Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab. 53


__ADS_3

Happy reading semua,, jangan lupa like nya ya


🌾🌾🌾🌾


Raina meninggalkan apartement dimas dengan perasaan sedih tak bisa ia pungkiri lagi hatinya sakit melihat kedekatan dimas dan salsa barusan dan air matanya pun tak bisa terbendung lagi untuk tidak luruh.


Ketika ia sedang menunggu taxi onlen yang dipesannya ia bertemu dengan Revano,, lelaki itu memberhentikan mobil nya setelah melihat raina berdiri dipinggir jalan apartement dimas.


"Aina?" panggil revano dari balik kaca mobil yang ia turunkan sebagian.


Merasa ada mobil yang tak asing baginya dan seseorang yang memanggilnya raina pun menghela napas setelah melihat orang yang menyapanya. " eh hai rey" jawabnya datar dan sibuk membersihkan wajahnya.


"mau kemana kamu?? Sini aku antar?? " tawar lelaki itu yang merasa ada sesuatu hal yang terjadi pada mantan pacarnya itu.


"ooh gak usah re,, aku sudah pesan taxi kok tadi ini sudah mau dekat kok orangnya" tolak raina halus


"bisa di cancle kan na,, biar aku antar aku tau kamu lagi gak baik baik aja" ujar lelaki itu yang sedikit memaksa dirinya. "kita tunggu saja taxi kamu datang lalu cancle dia ya".dan tak lama sebuah mobil sejuta umat datang mendekat kerarahnya dan sang pengemudi seraya berkata padanya "mbak raina ya?" tanya sopir itu dan dijawab anggukan oleh raina "maaf mbak sedikit lama karna isi bensi dulu" jelas sang sopir karna kehadirannya yang lama. "tidak apa pak,, maaf dicancle saja ya pak" kali ini bukan raina yang menjawab melainkan revano. Sang sopir pun melonggo dibuatnya "lalu gimana pak?" tanya sopir itu merasa keberatan karna akan menurunkan performanya di aplikasi tersebut. Melihat kegundahan sang sopir,, Revano pun mengerti "tenang pak tetap saya bayar pak sesuai pesanan mbak ini" jelas revano. Sang supir pun merasa sedikit lega mendengarnya seraya berkata kembali "maaf pak kalau bisa,, mbaknya jangan di cancle aplikasinya ubah rute saja ke mall xx saya akan mencari penumpang disana biar rate saya tidak turun pak akibat dicancle" jelas sopir tersebut. Tak masalah menurut revano kemudian dia meminta aina untuk mengubah tujuannya sementara dirinya membayar tagihan tersebut.

__ADS_1


"jadi masalah beres dan gak ada alasan kamu nolak saya antar" ujar revano dengan senyuman,, lalu membuka pintu mobil bagian depan dengan senyuman indahnya. Mau tak mau gadis itu menerima tawaran lelaki itu dengan terpaksa.


Suasana hening terjadi didalam mobil tersebut. Untuk memecahkan keheningan revano mulai berbicara pada gadis yang duduk disampingnya "kamu habis anter pesanan ya? " tanyanya


"gak aku abis jengguk teman yang sakit" jawab raina sambil memandang kearah luar jendela.lalu ia tersadar jika mobil itu membawanya ke arah yang berbeda dengan tokonya ataupun apartemennya "looh,, kamu mau anter aku kemana ini??"tanyanya heran


Revano yang melihat kepanikkan gadis pun tersenyum "tenang aina,, aku gak akan nyulik kamu kok,, mana berani aku sama kedua kakak kamu? " jawabnya


"jelas lah kamu gak akan pernah berani menghadapi kedua kakak aku"ucap raina penuh penekanan.


Tanpa mereka sadari,, ada seseorang mengikuti dan mengamati mereka dari mulai apartemen hingga ke sebuah restoran mewah tersebut dan mengambil beberapa foto interaksi mereka dengan senyuman liciknya.


Sesampainya di restoran pilihannya revano segera bergegas turun dan membantu membuka pintu sampingnya dan mengajak gadis itu untuk masuk kedalam. Mereka pun telah mendapat tempat yang nyaman didalam restoran tersebut dan memilih menu pilihan mereka. Sambil menunggu pesanan tiba revano bertanya pada gadis itu.


"kamu seperti sedang sedih?" tanya nya yang melihat gurat kesedihan pada gadis didepannya karna biasanya gadis itu akan memasang wajah juteknya.


"kamu bisa cerita sama aku aina,, bukankah kita berteman?"

__ADS_1


"maaf,, tapi aku gak apa apa kok" dusta raina.


Ia tak mau menceritakan kegundahan hatinya karna mana mungkin ia menceritakan gundah hatinya terhadap dimas didepan lelaki lain yang jelas masih menyukai dirinya.


"kamu yakin baik baik saja aina?" tanya revano lagi


"iyaa aku yakin baik baik saja,, tak usah khawatir"


Revano pun menghela napasnya ia yakin gadia itu sedang tidak baik baik saja namun ia tak mau memaksanya untuk cerita takut jika gadis itu tak nyaman bersamanya. "baiklah,, tapi yang harus kamu ingat,, aku akan selalu ada untukmu,, jika ada masalah jangan sungkan bercerita yaa? " ujar revano sambil megenggam tangan raina dan mengelua rambutnya gadis itu.


Momen itu tak di sia siakan oleh seseorang yang sedari tadi mengngikuti mereka dan langsung segera mengambil beberapa foto lagi. "sempurna" ucap orang itu melihat hasil fotk yang ia ambil menapilkan revano yang menggenggam tangan dan mengelus rambut raina.


Lalu orang tersebut mengirimkan beberapa foto yang ia ambil tadi dan di depan apartement ke nomer seseorang.


Sent


"aku harap kamu melupakan dan membenci dia" ucap orang itu dengan senyum liciknya setelah berhasil mengirim foto foto tersebut.

__ADS_1


__ADS_2