Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 43


__ADS_3

Terima kasih readers tersayang masih setia dengan kisah Raina dan Adimas,.


.


.


Jangan lupa baca karya Author lainnya CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)


.


.


Jangan lupa kasih dukungannya agar author semangaat up nya dan sapa sapa author di kolom koment πŸ˜‰


.


.


🌺🌺🌺🌺


Setelah mengambil baju untuk Dimas dan baju yang dirasa cocok untuk Raina,, Miko bergegas keluar dari kamar tersebut tanpa memperdulikan keberadaan Salsa,, sementara Salsa ia masih diam di kamar Dimas tanpa berfikir apa pun karna ia mengiria Miko hanya meminjam baju milik Dimas. Dan dia masih nunggu Dimas didalam kamar pria itu.


Sementara dikamar lain,, Raka tengah memberi pertolongan pada Raina dan Dimas ketika Miko kembali ke kamar tersebut dan menyerahkan baju kepada Dimas juga Anggi untuk dikenakan kepada Raina.


"Dim,, sana ganti baju mu dulu dikamar mandi,, dan Raka juga kamu Miko keluar sembentar mbak mau bantu Raina ganti baju" perintah Anggi,, yang ditaati semuanya.


"Ganti bajunya dulu dek,, sini mbak bantu" ujar Anggi pada Raina. Dan gadis itu hanya patuh.


Tak berapa lama Dimas keluar dari kamar mandi setelah berganti pakaian dan diikuti oleh Raka dan Miko yang sedari tadi menunggu di luar. Sedangkan Raina sudah tertidur akibat obat yang ia minum.


"Mik,, gak ada yang tau kan kejadian ini?" Tanya Dimas


"Tenang beres" jawab Miko


"Gue gak mau bikin heboh semua orang dan itu akan membuat Raina malu" ujar Dimas lirih


"Ka coba lu ambil darah gue buat sample,, lalu nanti kita bawa ke lab,, gue penasaran sama obat yang dicampur ke dalam minuman kita,, sumpah efeknya dahsyat banget padahal kita berendam udah ada 1 jam" ujar Dimas pada Raka


"Tapi lu gak gak apa apain adek gue kan?" Tanya Raka yang sedari tadi penasaran


"Kan kalian liat sendiri tadi keadaan kamu,, kalau gue mau berbuat lebih gak mungkin gue telpon Miko dan nyuruh lu sama Mbak Anggi kesini" ucap Dimas tegas "lu juga bisa visum adek lu apa gue udah lecehin dia" ujar Dimas lagi.


"Sudah jangan bertengkar,, sekarang kamu ambil darahnya Dimas dan langsung cek ke lab,, sekarang biarin Dimas sama Raina istirahat dulu baru kita bahas lagi" ucap Anggi


Raka pun segera mengambil sample darah Dimas dan ia akan segera mengeceknya di rumah sakit terdekat.


"Perginya biar diantar sama Miko" ujar Dimas


"Dim,, bekas minuman yang tadi diminum ada dimana?" Tanya Raka


"Dihalaman dekat ayunan"


"Ayok Mik kita ambil dan periksa juga" ujar Raka kepada Miko dan bergegas pergi,, namun Miko kembali lagi ke hadapan Dimas


"Apalagi bro?" Tanya Dimas


"Sebaiknya lu jangan istirahat di kamar lu,, ada si Salsa disana gue juga ga tau dia lagi apa" jelas Miko lalu menyusul Raka


"Dim kira kira siapa yang berbuat kaya gitu sama kamu sama Raina?" Tanya Anggi


"Aku juga gak tau mbak,, setelah Raka balik kita bicarakan lagi mbak,, saya minta kita bersikap biasa saja ya mbak,, biar pelakunya ga curiga" ucap Dimas


"Sebaiknya mbak menemui suami mbak dulu takut dia nyari" ujar Anggi


"Iya sebaiknya gitu,, biar aku jaga Raina lagi pula di kamar dimas ada si salsa,, dimas tidur disofa itu saja" ujar dimas sambil menunjuk sofa di dekat kaca.


Anggi pun meninggalkan kamar tersebut ia takut suaminya curiga karna dirinya lama gak kembali,, sedangkan Dimas karna dirasa lelah dan mengaruh obat yang diberikan Raka akhirnya dia tertidur dikursi itu.


Sama halnya dengan Salsa yang kini tengah tertidur pulas di kamar Dimas akibat obat tidur yang diberikan Miko ke dalam minuman yang diantarkan oleh mbok sum,, Miko curiga jika Salsa lah pelaku perbuatan nekad itu,, tapi ia tak mau membahasnya sekarang.

__ADS_1


"Dari mana aja sih kamu?" Tanya Rayyi kepada istrinya karna baru muncul


"Itu tadi asyik ngobrol sama adek" jawab Anggi


"Oppa mana mas?" Tanya Anggi karna disana hanya ada suaminya dan orang tua Dimas


"Oppa kalian sudah istirahat dikamar nya,, kalian istirahatlah dulu,, biar tante panggilkan bibik dulu buat antar kalian" ujar mama Sandra lalu memanggil bik inah untuk mengantarkan pasangan suami istri itu ke kamar yang telah disediakan.


Jam telah menunjukkan pukul 5 sore,, Anggi beranjak dari tempat tidurnya rupanya dia dan Raka ketiduran setelah masuk ke dalam kamar,, dilihatnya sang suami masih tertidur pulas,, Anggi segera membersihkan diri lalu menemui adiknya.


Ketika menuruni tangga Anggi melihat Raka dan Miko baru saja kembali.


"Gimana?? Udah ada hasilnya?" Tanya Anggi yang dijawab Anggukan oleh kedua pria tersebut.


"Yaudah kalian segera mandi,, lalu kita bahas ini sama Dimas,, mbak mau bangunin adek dulu" ujar Anggi lalu menuju kamar yang ditempati adik iparnya. Sementara Raka dan Miko bergegas ke dapur mencari mbok sum untuk menanyakan kamar yang akan ditempati mereka.


"Mbok sum" seru Miko


Wanita paruh baya yang namanya dipanggil itu segera menghadapnya. "Iya mas Miko bisa mbok bantu?" Tanya nya Ramah


"Mbok kamar buat dokter Raka dimana ya sama kamar buat aku kayanya aku tidur sini mbok" ujar Miko yang telah akrab dengan ART dirumah ini


"Kamarnya mas Miko udah disiapkan dikamar biasa,, kalau buat pak dokter mari mbok Antarkan" ujar mbok sum hendak mengantarkan Raka


"Mbok,, minuman yang tadi saya minta udah dikasihkan ?" Tanya Miko perihal minuman untuk Salsa


"Beres udah mas" ucap mbok sumi. Dan mbok sumi pun mengantar Raka ke kamarnya yang ada dilantai 2,, di rumah Dirgantara terdapat bayak kamar. Dibawah saja ada 5 kamar (kamar kakek Gilang,, kamar orang tua Dimas,, dan 3 kamar tamu yang salah satunya tengah dipakai oppa dan Raina),, sedangkan dilantai 2 sendiri terdapat 4 kamar (kamar Adimas dan 3 kamar tamu yang kini akan digunakan oleh Rayyi, Raka dan satunya untuk Raina),, sementara untuk Miko sendiri ia biasanya tidur di paviliun belakang yang terdapat 2 kamar.


"Kok mas Miko ngikut kesini,, kan mas biasa tidur di paviliun?" Tanya mbok sum heran karna melihat Miko ikut naik ke lantai 2.


"Aku ada perlu bentar kok mbok" ucap Miko cengegesan.


Mbok sum pun maklum pasalnya Miko udah terbiasa dirumah ini,, setelah mengantarkan Raka ke kamarnya mbok sum pun terkejut dengan ulah Miko yang mengunci kamar Dimas dari luar karna yang ia tau dikamar itu ada sahabatnya mas Miko dan Dimas sendiri.


"Kok dikunci mas,, kan ada mbaknya?" Tanya Miko heran


Setengah jam berlalu mereka (Anggi, Miko, Raka, Riana dan Dimas) tengah berkumpul di kamar yang sedari tadi ditempati Dimas dan Raina.


"Jadi gimana hasil lab nya" tanya Dimas penasaran


"Benar,, ada seseorang yang memasukkan obat perangsang ke dalam minuman yang kalian minum,, dan ini jenis obat langka yang jarang beredar dimasyarakat pada umumnya dan efeknya bener bener gila" terang Raka


"Untung aja kalian kuat menahannya,, dan tidak sampai terbawa arus,, gue terima kasih sama lu karna lu bisa menjaga adik gue" Lanjut Raka


"Tapi siapa yang tega lakuin itu?? Apa jangan kamu yang sengaja lakuin itu?" Ucap Raina menuduh Dimas


Semua orang yang ada disana terkejut dengan ucapan Raina.


"Dengar Rain,, coba kamu fikir kalau aku sengaja kenapa gak aku suruh kamu minum aja sendiri biar aku bisa menikmati diri kamu yang liar akibat obat itu,, gak perlu susah susah aku nahan hasrat yang ada didiri aku,, dan aku udah menerkam kamu dari tadi juga tapi apa aku meminta bantuan kakak kamu" jelas Dimas yang sedikit kesal dengan pemikiran Raina. Dan Raina kembali beefikir apa yang diutarkan Dimas ada benarnya


"Mbak rasa bukan dimas dek pelakunya,, dia juga menahan sakit seperti kamu" terang Anggi


"Tapi siapa pelakunya" ujar Raka


"Gue rasa si Salsa" ucap Miko yang membuat semua orang tersentak dan menatap wajahnya


"Jangan asal tuduh kamu,, dokter salsa gak ada dari tadi" ucap Raka


"Denger gue gak asal tuduh,, tadi sewaktu si dimas nyuruh gue ambil baju dikamarnya tuh cewek udah ada dikamar si dimas dan langsung meluk gue ketika gue buka pintu dia pikir itu dimas,, tau gak kalian dia disana cuma pake baju haram aja,, beuh seksoy" jelas Miko


"Sialan tuh cewek kalau emang bener nekad banget" umpat Dimas kesal,, sementara Raina dengan pemikirannya sendiri apa Dimas dan Salsa suka berdua duan dikamar sampe Salsa nekad masuk ke kamarnya,, karna jika tidak pernah diajak mana mungkin dia berani masuk ke dalam kamar,, fikirnya.


"Sekarang dimana dia?" Tanya Dimas kesal


"Tenang gue udah kasih dia obat tidur mungkin masih molor dikamar lu dan kamar lu udah gue kunci" jawab Miko sembari menunjukkan kunci kamar dimas.


"Yaudah lebih baik kita kasih tau para orang tua, biar bagaimana pun mereka harus tau" ujar Anggi


"Iyaa mbak aku pikir juga gitu,, setelah makan malam kita kasih tau mereka" ujar Dimas

__ADS_1


"Jangan lupa cari bukti keterlibatan Salsa " ucap Miko.


🌺🌺🌺🌺


Kini mereka semua makan malam dengan hikmad,, tak ada yang curiga atas kejadian tadi siang.selesai makan Dimas meminta semua orang tidak pergi dulu ada hal yang ingin dia sampaikan.


"Maaf semuanya saya ingin kalian disini semua ada yang ingin saya sampaikan" ujar Dimas membuat semua orang tua penasaran


"Apa dim,, apa kamu mau melamar Raina?" Tanya mama Sandra yang paling antusias


"Bukan mah,, Dimas mau jelasin masalah yang terjadi tadi siang"


"Ada masalah apa?" Tanya papah Ardi terkejut pasalnya dari tadi tidak terjadi apa apa.


"Begini mah,,pah,, oppa,, kakek dan mas Rayyi,, tadi siang seusai acara telah selesai saat dimas dan raina dihalaman belakang ada seseorang yang memasukkan obat perangsang diminumab kami"


Duaaaarrr...


Para tetua sangat kaget mendengarnya.


"Dek kamu gak apa apa?? Apa kamu udah ngelakuin *** sama dia??" Tanya Rayyi cemas


"Mas tenang dulu,, semua baik baik saja dengar dulu cerita dimas" ujar Anggi menenangkan sang suami


"Jadi kamu udah tau dari tadi yang?" Tanya Rayyi


"Iyaa mas gak hanya aku Raka juga tau,, sudah dengarkan saja dulu,, Raka aja tenang jadi semua baik baik saja" jelas Anggi dan akhirnya Rayyi menurut.


"Bisa saya lanjutkan yaa?" Ucap Dimas.


"Sewaktu kami dihalaman,, dimas memesan minum ke bik inah,, setelah meminumnya tak berapa lama efek obat itu mulai berasa,, Dimas akhirnya menyuruh Raina masuk kedalam kamar di dekat kolam itu dan menyuruhnya berendam karna menurut artikel obat seperti itu bisa merada efeknya dengan berendam,, namun sejam kita berendam efek obat itu ga hilang juga,, akhirnya dimas menghubungi miko meminta Raka dan Mbak Anggi membatu kita,, maaf dimas ga kasih tau kalian karna takut membuat kalian khawatir" jelas Dimas


"Jadi kalian boleh tanya Miko,, Raka atau pun Mbak Anggi gimana keadaan kita waktu itu,, Dimas gak ngelakuin apa apa ke Raina,, hanyaa.."


"Hanya apa ??" Potong Rayyi geram


"Hanya saja kita berciuman yaa hanya berciuman itu juga karna Raina yang menarik tengkuk Dimas mas,, dimas membalasnya karna untuk mengurai rasa sakit Raina dan menghentikan dia meggosok kulitnya hingga memerah seperti itu" jelas Dimas,, dan membuat wajah Raina memerah karna ia mengingat betapa buasanya dia mencium dimas.


"Ooh mbak kirain apa?" Ucap Anggi yang menggoda Raina


"Setelah Raka periksa sisa minuman dan sample darah dimas ternyata itu obat sangat keras dan tak beredar luas,, efeknya sangat kuat untung saja mereka kuat menahannya" jelas Raka


"Oppa dan mas juga tenang Raina masih Virgin Anggi udah cek kok" ucap Anggi sedikit frontal guna menenangkan oppa dan suaminya.


"Bik inaah,,, mbok sum kemari !!!" Seru mama Sandra tegas,, ia sangat murka atas kejadian itu untung saja anaknya bisa mengontrol diri.


Merasa di panggil oleh nyonya besarnya kedua ART itu pun langsung menghadap,, dan melihat muka tegang disemua orang yang duduk di ruang makan. Mereka berfikir kesalahan apa yang mereka telah lakukan.


"Bik jelaskan siapa yang bikin minuman pesanan mas Dimas?" Tanya mama Sandra


"Saya nyah" aku bik inah


"Siapa yang menyuruh kamu mencampur obat diminuman itu hayoo ngaku" tanya mama sandra lantang


"Obat,, obat apa nyah,, saya ga campur apa apa" ujar bik inah takut.


"Maaf nyah,, mas Dimas memang menyuruh si inah buat minuman,, waktu itu saya ada dibelakang sedang urus paket buat panti asuhan,, dan saya lihat disitu ada non Salsa yang sedang menyuruh inah mengambil tisu toilet karna habis,, ketika saya tanya mau saya saja yang ambilkan non Salsa melarang saya dan menyuruh saya kembali mengerjakan tugas saya,, inah lumayan lama mengambil tisu tapi saya gak memperhatikan non Salsa lagi,, setelah beres pekerjaan saya,, lalu saya bertanya sama inah buat minuman untuk siapa,, dan inah bilang buat mas Dimas saya bilang ini sirupnya kebayakan karna mas dimas tidak terlalu suka manis,, yaa saya tuangkan saya sirup yang ada di gelas mas dimas ke gelas satunya sesuai takaran pas nya mas dimas dan menambahkan lagi sirup digelas lainnya. Jadi saya bisa pastikan inah gak naruh apa apa nyah" jelas mbok sum yang merupakan ART senior


"Bik apa salsa tanya tentang minuman yang bibik buat waktu itu?" Tanya Miko


"Iya,, waktu itu dia sebelum nyuruh saya dia tanya ini minuman buat siapa saya bilang ini buat mas dimas gitu mas Miko" jawab Inah


"Udah jelaskan siapa pelakunya,, yaa si Salsa" ucap Miko


"Gak mungkin gak ada apa apa dia udah dikamar lu dan pake baju seksoy" ujar Miko lagi yang sama geramnya.


"Salsa!!!" Geram mama sandra


"Dimana wanita ituuu" ujar mama Sandra emosi

__ADS_1


__ADS_2