untung gue bawa infusan" ujar salsa setelah memeriksa dimas dan memasang infusan
"kok bisa kaya gitu sih si dimdim? " tanya salsa penasaran
"lah kenapa lu kasih tau si mita?? Memang siapanya dimas? " tanya salsa yang memang tak suka sama mita
"lu ga amnesiakan si mita sekretarisnya dimas,, lagian gue mau tanya keadaan kantor" jelas miko
Miko pun bergegas memberitahukan mita dan tante sandra perihal kondisi dimas. Sementara salsa sibuk didapur membuatkan bubur untuk dimas.
"Rain.. Raina tolong maafin aku" ucap dimas yang mengigau ."Raina aku sayang kamu" ucap dimas lagi
Salsa yang mendengarnya pun makin kesal,, tapi ia berusaha menahan amarahnya ini saatnya ia mengambil hati dimas dan mamanya kembali.
"diim,, dimas lu udah sadar? " tanya salsa
Dimas pun membuka matanya,, dan betapa kaget melihat salsa dikamarnya
"lu ngapain dikamar gue? "tanya dimas marah
Mendengar suara dimas,, miko pun segera masuk ke kamar sahabatnya itu
"dim lu udah sadar? Syukur alhamdulillah" ucap miko
__ADS_1
"mik kenapa nih cewek ada disini? "tanya dimas tak suka kehadiran raina
"tenang bro biar gue jelasin,, salsa kesini mau minta maaf sama lu dan dia juga yang tadi nolongin lu? " jelas miko yang tau kalau dimas masih marah dengan salsa.
"iya dim gue minta maaf,, gue nyesel udah ngelakuin tindakkan bodoh ke lu karna cemburu sekarang gue sadar cinta tak bisa dipaksakan dan dengan jadi sahabat lu gue udah senang" ungkap salsa dengan wajah penuh penyesalan. "lu mau kan maafin gue dan masih mau jadi sahabat gue" ungkap salsa.
Dimas hanya diam saja tak menjawab pertanyaan salsa. Dia hanya menatap lurus pandangannya entah apa yang dipikirkannya kini.
"sekarang lu makan dulu yaa dim,, gue udah buatin lu bubur tenang aja gak gue masukkin obat kok" kelakar salsa untuk mencairkan suasana. "mau gue atau miko yang suapin? "tanyanya
Belum juga dimas jawab sudah dipotong oleh miko. "lu aja sal yang suapin gue mau meeting via zoom sama klaen" ujar miko. "dim gue pinjem laptop lu yaa? " tanya miko yang dijawab anggukkan oleh dimas, lalu miko pun mengambil laptop dimeja kerja dimas dan membawanya ke ruang tv guna melakukan meeting.
Sementara itu salsa dengan telaten menyuapi dimas meski pria itu mendiamkannya. Bagi salsa kini kesembuhan dimas yang utama dia akan mengambil hati dimas dengan tulus merawatnya. "sekarang lu minum obat dulu" ujar nya pada dimas ketika selesai menyuapi pria itu. "tante sandra dalam perjalanan kesini,, kalau ada apa apa panggil gue aja gue di depan sama miko" ucapnya lagi yang masih tetap tak digubris oleh dimas. Salsa pun hanya dapat menghela nafasnya dan berjalan ke luar dari kamar itu.
Miko yang melihat salsa keluar dari kamar segera memute vidio zoom itu dan bertanya ''gimana si dimdim? " .
"iya udah minum obat dan gue rasa udah tidur,, lu lanjutin meeting aja gue bikin makan buat kita dulu" jawab salsa kemudian kedapur untuk membuat makan siang yang terlewat jauh karna sekarang telah pukul 4 sore.
πΎπΎπΎπΎ
Ditempat lain ada gadis yang tak kalah mencemaskan Adimas,, dialah Raina gadis itu merasa bersalah pada pria itu tapi dia bingung salah akan apa? Bukannya mereka bukan pasangan kekasih dan belum ada kesepakatan diantara mereka untuk menjalin hubungan.
Anggi yang melihat adik iparnya gundah pun menghampiri dan bertanya padanya "dek,, ngelamunin apa ayoo? "
Raina pun kaget melihat anggi yang tiba tiba sudah didekatnya "mbaak anggii bikin kaget aja" ucapnya kesal
"siapa yang kagetin kamu seh? Mbak cuma tanya kamu kenapa ngelamun dan gelisah gitu? " tanyanya kembali.
Dan Raina nampak ragu menceritakan kepada kakak iparnya itu,, tapi ia juga tak tau mesti bercerita kepada siapa lagi selain anggi. Lalu ia pun menceritakan semuanya hingga hilangnya dimas.
"yaa ampun dek jadi dimas ngilang gitu? " tanyanya kaget
"iya,, aku bingung mbak" jawab raina
"dek kamu peka dikitlah dimas itu cinta sama kamu,, kalau dia ga serius sama kamu gak mungkin dia nemuin tuh dua bodyguard kamu minta izin deketin kamu. Masa kamu gak sadar juga dia cemburu kamu ngobrol sama pria lain". Terang anggi yang geregetan sama adik iparnya itu
"jadi aku harus gimana mbak? "
"yaa kamu harus temuin dia dan jelasin siapa Pria yang ngobrol sama kamu itu" terang anggi.
Namun raina sedikit ragu jika harus menemui pria itu, namun anggi terus saja membujuknya hingga akhirnya ia pun menyetujuinya.
__ADS_1