Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab. 56


__ADS_3

🌼🌼🌼🌼


Setelah seharian kemarin menghabiskan waktu bersenang senang dengan sang kakak dan itu berdampak baik bagi Raina yang melupakan rasa sedihnya terhadap Adimas. Kini ia memulai hari dengan lebih sedikit bersemangat. Pagi pagi sekali ia telah bersiap memulai harinya,, setelah sarapan bersama dengan oppa dan kakaknya Raka minus Rayyi dan istrinya Anggi karena mereka sedang berkunjung kerumah orang tua Anggi. Raina diantar sang kakak ke cafe miliknya sedangkan Raka melanjutkan perjalanannya menuju RS karna pagi ini ia ada jadwal praktek.


TRIPEL'R CAKE AND COFFE


tibalah kini Raina di cafe miliknya,, disana telah datang seluruh pegawainya yang tengah melakukan persiapan,, ketika memasuki cafe harum cake dan roti bercampur aroma kopi langsung bersemebak harumnya menyambut para pelanggan.


"selamat pagi" sapa Raina pada karyawannya dengan senyum berkembang


"pagi mbaak" jawab kompak beberapa karyawannya.


Shelia yang melihat wajah atasannya berseri pun tak tahan untuk tidak berkomentar. "lagi seneng rupanya si mbak,, tumben datang pagi dan udah senyum lebar gitu?? Lagi falling in love yaa? " tanyanya menggoda yang digoda hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"mbak ada kiriman barusan,, sudah aku simpen di ruangan ya" ujar Indah mengalihkan obrolan unfaedah Shelia


"kiriman? " tanya Raina heran,, pasalnya ia tak memesan apapun. "kiriman apa neng?? Dari siapa?? " tanyanya


"ehmm.. ehmm.. gatau dia ndah,, apa pura pura ga tau?? " Shelia masih terus menggodanya


"kiriman bunga mawar merah mbak,, seperti waktu itu" ucap indah


"makan semur daging kitaa" seru Sheliaa menggoda. Candaan yang ia punggut dari sinetron dunia terbalik jika mendengar bau bau orang pacaran dan akan menikah.


"apaan sih kamu? " ucap Raina lalu bergegas keruangannya dengan muka merona


Setibanya diruangan benar saja sudah ada sebuket bunga mawar merah dengan ukuran sama seperti waktu itu. Ia pun segera menghampirinya dan melihat siapa yang mengirimkannya dan berharap sang pengirim orang yang sama dengan pengirim sebelum nya yaitu Adimas. Namuan harapannya lenyap ketika melihat nama yang tertera dikartu itu.


"gue kira dari dimas" ucapnya lirih


"mikir apa seh loe Rain.. Gak mungkin dia ngirimin loe bunga lagi dia kan sekarang udah ada dokter Salsa" gumamnya


Tak lama ponselnya berdering membuyarkan pikiran dan hatinya yang lagi lagi kecewa. Dirogoh kantung didalam tasnya untuk mencari ponselnya. Dan terlihatlah siapa menghubunginya mau tak mau dia pun mengangkatnya


πŸ“± "iyaa haloo" ucapnya malas malasan


πŸ“² "apa kamu telah menerimanya Aina?"


πŸ“±" yaa sudah aku terima,, terima kasih


seharusnya kamu gak perlu repot repot"


πŸ“² " tak repot,, jam 12 aku jemput kamu buat makan siang yaa? "


πŸ“±"heii,, aku... "


πŸ“² "please tak ada penolakkan"


"apa apan dia seenak saja langsung menutup telpon dan dengan seenakknya memutuskan makan siang bersama" umpat Raina kesal sambil menatap ponselnya.


"baiklah seperti saran mbak Anggi aku harus menentukkan sikap ku terhadap Revano agar dia tak lagi berharap pada ku" .

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼


Kantor Advertaising


Lain Raina lain pula dengan Dimas,, Pria itu tengah kewalahan menghadapi tingkah Salsa yang posesif terhadapnya. Bagaimana tidak pagi pagi wanita itu telah datang ke apartemennya membawakan sarapan dan mengajaknya sarapan bersama dan dia juga memaksa Dimas agar mau diantar olehnya karna mobil Dimas masuk bengkel,, padahal Dimas telah menyuruh Miko menjemputnya namun tanpa di duga Salsa meminta Miko tak perlu menjemput dengan alasan dirinya yang menyuruh Salsa. Menjengkelkan bukan??


"tumben pagi pagi udah ditekuk aja tuh muka? " sindir Mita yang melihat wajah atasannya pagi pagi sudah muram durja tak seperti biasanya


"si Miko mana mit? " tanyanya dengan wajah kesal.


Sebelum Mita menjawab orang yang ditanyakan baru saja muncul keluar dari lift. Dimas melihat sahabat sekaligus asistennya itu amat kesal,, sedangkan yang membuat dirinya kesal malah tersenyum dengan watados (wajah tanpa dosa).


"brengsek loe" maki Dimas kesal pada asistennya


"eets,, apa apan ini pagi pagi udah ngomel aja loe?? Lagi PMS? " tanya Miko heran dan meminta jawaban pada Dimas juga Mita. Mita hanya menggelengkan kepala.


"ada apa sih bro? " tanyanya heran


"kemarin loe saranin gue buat jauhin Salsa biar dia ga baper,, tapi sekarang loe izinin dia pagi pagi ke apartement gue dan jemput gue,, gila mau lu apa?? Kalau keberatan jemput gue bilang,, gue bisa pake Taksi" umpat dimas.


"ooh,, bukannya loe sendiri yang nyuruh si Salsa telpon gue dan minta gak usah jemput? Jawab Miko


"itu mah rencana dia,, seharusnya lu tau dong Mik? " kesala Dimas


"yaa mana gue tau gue fikir loe yang nyuruh dia" jawab Miko tak mau disalahkan,, tapi dalam hatinya ia juga merasa bersalah karna begitu aja percaya sama si Salsa.


"ooh jadi ini semua gegara si ulet keket yang Impulsif itu" ucap Mita yang sejak tadi diam menyaksikan berdebatan kedua atasannya didepan meja kerjanya.


"pak saran saya bapak harus tegas sama dia,, jelasin sama dia biar dia tau batasannya dan bagaimana dia harus bersikap dan bapak juga jadi orang jangan gak tegaan bikin perempuan salah berfikir akan sikap bapak" Mita memberi pendapat.


"bener tuh kata Mita,, dim gue jadi ngeri sendiri" komentar Miko


"baiklah siang ini gue bakal ngomong sama dia" putus Dimas


"nah gitu pak,, Bismillah semoga lancar,, saya dukung" ujar Mita antusias


"lah lu yang seneng" ucap Miko liat tingkah Mita


"oooh jelas,, biar dunia damai".


Dan siang ini Dimas memutuskan akan mengajak Salsa makan siang bersama tapi sebenarnya bukan dia yang mengajak sih tapi pasti Salsa akan kantornya pas waktu makab siang. Dimas berfikir dia harus selesaikan dulu kesalahpahaman dengan Salsa baru dia akan kembali mengejar wanitanya.


🌼🌼🌼🌼


Sekarang Raina sedang bersama Revano untuk makan siang,, pria itu benar datang ke cafenya untuk mengajaknya makan bersama dan sesuai rencananya Raina pun menerimanya. Kini keduanya telah berada di Meal Resto,, resto yang lumayan elit dikawasan perkantoran ini.


Begitu pula dengan Dimas ia sedang berada dimobil Salsa dan benar dugaannya jika Salsa akan ke kantornya dan memaksanya makan siang. Mau tak mau ia mengikuti keinginan sahabat wanitanya itu untuk memulai rencananya,, dan lucunya ketika dirinya akan keluar kantor bersama Salsa entah darimana sekretaris bar barnya itu tiba tiba muncul dengan pasukkannya,, yaa beberapa karyawan kantor Sahabatnya Mita,, mereka berteriak dilobbi kantor "Ganbate Pak" "Bismillah Pak,, doa kami menyertai mu". Aku cukup terkejut dengan aksi itu tak abis pikir tingkah absrud karyawannya.


Tanpa diduga Dimas dan Salsa memilih Meal Resto dan tanpa terduga dimas melihat Raina yang tengah menikmati makan siang dengan Revano,, sekuat tenaga ia berusaha menahan rasa cemburunya,, ia terus memperhatikan mereka dari sebrang meja yang dipilih oleh Salsa.


"kamu pesen apa dim? " tanya Salsa sambil melihat buku menu,, namun tak ada sautan dari lawan bicaranya membuat dia mengalihkan pandangannya ke arah Dimas,, dan melihat Dimas menatap kearah sebrang,, membuatnya penasaran apa yang tengah dilihat oleh sahabat yang dia cintai itu,, betapa terkejutnya Salsa melihat Raina dengan pria yang tempo hari dilihatnya,, sudut bibirnya tersenyum bahagia melihatnya.

__ADS_1


"itu Raina kan dim? " tanya Salsa pura pura kaget "sama siapa dia pacarnya kali yaa? "


"entahlah" jawab Dimas datar "kamu sudah pilih mau makan apa?? " tanya Dimas pada Salsa


"sudah aku pesan steak medium well sama ice lemon tea,, kamu? "


"aku pesan sup iga sama jeruk panas" ujar Dimas. Lalu pramusaji pun menulis pesanan mereka. Dimas sesekali melirik kearah Raina ternyata wanita itu tak menyadari kehadirannya.


Sementara itu dibangku lain Raina dan Revano telah selesai menyantap makan siangnya ditengah obrollannya dia tak sengaja melihat sosok Dimas disana dan rupanya pria itu sedang bersama Salsa,, hatinya sungguh sangat kesal dan kecewa,, melihat perubahan raut wajah Raina yang sendu,, Revano pun heran dan bertanya " are you oke Aina? "


"iyaah" jawab Raina kaget


"are you oke? " tanyanya lagi


"yaah aku baik baik saja,, bisa kita cepat pergi dari sini? " tanya Raina pada Revano


Revano pun heran kenapa Raina begitu terburu buru ingin cepat meninggalkan resto padahal tadi ia bilang ingin berbicara sesuatu yang serius.


"bukan kah kamu tadi mau bicara serius? " tanyanya


"yaa,, tapi aku pikir tidak disini,, apa kamu keberatan? "


"ooh tidak,, tidak sama sekali,, oke mari kita pergi? " ucap Revno sambil menyerahkan kunci mobilnya pada Raina agar wanita itu menunggunya di mobil sementara ia akan melakukan pembayaran dan ke toilet.


Dimas pun melihat kepergian Raina,, hatinya sedikit kesal karena gadis itu melihatnya namun enggan menyapanya.


"Dim kenapa kamu kok ngelamun? " tanya Salsa


"gak melamun kok gue,, Sal gue mau ngomong serius sama kamu? " ucap Dimas serius


"iyaa,, silahkan"


"mohon maaf sebelum nya kalau apa yang bakal gue omongin ke lu biki lu kecewa atau sakit hatu" ujar Dimas membuat raut wajah Salsa berubah karena merasakan bakal ada sesuatu yang tak mengenakkan.


Dimas pun meraih tangan Salsa dan berbicara " maaf sal gue tau perasaan lu ke gue,, gue hargai itu dan gue terima kasih karna lu cinta dan selalu ada buat gue,, tapi gue gak bisa bales perasaan lu ke gue lebih dari sahabat. Karna sikap baik gue selama ini karna gue menghargai lu sebagai sahabat gue"


Deg hati Salsa sangat sakit mendengar itu,, padahal dia tau akhirnya akan begini dia kira dia telah dapat mengambil hati sahabatnya itu. "Dim apa kurangnya gue buat lu? " tanya salsa yang mencoba menahan air matanya


"lu gak kurang apa apa sal,, tapi emang hati gue gak milih lu sebagai kekasih gue" ucap dimas "semoga lu ngerti ya sal,, dan kita tetap sahabat tapi gue minta sama lu jaga batasan lu sama gue,, gue gak mau nyakitin hati seseorang Sal dan lu tau siapa orang itu".


"baiklah dim,, gue terima keputusan lu kita hanya sahabat,, tapi lu jangan lupa janji lu ke gue hanya karna pembicaraan ini".


"janji?? Emang gue janji apa? " tanya Dimas mengingat ingat akan janjinya


"janji kalau lu mau menemani gue ke acara nikahan temen gue sebagai pasangan gue dan janji mau ngajak gue ke acara reunian SMA lu? " ucap salsa mengingatkan. "please dim itu terakhir kali deh gue deket deket sama lu yaa anggap aja kencan terakhir gue sama lu,, please yaa pleasee" ucap Salsa memohon dengan puppy eyes


"hmm.. Baiklah hanya itu dan gak lebih" ujar dimas tegas.


Dimas tak menyadari jika dari tadi dirinya tengah diperhatikan oleh sosok wanita yang berdiri diparkiran,, wanita itu melihat semua yang dimas lakukan memegang tangan Salsa. Hatinya sangat sakit,, dan berfikir apakah dimas telah memilih salsa dan melupakan dirinya. Tak lama Revano datang menghampirinya dan segera Raina menghapus air matanya.


"mau kemana kita? " tanya Revano

__ADS_1


"ke taman,, bagaimana aku ingin makan ice cream" ujar Raina. Karna yang ia butuhkan kini adalah ice cream untuk menghilangkan rasa sedihnya.


"oke princess" jawab Revano sambil tersenyum.


__ADS_2