Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab. 60


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸


Hotel Grand xx


Sampailah Raina dan Revano dihotel mewah tempat dilaksanakannya pesta pernikahan kolega Revano,, pesta mewah karena diselenggarakan di hotel berbintang,, dan lihat saja di lobbi hotel pun sangat ramai belum lagi karangan bunga yang sangat banyak menghiasi dan ada wartawan juga,, pantas saja banyak orang terkenal yang diundang diperhelatan ini mulai dari pembisnis,, sosialita sampai penyanyi dan aktor serta aktris.


"memang siapa sih kolegamu itu? " tanya Raina yang heran melihatnya karena tak mungkin jika hanya pengusaha biasa.


" kevin dia rekan ku waktu aku di amerika,, dan ayahnya seorang pembisnis handal dan pengamat ekonomi dan ibunya seorang penyanyi dia catherina pasti kau kenal" jelas Revano


"ooh pantas saja acaranya sangat ramai seperti datang keacara award di televisi" ucap Raina pantas saja Revano tidak mau hadir seorang diri karna acaranya begitu ramai seperti ini diluar dugaannya.


"ayoo kita masuk,, kamu gak usah minder gitu dong kamu itu cantik kok" ucap Revano yang tau bahwa saat ini Raina tengah gugup.


Disudut lain ballrom mewah tempat diselenggarakannya pesta pernikahan anak tunggal pewaris golden group,, nampak Candrik Alexander berserta sang istri yang tengah menjadi pusat perhatian para pewarta berita dan sebagian dari wartawan itu merupakan orang suruhnya,, mereka tengah mewawancarai pengusaha yang tak kalah hebat itu karna ia baru saja mengakuisisi perusahaan starup yang tengah naik daun dan saham nya meroket tajam.


πŸŽ₯ "hallo tuan candrik lama anda tak terlihat,, kami dengar anda telah mengakuisisi perusahaan starup x apa benar"


πŸ‘¨ " yaa anda benar perusahaan itu sangat mempunyai prospek yang sangat besar ke depannya,, jadi saya akan benar benar sibuk kedepannya untuk memajukan lebih lagi perusahaan tersebut"


πŸŽ₯ "keliatannya anda akan lebih sering tinggal di New York,, apakah anda akan menetap disana"


πŸ‘¨ "kalian benar beberapa waktu kemarin bahkan kedepannya saya dan istri akan lebih sering di NY namun kami tak akan menetap disana"


πŸŽ₯ "tuan Rajesh sudah menikakan putra nya,, kami kira Karen kedekatan kalian,, kalian akan menjodohkan anak kalian"


πŸ‘¨ " hahaha kami memang bersahabat dan berencan ingin menjodohkan putra putri kami,, tapi merupakan orang tua yang modern yang tak mau memaksakan kehendak putra putri kami"


πŸŽ₯ " lalu bagaimana dengan putri anda apa dia telah memiliki kekasih atau bahkan tunangan"


πŸ‘¨ " putri baik baik saja dia sibuk sekali dengan pasien pasiennya,, nanti dia akan datang bersama kekasihnya,, cukup yaa saya permisi" ucap Candrik tersenyum lalu menggandeng sang istri untuk masuk ke dalam ballrom,,


"dad apa maksud mu dengan kekasih Salsa? " tanya Elisa penasaran pasalnya sang putri yang ia tau tak memiliki kekasih


"sudah jangan dipikirkan,, ayoo kita temui Rajesh dan Catherina" ujar Cadrik mengalihkan pertanyaan sang istri.

__ADS_1


Tak lama kemudian Dimas dan Salsa telah tiba di lobby hotel tersebut,, sesuai intruksi daddynya ia harus melewati para wartawan yang nantinya akan mewawancarai mereka. Bagi Dimas menghadiri acara besar macam begini sudah hal biasa dia sering menghadiri acara pernikahan para kolega dan rekan bisnisnya juga acara peluncuran produk produk yang ia tangani saat launching.


"itu anak tuan Candrik,, ayoo kita wawancarai" seruu wartawan yang merupakan bayaran sang daddy memprovokasi para wartawan lain yang haus akan berita.


πŸŽ₯ "nona Salsa anda datang dengan siapa "


πŸ‘© "maaf permisi" Salsa pura pura menolak diwawancarai dan menggandeng lengan dimas dengan erat


πŸŽ₯ " apa ini tunangan anda nona yang dikatakan ayah anda tadi" ujar wartawan bayaran itu,, salsa sengaja bungkam namum ia sudah pasti tau bahwa para wartawan itu akan menulis berita tentangnya dan dimas,, dan para wartawan itu sibuk mengambil foto mereka berdua.


Salsa dan Dimas masuk kedalam ballrom tempat diselenggarakannya acara,, mereka langsung antri untuk memberikan selamat kepada kedua calon pempelai diatas singgasana nya. Lalu saya membawa Dimas berkeliling untuk diperkenalkan kepada para kolega daddy nya,, walau dia tak menyebutkan tunangan namun ia tau daddy nya pasti bercerita kepada para koleganya.


Kini saatnya Dimas dapat bernapas lega setelah Salsa tak lagi disampingnya,, wanita itu tengah dibawa oleh para entah sahabat atau temannya untuk berkumpul yang pasti dirinya harus berterima kasih akan hal itu. Kini dirinya tengah berkeliling melihat hidangan yang tersedia,, ia ingin mencicipi cake cake yang menggugah seleranya dan mengingatkannya pada Raina


"marii kita cicipi apakah kau cantik luar dalam" gumamnya sambil mengambil red velvet,, "hmm lebih enak buatan Raina,, ini hanya cantik diluarnya" gumamnya lagi,, entah mengapa kini ia jadi suka membanding bandingkan sesuatu dengan Rainanya.


"tapi kau tidak memberitahukan pada kak Raka kan"


Tangan Dimas yang tengah memegang piring kecil berisi cake yang ia cicipi mendadak terjatuh,, untung saja kuenya telah habis ia makan dan juga piring itu terbuat darp kertas,, bisa dibayangkan jika itu dari keramik atau beling pasti akan sangat memalukan. Tunggu,, orang yang barusan berbicara pastilah dia tidak menyadari bahwa ucapannya ternyata tudak selirih dugaannya dan ia kenal betul suara itu. Dimas dan beberapa orang disekitar sana menoleh ke arah suara dan matanya langsung mendarat pada gadis yang berdiri tidak jauh darinya itu. Dimas mengangkat alis,, nah bukannya ini kejutan yang menyenangkan? Gadis yang ia rindukan beberapa hari ini ada disana?? Siapa yang akan menduga jika Raina akan menghadiri pesta yang sama dengannya?.


Seolah olah baru menyadari suaranya yang terlalu keras, Raina segera menundukkan kepalanya dan berbicara dengan suara pelan lalu beberapa detik kemudian mengakhiri panggilan itu. Ketika ia akan menaruh ponselnya didalam tas tangannya,, ia mengangkat wajahnya dan terkejut melihat keberadaan Dimas di depannya yang sedang tersenyum. Kau,,,? Ucapnya kaget


Raina sedikit tersanjung dengan pujian Dimas,, wajahnya sedikit merona namun ia segera menetralkan dirinya "sedang apa kau disini? " tanyanya mengabaikan pujian Dimas.


"aku juga mau bertanya yang sama kepada mu sedang apa kamu disini? " sahut Dimas " namun sebelumnya apa yang sedang kau sembunyikan dari kakakmu,, hmm? "


"ooh itu" ucap Raina sambil melirik kearah ponselnya dan segera memasukkannya kedalan tas kecilnya.


"ku harap kau tidak sedang berbohong mengenai kedatanganmu kepesta ini" tebak Dimas


"buu,,bukan,, memang kenapa dengan kehadiranku kepesta ini? " Raina yang gugup kembali bertanya


"ooh tidak apa apa,, dengan siapa kamu kesini? " tanya Dimas


"aku kesini dengan,,, " Raina menjawab dengan ragu,, namun sebelum ia menyelesaikan jawabannya Revano datang menghampirinya,, ia telah melihat Raina dan Dimas dari tadi di tempatnya ia berdiri yang sedang berbincang dengan rekan bisnisnya.

__ADS_1


"ooh aku sudah tau jawabannya" ucap Dimas geram dengan rahang mengeras,, melihat Revano berjalan kearah mereka dari belakang Raina,, namun gadis itu tak menyadari keberadaan Revank karena ia terlalu fokus memperhatikan perubahan wajah Dimas.


"Aina darimana saja kamu,, aku menunggu mu" ucap Revano karena tadi Raina izin ke toilet kepadanya.


"ooh maaf Re,, aku bertemu dengan temanku" ucap Raina gugup


"oh yaa Re kenalkan ini Dimas temanku,, dan Dimas kenalkan ini Revano teman ku juga kedua kakakku" ucap Raina yang memperkenalkan keduanya.


" kenalkan saya Revano" ucap Revano sambil mengulurkan tangan kerah Dimas,, ia memindai lelaki yang di cantai oleh mantan kekasihnya itu.


"senang berkenalan dengan anda tuan Revano,, perkenalkan saya Adimas tunangan Raina" ucap dimas sambil menekankan kata Tunangan. Revano yang mendengarnya hanya tersenyum kecil,, sedangkan Raina langsung reflek mencubit pinggangnya.


"aduuuh apa apan sih kamu Rain,, hobi sekali mencubit pinggang ku" keluh Dimas sambil mengusap usap pinggangnya yang perih akibat cubitan Raina. Sedangkan wanita itu tetap acuh.


"dan kau sendiri datang dengan siapa? " kini giliran Raina bertanya


" aku datang kesini dengan salsa. " alis Raina sedikit terangkat mendengarnya.


"kamu tidak perlu khawatir," lanjut Dimas ringan "Aku masih tidak menyukainya dan tidak akan menikahinya,, karna aku hanya milikmu,, dia hanya sahabat ku,, dan ada yang harus kuselesaikan dengannya,, sebelum aku menyeretmu ke KUA" . Sedangkan Raina hanya memutar bola matanya malas.


"Aina apa kau yakin akan menikah dengannya,, bukankah dia yang membuat hidup mu susah ketika disekolah dulu".


Dimas langsung terdiam. Ia sama sekali tidak menyangka akan mendengar kata kata itu dari seorang Revano,, Revano tahu tentang apa yang terjadi pada Raina semasa SMA. Sudah jelas bahwa Raina lah yang memberitahukan hal itu. Tetapi kenapa Raina menceritakan tentang dirinya sedangkan Riski yang katanya sahabatnya saja tidak mengetahui apa apa,, bahkan kepada kakak kakaknya pun mereka baru mengetahuinya dipesta pernikahan Rayyi dan Anggi.


"kejadian itu telah lama sekali? " Raina buru buru menyela " sekarang kami berteman baik" ucapnya dengan senyuman.


Revano menatap Raina lalu berkata " ooh jadi begitu". Lalu tersenyum kecil.


Dimas melihat senyuman itu entah mengapa ia merasa tatapan mata Revano adalah tatapan mata yang hanya dipahami oleh sesama pria yang menyatakan tentang kepemilikan,, kenapa Revano memberi kesan bahwa Raina adalah miliknya.. Ooh tidak Dimas merasa Revano menyukai Raina,, ia harus mencari tau siapa sebenarnya Revano bagi Raina.


"yaa benar" jawab Raina karena Dimas hanya terdiam dan memandangi Revano " bukankah begitu Dimas" ulang nya.


Dimas membalas tatapan Revano selama beberapa detik,, lalu ia tersenyum dan menjawab " yaa tentu saja kini kami berteman sangat baik bahkan kami akan bertunangan".


"baiklah" kata Revano lalu menempelkan lengan kirinya ke bahu Raina.

__ADS_1


"dimas sebaiknya kamu temui pasangan mu sepertinya dia mencari mu,, dan kami akan pamit pulang" ujar Raina saat melihat Salsa sedang mencari seseorang yang sudah pasti mencari keberadaan Dimas.


" baiklah,, kalian hati hati dan kau kabari aku setelah sampai" ucap Dimas kepada Raina. Lalu Raina dan Revano pun beranjak pergi sebelum Salsa medekati mereka,, sedangkan Dimas hanya bisa memandang Raina yang dirangkul oleh Revano dan hatinya sedikit sakit.


__ADS_2