Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 24


__ADS_3

Selamat datang kembali di karya author.. terima kasih banyak telah setia membacanya..


.


Jangan lupa like yaa setelah membaca karya ini..


.


.


📖📖📖📖📖📖📖📖📖


Kediaman utama keluarga Waluyo


Sekarang mereka sedang duduk ruang keluarga, disana telah ada Rayyi berserta sang istri, Rakadia dan tentu Raina. Semua telah selesai makan malam karna tadi tak lama kedatangan Raka dan Raina dirumah utama tak lama mobil yang dikendarai Rayyi dan istrinya beserta sang oppa yang mereka jemput, mereka langsung melaksanakan malam bersama hidangan yang telah disediakan oleh pengurus rumah mereka, lalu setelah makan bersama mereka berbincang sesaat di ruang keluarga setelah itu sang oppa memutuskan untuk istirahat karna merasa lelah akibat perjalanan jauh. Namun tidak dengan tiga bersaudara tersebut yang tetap berada diposisinya masing masing, dengan keadaan hening.


"Ada apa seh, kok mukanya pada tegang gini?" tanya sang kakak ipar memecah kebisuan kakak beradik tersebut


"Gak tau yang mas juga" jawab Rayyi sang suami


"Ada yang serius sepertinya? Siapa yang mau bicara duluan ? " tanyanya kepada kedua adiknya. Namun mereka hanya saling bungkam dan lirik saja. Membuat Rayyi heran.


"Kok malah lirik lirikan dan masih diam?" Tanya nya lagi


"Kamu aja Raka yang bicara duluan sepertinya kamu menyimpan sesuatu yang ingin dikatakan?" Kembali Anggi berkata, karna dia melihat wajah adik iparnya itu seperti menyembunyikan sesuatu.


"Gue apa lu dek yang mau ngomong?" Tanya Raka pada Raina. Dan Raina tetap diam.


"Oke jadi gue yang ngomong duluan" kata Raka akhirnya


"Gini kak, aku langsung ke intinya saja kakak tau kan yang namanya Adimas ?" Tanya Raka


Deg... hati Raina kian semakin tidak tenang dan gelisah, Anggia melihat perubahan jelas pada raut wajah adik iparnya itu "ada apa Raina? Sepertinya dia menyimpan sesuatu


? Tapi apa? " tanya Anggia dalam hati

__ADS_1


"Iyaa kakak tau, dia cucu temannya kakek kan yang datang ke acara kakak waktu itu" jawab Rayyi


"Betul, tepatnya ia cucu pak Gilang Dirgantara dia sahabat kakek" jelas Raka, yang di jawab anggukkan oleh Rayyi


"Lalu?" Tanya Rayyi kembali


"Adimas itu pria yang udah buat adek kita sedih dan memutuskan pindah ke jogja waktu SMA dulu, dan kakak tau kenapa dia mutusin pindah?" Tanya Rakadia kembali


"Nah itu yang buat kakak penasaran, kenapa dulu kamu pindah dek hemm?" Tanya Rayyi pada adik perempuannya itu lembut. Dan lagi lagi Raina masih diam


"Kenapa diam saja sayang,, ?" Kali ini Anggia yang bertanya pada Raina dan duduknya telah berpindah dekat adik iparnya itu dan menggenggam erat tangan adik iparnya itu. Namun gadis itu tetap bungkam malah membalas genggaman kakak iparnya itu dengan erat seperti meminta kekuatan dan dukungan.


"Kamu aja yang jelaskan dan ceritakan Raka yang kamu ketahui?" Kata Rayyi karna melihat adik bungsunya itu seperti enggan bersuara


Deg.. hati Raina kian gelisah "please kak jangan lu katakan"batinnya berharap


"Dia pindah karna dia dibully satu sekolah karna pria itu pria populer disekolah dan mengatakan kalau Raina menyukainya dan mengejar ngejar dia dan itu membuat para siswi siswi disana menyerang Raina, dan juga dia yang mengatakan kalau Raina..." kata Raka terhenti yang membuat Rayyi dan Anggia penasaran


" bilang Raina kenapa ka..?" Tanya Anggi penasaran


"Karna dia anak adopsi" jawab Raka lirih


"Dan terus kamu de kenapa kamu diam dan sembunyikan ini semua dari kakak? Lu lagi kenapa baru sekarang cerita sama gue ?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Rayyi untuk kedua adiknya


"Gue aja baru tau diacara pesta pernikahan lu kak" kata Raka, sedangkan Raina, gadis itu hanya diam dan kini matanya telah berkaca kaca mengingat kejadian dulu


"Terua lu diem aja, gak cerita sama gue??" Kata Rayyi geram "tau gitu gue tonjok tuh anak"


"Waktu itu gue juga pengen nonjok dia tapi nie bocah larang gue dan dia juga ngelarang gue cerita sama lu" kata Raka sambil melirik adiknya


"Ya sudah kejadiannya juga berlalu kan, kita lupain aja kejadian itu tapi kalau dia nyakitin adik kesayangan kita, baru kita tonjok rame rame" kata Anggia menenangkan semuanya


"Toh dia sekarang sudah jauh sama Raina kan dan kalian bertemu hanya saat dipesta kami kan?" Tanya anggia kembali


"Kalau cuma gitu doang mah aku juga ga bakal secemas ini dan gak akan cerita kekalian" Raka kembali buka suara

__ADS_1


"Maksud mu ka?" Tanya Anggia


Raka menarik napas panjang dan menghelanya dia memijat mijat pelipis nya seakan pusing sedang mendera nya.


"Kalian tau penyebab nya nih bocah mau cerita sama aku setelah bertaun taun dia sembunyiin semua nya?"


Rayyi dan Anggia pun menggeleng dan bener mereka juga merasa heran setelah bertaun taun adiknya diam kenapa baru mau cerita, pasti ada sesuatu yang mendorongnya untuk bercerita.


" gak tau kan kalian" kata Raka karna melihat kakaknya terdiam


"Itu karna pak Gilang ingin menjodohkan cucunya itu dengan Raina" kata Raka yang membuat kakak nya tekejut


Rayyi pun geram bisa bisanya oppa nya menjodohkan adiknya tanpa berbicara kepadanya terlebih dahulu, dan dia orang yang terakhir tau akan hal itu. Anggi yang melihat suaminya sudah tersulut emosi berusaha menenangkannya dia genggam tangan suaminya dan mengelus punggung belakang suaminya.


"Mungkin saja masih rencana, aku yakin oppa pasti akan berbicara sama kita mas, dan keputusan ada ditangan adikmu sendiri?" Kata Anggi


"Benar apa yang dikatakan mba Anggi, kak Rayyi jangan marah sama oppa" akhirnya Raina buka suara


"Oppa tidak memaksaku dan aku juga belum menyetujuinya, itu hanya keinginan kakek Gilang untuk berbesan dengan oppa, dulu mereka sepakat menjodohkan anak anak mereka namun takdir memberikan merekan anak laki laki sehingga harapan mereka hancur, lalu sebelum pesta pernikahan kalian mereka bertemu kembali, oppa menceritakan kita dan kakek menceritakan cucunya juga sayangnya kakek hanya memiliki satu cucu tidak seperti oppa." Jelas Raina lalu ia pun meneruskan ceritanya kembali. "Saat itu aku datang menjemput oppa lalu bertemu dengan kakek, entah angin dari mana kakek setelah melihatku ia berniat menjodohkan ku dengan cucunya, saat itu aku hanya beranggapan dia bergurau, namun niatnya kuat, oppa saja tidak bisa mencegah tapi mereka sepakat tidak memaksa kami" kata Raina mengakhiri penjelasannya


"See,, kamu dengarkan apa kata adikmu jadi tidak perlu dicemaskan" kata Anggia


"Tapi kak.." kata Raka ngotot


"Hemm.. tapi kenapa ?apa yang buat kamu khatir ka? " tanya Anggia sedangkan sang suami masih diam mendengarkan


"Tapi waktu dipesta kalian, Raina nangis nangis ke aku dan bilang dia benci pria itu, namun apa dua hari lalu aku menelpon cafe katanya dia pergi dengan pria itu dan sekarang aku liat dia diantar pria itu?" Jelas Raka kesal


"Yaa ampun kak Raka, aku hanya ada urusan sama dia?" Kata Raina sebal


"Katanya kamu benci dia dek,, kenapa kamu ada urusan dengan dia apa dia menyulitkanmu lagi, ayoo cerita sama kakak biar kakak nonjok dia?" Tanya Rayyi kesal


"Heran kan lu kak? Sama gue juga heran benci tapi sering keluar duaan, gue takut dia ancam Raina?" Kata Raka


"Lebih baik kamu jelaskan semuanya dek, biar dua bodyguard mu tenang gak emosian ?" Anggia berusaha menenangkan tiga bersaudara itu

__ADS_1


"Baik aku cerita,, setelah pertemuan di pesta dia berusaha minta maaf tapi menurutku itu terlambat dan dia terus berusaha meminta maaf sampai detik ini aku belum memaafkan, kenapa aku ada urusan sama dia karna dia memiliki kantor advertising dan ada kliennya ingin membuat iklan dan lokasi yang dipilih adalah cafe ku, jadi mau gak mau aku harus bertemu dengannya membicarakan kontrak sewa dan lain lain, ditambah lagi tanpa sengaja aku ketemu dia dan kakeknya dipanti asuhan tempatku berdema dan ternyata itu panti tempat alm istri kakek jadi donatur tetap dan sekarang dilanjutkan oleh kakek, disana ada anak panti dulu sekali aku yang menemukan dia disana didepan pintu panti aku jatuh cinta sama bayi perempuan itu ia mengingatkanku akan diri ku, lalu aku berinisiatif menjadi ibu asuh bayi itu, aku yang memenuhi semua kebutuhan dia, tak mungkin aku rawat dia karna aku gadis kata bu panti jadi hanya materi dan kasih sayang aku bisa berikan bayi itu sekarang telah berumur 2,5 tahun dia memanggilu mama, namun entah mengapa pas pertama kali dia melihat Dimas dia memanggilny papa, aku dan Dimas merasa kasihan padanya dan membiarkannya memanggil papa, jadi kami dekat hanya sebatas itu, dan beberapa hari kemarin Bie masuk rumah sakit dia ingin aku dan dimas temani, hari ini aku dan dimas janji membawa dia kewahana permainnan oleh karna itu adimas bisa mengantarku" legaa itu yang dirasakan Raina saat ini menceritakan segalanya pada kakak kakaknya.


"Sudah tidak ada yang aku tutup tutupi apa ada pertanyaan?" Katanya dan melihat kakaknya terdiam semua akhirnya ia memutuskan pergi ke kamarnya meninggalkan mereka semua.


__ADS_2