
Selamat membaca semua.. author harap kalian suka dengan karya author.. mohon maaf jika ceritanya tidak terlalu banyak konflik.. karna author ingin cerita yang sedikit konflik agar pembaca tidak banyak makan hati karena konflik.. 🤗🤗
.
.
Jangan lupa like yaa setiap kalian selesai membaca.. Hatur Nuhun
.
.
-------------
Seorang wanita cantik datang ke kantor Macara Advertising, sepertinya orang itu terbiasa datang ke kantor tersebut karena ia langsung dipersilahkan masuk setelah menanyakan apakah Adimas ada dikantornya, setibanya di depan ruangan ia tidak melihat Mita si sekretaris yang biasanya menyambut para tamu ataupun karyawan yang akan menemui sang pimpinan. Wanita itu pun langsung saja masuk ke dalam ruangan tersebut dan nampak kosong, lalu ia keluar kembali menuju ruangan disebelahnya dan ternyata sama, akhirnya dia memutuskan untuk menunggu diruangan Adimas. Ia melihat sekeliling ruangan itu dan perhatiannya tertuju pada paper bag bertulisan peringatan dilembar post it, jiwa kekepoannya pun meronta ronta ingin tau apa isi dalam paper bag yang bertulisan Triple'R cake and coffe itu segitu berharganya kah sampai ditulis begitu, lalu ia pun membukanya dan mengeluarkan isi didalamnya. Namun tak lama suara pintu terbuka dan masuklah 2 sosok pria yang sangat ia kenali
"HEI apa yang kamu lakukan" seru Adimas melihat isi dari dalam paper bag itu sudah ada diatas mejanya
"Aku hanya penasaran saja apa isinya sampai kau menuliskan peringatan itu" kata Salsa kaget mendengar seruan Adimas dengan suara tinggi itu. Pasalnya pria itu jarang berkata tinggi bahkan menghardiknya, sedangkan Miko sudah mulai memasang sikap waspada melihat kedua sahabatnya itu ia tau atasannya itu sedang kesal atas perbuatan salsa sedangkan wanita itu malah cuek tak merasa bersalah.
"Apa kau tidak bisa membaca hah" kata Adimas kesal
"Kamu kenapa jadi marah marah begitu seh dim, aku kan hanya ingin tau isinya, aku bisa belikan yang banyak untuk mu jadi jangan marah" kata Salsa
"Tidak semua bisa kau gantikan sal, kau harus tau mana batasanmu kau tidak bisa seenaknya dengan milik orang lain" ucap nya kesal
"Kamu lagi sensi ya dim, cuma gegara kue biasa itu kamu sampe segininya" kata salsa memegang lengan Adimas. Namun segera pria itu tepis. Salsa yang mendapatkan perlakuan seperti itu sangat marah dihatinya. Matanya sudah berkaca kaca menerima perilaku sahabatnya itu.
Melihat itu Adimas hanya menghela napas panjang dan hatinya masih sangat kesal "maafkan aku sal" ucapnya kemudian dia memasukkan kembali makanan itu kedalam paperbag setelah selesai kemudian ia berkata pada Miko " lu urus ya bro, gue pulang duluan" katanya sambil keluar ruangan membawa paper bag tersebut
Setelah Adimas pergi dari ruangan itu, Miko sedikit lega namun ia harus menghadapi sahabat wanitanya itu sekarang yang dia rasa akan sangat sulit. "Ayo Sal kita keruangan gue" ajaknya. Dan salsa pun menurut hatinya masih sangat sedih dengan perlakuan Adimas untuk pertama kalinya
"Lu ada apa kesini sal?" Tanya miko
Bukannya menjawab pertanyaan sahabatnya, Salsa malah bertanya "ada apa seh sama si dimdim, karna kue aja sampe kaya gitu". Tanyanya
Miko yang mendapat pertanyaan itu berasa gugup untuk mengatakan yang sebenarnya, dia harus pura pura tidak tau agar tidak menambah rasa sakit dihati sahabatnya. "Gue gak tau Sal, mungkin dia lagi ada bayak masalah kan akhir akhir ini kita lagi mengalami menurunan klien" jawabnya.
-----------
Apartement Adimas
Adimas tiba diapartementnya, apartementnya terlihat sunyi karna sang kakek sudah pulang kembali ke puncak kemarin. Ia lalu bergegas memasukkan macaroni dan corrosaint kedalam microwave dan juga dessert box ke dalam kulkas. Lalu ia bergegas membersihkan diri karna rencananya setelah mandi ia ingin memakan macaroni dan corrosaint tersebut.
Kini ia pun duduk di depan tv sambil menyantap makanannya. Lalu ia berfikir menghubungi Raina untuk mengucapkan terima kasih.
📨 Tunangan Galak
Selamat malam Rain, terima kasih atas makanannya sangat enak. Sent
Lalu ia pun melanjutkan makannya sambil mengerjakan pekerjaan kantornya yang ia bawa pulang, biasanya dia anti membawa pekerjaan kantor ke rumah tapi hari ini apa boleh buat ketika mood nya sangat kacau akibat ulah Salsabila. Tak berapa lama terdengar Notif dari handphone nya ia segera membacanya.
📩Tunangan Galak
__ADS_1
Tak perlu kamu bilang terima kasih, anggap saja itu imblan karna aku telah menumpang mobil mu.
Membaca isi pesan dari gadis itu membuatnya sedikit kesal karna gadis itu begitu keras kepala dan galak kepadanya. Lalu ia mengirim pesan lagi kepada gadis itu.
📨Tuanangan Galak
Besok ada staff ku yang akan mengantarkan kontrak penyewaan cafe serta pembayarannya, kira kira pukul 10.
📩 Tunangan Galak
Baik aku tunggu kedatangannya, dan berharap itu bukan kamu.
--------------
Triple'R cake and coffe
Raina baru saja tiba di tokonya, sekarang baru pukul 9 namun tokonya sudah sangat ramai, ia pun menyapa para pelanggannya yang mengenal dirinya jug para pegawainya, kebetulan hari ini shelia yang menjaga kasir.
"Shel hari ini aku ada janji dengan orang dari Macara Advertising, jadi kalau orang itu datang suruh menunggu diruangan ku, aku berada didapur ya" pesannya pada shelia
"Baik mbak, jadi ni mba tempat ini dipakai syuting?" Tanyanya yang dijawab senyuman oleh Raina.
Tak selang berapa lama tepatnya pukul 10.15 datang tamu ia orang yang pertama kali datang ke cafe itu dari pihak Macara. Pria dengan pakaian semi formal kaos berkerah yang ditimpa blezeer dan celana jeans, serta sepatu pantofel. Melangkah masukki cafe tersebut
"Permisi bisa bertemu dengan ibu Raina" tanyanya
"Iyaa,, dari Macara yaa" tebak Shelia
"Betul mbak, ibu Raina nya ada?" Tanyanya kembali
Pria itu pun mendudukan diri diruangan tersebut, matanya meneliti seluruh ruangan, dimana ruangan itu sangat girly menurutnya sofa berbentuk karakter berwarna pink, karpet bulu dengan warna senada belum lagi perlengkapan lainnya yang didominasi warna pink dan ungu. Tak berapa lama pintu pun terbuka muncullah sosok wanita cantik dan mungil dengan senyum mengembang
"Maaf telah lama menunggu" katanya sambil mengelurlan tangan untuk memperkenalkan diri "saya Raina"
"Saya Miko" jawabnya membalas uluran tangan Raina. Cantik imut pantes aja si dimas mau dijodohin gue juga mau batinnya.
"Bagaimana bapak Miko apa sudah setuju dengan yang saya ajukan kemarin pada pak Adimas" tanya Raina
"Ya setuju, saya kesini membawa kontraknya bisa dibaca dulu" kata Miko sambil menyodorkan kontrak tersebut dan langsung dibaca oleh Raina
"Baiklah akan saya tanda tangani" kata Raina setelah membaca isi kontrak tersebut
"Mohon maaf mana nomer rekening yang harus saya transfer untuk pembayaran sewa" tanya Miko pasalnya dikantornya sangat meminimalkan transaksi tunai dikhawatirkan adanya manipulasi.
"Oh yaa saya lupa" kata Raina sambil memberikan nomer rekeningnya. Lalu Miko pun segera mengirim nomer tersebut kebagian keuangan untuk segera d transfer.
"Hallo gimana udah di transfer belum"
"Baik kirim buktinya ke email saya" kata Miko diujung telpon.
"Tunggu sebentar ya bu" kata Miko kepada Raina
"Jangan panggil ibu panggil saja Raina sepertinya usia kita sama" kata Raina yang risih dipanggil ibu
__ADS_1
"Jadi kamu juga jangan panggil saya bapak" kata Miko balik. Tak lama bunyi ponsel mereka pun berbunyi. Dimana Raina menerima notif mbaking sedangkan Miko email masuk berisi bukti transfer yang dikirim bagian keuangan.
"Sepertinya saya tidak perlu memberi bukti transfernya yaa " kata Miko sambil tertawa
"Sepertinya" jawab Raina sambil membuka pesan mbaking tersebut. Namun ia terkejut bukan karna nominal yang masuk tapi nama pengirim tersebut. "Apa ini tidak salah?" Tanyanya
"Apa ?" Kata Miko panik, lalu segera membuka emailnya guna mengecek kembali bukti transferannya, namun setelah diperhatikan tidak ada yang salah. "Bukan kah itu sudah benar nominalnya sesuai dengan perjanjian?" Tanyanya heran.
"Bukan nominalnya" jawab Raina
"Lalu?" Tanya Miko penasaran
"Nama pengirimnya" kata Raina lirih
"Ada yang salah dengan nama pengirimnya, itu nama pemilik perusahaan Macara semua lalu lintas keuangan ada yang menggunakan nama perusahaan ada juga yang atas nama pribadinya tapi uangnya yaa uang perusahaan, dan yang mengirim uang itu staff keuangan bukan si dimdim" jelas Miko dia tau apa yang dipikirkan Raina
"Oh begitu,, jadi dia pemilik perusahaan itu pantas saja " ungkap Raina lebih kepada dirinya sendiri. Pantas saja kemarin ia langsung menyetujui persyaratan yang ia ajukan tanpa diskusi ke kantornya.
"Apa kamu baru tau si dimdim pemilik Macara?" Tanya Miko penasaran. Yang dijawab anggukan oleh Raina
" masa kamu tunangannya tapi ga tau seh ?" Katanya lagi
"Hei siapa yang bilang saya TUNANGAN nya" tanya Raina dengan menekan kata tunangan
" yaa si dimdim siapa lagi yang kasih tau" jawab Miko
"Enak aja gue bukan tunangannya ya" jawab Raina ketus.
"Yaah kesian sekali sahabat gue itu, baru aja jatuh cinta udah mesti ditolak malang bener nasib lu dim..dim" ungkap Miko
"Apaan seh lu gak mungkin tuh orang songong suka sama gue"
"Apa yang gak mungkin Ra,, gue bertaun taun temenan sama dia, dia belum pernah pacaran banyak cewek yang ngejar ngejar dia tapi dia cuek aja, tapi belum lama ini dia cerita sama gue dia dijodohin sama kakeknya awalnya dia kesel tapi setelah dia tau siapa ceweknya dia setuju sampe lu tau gak Ra,, kemarin pulang ketemuan sama lu dia happy banget sampe gue hampir kena tonjok dia gegara gue ambil makanan yang lu kasih buat dia " cerita Miko tentang sahabatnya itu sekarang
"Lebay banget lu" kata Raina ga percaya
"Serius gue Ra,, asal lu tau si dimdim itu ga pernah kasar sama cewek dia pernah cerita penyesalan seumur hidup dia pernah kasar sama cewek waktu dia dibangku SMA sejak itu dia ga pernah kasar lagi sama cewek, tapi kemarin dia bentak Salsa sahabat kita juga gegara si Salsa dengan songongnya buka papeebag dari lu padahal jelas disitu dikasih tulisan peringatan sama si dimdim" cerita Miko
"Lu boleh percaya maupun gak sama cerita gue, itu hak lu Ra,, tapi disini gue jamin si dimdim cowok baik baik walaupun gue tau dia pernah ngecewain bahkan nyakitin lu itu kan dulu waktu dia masih bego" lanjut Miko
"Lu tau cerita gue sama dia ?" Tanya Raina penasaran
"Iyaa gue tau semuanya Ra,, dia nyesel banget, saran gue lu kasih dia kesempatan buat minta maaf dan maafin dia dan untuk urusan jodoh mah gue ga ikut campur itu hati kalian berdua yang tau" kata Adimas
"Makasih yaa" kata Raina terharu baru kali ini dia merasa nyaman menemukan temen berbagi setelah sahabatnya Angga lanjut kuliah di australi
"Sama sama jangan sungkan sama gue, kita bisa berteman" kata Miko
"Oke kita teman" jawab Raina sambil berjabat tangan dengan Miko.
Miko pun kembali ke kantornya untuk mempersiapkan persiapan untuk syuting besok sedangkan Raina sejak Miko meninggalkan ruangannya ia teringat terus dengan apa yang pria itu katakan tentang Adimas. Haruskan dia memaafkannya batinnya.
----------
__ADS_1
Kira kira bakal dimaafkan ga yaak..