
Halloww readers sebelum baca usahakan like yaa.. hatur nuhun
.
.
-------
"Mbaa,, ada telepoon" teriak indah dari balik pintu
"Siapa ndah yang telpon" tanya Riana
"Gak tau mba,, dia cuma bilang mau bicara sama mbak " jelas Indah
"Oke ndah,, bentaar aku kesitu". Riana pun melepas celemek yang melekat di tubuhnya lalu melepas sarung tangannya dan bergegas keluar dari dapur
"Shel,, sambungkan aja ke ruang kerja mbak yaa,, mba angkat telponnya diruangan mba aja" perintah Raina
"Oke mba" jawab shelia
Setiba diruang kerja Raina pun duduk dimeja kerjanya dan langsung mengangkat telponnya
"Assalamualikum" ucap nya
"Waalaikum salam,, Raina ini aku kakek Dirga". Raina pun kaget ternyata yang menelpon adalah kakek Dirga
"Oh iya kek,, apa kabar?? Apa nie yang bisa Rain bantu kek??" Tanya Raina
"Kabarku baik calon cucu mantu,, aku dari tadi menelpon ke ponsel mu tapi tak diangkat, terpaksa aku menelpon ke cafe mu sayang" jelas kakek Dirga
"Ooh yaa maaf Hp ku ditinggal di ruang kerja sedangkan tadi aku lagi didapur kek"
"Oh begitu,, apa aku mengganggu mu" tanya kakek Dirga
"Oh tidak kek,, tidak apa,, oh ya kakek belum jawab pertanyaan ku ada apa gerangan kakek menelpon ku"
"Masyaallah,,aku hampir saja lupa maksud tujuanku menelpon mu,, aku dan oppa mu sedang ada diluar kami mau berkumpul dengan teman teman kami,, lalu kami akan lanjut makan malam jadi aku akan mengajakmu sayang sekalian nanti oppa mu pulang ada temannya" jelas kakek Dirga
"Hmm,, aku tidak tau bisa atau tidak soalna pesanan kue hari ini sangat banyak,, nanti aku bisa minta tolong kak Raka buat menamani oppa" kata Raina jelas dia sedang berbohong karna tidak sedang ada pesanan kue, ia hanya sedang menghindar pertanyaan kakek Dirga tentang pertunangan.
"Yaa,, sayang sekali tadi sebelumnya aku sudah menelpon kakakmu itu tapi dia sedang sibuk katanya ada jadwal operasi,, yaa sudah nanti oppa mu aku pesankan taksi saja" kata kakek Dirga
Riana pun berfikir kesian juga jika oppa pulang sendiri malam malam.
"Baik lah Rain aku tutup teleponnya"kata Kakek Dirga karna tidak mendapat jawaban Raina
"Ooh,, tunggu kek aku akan kesana berikan alamat restorannya" kata Riana
"Kau bisa sayang,, baiklah nanti biar Adimas menjemputmu" kata kakek Dirga merasa bahagia karena menang akan rencananya
"Jangan kek,, aku bisa sendiri" cegah Raina
"Jangan gitu kau tunggu saja nanti Adimas menjemputmu,, sudah yaa aku tutup".
__ADS_1
Raina mendengus kesal ketika kakek Gilang menutup telponnya.. sungguh dia tak mau berurusan dengan Adimas.. ia pun tak ambil pusing dan bergegas kembali ke dapur meneruskan pekerjaannya.
.
Kantor Adimas
Tok..tok..tok..
Seketika ruang rapat diketuk oleh mia sekretaris dari Adimas,, padahal disana sedang diadakan rapat internal semua divisi,
"Masuk" ucap miko sang wakil Adimas
"Maaf mengganggu rapat nya pak " ucap mia takut takut
"Iyaa,, ada apa mi ? Sepertinya ada yang penting sampai kamu nekat masuk?" Tanya Miko
"Iyaa pak,, maaf" cicitnya
"Itu tadi ada telpon penting dari bapak Gilang untuk pak Adimas" ujarnya
Adimas pun langsung menenggok ke arah sekretarisnya.
"Penting,, ada apa mi,, apa dia mengatakan sesuatu" tanya nya
"Tidak pak,, beliau cuma berpesan agar bapak segera menghubunginya penting,, katanya beliau sudah berusaha menelpon bapak tapi tidak diangkat " jelas mia
Adimas mengela napas kasar dan memijat pelipisnya karena pusing. Ya allah apa lagi ini batinnya,, karna dia yakin akan dipusingkan oleh ulah kakeknya sedangkan kerjaannya pun belum beres dimana dia dan team sedang mempersiapkan bahan untuk dipersiapkan presentasinya didepan kliennya beberapa hari lagi,, dan ini klien penting bagi perusahaannya.
"Heem.." jawabnya
"Mending lu telepon balik dulu gih,, siapa tau urgent" saran miko
"Males gue,, kayanya gue punya firasat gak enak nie" ujar Adimas
"Udah gih sana,, apalagi lu punya firasat kaya gitu,, biar mèeting gue handle" kata Miko meyakinkan
"Lu ga ngerti maksud gue sih" dengus Adimas,, karna tidak mau jadi bahan perhatian dan keKepoan staff nya akhirnya dia mutusin keluar ruang meeting. "Okee,, lu lanjutin yaa,, gue urus masalah ini dulu dan semoga beneran urgent" kata adimas sambil tersenyum simpul
"Oke,, serahin sama gue beres" yakin miko
"Oke,, meeting kali ini saya serahkan pada pak Miko saya harap kalian memikirkan lagi konsepnya lebih matang,, ingat waktu kit tidak banyak" ucap Adimas pada staffnya lalu bergegas keluar ruangan dan meeting pun dilanjut oleh Miko.
Sesampainya di ruangan Adimas mengecek ponsel nya yang selalu dia tinggal diruangannya jika dia sedang meeting dan itu kebiasaannya karna saat meeting dia tidak mau diganggu. Dilihatnya ponsel tersebut dan ada 20 panggilan tak terjawab dan 2 pesan masuk itu semua dari kakeknya. dibukanya pesan tersebut,,
"Adimas bisa kah kau membantu ku" isi pesan pertama
"Hai anak nakal kemana saja kau,,menghindari ku,, angkat telpon ku" isi pesan ke dua
Setelah membaca 2 pesan tersebut dia pun segera menghubungi kakeknya,, tak lama telpon pun diangkat
"Assalamualaikum kek " ucap nya
"Waalaikum salam,, kemana saja kamu,, susah sekali aku menghubungi mu,, sudah tak peduli lagi hah kamu pada kakekmu yang sudah tua renta seperti ini" jawab kakek dengan nada suara yang kesal
__ADS_1
"Iyaa kek maaf,, tadi aku sedang meeting penting dan ponsel aku tinggal di ruangan ku" jawab adimas
"Lagi pula jangan berlebihan lah kek,, aku tau kau cukup sangat bugar dan sehat diusia mu bahkan kau jauh dari kata renta diusia mu,, jika kau mau menikah lagi pun kurasa bakal banyak wanita yang tergoda" sambung a lagi sambil menggoda sang kakek
"Hentikan omong kosong mu,, cucu durhaka" umpat kakek
"Jika nenek mu dengar dia pasti marah,, tak ada yang menggantikan dia dihatiku,, lagi pula bukan masa aku yang tua ini mencari jodoh tapi kamu sudah tua tapi belum menikah" ucap nya lagi
"Stop kek,, aku masih muda jangan kau
bilang tua" kesal adimas
"Oh ya,, kau belum mengatakan tujuanmu menghubungiku berkali kali ada hal penting apa" Adimas kembali serius
"Ya Allah,, hampir saja aku lupa kamu sih selalu saja menggoda ku"
"Aku menghubungi mu meminta tolong supaya kau menjemputku,, kurasa aku sedang tidak enak badan" ungkap kakek dengan suara ringkih
"Sekarang kakek dimana,, kenapa keluar jika kurang enak badan " jawab adimas cemas
"Tenang nak,, aku belum mau mati cuma kecapaian saja,, aku habis coffe time dengan beberapa teman ku,, bisa kah kau menjemputku,, nanti ku share lok" jelas kakek
"Oke,, segera share lokasinya aku segera kesana" kata adimas
"Oke nak,, tapi bisakah kau menjemput Riana terlebih dahulu ditoko kue nya,, kesian jika waluyo pulang sendiri tadi aku yang mengajaknya,, lagi pula jalan kantor mu melewati tokonya saat kau menjemputku" pinta kakek
" tidak kek,, aku tidak mau menjemputnya walau aku melewati tokonya" tegas adimas
"Ayo lah nak,, hanya menjemput,, aku tidak tega melihat waluyo sendirian dia kelihatan lelah dan tidak mungkin kita mengantarnya arah rumah kita tak searah belum lagi macetnya,, pinggangku sudah sakit" jelas kakek
"Okee,, baik lah aku akan menjemputnya" akhirnya adimas mengalah tak mungkin dia terua terusan mendebat sang kakek yang akhirnya dia tau sendiri tak akan ada habis nya
"Bagus kau cucu terbaik yang bisa kuandalkan" ucap sang kakek mengakhiri telponnya.
Adimas pun menghembuskan napas panjang,, sekarang harus bagaimana dia harus menjemput Riana,, apakah wanita itu mau bukankah dia masih sangat membenciku,, tapi bagaimana pun aku memang salah perbuatanku dulu sangat kelewatan,, batin adimas "ayoo semangat Adimas,, kamu pasti bisa,, kamu harus minta maaf,, semangat" ucap adimas menyemangati diri sendiri. Ia lalu bergegas merapihkan mejanya dan menyambar kunci mobil dan ipadnya lalu berjalan keluar tapi sebelumnya dia harus menemui mia sekretarisnya
"Mia,, hari ini aku pulang duluan,, tolong sampaikan pada miko kirimkan hasil meeting barusan via email yaa dan kalau dia tanya bilang saya ketemu kakek" katanya
"Baik pak,, nanti saya sampaikan" kata mia sopan.
Adimas pun bergegas keluar kantor untuk menjemput Riana dan juga sang kakek. Diperjalanan tak henti hentinya di berdoa berharap agar Riana mau memaafkannya dan mau dia jemput menemui kakek kakek mereka.
___^_^__
Gimama readers kira kira adimas berhasil minta maaf ga yaa..
.
Tungguin kisahnya di next epds..
.
Tak bosan bosan author minta like nya.. kalau kalian ga mau kasih hadiah gak papa please tapi kasi like nya yaa kan like gratis ga pake koin ataupun poin..
__ADS_1