
Hallow readers terima kasih sudah membaca karya author.. jangan lupa like nya..
.
.
----------
Kantor Advertising
Setelah kepulangannya kemarin mengantar Raina,, Adimas pun masih terus memikirkannya ada perasaan bersalah yang terus mengelayuti hatinya,, entahlah mengapa bisa dia rasakan seperti itu pasalnya kejadian itu telah lama terjadi dan hanya kenakalan remaja biasa yang menurutnya hal biasa saja namun ternyata akibatnya begitu dalam bagi Raina sehingga sangat membencinya.
"Katakan pada ku,?" Sela Adimas sambil mengetuk ngetukan bolpoint diatas meja kerja nya. Mata nya masih tetap tertuju pada lembaran hasil rapat diatas mejanya.
Miko yang sedang duduk diseberang meja kerja Adimas pun menghentikan penjelasannya tentang hasil rapat kemarin yang Adimas tinggalkan,, "apa?" Tanya nya
Adimas mengangkat wajahnya lalu ia menyenderkan tubuhnya dikursi kerjanya,, lalu menghembuskan napas panjang seolah ada beban berat dipundaknya,, lalu ia pun menjawab "kalau lu udah minta maaf tapi permintaan maaf lu gak diterima,, apa yang lu lakuin?"
Miko menatap Adimas sekilas, lalu ia mendesah keras " gue kira ada apa" jawabnya singkat
Adimas pun kesal dengan jawaban dari asisten sekaligus sahabatnya itu "lu kira itu hal sepele,, denger apa pertanyaan gue barusan" dengusnya
Miko pun menggelengkan kepala melihat sahabatnya yang tak biasanya memikirkan hal sepele hanya sebuah maaf yang tidak diterima. "Oke baiklah gue rasa kita pertama harus menyelesaikan masalah lu itu dulu kelihatannya sangat mengganggu idup lu,, sebelum kita lanjut kemasalah kerjaan karna lu ga bakalan fokus sama kerjaan sebelum tuh masalah kelar,, coba lu ceritain biar detail pertanyaan lu barusan biar gue bisa ngasih solusi yang tepat."
"Uuh.. dengerin baik baik gue ga mau ngulang"
"Jika lu punya salah terus lu udah minta maaf tapi permintaan maaf lu ga diterima,, apa yang lu bakal lakuin" ulang Adimas
"Laki laki apa perempuan" tanya miko
"Hmm.. perempuan" jawab Adimas
Miko pun mengangkat bahu " jika yang lu maksud adalah si salsabila gue tau lu lebih sangat ahli dalam menghadapi dia.. dia bisa ditenangkan dengan lu ajak makan malam.. shoping atau kata manis lu juga dia pasti luluh".
Adimas hanya menggelengkan kepala " dia bukan Salsabila yang bisa ditenangkan dengan mudah" geram nya sangat prustasi menghadapi Raina "dia... galak" ucapnya lagi
__ADS_1
Alis Miko terangkat penasaran siapa gerangan wanita yang telah buat sahabatnya itu seperti ini bukan seorang Adimas banget yang cuek "well,, siapa dia ? Apa gue kenal?" Tanyanya
Adimas memainkan kursi yang ia duduki denga memutar mutarnya " lu ga kenal dia"
"Ooh,, wait sejak kapan lu bergaul sama cewek cewek galak,, biasanya selalu cewek cewek manis yang ngedeketin lu ?" Tanya miko penasaran
"Sejak kakek gue milihin buat gue tunangan galak" ucap Adimas yang membuat miko tertawa terbahak bahak " PUAS LU" katanya lagi.
Miko pun menghentikan tawanya. Lalu berubah serius lagi "Tunangan ? Jadi lu nerima pertunangan itu?" Tanyanya.
Adimas pun mengela napas panjang dan menghembuskannya "entah lah,, awalnya gue mau nolak,, tapi setelah gue kenalan sama dia rasanya aneh gue juga susah jelasinnya yang pasti seolah takdir mempermainkan gue"
Miko pun tak mengerti dengan ucapan sahabatnya itu " maksud lu,, takdir mempermainkan lu,, apa lu udah jatuh cinta sama dia tapi dia udah punya cowok yang dicintai"
"Gue gak tau dia punya orang yang dia cintai apa gak" jawab Adimas
"Lalu,, yang jadi bikin lu galau gini apa ?" Tanya miko lagi
"Jadi tunangan gue itu ternyata temen SMA gue dan dia sangat benci sama gue,, gue ngerasa bersalah sama dia" ungkapnya
"Iaa gue udah buat salah sama dia" kata Adimas lalu dia menceritakan awal mula masalahnya pada sahabatnya.
Miko pun mendengarkan dengan seksama cerita sang sahabat,, tanpa pertanyaan ia hanya menggeleng gelengkan kepala mendengar kisah sang sahabat hingga cerita itu usai. Ia pun lalu bisa berkomentar.
"Itu seeh parah banget lu pantes dia ga maafin lu" hanya kata itu ya ng terlontar dari mulut miko,, ia tak percaya jika sahabatnya bisa berfikiran seperti itu membully cewek dengan kata kata yang tak sepantasnya tentang asal usulnya.
"Iya,, gue tau itu salah dulu gue ga mikir sejauh itu sekarang gue nyesel" kata Adimas penuh penyesalan.
" yang pasti lu harus terus minta maaf sama dia bro,, usaha lebih keras lagi pantang menyerah,, yakinkan lu sangat menyesal,, asal lu tulus gue yakin dia bisa maafin lu" kata Miko memberi saran.
"Iyaa lu bener gue harus berusaha lebih keras lagi,, yaudah kita lanjutin kerja lagi" kata Adimas
Miko pun hanya mengikuti perintah bos yang sekaligus sahabatnya itu,, ketika baru saja hendak menjelaskan kembali lagi lagi Adimas menginterupsinya. Dengan mengangkat tangan.
"Apa lagii?" Kata miko kesal
__ADS_1
"Apa lu udah dapat lokasi syuting untuk iklan ini" kata Adimas melihat file file dimeja kerja nya
"Ada beberapa cafe yang masuk list tapi belum kita putusin" jelas Miko
"Cafe mana aja itu ?" Tanya miko
" cafe cinta ,, maraka cafe,, sudut cafe,, cafe jiwaraga.. triple'R cafe,, rafleshia cafe.. cafe ...." belum beres miko mengucapka dua cafe lagi dalam listnya lagi lagi Adimas memotongnya
"Apa tadi ada Triple'R cafe yaa " tanya nya
"Iaa bener tuh masuk dalam list kita " jawab miko
"Oke.. kita pilih cafe itu buat lokasi syuting iklan kita,, lu urusin dah perizinannya" perintah Adimas sambil tersenyum senyum
" kenape lu senyum senyum gitu,, ngerii gue" tanya miko penasaran
" ntar gue yang pimpin langsung project iklan itu" jawabnya yang ga sesuai dengan pertanyaan miko. Miko pun melihat keanehan pada sahabatnya itu
"Tumben lu mau turun langsung kelapangan.. terus ngebet banget pengen pake tuh cafe " tanya penasaran
"Udah lu kerjain aja,, sekali mendayung 2 pulang bisa gue dapetin" kata Adimas.
"Makin aneh lu,, yaudah yaa berarti cukup ni penjelasan gue tentang project ini,, gue mau urusin semuanya dulu" tanya miko
Yang dijawab anggukan oleh Adimas. Lalu miko pun keluar dari ruangan bos nya itu. Sementara Adimas masih tersenyum senang,, saatnya dia menyusun rencana untuk meminta maaf pada Raina,, jika project dia berhasil memakai cafe miliknya otomatis dia makin bisa sering bertemu dengannya.
---------
Kira kira apa bisa mereka syuting di cafe itu?
Usaha apa yaa yang akan adimas lakukan untuk memperoleh maaf Riana..
.
.
__ADS_1