Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab. 55


__ADS_3

Selamat membaca semua 😊😊


🌸🌸🌸🌸


Kantor Advertaising Adimas


Setelah makan siang bersama para sahabatnya,, kini Dimas dan Miko kembali ke kantor mereka setelah sebelumnya mereka mengantarkan salsa terlebih dahulu ke RS karna ia ada jadwal praktek. Sesampainya di depan ruangannya ia melihat sekretarisnya yang sedikit bar bar itu terlihat menatapnya dengan sinis,, dimas pun heran atas kelakuan sekretarisnya itu tapi ia berusaha memaklumi wanita itu karna menurutnya Mita sang sekretaris itu merupakan wanita yang baik,, cekatan,, smart dan bisa diandalkan walau memiliki sikap bar bar dan spontan.


"kenapa kami mit?? Gitu amat liatin kita?? " tanya Miko yang penasaran akan sikap Mita yang gak ada takut takutnya sama atasannya.


Mita yang mendapat pertanyaan tersebut tak menjawabnya,, ia hanya menyerahkan kotak box kue ketangan atasannya tersebut. " nih ada titipan" ucapnya jutek lalu bergegas meninggalkan meja kerjanya entah mau kemana.


Dimas yang mendapat kotak kue itu pun terheran heran saat menerimananya,, ia menatap heran kearah kotak tersebut dan melihat kearah Miko untuk mendapat jawabannya. Dan yang ditanya malah menaik turunkan bahunya tanda ia tak tau apa apa.


"coba lu buka aja bro" saran Miko karena dirinya pun penasaran atas isi dalam kotak kue tersebut,, pasalnya ia heran dalam rangka apa Mita memberikannya kue.


Dimas pun melangkahkan kakinya ke dalam ruang kerjanya untuk Membuka kotak tersebut,, diikuti oleh Miko dibelakangnya. Dan ia pun segera membuka kotak kue tersebut. "cup cake? " ucapnya pada Miko. "tumben si Mita beliin ini?? " tanyanya heran.


"gue rasa bukan dari si Mita deh bro,, orang dia makan siang dikantin kok" ujar Miko yang gak percaya kue itu dari Mita,, "eh bro tuh ada kertasnya? " seru Miko yang melihat kertas yang terselip diantara kue itu. Dan segera mengambilnya kemudian memberikanya kepada dimas. "tapi kok kertasnya logo perusahaan kita sih? " tanyanya heran melihat kertas itu,, rupanya kertas itu sobekkan dari memo perusahaannya. "masa sih dari si Mita?? " ungkap Miko heran.


"sini gue liat isinya" seru dimas yang juga penasaran dan merebut kertas itu dari tangan Miko. "bukan tulisan tangan Mita bro?? " ucapnya setelah melihat tulisan tangan dalam kertas itu,, lalu membacanya.


...Hei Dimas...


...Maafkan aku yang tak menjenggukmu ketika kamu sakit?? ...


... Sebenarnya waktu itu aku datang kesana tapi melihatmu sedang bersama salsa aku tak mau menggu kalian. Dan aku senang kini kamu telah sehat...


...Ini aku buatkan kue sebagai tanda permintaan maafku dan balasan atas pemberian bunga mawar dari mu waktu itu,, ...

__ADS_1


...aku suka bunganya terima kasih...


...Semoga kamu suka kue nya. ...


...Oh ya yang kamu liat itu kemarin dia teman ku dan juga teman kedua kakakku...


...Salam Raina...


Dimas pun terdiam setelah membaca surat itu,, hatinya menghangat dan ditatapnya cup cake yang sangat manis itu. "bro itu dari raina?? Dan lu bener cowok itu bukan pacarnya" ucap nya pada Miko. Dan Miko pun langsung menyambar surat tersebut karena kepo atas isinya.


"apakan yang gue bilang" serunya sambil memukul lengan sahabatnya. "eh tapi tunggu deh bro?? Ini kertas yang dia pake tulis itu kan kertas perusahaan sini jadi berarti dia datang kesini tadi" jelas Miko yang membuat Dimas terkejut dan baru menyadari itu.


"panggil si Mita bro? " perintahnya pada Miko.


Dan Miko pun langsung menuju meja Mita


Untunglah Mita telah kembali ke mejanya,, dan kini mereka keruangan Dimas


"baru sadar kemana aja?? " jawab Mita sewot.


Bener bener udah gak ada akhlak ini si Mita,, kaya author kalau udah kesel sama atasan juga gitu πŸ˜‚πŸ˜‚


"serius dia kesini?? Kapan?? Kenapa gak suruh dia nunggu dan kamu telpon saya?? " pertanyaan Dimas merepet bak soal ujian PKN banyak bener.


Mita pun hanya Menghela napasnya,, mendapat bertanyaan bertubi tubi dari atasannya itu. "saya jawab ya pak dengerin baik baik,, pertama serius dan benar kalau mbak Raina kesini,, kapan yaa waktu bapak baru turun dari lift dia udah ada dilobi,, kenapa gak disuruh nunggu mbak Raina nya gak mau mungkin sama kaya saya gelii dia liat ulet keket gelendotan ditangan bapak,, dan terakhir kenapa saya gak hubungi bapak soalna mbak Raina ngelarang katanya takut ganggu bapak sama ulet keket". Jawab Mita dengan tegas.


Miko yang mendengar jabawan dari Mita pun tak bisa menahan tawanya dan langsung tertawa terbahak bahak sambil mengacungi dua jempol kepadanya. Sedangkan Dimas hanya bisa diam mencerna ucapan sekretarisnya itu.


"sebagai info tambahan yaa pak,, mbak Raina sepertinya sedih melihat bapak sama si ulet keket mata mata berkaca kaca pak,, dia tuh liat bapak sama si ulet keket pas keluar lift tapi dia sembunyi pak sampe nabrak saya,, dia keliatan kecewa banget pak" ucap Mita lalu meninggalkan ruangan atasannya tersebut,, tapi sesampainya di depan pintu ia berbalik menghadap atasannya lagi lalu berkata "jangan kasih harapan palsu pak,, jadi pria harus berani tunjukkan sikap,, pertahankan dan perjuangkan yang layak pak,, jauhi yang tak patut diperjuangkan". Ujarnya kemudian bergegas keluar

__ADS_1


Dimas masih saja diam dikursinya sambil menatap kue buatan Raina,, kenapa dia tidak tau kue itu dari Raina karna box kue itu tak memakai brand cafenya. Dimas mencerna semua ucapan Mita.


"bener bro kata Mita,, kalau lu serius sama Raina perjuangkan dia lawan laki laki yang dekat sama dia,, tunjukkin lu serius sama dia,, jangan lu malah nempel nempel sama si Salsa,, walaupun gue tau lu ga suka sama Salsa,, tapi kebaikkan lu disalah artikan sama si salsa apalagi Di terang terangan suka sama lu" nasehat Miko kemudian ia kembali keruangannya.


"yaa kalian benar gue harus perjuangin Raina" gumam dimas


🌸🌸🌸🌸


Restoran Jepang


Sementara itu kini Raina sedang berada di restoran jepang bersama kakaknya yaitu Rakadia,, Raka yang sedang kosong jadwal praktek seperti biasa mengajak adiknya makan siang bersama.


"dek kamu kenapa? " tanya Raka yang melihat wajah sendu adiknya


Raina pun yang me dapat pertanyaan dari kakaknya pun kaget "aku??" tanyanya gugup


"iyaa lah kamu,, emang ada siapa lagi dimeja ini selain aku sama kamu" jawab Raka "ckk,, udah pasti dan yakin 1000% kalau adek kakak sedang banyak masalah?? Kenapa hmm? "


Raina pun tau jika dirinya tak dapat berbohong didepan para kakaknya,, mau tak mau dia pun bercerita kepada kakaknya.


"ooh kamu jadi galau nie ceritanya sama si dimas?? Kurang ajar banget dia bikin adek gue galau" seru Raka yang kesal sama Dimas,,


"iih kakak udah dong,, aku jadi malas aah cerita cerita sama kakak" ucap Raina sambil memanyunkan bibir terlihat imut dimata Raka. Raina menceritakan semua namun ia menutupi lelaki yang bersama nya saat dimas melihatnya adalah Revano karna bisa bahaya pikirnya.


"iyaa,, iya kakak becanda? nie kakak mau ngomong serius kalian tuh sebenarnya sama sama suka tapi gengsi tau gak,, tapi yang kakak gak suka sama si Dimas dan agak berat ngelepasin kamu sama dia itu karna Dimas gak bisa tegas sama si Salsa" ujar Raka


"udah laah yaah gak usah dibahas,, kan sekarang waktunya we team kita kak,, aku gak mau sedih sedih kak,, abis ini kita nonton yuk kak sama main time zone kan udah lama banget" ujar Raina pada Raka.


"okey,, kita akan kencan hari ini" ucap Raka.

__ADS_1


"yeiiii" seruu Raina.


Dan keduanyanya pun segera menuju mall favorite mereka untuk menonton film. Hari ini Raka habiskan waktunya untuk menemani adik tersayangnya.


__ADS_2