
Selamaat membaca readers sekalian 😘.. semoga kalian masih setia membaca karya author yang masih amatir ini..
.
Ga bosen bosen author meminta untuk tinggalin like nya.. karna like itu gratis.. ga pake poin..
.
Jika ada yang mau sodakoh bunga atau secangkir kopi author makin semangat 😅😅 tapi like juga author terima kok
.
--------------
Apartemen Adimas
Pagi pagi sekali Adimas telah bangun bahkan ia telah selesai melakukan joging paginya lalu bergegas ke pantry guna membuat sarapan terkhusu untuk kakeknya,, yaa karna hari ini Adimas mengkhususkan waktunya untuk seharian menemani sang kakek.
Jam menunjukkan pukul 7 pagi
"Pagi nak, tumben sudah jam segini kamu belum rapi ?" Tanya kakek sambil melihat jam dinding di ruang makan
"Hari ini Dimas tidak kekantor kek,, Dimas izin sehari"
"Tumben kamu bolos, mau kemana kamu hari ini?"
"Hmm.. tidak apa apa kan sehari aku tidak ke kantor toh kantor tidak akan bangkrut lagi pula aku ownernya" jawab Dimas sambil tersenyum
"Tumben,, mimpi apa kamu semalem heii" kakeknya masih saja terheran heran melihat cucu semata wayang nya itu.
"Lalu apa rencana mu" katanya lanjut
"Aku tidak bermimpi, tapi aku memikirkan kata katamu semalam kek, dan kau benar aku terlalu sibuk bekerja dan melupakanmu, dari karna itu hari ini aku dedikasikan hari ku untuk menemani mu kemana pun" terang nya
Kakeknya pun terdiam, ternyata kata katanya begitu dalam dia tidak menyangkal itu karna itu adalah isi hatinya selama ini. "Maaf kan kata kata ku nak, aku berasa aku sangat tua, sepertinya aku tidak akan lama lagi berkumpul bersama keluarga ku dan aku ingin melihat mu bahagia, maafkan jika aku memberatkanmu" kata kakek lirih
"Gak usah minta maaf kek, kakek tidak salah kami yang salah karna terlalu sibuk, maaf kan aku kek"
"Aku juga berharap papa dan bunda bisa pulang dan kita berkumpul kek"
"Yaa,, aku ingin sekali berkumpul bersama"
"Sudah lah, kau sedang membuat apa sepertinya wangi" tanya kakek mengalihkan topik
__ADS_1
Adimas pun menunjukkan hasil karya nya pagi ini,, yaa seperti biasa nasi goreng kampung kesukaan sang kakek. Dan mereka pun sarapan bersama.
"Oh yaa kek,, apa rencana mu hari ini ?" Tanya Adimas usai merapihkan bekas sarapan mereka
"Aku rencananya ingin kepanti asuhan nak,, sudah lama sekali aku tidak mengunjungi mereka hanya mengirimkan donasi saja,, selagi aku dijakarta tidak ada salahnya aku kesana" terangnya. Pasalnya sang kakek seorang donatur tetap di yayasan sayang anam itu bermula dari sang istri yang selalu berdema disana dan semenjal dia tiada barulah ia menggantikannya.
"Baiklah,, jam berapa mau kesana"
"Bagaimana jam 9 pagi,, kita akan mampir ke swalayan untuk memberi beraneka makanan untuk mereka" jawab kakek antusias, karna ia merasa senang Adimas mau menemaninya
"Baiklah, sekalian kita tunggu mbok minah dulu sekarang jadwalnya membersihkan apartement dan sekalian aku ajak dia ke swalayan karna kebutuhan sehari hari telah habis, nanti dia pulang duluan aku pesankan taksi" jelasnya lalu bergegas ke kamarnya untuk mandi. Yaa selama ini mbok minah lah yang selalu datang untuk membersihkan apartement nya seminggu 3 kali.
Pukul 9 pun tiba mereka bertiga pun bergegas pergi ke swalayan terdekat dari apartemennya. Mereka menghabiskan waktu hampir 2 jam untuk membeli berbagai kebutuhan. Di lobi swalayan pun mereka berpisah, mbok minah dengan taksi online yang telah dipesankan oleh adimas menuju apartemen nya sedangkan ia dan sang kakek menuju panti asuhan dengan mobil milik Miko.
------------
Panti Asuhan Sayang Anak
Jam telah menunjukkan pukul 13.00 ketika mereka tiba disana,, sesampainya dihalaman panti tersebut suasana sangat sepi,, rupanya waktunya makan siang. Mereka pun disambut oleh salah satu pengurus panti.
"Selamat siang, pak Gilang apa kabar? Sudah lama tidak kemari pak ?" Sapa bu mentari
"Siang bu tari,, kabar saya alhamdulillah baik"
"Alhamdulillah pak berkat orang orang seperti bapak, kami masih bisa bertahan dan memperbaiki panti ini, kami sangat bersyukur dan berterima kasih" jelas bu mentari dengan tatapan bahagia
"Oh yaa,, anda kemari dengan siapa pak ?" Tanya nya lagi melihat sosok laki laki dibelakang pak gilang, karna biasanya dia datang seorang diri semenjak mendiang istrinya wafat.
Kakek pun langsung menyadari jika ia datang bersama cucunya "oh yaa hampir lupa, kenalkan dia cucu saya satu satunya yang sering saya ceritakan dulu" terang kakek sambil memperkenalkan Adimas dan bu Mentari
"Perkenalkan saya Adimas" Adimas pun memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangan untuk menyalami bu tari
"Perkenalkan saya Mentari tapi anak anak sering memanggil saya tari saya salah satu pengasuh panti ini,"
" senang berkenalan nak dimas akhirnya saya berkesempatan bertemu dengan kamu nak" ungkapnya.
Adimas hanya mengganguk, rupanya sang kakek sering menceritakan dirinya pada orang panti.
"Maaf bu kok keliatannya sepi yaa, pada kemana anak anak?" Tanyanya penasaran pasalnya untuk sekelas panti asuhan yang seharusnya ramai dengan anak anak malah terlihat sepi.
"Oh mereka sedang persiapan makan siang dihalaman belakang nak, kebetulan ada tamu yang sering berkunjung kesini menenjenguk mereka, jadi setiap dia datang sini mereka akan masak masak bersama dan makan bersama dihalaman" terang bu tari
"Mari saya antar kesana" bu tari pun mengantar ke duanya kehalaman belakang dan riuh suara anak anak pun mulai terdengar.
__ADS_1
"Kak aku mau krim strowberinya yang banyak"
"Kak ini kue apa namanya,, rasanya enak aku baru merasakannya sekali"
"Kak setelah dikasih krim terus apa lagi"
"Kak apa di segini sudah cukup mengembang" terdengar banyak celotehan anak anak yang sedang mengerumuni seorang wanita, dan wanita itu sangat sabar menghadapi pertanyaan mereka. "Siapa dia ?" Tanya adimas dalam hati. Karna sosok wanita itu membelakanginya.
"Anak anak lihat kita kedatangan tamu, ada yang masih ingat siapa beliau ?" Tanya bu Tari mengalihkan perhatian anak anak. Anak anak pun melihat kedatangan mereka dengan antusias, tanpa diberi aba aba mereka semua kompak menyalami mereka. Ketika sedang membalas sapaan dan salaman anak anak, Adimas pun melihat sosok wanita itu dengan jelas, ia dia adalah Raina, namun wanita itu tak menyadari sosoknya karna wanita itu sedang sibuk berceloteh dengan anak yang berusia 2 tahun, ia sangat perhatian dan menyayangi anak itu terlihat jelas ketulusan terpancar dari matanya yang terlihat oleh Adimas, lalu Adimas tersenyum melihat pemandangan itu. Setelah semua anak anak selesai menyalami ia dan juga kakek, tiba tiba kakeknya melihat Raina dari kejauhan
"Apa aku tidak salah lihat, apa gadis yang senang bermain dengan anak kecil itu Raina ?" Tanya kakek kepada bu Tari
"Betul pak, dia Nana anak itu selalu kemari pak sebulan bisa 3 kali dia kemari bermain dengan anak anak, apalagi semenjak Bintang hadir disini"
"Bintang ?? Siapa bintang ?" Kali ini bukan kakek yang bertanya tapi Adimas
Bu tari pun tersenyum lalu bercerita, bahwa 4 bulan yang lalu panti ini kedatangan keluarga baru seorang bayi perempuan yang ditinggalkan di halaman panti dan saat itu Riana sedang datang berkunjung. Bayi tersebut terus menangis dan sulit ditenangkan namun anehnya setelah Raina menggendongnya bayi tersebut langsung berangsur tenang, bahkan nama Bintang ia yang memberinya karna dia ingin bayi itu dapat kehidupan yang indah dan terang ditengan kegelapan hidupnya, dan juga Riana pun yang memenuhi semua kebutuhan untuk bintang. Terang bu Tari yang membuat kakek yang semakin kagum dan menjadikannya cucu mantu, begitu pun dengan Adimas dia kagum dengan kepribadian Raina entah mengapa hatinya sangat berbunga bunga.
"Assalamualaikut kakek Gilang, masih inget sama aku" tanya bocah laki laki menghampiri kami, diperkirakan usianya 15 tahun.
Kakek pun berusaha mengingatnya. Namun ia lupa "maaf boy, maafkan aku yang sudah tua ini aku sangat lupa,
bisa kau ingatkan akub?" Tanya kakek
"Aku Jaka kek, anak kecil yang dulu pernah kakek bantu, dulu ibu ku sakit TBC lalu kakek membawa nya ke RS, membiayai biaya RS ibu juga, dan menitipkan aku disini selama ibu dirawat" cerita bocah itu
"Ya ampun kakek ingat nak, bagaimana keadaan ibu lalu sedang apa kau dimari?"
"Ibu meninggal kek dan sekarang aku penghuni panti ini" jawab bocah itu lirih
Lalu kakek membawa bocah itu kedalam pelukkannya, dan menggiringnya ke ruang tamu untuk menceritakan semuanya, sementara Adimas berusaha mendekati Raina, entah keberanian dari mana yang mendorongnya, ibu panti yangk melihatnya hanya tersenyum lalu meninggalkannya.
Raina pun tengah becanda dengan balita berusia 2 tahun yang berada dipangkuannya membelakangi Adimas. Rupanya bayi gemoy itu menyadari kedatangannya.
"Papapa..papapa" celoteh bayi gemoy itu melihat Adimas. Adimas pun hanya tersenyu.
"Papa..papa apa sayang kamu ingin sosok papa ya nak, kesian kamu" kata Raina sembari mencium pipi chuby baby tersebut yang dibales kekehan ala bayi yang kegelian
"Papa..papa.. mama..papa"ucap bayi gemoy lagi sambil menunjuk kedepannya, yang membuat Raina penasaran dan menenggok kebelakang "papa siapa sih nak" katanya. Lalu dia hanya diam terpaku melihat sosok dibelakang nya
------------
. Penasaran apa yaa yang terjadi selanjutnya
__ADS_1