Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
BAB 2 Kabar Mengejutkan


__ADS_3

"Haloo,, hei aku sudah menemukan tunanganmu !"


mata adimas langsung melotot dan alisnya terangkat tinggi mendengar kata-kata orang disebrang sana. Sebelah tangannya terangkat menjauhi ponsel tersebut dari telinganya. Kemudian membaca kembali layar diponselnya. Tetap dan memang benar jika itu telepon dari kakeknya. Apakah kakeknya sedang melindur, aah tentu tak mungkin rasanya ini baru jam 4 sore. Batin adimas. "Tunggu sebentar,kek". Katanya singkat. Lalu bergegas menuju ruang kerjanya, karna pada saat kakeknya menelpon dia sedang berada di ruang meeting membahas beberapa produk yang memakai jasanya.


Beberapa saat kemudian ia sudah duduk diruang kerjanya. Ia menempelkan kembali ponselnya ke telinga dan meneruskan percakapan dengan kakeknya. "Yaah,, kek apa kata mu tadi?"


"Aku sudah menemukan tunanganmu, adimas kusuma dirgantara!" Ulang kakeknya disertai menyebutkan nama lengkap sang cucu semata wayang tanda keseriusan ucapannya dengan suara yang sangat semangat.


"Apa ?? Kau becanda sepertinya kek ?", kata adimas lagi sambil tersenyum.


"Siapa yang sedang bercanda, anak nakal aku sedang serius. Sejak kapan aku bercanda masalah masa depan anak bodoh." Geram kakek jengkel karna cucunya selalu menggapi ucapannya dengan guyonan.


"Kek, sepertinya ada dua kesalahpahaman disini," ucap adimas sambil memijat mijat pelipisnya yang dirasa langsung pening mendengar kata kata dari sang kakek. "Pertama aku tak tau aku sudah punya tunangan, kapan pula aku pernah pertunangan." Ucapnya sambil mendengus lalu ia melanjutkan ucapannya "dan yang kedua aku tidak tau dia menghilang, bertemu saja belum sudah bilang hilang." Gerutunya kepada sang kakek.


"Yaa,, kau sudah memiliki tuanangan adimas. Aku tidak pernah memberitahumu selama ini." Ucap kakeknya polos seolah semua biasa biasa saja


"Bagaimana bisa kek, bahkan papa sama bunda saja tidak pernah membahas masalah ini, kau tau sendiri aku males berhubungan dengan wanita ribet." Ucap adimas dengan nada disabar sabarkan. Karena kakeknya sering kali menguji kesabarannya.


"Yaa kau benar karna papa dan bunda mu tidak tau. Dan ini juga karna mereka jadi kau memiliki tunangan". Ucap kakeknya dengan nada suara pelan dan sambil berlalu.

__ADS_1


Adimas menarik napas panjang dan mendesah serta memejamkan mata. Karna berdebat dengan kakeknya tidak akan pernah sebentar dan selalu kalah. "Baiklah kek, kita bicarakan saat bertemu,, sekarang kakek dimana bukannya kakek akan menghadiri acara pernikahan cucu sahabatmu itu?".


"Aku sudah diacara tersebut. Ini kami sedang berkumpul bersama-sama". Jawab kakeknya "dan tunangam mu ada disini bersama ku,, cepat kau kemari jemput aku sekarang". Perintah kakeknya.


"Tapi kek,, aku sedang sibuk kau tau sendiri perusahaanku lagi kebanjiran klien" desah adimas. "Lagi pula tadi kau berangkat sendiri bersama teman-temanmu mengapa sekarang aku yang harus jemput,, kalau kau sama jailangkung kek" ucap adimas sambil tersenyum menggoda kakeknya


"Aku tidak mau tau,, kau harus kemari,, kau boss di kantormu itu dan lagi pula kantor itu tidak akan bangkrut jika kau tinggal sebulan pun. Cepat kemari aku tak mau dengar alesanmu anak nakal" perintah kakeknya. "Lalu apa maksudmu menyamakan aku dengan jailangkung" tanya kakeknya


"Yaa jailangkung saja mandiri kek, datang tak dijemput pulang tak diantar. Jadi kau kalah dengan jailangkung" sembur adimas sambil terbahak bahak


"Dasar cucu durhaka kamu adimas, cepat kemari jemput aku sekarang" geram gilang pada cucunya


"Baiklah kek,, tunggu aku akan segera menjemputmu, share lokasi saja tempatnya. Setelah aku mendelegasikan tugas pada miko aku akan langsung menjemput mu." Lalu menutup telponnya.


Adimas masih memijat pelipis nya yang masih sangat pusing sambil menyandarkan punggungnya di kursi kerja. Kata kata kakeknya masih sangat mengejutkan baginya, bagaimana mungkin dia memiliki tunangan. Kakeknya itu benar benar membuatnya pusing. Bersamaan itu pintu ruang kerjanya ada yang mengetuk.


Tok.. tok.. tok


"Sore bos boleh gue masuk" ucap pria itu.

__ADS_1


"Yah, masuklah.. kebetulan sekali lu datang mik, gue ada perlu denganmu." Ujar adimas


Yaah pria yang mengetuk pintu itu adalah miko. Sahabat sekaligus anak buah adimas yg menjabat menager direstorannya.


"Keliatannya lu pusing sekali bro ?" Ucap miko yang melihat adimas memijat pelipisnya


" gimana gue ga pusing,, lu tau kakek gue barusan nelpon dan bilang dia udah nemuin tunangan gue ". Curhat adimas


" WHAT TUNANGAN" sejak kapan lu punya tunangan kok ga cerita cerita sama gue bro ".


"Pala lu tunangan. Gimana mau cerita gue ajj baru tau barusan. Sialan banget tuh kakek gue, lu tau sendiri kan sifat kakek gue kaya gimana kalau udah ada mau" keluh adimas.


"Iyaa sih bro,, gue tau kaya gimana pantang menyerahnya kakek." Ujar miko yang sudah kenal dengan kakeknya adimas. "Udahlah lu temuin dulu aja tuh tunangan lu,, secara lu jomblo juga,,siapa tau cakep dan cocok kalau ga cocok lempar ke gue " hahaha ujar miko sembari terbahak.


Adimas berfikir ya benar apa yang dikatakan miko. Temui dulu saja toh belum tentu tuh cewek setuju dengan perjodoham ini. Lagi pula dia kan jomblo fikirnya. Lalu dia teringat sesuatu yang sedari tadi dia ingin sampaikan kepada miko.


"Oh ya mik, hampir saja lupa gue,, minta tolong lu hendle semua nya persiapan untuk presentasi iklan coklat itu. Gue titip kantor yaa "ujarnya


"Oke serahkan sama gue bro,, lu have fun ajj sama tunangan lu" bales miko

__ADS_1


Adimas pun hanya menanggapinya dengan gelengan kepala. Lalu mengambil jas yang tergantung diruang kerjanya. Karna tak mungkin ke acara pernikahan di ballroom hotel hanya mengenakan kaos pollo. Walaupun dengan tampilan begitu saja adimas sangat tampan,,tapi rasanya kurang sopan pikirnya,lalu dia buru buru menyambar kunci mobil dimeja kerjanya dan langsung meluncur menjemput sang kakek, sebelum sang kakek banyak berulah.


__ADS_2