
Selamat membaca semua.. 😗😗
Jangan lupa like dikarya author..
.
.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah mengirim pesan pada Anggi, Raina pun kembali ke kamar Dimas karna pria itu belum meminum obatnya.
Ceklek
Raina membuka pintu kamar Adimas dan melihat pria itu sedang berbaring di ranjangnya. Wajahnya masih terlihat pucat dan lemah.
Mendengar suara pintu terbuka, Dimas yang sedang tertidur pun bangun dan melihat kearah pintu dan melihat Raina masih di apartement nya, dia kira gadis itu sudah pulang.
"Kamu masih disini Rain?" Tanya Adimas
"Hmm.. Mas Miko meminta ku tetap disini sampai dia kembali?"
"Seharusnya kau pulang saja Rain, sepertinya kau lelah dan sudah dari pagi kamu mengurus ku"
"Tidak masalah, aku sedang senggang, toko sedang tak ramai" jawab Raina
"Minunlah obat mu" perintah Raina menyodorkan obat beserta airnya. Ketika tangan mereka bersentuhan dirasa hangat suhu tubuh Dimas yang dirasakan Raina.
"Terima kasih Rain" ucap Dimas setelah meminum obatnya.
"Hemm" jawab Raina
"Segera lah kamu tidur biar obatnya bekerja maksimal, aku akan menunggu diluar" ucapnya. Namun langkahnya terhenti kala tangannya digenggam erat oleh Dimas
"Bisa kah kamu tetap disini, hingga aku tidur Rain, kamu boleh duduk di sofa sambil menonton disana" tunjuknya kearah televisi diujung ruang kamar atau kau beristirahat di balkon"
"Baiklah manja sekali kau ini, aku tetap disini, aku akan duduk di sofa sana"
"Terima kasih" ucap Adimas lalu memejamkan matanya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Pah gimana nih Dimas gak bisa dihubungi juga" ucap wanita paruh baya kepada sang suami
"Coba kamu hubungi Miko atau Mita saja mah, barangkali mereka tau dimana keberadaan anak nakal itu" jawab pria itu.
Iyaa mereka adalah kedua orang tua Adimas yang stay disingapur dan mereka sekarang berada di bandara soekarno Hatta karna mendapat kabar jika ayah mereka yang tak lain adalah kakek gilang masuk ke rumah sakit terkena serangan jantung, setelah mendapat kabar itu mereka segera terbang ke indonesia, sementara anak mereka gak bisa dihubungi.
📞👵 hallo miko, ini tante nak, tante mau tanya apa kamu sedang dengan Dimas
📞👦iyaa hallo tan, apa kabar nya tante sama om, miko lagi dikantor tan, dan dimas di apartementnya
📞👵 alhamdulillah om dan tante baik, tapi kakek masuk rumah sakit nak, dan tante dari tadi menghubungi Dimas gak bisa nak
📞👦kakek masuk rumah sakit tan, ya tuhan,, masalah Dimas hp nya loubet tan tadi miko sempat mampir kesana dan Dimas sedang sakit tan
📞👵 sakit ,, Ya tuhan cobaan apa lagi ini, keadaannya gimana nak
📞👦 alhamdulillah membaik memang harus bedrest saja tan
📞👵 baiklah nak, tante langsung kesana saja baru ke bogor menenggok kakek.
📞👦baik tan, sehabis jam kantor saya juga ke apartement Dimas tan.
"Pah kata Miko, Dimas sakit pak maghnya kumat katanya, sekarang kita segera ke apartementnya dulu"ujar ibu Adimas.
"Baik mah, kamu gak usah khawatir, ayook itu taxi pesanan kita"
Akhirnya keduanya menaikki taxi menuju apartment Adimas. Sesampainya di Apartement anaknya mereka bergegas menuju kamar anak mereka.
Teet...teeet..teet
__ADS_1
Suara bel membangunkan Raina yang tertidur di sofa, sedangkan Adimas masih tertidur akibat dari obat yang ia minum. Raina bergegas membuka pintu dia kira Miko yang kembali.
"Iyaa mas miko tunggu" ucapnya sambil membuka pintu.
Deg..
Teryata buka Miko yang muncul melainkan dua orang wanita paruh baya dan mereka pun sama terkejutnya dengan Raina.
"Permisi,, ini kamar apartement Adimas kan" tanya wanita paruh baya itu karna ia khawatir salah
"Betul, tan ini apartement Adimas, mohon maaf dengan siapa soalna Adimasnya sedang sakit?" Tanya Raina
"Kami orang tuanya nak" jawab pria paruh baya itu
"Ooh maaf,, saya tidak tau silahkan masuk om dan tante" kata Raina sopan.
Kedua orang tua Adimas pun masuk kedalam.
"Kamu pacarnya Adimas?" Tanya sang ibu
"Maaf bukan tan, aku temannya kebetulan diminta mas miko untuk jagain Dimas" jelas Raina.
"Yakin hanya teman?" Tanya ibu Adimas penasaran karna ia melihat cincin yang melingkar dijari gadis itu sama dengan cincin yang melingkar dijarinya, karna cincin itu dari mertuanya.
"Benar kok tan" jawab Riana
"Sudahlah mah,, jangan menggoda anak gadis orang" ujar sang suami yang mengetahui sifat kepo dan menyelidiknya sang istri dan membuat gadis didepannya merasa tidak nyaman.
"Aku hanya bertanya pah" jawab sang istri
"Maaf om tante, Dimas nya ada dikamar tapi dia sedang tidur setelah tadi minum obat" sela Raina memecah kegugupannya
"Dasar anak itu,, sakit tidak memberitahu kami orang tuanya,, mana hp tidak bisa dihubungi lagi,, keterlaluan sekali bikin cemas orang tua" umpat sang ibu atas kelakuan anak semata wayangnya. Raina yang hanya dapat mendengarnya.
"Untuk saja kita sudah kembali ke singapura jadi lebih mudah mencari tiket ke indonesia coba jika kita masih di eropa akan bagaimana keadaan semuanya" lanjut lagi mengomel dan suami hanya dapat menyaksikan istrinya mengeluarkan keluh kesahnya.
"Maaf nak bisakah, tolong buatkan kami teh hijau, sepertinya istrinya butuh rileksasi agar tidak tegang ngomel ngomel terus, maklum kemarin kami baru pulang dari eropa dan setibanya kami di singapur mendapat kabar ini" jelas ayah Dimas
Raina pun kembali keruang tamu dengan membawa dua cangkir teh hijau hangat sesuai permintaan ayah Dimas.
"Silahkan diminum om tante ?"
"Terima kasih nak" ujar keduanya
"Apa om dan tante udah makan?" Tanya Raina lagi yang melihat kedua orang tua Dimas kelihatan lelah, dia fikir perjalanan jauh membuat mereka lapar
"Belum nak,, kami gimana sempat makan memikirkan semua nya" jawab ibu Adimas
"Kalau gitu aku buatkan makanan ya,, kebetulan sekali isi kulkas Dimas penuh" ucap Raina sambil tertawa
"Apa itu tidak merepotkan mu nak?" Tanya ayah Dimas
"Tidak om, kebetulan sekalian buat makanan buat Dimas juga karna dia harus minum obat lagi"
"Baiklah, terima kasih" jawab keduannya.
Raina pun beranjak ke dapur untuk membuat makanan, sup daging sapi yang tadi siang dia masak masih ada "oke gue tinggal panasin lagi aja, lalu bikin ayam kecap, tumis bayam jagung, sama tempe goreng aja semoga mereka suka" gumam Raina lalu mengeksekusi bahan bahan semua.
Sementara itu diruang tamu kedua orang tua Adimas sedang berbicara tentang anaknya dan Raina.
"Pah,, mama rasa mereka ada hubungan? Mama liat dari cincin yang melingkar dijari gadis itu, cincin dari keluarga mu pah?"
"Ya papa liat, kita tunggu anak kita bercerita sendiri saja, papa rasa gadis itu baik"
"Iyaa mama rasa juga gitu, dia cantik, imut, sopan, gak canggung harus kedapur, mama suka daripada sama salsa ?"
"Sudah mah kita tunggu Dimas saja yaa?"
Sementara itu Adimas terbangun dari tidurnya, dimencari sosok Raina didalam kamarnya namun ia tak mendapati gadis itu.
"Sepertinya dia sudah pulang" gumam Dimas lalu memaksakan diri keluar dari kamar karna haus yang mendera kerongkongannya. Ketika membuka pintu ia menghirup aroma masakan yang sangat wangi "apa dia masih ada disini?" Batinnya lalu ia berjalan tertatih tatih karna kepalanya sedikit pusing ke arah dapur. Dan melihat gadis itu tengah memasak, ia sangat menyukai pemandangan itu, ia berdiri menatap Raina yang tengah memasak tanpa sadar ada Dimas yang sedang memperhatikannya, sementara Dimas sendiri ia tak sadar sedang diperhatikan oleh dua pasang mata yang sudah menunggunya dengan cemas dari tadi.
__ADS_1
"Pah kamu liat sendiri kan, gimana anak kita memandangi gadis itu" bisik sang ibu yang dijawab anggukkan oleh suaminya. Mereka melihat cinta dimata anaknya untuk gadis itu.
Raina pun yang telah selesai memasak dan hendak menyajikan hidangannya ke meja makan pun terhentak saat dia melihat Dimas dibelakangnya.
"Hei sejak kapan kamu berdiri disitu?" Tanya penasaran
"Sejak aku liat kamu menaruh kecap pada ayam itu" ucap Dimas datar
"Ada apa kau keluar kamar, bukankah masih pusing"
"Aku haus, aku mau ambil minum" jawabnya sambil mengangkat gelas kosong ditangannya
"Rain ku kira kau sudah pergi"
" aku kan sudah bilang, aku akan pergi ketika mas Miko datang" jawab Raina
"Hemm.. lalu kenapa kau memasak bayak sekali itu? " tanya Dimas penasaran pasalnya jika untuk dirinya, Raina ataupun Miko ia tak perlu repot repot masak
"Aku memasak untuk kedua orang tua mu" jawab Raina
"Apaa?? Orang tua ku dimana mereka?" Tanya Dimas kaget
"Kami disini anak nakal" jawab ibunya
"Ma.. kapan datang " Dimas langsung memeluk kedua orang tuanya
"Sekitar 2 jam lalu" jawab sang ayah
"Mari makan om tante makanannya sudah jadi, maaf saya cuma masak ini saja?" Ucap Raina
"Ini makan besar nak, kami sangat rindu masakkan rumahan " ucap sang ibu
Mereka pun duduk dimeja makan bersama sama.
"Gimana rasanya om tan?" Tanya Raina
"Enak nak benar gak pah?" Tanya sang ibu
"Benar enak tapi ada yang kurang ra?" Ujar papa Adimas
"Maaf apa yang kurang om, nanti aku perbaiki"
"Kurang sambel terasi tomat" ujar sang papa. Yang diikuti tawa oleh mereka semua
"Oh ya Rain, papa ku ini penggila sambel terasi tomat" terang Dimas yang diangguki oleh Raina.
"Oh ya, Dim penasaran mama sama papa ke indonesia tumben ada apa? Bukan karna Dim sakit kan?" Tanya Dimas penasaran
"Yaa karna anak kami tidak menganggkat telpon dan membalas pesan kami, dan juga karna kami dapat kabar jika kakek kena serangan jantung dan kini dirumah sakit" ungkap sang ibu
"Apa kakek masuk Rumah sakit?" Tanya Adimas menyesal
"Keadaan pak Gilang gimana tan?" Tanya Raina
"Kamu kenal papah?" Ayah Dimas heran. Raina hanya mengangguk
"Beliau masih kritis, tadinya kami mau langsung ke bogor melihatnya, namun karna tau bocah ini sakit jadi kami kesini dulu" terang sang ibu.
"Setelah ini papa sama mama langsung ke bogor, kamu ikut kan Dim?" Tanya papa
"Iya Dimas ikut, tapi tunggu Miko kita ajak dia" saut Dimas
"Kamu mau ikut juga Rain?" Tanya Dimas pada Raina
"Maaf,, sepertinya aku ga ikut karna aku seharian disini takut oppa cari aku, mungkin besok aku sama oppa jenguk kesana kamu kasih tau nomer kamarnya aja ya?" Jelas Raina
Dan akhirya mereka menuju rumah sakit setelah Miko tiba dan Raina pulang diantar Mita.
.
.
__ADS_1