Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 23


__ADS_3

Selamat membaca semuaa semoga suka sama kaya author..


.


Jangan lupa kasih like ya.. authornya ngemis like sedangkan yang lainnya minta vote dan hadiah 😂😂


.


.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Adimas dan Raina pun semakin hari semakin dekat, walaupun terkadang untuk masalah pribadi mereka masih seperti "meong dan guguk" kalau kata Riski mah,, tapi untuk masalah Bintang si bocah malang keduanya sangat kompak,, seperti layaknya orang tua untuk anak itu. Seperti sekarang ini keduanya sedang mengajak main Bintang ke arena wahana anak sudah terlihat seperti keluarga muda saja. Yaa semenjak Bintang waktu itu masuk rumah sakit mereka ekstra memberi perhatian kepada bocah itu,,


Setelah seharian mengajak "Bie" panggilan untuk Bintang, mereka melanjutkan mencari tempat untuk makan karna jam sudah pukul 2 siang dan itu pertanda mereka telah telat untuk makan siang nya. Mereka memasuki foodcourt dan memilih makanan aneka sop dan soto khas betawi, karna disana ada pilihan soup daging atau iga yang cocok untuk bie yang masih kecil.


"Kamu pesan apa Ra ?" Tanya Adimas pada Raina sambil membaca baca menu


"Aku pesan nasi plus soup iga, minumnya es lemon tea sama minta air mineral biasa yaa mas" kata Raina menyebutkan pesanannya


"Baik mba ada lagi" tanya pelayan laki laki itu


"Cukup saya hanya itu" jawabnya


"Kamu pesan apa ?" Kali ini ia bertanya pada Adimas


" aku pesan soto santan daging, es jeruk hangat, sama pesan nasinya 2 yaa, oh jangan lupa emping nya juga" ucapnya pada pelayan yang sedang mencatat pesanan mereka


"Ada lagi mas?" Tanya pelayan itu


"Cukup itu saja" jawab Adimas. Lalu pelayan itu pun segera pergi menyiapkan pesanan mereka.


"Kamu kelihatannya sangat lapar" tanya Raina sinis


"Tidaak juga" jawab Adimas


"Itu buktinya kamu pesan nasi sampai 2 porsi?" Tanyanya


"Ooh itu bukan buat aku, aku jaga jaga aja untuk mu, karna kau kan akan makan berdua dengan bie, jadi nasi yang kupesan bisa untuk bie agar dia tidak mengambil jatah nasi mu" jawab Adimas


"Bie masih kecil kau tau, tak mungkin dia habis 1 porsi nasi?" Tanya Raina heran, apa pikiran pria dihadapannya itu sudah tau bie masih 2.5 thn tidak mungkin makan banyak


"aku tau, jadi aku bisa paroan sama nasi untuk bie" jawab Adimas


"Alasan bilang saja kau tak cukup makan seporsi nasi pakai bawa bawa bie" balas Raina sambil terkekeh


Tak lama pelayan membawa pesenan mereka. Dan menatanya di meja mereka. "Silahkan menikmati" ucap pelayan itu sebelum pergi


"Mama mamam bie apel mama" coloteh bocah itu melihat makanan dimejanya

__ADS_1


"Iya sayang kita makan sebelumnya bie baca doa dulu?" Kata Raina sambil membimbing bie membaca doa makan dan bocah itu mengikuti ucapannya.


"Bagus sayang sekarang bie minum dulu dikit biar ga seret" ucapnya lagi dan dilaksanakan oleh bocah itu.


Adimas yang melihat interaksi keduanya pun merasa terharu, hatinya menghangat melihat cinta kasih yang tulus dari Raina terhadap bie, tanpa sadar ia telah jatuh cinta amat dalam pada gadis itu. Aku harus meluluhkan hatinya, kau harus jadi ibu dari anak anak ku Ra gumamnya.


Raina yang sadar jika Adimas terus menatapnya, merasa risih akhirnya dia bersuara " kenapa liatan aku terus naksir?" Tanyanya becanda


"Tidak aku tidak naksir sama kamu geer kamu" jawab Adimas


"Bagus deh" jawab gadis itu ketus namun ada sedikit kekecewaan dihatinya atas jawaban Adimas


"Iya aku gak naksir sama kamu, tapi aku.. aku jatuh cinta sama kamu?" Jawab Adimas


Uhuk.. Raina yang sedang minum pun tersedak mendengar jawaban Adimas, tapi lelaki itu hanya menatap nya dan Raina mencari kebohongan di matanya, namun ia tak menemukan itu, hatinya makin tak menentu


"Mama apa atuk, mama atiit" tanya bocah itu


Perhatian Raina pun teralihkan kepada bocah itu " gak sayang mama gak sakit, ayo mama suapi katanya lapar" kata Raina yang langsung menyuapi bie dan menghindari Adimas


"Sudah kamu makan duluan, nah tuh nasi bie bisa kamu makan, bie cukup segini saja" kata Raina sambil mendorong nasi bie yang masih tersisa cukup banyak.


"Kenapa masih liatin aku seh, cepat makan aku ga mau magh kamu kambuh ya" kata Raina kesal pasal ya Adimas tak menyentuh makanannya


"Iyaa aku akan makan, terima kasih ya" ucap Adimas


"Karna sudah perhatian kepada ku dan untuk semuanya" kata Adimas lalu segera memakan makanannya agar segera habis dan gantian dengan Raina untuk menyuapi bie.


Tak lama kemudian nasi di piring Adimas dan sisa dipiring Bie sudah tandas dimakan Adimas. "Sudah, sekarang giliran mu makan, sini bie aku yang suapi" kata Adimas


"Abis apa nya itu sotonya masih bayak, mubazir tau kalau tidak dihabiskan" kata Raina melihat mangkuk soto itu masih banyak isinya


"Sengaja aku bagi dua dengan mu, tenang tidak aku acak acak kok, biar kamu bisa coba makanan kesukaan ku, itu rasanya enak" ucap Adimas, yang lagi lagi membuat perasaan Raina campur aduk.


"Sudah sini mangkuk bie, biar aku suapi dan kamu makan kalau dingin gak enak nanti" kata Adimas sambil mengambil alih mangkuk makan bie


"Bie sayang sini papa yang suapi ya" kata adimas pada bie


"Yee sekarang bie diuapin papa" jawabnya riang.


Setelah selesai makan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, karna jam telah menunjukkan pukul 4 sore, setibanya dilobi mall ternyata sedang hujan besar diluar, mereka tidak bisa pulang karna mobil Adimas diparkir diluar , mereka pun menunggu sedang kan bie sudah tertidur pulas digendongan Raina, 20 menit sudah mereka menunggu tapi hujan bukan semakin mereda malah semakin deras. Mau masuk kedalam tidak mungkin karna pasti penuh dengan orang orang yang juga terjebak hujan. Melihat Raina yang kelihatannya lelah menggedong bie, akhirnya Adimas memutuskan dirinya akan menerobos hujan untuk keparkiran dan menjemput Raina bersama bie dilobi.


"Kamu tunggu disini yaa Ra" pamit Adimas


"Hei,, kamu mau kemana?" Tanya Raina yang melihat Adimas akan melangkah


"Sebentar, kamu sekarang tunggu disitu" tujuk Adimas kearah depan mall yang ramai dengan orang orang yang keluar masuk kendaraan di bagian lobi. Sedangkan ia langsung melesat keluar menerobos hujan menuju dimana mobilnya berada.


"SHIITT" umpat nya setelah kini berada didalam mobil. "Basah kuyup gini gue" gerutunya. Pasalnya ia sangat rentan terkena flu. Akhirnya ia segera mengendarai mobilnya menuju lobi dimana Raina sudah menunggu

__ADS_1


Tin..tin..tin


Suara klakson mobil membuyarkan lamunan Raina. Ia pun melihat mobil yang berhenti didepannya. Setelah jendela depan dibuka baru terlihatlah sosok Adimas. "Ayoo masuk" serunya dan Raina segera masuk.


Dilihatnya Adimas yang basah kuyup. "Kamu nekad hujan hujanan?" Tanya Raina


"Yaa, aku kasihan melihat mu yang kecapean menggendong bie" ucapnya datar


"Tapi gak gitu juga, kalau kamu sakit gimana?" Tanya Raina Khawarir


"Tenang aku gak akan sakit" jawab Adimas. Akhirnya mobil itu berjalan meninggalkan mall tersebut menuju panti.


Setelah mengantar Bie kepanti, Adimas melanjutkan perjalannya untuk mengantar Raina, mereka hanya singgah dipanti untuk mengantarkan bie, lalu sekarang mereka menuju kediaman keluarga Waluyo,, yaa Dimas tak mengantar Raina ke apartement nya, karna gadis itu akan tinggal disana dikediaman utama Waluyo seperti biasa oppa nya sedang berkunjung kejakarta dan dipastikan akan tiba pukul 10 malam yang dijemput oleh Rayyi juga istrinya dibandara. Sebenarnya Raina sudah menolak untuk diantarkan oleh Adimas karna gadis itu merasa kasihan melihat pria itu basah kuyup ia takut dimas akan demam karna kelamaan memakai baju basah, tapi lelaki itu ngotot mengantarnya alasannya agar Raina aman ditengah cuaca hujan lebat, dan itu membuat gadis itu tersentuh.


"Kita masuk ke perumahan itu,, nanti dari gerbang utama lurus aja,, nanti ketemu puteran kita ambil kanan" jelas Raina ketika mereka telah sampai di daerah perumahan rumahnya


"Oke" jawab Adimas


Suasana dalam mobil kembali hening hanya ada suara penyiar radio ya sedang mengudara.


"Yang mana rumah mu ?" Tanya adimas ketika tiba dijalan yang ditujukan gadis itu


"Itu rumah paling ujung" jawab gadis itu, yaa posisi rumahnya ada dipalin ujung sebenarnya tidak paling ujung juga, karna kavling yang paling ujung itu adalah garasi mobil dan sedikit kebun itu milik keluarganya.


"Oke sampai" kata Adimas


"Terima kasih sudah repot repot mengantarku" ucap Raina


"Sama sama, oke aku pamit pulang"


"Hmm.. kau tidak mau mampir dulu,, aku bisa buatkan teh hangat untuk menghangatkan tubuhmu" ajak Raina


"Hmm tidak usah sudah malam, aku juga tidak mau mengganggu waktu kumpul keluarga kalian" tolak Adimas


"Baiklah,, sekali lagi terima kasih sudah mengantarku dan hati hati" ucap gadis itu saat akan keluar dari mobil. Dan mobil adimas pun segera meninggalkan rumah keluarga waluyo.


Raina menatap kepergian mobil itu hingga mobil itu menghilang dari pandangannya.


"Hehm.." suara seseorang mengagetkan Raina


"KAU" pekik Raina terkejut


"Sejak kapan kakak disitu?" Tanyanya pada laki laki itu


"Cukup lama, yaa cukup lama bisa melihatmu lama turun dari mobil itu dan menatap kepergian mobil itu" jelas Rakadia dengan pandangan tak suka


Deg.. hati Riana pun cemas,, pasti urusannya bisa panjang.


"Ayok masuk mau sampai kapan kau diam disitu" ucap Raka datar

__ADS_1


__ADS_2