
Haii.. readers tersayang maafkan autor yang tertidur panjang dalam melanjutkan cerita ini. Karena beberpa bulan belakangan ini autor sedang menghadapi musibah, ibunda dari author meninggal dunia, setaun autor tidak menenggoknya dan hingga meninggal pun author tidak bisa disampingnya. Akibat Pademi yang mengharuskan kita semua PPKM. Mohon doanya untuk ibunda author.
.
.
Sekarang autor akan mulai melanjutkan lagi cerita kisa Dira dan Akira.. semoga kalian tetap setia dengan karya author ya..
.
Bab. 63
Anggi tiba terlebih dahulu di restoran tempat yang ditentukan oleh mama Sandra dan Adimas. Setelah menyebutkan reservasi atas nama Sandra Dirgantara, pelayan mengantarkannya ke ruang VVIP yang telah dipesan oleh Sandra, ia memilih ruang VVIP agar lebih privat berbicara dan membahasa tentang masalah yang sedang ramai dibicarakan.
Tak lama kemudian Sandra datang menyusul seorang diri karena Adimas harus ke kantor terlebih dahulu karena ada beberapa hal yang harus dia selesaikan dan berjanji akan menyusul kesana jika telah selesai.
“Assalamualikum “ ucap Sandra setelah pintu ia buka.
Anggi yang mendengar itu langsung segera bangun dari duduknya dan menyambut Sandra dengan ramah. “waalikummussalam, tan..?” jawab Anggi sambil mencium tangan sandra dengan takjim lalu cipika cipiki
“sudah lama ya nggi,, maaf tante terlambat tadi sedikit macet?” tanya sandra “ooh ya Raina mana nggi?’’
__ADS_1
“baru kok tante anggi tadi abis ketemu temen disekitar sini tan, kalau Raina katanya barusan dia bilang lagi otw tan” jelas Anggi.
“ooh sama Dimas juga lagi dijalan tadi dia harus kekantor dulu katanya ada yang urgent dan mesti diurus’’ jelas Sandara. Ia pun dan Anggi berbincang sambil menunggu para pemeran utama yang sedang terjebak macet dijalan. Sandra pun menceritakan semua nya mengenai kabar berita yang sedang viral dan menceritakan pula apa jawaban Dimas kepada keluarga.
“yaa seperti itu nggi,, kami sekeluarga juga shock mendengarnya, kami tidak percaya sama semua itu saat itu juga kami langsung mendatangi Dimas di apartementnya setelah dia menceritakan semua akhirnya papa dan om langsung mencari kebenarannya ke pihak hotel, kebetulan mereka kenal dan bersahabat, dan juga Adimas sebelumnya telah menelpon dokter untuk mengambil semple darahnya untuk mengetahui obat apa yang diberikan kepadanya, nanti kamu tanya sendiri saja sama Dimas” jelas Sandra
“ gak perlu tan, aku udah paham kok apa yang tante jelaskan barusan dan aku akan ceritain ke keluarga kami terutama mas Rayyi sama Raka, tante tau sendiri gimana posesifnya mereka sama adik mereka itu, nanti biarkan saja Dimas menjelaskan pada Raina tan.” Ujar Anggi
“baiklah sepertinya itu lebih baik, ayok kita pesan makanan saja duluan biar mereka datang bisa langsung makan’’ ajak Sandra agar lebih menghemat waktu pikirnya. Dan benar saja tak lama pesanan mereka datang Raina dan Adimas pun datang.
“Assalamualikum” ucap keduanya
“walaikummussalam” jawab Sandra dan Anggi
“gak kok mam, kebetulan tadi ketemu diparkiran”. Jawab Dimas
Dan seperti biasa Raina hanya tersenyum, entah lah apa yang dia pikirkan setelah membaca artikel yang menjadi viral dimana – mana sekarang ini.
“yaa sudah lebih baik kita makan siang dulu biar lebih enak” ajak Sandra untuk memecah kecanggungan yang tercipta diantara Raina dan Dimas.
Selang beberapa lama kemudian mereka selesai makan. Suasana masih saja hening. Sandra berfikir jika dia harus membuka obrolan terlebih dahulu karena ia yang mengajak Anggi dan Raina bertemu walaupun dia telah menjelaskan semuanya pada Anggi.
__ADS_1
“baiklah karena telah selesai makan tante mau to the point aja dengan maksud tante ngajak Anggi dan kamu sayang ketemu, tante mau menjelaskan kegaduhan yang sedang terjadi ini, tadi tante sudah menjelaskan semuanya pada Anggi, dan akan lebih enak jika Dimas yang menjadi tersangkanya menjelaskan pada kamu sayang” jelas Sandra
“benar dek,, tadi tante Sandra sudah menjelaskannya kepada mbak, nanti mbak akan jelaskan pada opa dan mas-mas mu itu, mbak sih gak bisa ngomong banyak karena kata tante Dimas, kakek dan om sedang mencari bukti kalau itu semua tidak benar, jadi kalau mereka ngotot mencari barang bukti mbak kira emang benar Dimas dijebak, tapi itu semua tergantung kamu dek percaya atau tidak dengan penjelasan Dimas nanti’’. Jelas Anggi
“gimana biar enak kita tinggal kalian berdua ya, selesaikan masalah kalian kesalahpahaman ini” ujar Sandra yang mengajak Anggi pergi.
“mbak kok pergi” akhirnya Raina buka suara melihat Anggi bangkit dari duduknya
“mbak udah gak ada urusan lagi, toh tante sudah jelasin ke mbak dek, mbak mau anter tante ke Informa katanya mau cari sesuatu buat rumahnya” jelas Angggi.
“iya sayang, mbak mu tante pinjam buat bantu pilih-pilih barang ya, kamu pulang bareng Dimas saja, Dimas nanti kamu antar Raina ya” perintah Sandra
“baik mah” ujar Dimas.
Sandra dan Anggi pun meninggalkan ruangan itu, kini sisa Dimas dan Raina suasana sangat hening untuk beberapa saat karena tak ada satu pun diantara mereka yang buka suara, entah apa yang mereka berdua pikirkan, setelah lama hening akhirnya Raina buka suara terlebih dahulu.
“katanya ada yang mau dijelaskan, kalau gak ada aku pergi?” ucap Raina. Namun Dimas masih saja diam membuat Raina kesal dan bergegas bangkit dari duduknya, namun tangan nya di cekal oleh Dimas, membuat ia menoleh ke arah pria itu. “apa?” ucapnya galak
Dimas yang melihat ekspresi Raina pun menghembuskan napas berat dan meminta gadis itu duduk kembali. “duduklah, akan aku jelaskan semuanya?’’
“dari tadi kek pake lama” dengus Raina lalu kembali duduk. Akhirnya Dimas pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tupi kepada Raina.
__ADS_1
“apa kamu percaya dengan penjelasan ku Rain?” tanya Dimas dengan sorot mata sendu.