
hallo readers terima kasih sudah membaca kaya author.. jangan lupa like nya 😘😘😘
.
.
Â
Aparterment Adimas
Adimas baru saja pulang dari kantornya setelah pukul 10 malem dia sangat lelah karena mereka sedang diburu kliennya untuk sebuah iklan yang akan tayang dibulan februari besok,, iklan produk coklat yang selalu diburu pada hari raya valentain .. jadi dia dan timenya harus segera menyelesaikannya.
ceklek...
suara pintu apartementnya terbuka,, suasana sangat sunyi kemungkinan sang kakek telah tidur,, yaah kakek Gilang sekarang dia sekarang lebih senang tinggal disini bersamanya,, tumben sekali pasalnya kakeknya itu jarang mau untuk tinggal lama bersamanya ataupun kedua orang tuanya. dia lebih memilih tinggal seorang diri dipuncak selain udaranya segar tentu dia tidak ingin jauh dari kenangan ia bersama istri tercinta. entah sekarang kakeknya sangat betah tinggal disini. yang Adimas tau pasti bahwa kakeknya memiliki misi tertentu sehingga mau tinggal dijakarta kota yang sangat dia
benci karena polusi udara dan macetnya,, rupanya perjodohan itu sangat serius fikir Adimas.
"Hai nak baru pulang kamu?" tanya kakek sedang duduk di depan tv
"Iya kek" jawab Adimas sambil mencium tangan sang kakek
"ku kira kakek sudah tidur?" tanya Adimas heran pasalnya sang kakek terbiasa tidur jam 9 malam.
"aku tidak bisa tidur"
"bagaimana hubunganmu dengan Raina,, dim?" tanya kakek
"hmm,, biasa saja tidak gimana gimana" jawab Adimas sambil berlalu menuju pantry.
"apa kakek mau ku buatkan susu hangat atau coklat hangat" tawarnya
"iyaa boleh buatkan aku coklat hangat saja dim" kata kakek
"aku berharap kau bisa menerima Riana, dim"
"aku sangat menyukai anak itu,,dia anak baik,, kau akan beruntung memilikinya" ucap sang kakek sambil mengambil secangkir coklat hangat dari tangan Adimas.
Adimas hanya bisa menarik napas nya mendengar perkataan sang kakek,, keduanya duduk didepan tv dengan saling diam. tak berapa lama kakek beranjak dari duduknya.
"aku ingin mendengar kabar baik dari mu juga Riana,, hanya itu harapan ku di sisa usiaku.. ku ingin melihatmu menikah dan berbahagia dim" katanya lalu beranjak kekamar.
Adimas hanya bisa diam mendengr permintaan kakek,, ia berfikir apakah dia bisa bersama gadis itu,, sedangkan gadis itu sangat membencinya gumamnya dalam hati. lalu dia pun beranjak ke kamarnya.
Â
kantor Advertising
Adimas berjalan memasuki ruangannya,, banyak mata yang memandangnya gimana tidak dia sangat tampan hanya memakai kemeja yang lengannya tergulung sampai siku,, celana cino sebatas mata kaki,, sepatu kets,, tak lupa jas casual yang selalu menjadi andalannya.
__ADS_1
"pagi pak " sapa mita sekretarisnya
"pagi mit,, ada jadwal apa saya hari ini ?" tanyanya
"pagi ini cuma ada meeting dengan staff yang menangani produk coklat pak" jawab mita
"oke,, itu sudah deadline yaa.. harus cepat dikerjakaan kita cuma punya waktu 2 minggu,, sekarang kamu panggil miko suruh keruangan saya" setelah memberi perintah Adimas pun lalu beranjak keruangannya.
mita pun bergegas menuju ruang kerja Miko yang tidak jauh dari ruang kerja Adimas.
tok..tok..tok
"yaa masuk" ucap miko. dan mita pun membuka pintu ruang kerja miko. " kamu mit,, ada apa?"
"iya pak saya,, maaf bapak diminta ke ruangan pak Adimas sekarang" jawab Mita
"oke aku segera kesana,, makasih ya mit " ujar miko
"sama sama pak,, baik pak saya undur diri dulu" Mita pun bergegas kembali keruangannya.
beberapa menit kemudian setelah menyelesaikan pekerjaannya Miko pun menghadap keruangan Adimas.
tok..tok..tok
"masuk" kata Adimas
"langsung aja,, gimana perkembangan projek iklan kita buat project coklat itu,, udah mepet bro,, gue ga mau kecolongan" tembak Adimas
Miko pun menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, itu pertanda ada sesuatu yang tidak beres sesuai harapan karna itu kebiasaan Miko dan Adimas pun sangat paham kelakuan sahabatnya itu.
"ada apa?" tanyanya lagi
Miko pun menjawab "semua sudah beres bro,, tapi.." suara Miko pun terputus
"tapi apa bro,, semua lancarkan ga ada masalah,, lu tau kan kalau project ini berhasil tuh klien bakal ngasih project project mereka lainnya kekita" jelas Adimas
"iyaa gue tau itu,, cuma kendalanya satu,, tempat kan lu pengen tempatnya di cafe Triple'R itu ga mau ditempat lain,, itu masalahnya" jawab Miko menjelaskan kendalanya,, karna yang ia tau kalau Adimas keukeuh ingin cafe itu dijadikan lokasi syutingnya.
"emang kenapa sama cafe itu, gue rasa tempanya cocok sama tema kita" tanyanya penasaran
Miko pun kembali menjelaskan kendalanya "iya benar kata lu,, tuh cafe sangat cocok sama tema kita"
"lantas ?" tanya Adimas heran
"owner cafe itu ga ngasih izin tempatnya kita gunain" jelas Miko
"alesannya apa kan kita sewa tempat itu,, apa mereka keberatan dengan harga sewa yang kita ajukan,, setujui aja harga sewa mereka kurangnya biar gue yang tutup pake dana pribadi gue" ungkap Adimas
Miko pun terheran heran sama sahabat sekaligus atasannya itu, mengapa ngotot sekali dengan cafe itu hingga rela mengeluarkan dana pribadinya. "gue jadi curiga bro,, sebenarnya ada apa dengan cafe itu lu sampe begitunya?" Miko sangat ingin tau
__ADS_1
"gak ada apa apa,, kenapa lu ga percayaan sama gue" dengus Adimas
"gimana gue ga penasaran,, lu ngotot banget sama tuh cafe,, padahal lu tau sendiri deadline kita mepet banget,, pindah lokasi aja napa ga ribet" jelas Miko yang kesal dengan sahabatnya pasalnya yang menjadikan kerjaan itu ga beres yaa Adimas sendiri yang ngotot dengan lokasi itu.
"gue ga ada feel sama lokasi yang lain" bohongnya padahal di tau sendiri alesannya memilih cafe itu agar bisa dekat dengan Riana
Miko pun akhirnya menyerah, karna tak akan ada habisnya jika ia berdebat dengan sahabatnya itu yang ia jelas tau kalau sahabatnya itu ada mau tak ada yang bisa menghentikannya,, mirip sang kakek namun entah mengapa mereka tak saling mengakui kesamaan mereka.
"baiklah karna kalau makin lama kita berdebat ga akan ada ujungnya ngabisin waktu,, sekarang gue serahin perizinan tuh cafe sama lu, yang lain gue udah handle" putusan akhir dari miko menutup perdebatan mereka
"kok gue sih,, yang lobi awal siapa?? terus kendala ditolaknya apa kan gue ga tau??" tanya Adimas yang kesal diberi perintah oleh bawahannya.
" yaa kan lu yang ngotot pengen disana,, kita udah nyerah yakinin tuh owner tapi tetep dia ga mau kasih izin tanpa alesan yang jelas,, barang kali kalau lu yang handle dia bisa luluh sama pesona lu dan kasih izin" jelas Miko
" oh yaa satu lagi bro owner nya itu perempuan dan masih single" ucap Miko sambil tertawa
"iyaa gue tau,, itu tunangan gue" gumam Adimas dengan suara lirih namun masih terdengar oleh Miko
" pantes aja lu ngotot mau disana,, bukankah mudah jika lu yang minta izin sama tunangan lu?" tanya miko penasaran
"kalau gue bukan pria yang dia benci sih mudah, tapi sayangnya gue pria yang dia benci bahkan maaf gue aja belum dia terima" jelas Adimas dengan suara sedih.
Miko yang mendengarnya merasa iba,, pasalnya dia sangat tau sifat sahabatnya dan sekarang ia sangat menyesal dan sedih,, pasti sahabatnya akan menyangkal perasaannya karna ego yang terlalu tinggi,, apa mungkin perasaan menyesal itu menjadi awal ketertarikan Adimas ,, apa dia menyadari perasaannya itu dasar pria dingin arogan, gumam Miko melihat sahabatnya itu.
"Yasudah,, selamat berjuang bro" kata miko sembari bangkit dari kursinya menuju ruang kerjanya kembali.
sejak kepergian Miko dari ruanganya Adimas pun kembali berfikir tentang Riana juga Kakeknya. dan memikirkan cara bagaimana dia mendapatkan izin dicafe tersebut.
Â
Triple'R cafe and coffe
suasana didalam cafe itu terlihat sangat sibuk karna pelanggan yang tak henti henti berdatangan.
"mbak,, kenapa gak kasih izin aja orang yang kemarin mau syuting disini" tanya indah
"mbak males aja ndah pasti ribet deh,, terus nanti tempat kita berantakkan" jelas Riana mengenai alasannya
" kan lumayan mbak promosi gratis terus kita dapat uang juga" ungkap indah lagi
"bener ri kata indah" sekarang huda yang berbicara. "masalah yang kata lu berantakan atau takut property kita rusak kan lu bisa minta di clausul perjanjian" jelas Huda
"bener tuh mbak,, yang dibilang mas Huda" kata indah kembali
"oke nanti aku pikirin lagi deh,, kalau pihak mereka masih kesini suruh temuin aku aja yaa" kata Riana,, setelah dipikir pikir emang benar apa yang dibilang karyawannya itu jadi apa salahnya dia mengizinkannya.
------
kira kira bakal dikasih izin ga yaa seandainya Riana tau kalau yang meminta nya itu perusahaan Adimas.
__ADS_1