Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 6


__ADS_3

Hallow readers tersayang.. makasih udah baca karya author yang masih belajar buat nulis ini.. yuuk coment kritik dan saran buat author.. insyaalllah author gak baperan kok.. kritik buat membangun pastinya penting buat author..


Jangan lupa yaa like karya author.. biar jadi imun penyemangat author nulis teruz.. 😘😘


----------


Akhirnya Raina selesai menceritakan tentang masa lalu nya yang paling dia benci dan tentunya yang ia tutupi dari kedua kakaknya. Matanya masih berkaca kaca menahan tangis, ia tidak mau menangis di depan kakaknya apalagi sekarang sedang berada di acara penting sang kakak sulung.


Rakadia yang menyimak cerita adiknya sangat geram karna sang adik tidak pernah menceritakan masalah ini kepada dia maupun Rayyi,, tapi melihat sang adik yang berkaca kaca menahan tangis pun ia tak tega memarahinya,, langsung dia rangkul sang adik dalam dekapannya,, walaupun dia tau ini terlambat karna pristiwa itu telah


terjadi tapi setidaknya dia dapat memberikan ketenangan pada sang adik dan menghapus air matanya.


"Jadi dia orang yang bikin lu nangis waktu itu dan putusin pindah kejogja dan dia juga yang mengganggu mu karna kamu anak adopsi" kata raka


"Gimana kakak tau apa sebelumnya kakak tau juga " Raina begitu kaget


"Iyaa gue tau tapi gue ga tau kalau lu dibully sampe segitunya,, si angga cuma bilang anak sekolah lu tau lu anak adopsi,, dan gue ga peduli itu kejadian kapan yang jelas gue akan bikin perhitungan karana udah bikin adik gue nangis" ucap Raka sambil mengepalkan tangan meluapkan emosinya. Melihat kakaknya emosi Raina pun merangkul sang kakak guna meredam emosinya


"Sudah kak,, jangan bikin suasana kacau di hari bahagia kak Rayyi, toh gue juga udah lupain itu semua,, gue udah bahagia sekarang ".ungkap Raina walau dalam hatinya masih menyimpan kebencian pada Adimas.


"Sudah,, lu jangan nagis dek,,dan gue ga bakal biarin dia sakitin lu lagi". Ungkap Raka sambil mengelus kepala sang adik menenangkannya.


"Iyaa kak,, gue ga akan nangis dan gue minta maaf ga pernah cerita tentang ini ke lu berdua". Ucap Raina sambi berusaha tersenyum.


"Sudah.. gak usah dibahas sini gue bantu hapus air mata lu,, jadi jelek kalau nangis". Raka sambil membantu mengelap air mata sang adik. "Ayoo kita kembali ke dalem,, nanti kak Rayyi sama oppa mencari cari kita " ajak Raka sambil menggandeng tangan sang adik. Mereka pun kembali ke kursi tempat dimana sang oppa berada dan masih ada Adimas dan kakek Dirga juga disana.


"Hai calon cucu mantu,, kemarilah aku dan calon suami mu akan pamit pulang ". Ucap kakek Dirga kepada Raina yang membuat Raka melotot mendengar kata cucu mantu karna dia jujur tidak mengetahui apa apa sedangkan oppa hanya menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya.


"De,, kayanya lu belum cerita semua sama gue " bisik Raka


"Ntr gue ceritain kak,, gue ajj bingung" jawab Raina


-------


Apartement Adimas


Semenjak pulang dari acara pernikahan cucu sahabat kakeknya yang nyatanya kakak dari Riana.. membuatnya tak bisa tidur memikirkan kejadian masa lalu, seperti pagi ini dia sedang melamun mengingat kembali kejadian beberapa tahun silam yang terus saja berputar di otaknya,, lalu ada suara sang kakek yang membuatnya kembali ke dunia nyata,,


"Pagi,, tumben pagi ini kau tidak keluar olahraga ?" Tanya sang kakek, membuatnya terkejut

__ADS_1


" pagi kek " jawab Adimas lalu menyesap kopinya yang nyatanya sudah dingin, astaga sudah berapa lama dia duduk melamun di meja sarapan.


"Kakek mau ku buatkan apa kopi, teh atau susu hangat ?" Tawarnya


"Buatkan aku teh saja apa kau juga buatkan aku sarapan ?" Tanya sang kakek lagi


" oke teh manis dengan gula deabetasol,, dan aku juga sudah buatkan nasi goreng kampung kesukaanmu" jawab Adimas. Yaa iya tau nasi goreng kesukaan kakeknya hanya bawang merah yang cukup banyak, bawang putih, irisan cabe merah, dengan telur diaduk dalam nasi tersebut dimasak dengan margarin dan sedikit bumbu penyedap,, sangat simple bukan.


"Wah enak sekali rasanya nasi goreng ini, kau benar benar pintar, rasanya mirip dengan buatan alm.nenek mu" puji kakek sambil menikmati sarapannya


"Yaa kau benar,, alm nenek yang mengajariku dulu. Dan nih dia teh manisnya,, silahkan paduka raja" Adimas memberikan secangkir teh sambil terkekeh kepada kakeknya


"Oh yaa terima kasih,, lalu bagaimana menurutmu ?" Tanya kakek tiba tiba jauh dari topik yang barusan mereka bicarakan


"Apa ?" Adimas balik bertanya, lalu menyesap kopinya yang baru sebelum kembali dingin.


"anak ini,,apa pendapatmu tentang Riana,, kau pasti telah berfikirkan semalam".


Adimas sudah tau kalau kakeknya tidak mungkin melupakan masalah yang satu itu. Dan pasti akan membahasnya tapi yang dia tak habis fikir kenapa secepat ini.


Karna Adimas tak kunjung menjawab, kakek kembali berkomentar "dia manis bukan ? Aku tidak salah pilih pastinya ?" Kakek berbangga diri.


"Tapi dia sudah tau, jadi kau tak perlu cemas" ucap kakek datar


"APA?" Adimas sangat terkejut dengan ucapan kakek. Jadi Raina sudah tahu tentang hal ini, lalu bagaimana tanggapannya, dia kan membenci ku fikir Adimas


"Tidak usah kaget gitu nak" kata kakek


"Demi Allah kakek,, bagaimana mungkin kau seenaknya gitu,, dia cukup membenci ku jangan kau tambahkan kebenciannya lagi pada ku" geram Adimas dia menatap sang kakek lalu memalingkan wajahnya.


"Membenci mu,, apa yang sudah kau lakukan padanya ?" Tanya sang kakek curiga


"Mung.. mungkin aku pernah mengatakan hal yang membuatnya kecewa atau tindakkan ku membuatnya kecewa." Jawab Adimas terbata


"Apa kau menyinggung latar belakangnya " selidik sang kakek


"Tii..tidaak kek mana mungkin" bohong Adimas


"Awas saja jika kau mengolok olok temanmu karna latar belakang bukan hanya aku yang marah tapi ibu mu pasti sangat kecewa".

__ADS_1


Yaa ibunya pasti sangat kecewa jika itu terjadi tapi sudah terjadi mau bagaimana lagi, karna Adimas juga baru tau jika ibu nya asalnya anak panti yang diadopsi oleh eyangkung dan eyangti nya.


"Jadi sekarang yang harus kalau lakukan adalah meminta maaf" ujar kakek memberi nasihat. "Apa kau sudah meminta maaf kepadanya".


"Belum sempat " jawab Adimas "tidak lama setelah kedua orang tuanya meninggal dia pindah sekolah dan kami baru bertemu kembali yaa kemarin" jelas Adimas.


"Jadi minta maaflah sekarang nanti pasti baik baik saja"


"Apa perlu aku membantu mu mendekatinya " tawar kakek


"Tidak" seragah Adimas Cepat "aku bisa menyelesaikannya sendiri" jelasnya karna dia tau kakeknya pasti akan berbuat lebih dan takkan menyerah dengan keinginannya itu.


Mereka pun melanjutkan sarapannya dengan tenang,, namun


"Kau tau Riana punya toko kue di kemang Raya" tanya kakek


Ya Allah dia mulai lagi, gerutu Adimas


"Ya.. aku tau " jawabnya singkat.


"Dan kau dapat menemuinya disana, karna sepanjang waktu dia di sana"


"Iyaa kek " ucap Adimas lesu


"Jangan lupa bawakan dia sebuket bunga sebagai tanda permintaan maafmu, karna wanita menyukai bunga".


Adimas hanya bisa mendesah, mendengar sang kakek.


.


.


--------


Kira kira Adimas mau ga yaa melakukan yang kakek suruh..


Raina mau memaafkannya ga yaa..


Pantau terus yaa readers tersayang..

__ADS_1


__ADS_2