Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 17


__ADS_3

Hallow readers semua,, ga bosen bosen author ingatkan untuk kasih like yaa,,


.


Ingat dipencet tombol like nya.. karna like itu gratis,,


.


Hatur nuhun sadayana


.


Yuk lanjut kisah Adimas dan Raina nya


.


------------


Panti Asuhan sayang anak


Raina masih terpaku melihat sosok dihadapannya itu, laki laki itu menatapnya dengan tersenyum.


"Papapa..papa" celoteh bayi gemoy itu sambil merentangkan tangannya kedepan seolah olah minta digendong, membuat Raina pun tersadar dari keterkejutannya. "Itu bukan papa sayang ?" Ucap Raina pada bayi itu, Adimas yang mendengarkannya pun hanya merenyitkan dahinya. namanya baby pasti belum mengerti apa apa, dia terus saja berceloteh "papapa..papap" meminta digendong.


"Hmm,, boleh aku coba menggendongnya,, sepertinya dia ingin aku menggendongnya" ungkap Adimas hati hati, yang hanya dibalas dengan anggukan oleh Raina, lalu berpindah tempatlah bayi itu sekarang di dalam pelukan Adimas, "papap..papap" celoteh bayi itu sambil memegang wajah Adimas. Rupanya bayi itu sedang dengan Adimas. "Apa sayang kamu gemes sekali" ucapnya sambil menciumi bayi gemoy itu yang terkekeh geli dicium olehnya. Rain pun yang melihat itu hanya tersenyum "gak menyangka aku ternyata kamu begitu hangat," gumam Raina dalam hati


"Kalau begitu aku permisi" ungkap Raina hendak meninggalkan Adimas dan Bintang, namun Adimas mencekal tangannya membuatnya berhenti


"Maaf" ucap Adimas melepaskan cekalannya pada tangan Raina "kamu mau kemana, bisa temani aku disini bersama baby cantik ini aku belum terbiasa mengasuh anak" katanya sambil tertawa. Riana pun kembali duduk disamping Adimas.


"Hmm,, apa kabar kamu sepertinya kamu sering kemari ya" tanya Adimas membuka topik pembicaraan agar tidak hening.


"Aku seperti yang kamu lihat sekarang sangat baik, iyaa kan sayang" jawab Raina sambil menggoda bintang


"Iyaa aku sering kemari, selalu ku jadwalkan minimal sebulan 3 kali, tapi semenjak ada bintang aku bisa seminggu 4 kali kesini menemuinya" terang Raina.


"Papapa mama.. papapa mama" celoteh bintang pada kedua orang dewasa yang sedang berbicara dengan canggung dihadapannya.


"Apa sayang kamu ingin main dengan kami" tanya Adimas lalu ia dan Raina pun bermain kejar kejaran dengan Bintang, Bintang yang baru bisa berjalan dengan lancar pun berlari sambil tertawa mehindari dua orang yang dipanggilnya papa mama itu dengan sangat menggemaskan. Lalu bintang pun tertangkap oleh Adimas dan menggendong dipundaknya seperti naik pesawat terbang


"Hebat Bintang tinggi" kata adimas yang disertai tawa bintang


"Ayoo kita lari sayang, biar mama tangkap kita"


"Maaa,, ayoo tangkap kami?" Ungkapnya pada Raina entah mengapa dia memanggil Raina mama, hal itu membuat Raina terkejut dan m


Wajahnya merona


"Mama ejal akuu" (mama kejar aku)


"Iyaa sayang cmama kejar" ucap Raina lalu berlari mengejar Adimas yang menggendong Bintang, yang membuat bintang tertawa tawa ketika Raina sedikit berhasil meraihny, mereka pun bertiga tertawa tawa, tanpa mereka sadari ada sepasang mata memperhatikannya "kalian sangat serasi filling ku tak pernah salah semoga kalian berjodoh" kata kakek yang terdengar oleh bu tari.


"Maaf pak, saya perhatikan dari tadi anda memperhatikan mereka ?" Tanya bu tari penasaran


"Benar bu, saya memperhatikan mereka sepertinya mereka cocok, menurut anda bagaimana?" Tanya kakek


"Iyaa mereka terlihat seperti keluarga muda yang harmonis" kata bu tari


"Apa anda mengenal nana?"


"Iya saya mengenalnya dia cucu dari sahabat saya, dan dia calon cucu mantu yang saya jodohkan dengan Dimas."


"Oh seperti itu, semoga mereka bisa bersatu dan berbahagia, Nana itu anak yang baik dan penyayang" ungkap bu Tari yang dibalas angguka oleh kakek. Kakek pun terlibat obrolan dengan pengurus panti terkait kebutuhan yang diperlulan oleh panti.

__ADS_1


Hari sudah beranjak sore kakek menghampiri Adimas dihalaman belakang panti yang sedang bercengkrama dengan Bintang sedangkan Raina hanya duduk disampingnya menyaksikan interaksi keduanya tanpa menyadari kehadiran sang kakek.


"Ehemm.." dengeman kakek mengalihkan perhatian mereka, kakek pun tersenyum kearah Raina.


"Pak Gilang ?" Sapa Riana terkejut melihat kehadiran gilang dan langsung beranjak dari duduknya untuk menyalami beliau.


"Panggil saja aku kakek nak,, aku kan teman oppa mu" kata kakek yang dijawab anggukan oleh Raina


"Senang bertemu dengan mu nak, apa kau sering kemari ?"


"Iya kakek hampir setiap minggu aku sempatkan menenggok adik adikku disini apalagi sejak ada Bintang disini dia anak asuhku kek" terang Raina


"Sungguh luar biasa nak jiwa sosial mu,"


"Hai Dimas harusnya kau belajar banyak dengan Raina jangan melulu kamu sibuk kerja" ucap kakek, yang diacuhkan oleh cucunya karna tengah bermain dengan Bintang, melihat itu kakeknya tersenyum sambil berkata dalam hati "kau sudah cocok nak memiliki anak".


"Ayolah Dim hari sudah sore ayok kita pulang aku sudah lelah" ajak kakek, lalu Adimas pun memberikan Bintang pada Raina awalnya baby gemoy itu tak mau digendong oleh Raina entah mengapa tumben sekali ia menolak, setelah dibujuk akhirnya baby gemoy itu mau digendong oleh Raina.


"Papa..papa au ulang" celoteh bintang


"Iya sayang papa mau pulang dulu nanti papa kesini lagi ya bawa boneka besar buat kamu" kata Adimas kepada Bintang, entah mengapa dimerasa jatuh cinta pada bayi itu. Ada rasa kasian dan iba bahwa anak sekecil itu sudah buang oleh orang tuanya.


"Papa anji au ini agih" kata bintang lagi seakan enggan ditinggal Dimas


"Iya papa janji" ucapnya sambil mencium pipi bintang.


Melihat bagaimana bintang tidak mau lepas dari cucunya membuat kakek merasa sedih. Tapi mereka harus pulang lagi pula badannya sudah sangat lelah. "Raina apa kau akan pulang ?" Tanya kakek


"Iya kek aku akan pulang bentar lagi" jawabnya


"Baiklah kau ikut dengan kami aja lagi pula kau tidak bawa kendaraan, nanti kami antar sampe apartement mu nak"


"Tidak usah kek, aku bisa pesan taksi" nolak Raina merasa tidak enak


"Tidak usah sungkan nak, dan kau tau aku tidak suka penolakkan" ucap kakek


"Nah itu jawaban yang benar nak" kata kakek puas


"Tunggu aku akan antar Bintang kedalam dulu dan pamit" ucapnya seraya berjalan dengan menggendong Bintang."ayoo sekarang kita masuk dan kamu harus mandi,, heem udah mau acem" ujar Raina pada Bintang sambil menciuminya.


"Aku tunggu didepan nak".


Mereka pun akhirnya pulang bersama dimana Adimas yang sedang mengemudi ditemani oleh Raina sedangkan kake duduk dikursi penumpang, awalnya Raina menolak duduk disamping Adimas namun kakek menyuruhnya dengan alasan dia lelah dan ingin tidur dan pilihan kursi belakang yang sangat nyaman alasan sang kakek, dan benar saja belum lama mereka berjalan kakek sudah tertidur pulas dengan suara dengkuran halus, sedangkan dua anak manusia lainnya hanya diam seribu bahasa. Adimas yang sibuk menyetir sesekali mencuri pandang ke arah Raina, entah sedang sibuk dengan Handphone nya entah siapa yang sedang ia coba kirim pesan.


"Sudah sampai" ucap Adimas yang membuat Raina terkejut, pasalnya ia tidak menyadari bahwa telah sampai, ia pun segera turun, ketika menenggok ke bangku penumpang ia melihat kakek masih tertidur pulas, ia pun mengurungkan niat untuk pamit pada beliau, "terima kasih telah mengantarku, sampaikan terima kasihku juga pada kakek" ucapnya sebelum turun. Adimas pun menggangguk dan tersenyum. Raina pun turun dari mobil dan segera masuk kedalam gedung apartement nya, sedangkan Adimas kembali melanjutkan perjalanannya. Tak selang berapa lama terdengar bunyi notif di handphone nya, ia pun segera membukanya. Terpangpang nama Raina dilayar ponselnya, ia pun mengerenyitkan dahinya "kenapa gadis itu megirimkan pesan, apa ada barangya yang tertinggal dimobil" pikirnya. Lalu ia segera membacanya


📩Tunangan jutek


"Selamat sore pak, saya Raina dari Triple'R cafe, menindak lanjuti obrolan kita kemarin, besok kita bisa ketemu jam 9 di starbuck x".


Adimas pun yang telah membaca pesannya pun tersadar jika ia ada janji dengan Raina membahas penyewaan cafe nya, dan Raina belum tau kalau yang sedang ia hubungi adalah dirinya, ia pun tersenyum sendiri lalu berfikir bagaimana kalau gadis itu tau bahwa yang akan ditemuinya adalah pria yang dia benci. Lalu dia pun segera membalasnya


📨Tunangan Jutek


"Baik saya akan kesana besok, terima kasih atas waktunya, sampai bertemu besok" balasnya singkat lalu ia pun melanjutkan perjalanannya.


Ditempat lain setelah tiba di apartemennya Raina mengirim pesan ke staff Macara Advertising, karna ia berjanji akan bertemu dengan staff tersebut untuk membicarakan penyewaan cafe miliknya. Lalu ia pun mengirim pesan berisi jam dan waktu pertemuan mereka. Sent pesan tersebut dikirim lalu ia bergegas ke kamar mandi badannya terasa lengket setelah seharian dipanti. Setelah menyegarkan tubuhnya dia bergegas keluar dari kamar mandi saat baru membuka pintu ia mendengar notif pesan di handphonenya lalu ia membacanya rupanya dari staff Macara. Lalu ia pun melanjutkan aktivitasnya.


___________


Kantor Advertising


Adimas pun telah sampai dikantornya setelah kemarin dia meliburkan diri, ia menuju ruangannya.

__ADS_1


"Pagi, Mit gimana kemarin ada masalah ?" Tanya Adimas pada sekretarisnya


Mita pun tersenyum melihat atasannya itu lalu segera menjawab pertanyaannya "Pagi juga pak, kemarin aman lancar terkendali pak"


"Bagus kalau gitu mit"


"Hmmm... hari ini apa agenda saya mit"


Mita pun segera membuka buku agendanya lalu membacakan Agenda Adimas hari ini " ada meting hari ini jam 9 sama team yang akan mengerjakan project coklat itu, cuma itu aja pak" kata Mita


"Oke, tapi tolong kamu undur meting kali ini setelah makan siang aja, saya ada meting sama pemilik cafe yang akan kita pakai shooting iklan itu, dan ini tolong kamu kasih kunci ini ke Miko dan sekalian kamu ambil kunci mobil saya" jelas Adimas sambil menyerahkan kunci mobil Miko pada Mita, lalu bergegas ke dalam ruangannya.


Tok.. tok..tok


"Masuk" seru Adimas


"Ini pak kunci mobil nya, ada lagi yang bisa saya bantu" kata Mita


" iya Mit, ini berkas sudah saya tanda tangani langsung tindak lanjuti yaa, saya mau keluar dan balik abis makan siang" terangnya.


"Baik pak". Jawab Mita kemudian mengerjakan tugasnya, sedangkan Adimas bergegas pergi.


--------------


Starbuck


Jam telah menujukan pukul 9.10 ketika Raina tiba ditempat tersebut, tapi orang yang ingin ditemuinya belum juga menghubunginya "apa orang itu belum datang ya" gumamnya "apa aku hubungi dia aja ya kasih tau aku udah datang" pikirnya. Lalu ia pun mengirim pesan


📨Staff Macara


"Selamat pagi, maaf saya sudah sampai ditempat pertemuan apa ada sudah sampai pak"


Sent,, lalu dia mengirim pesan tersebut dan ia memilih bangku sambil menunggu balasan orang tersebut. Sedangkan Adimas yang terjebak macet pun terlihat sangat kesal karna dia sudah pasti telat takut kalau Raina membatalkan maksudnya, tak lama notif pesan pun masuk lalu ia membacanya ternyata dari Raina dan benar saja dia telah datang, lalu ia bergegas membalas pesan tersebut.


📩Tunangan Jutek


"Mohon maaf saya terjebak macet mbak, mungkin 5 menit lagi saya sampai, mohon tunggu ya mbak "


Sent, Adimas pun segera mengirim pesan tersebut. Raina yang menerima pesan tersebut pun lalu membalasnya segera.


📨Staff Macara


"Baik pak, saya ada diruangan indoor table no.3" terang Riana dalam pesan balasannya. Adimas yang membaca nya pun langsung bernapas lega karna Raina tidak marah dan jalanan pun akhirnya lancar.


Beberapa menit kemudian Adimas pun tiba di starbuck, dia langsung menuju table yang disebutkan Raina dan melihat gadis itu sedang memandang ke arah luar sambil menikmati secangkir coffe late sepertinya, ia pun segera mendekati wanita itu.


"Maaf telah lama menunggu" ucap Adimas. Dan Raina yang melihatnya pun kaget


"Sedang apa kamu disini" tanya Riana yang masih belum menyadari jika dia sedang janjian dengan Adimas yang mana pria itu adalah orang dari Macara


"Bukannya kita janjian dan kamu memberi tau aku kalau disini tempatnya tadi via pesan table no.3 ruangan indor" jelas Adimas sambil tersenyum


Raina pun heran pasalnya dia tidak memiliki nomer Adimas mana mungkin ia mengirim pesan tersebut dan ia pun baru tersadar "apa kamu orang dari Macara itu ?" Tanyanya


Adimas hanya menjawab dengan senyuman. Lalu ia berkata "jadi apa boleh saya duduk ?" Tanyanya


Raina punya menggangguk pertanda dia memberikan izin pada Adimas. Ia berfikir kenapa mesti beurusan sama pria ini tapi dia harus profesional karna kemarin dia telah mengizinkan cafenya dipakai lokasi syuting dengan persyaratan yang akan dia ajukan. Dan harapannya kini hanya berharap jika Adimas tidak setuju jadi dia tidak akan berurusan dengan lelaki itu.


----------


Kira kira apa ya persyaratan yang diajukan Raina


Apa Adimas bakal menyetujuinya

__ADS_1


Nantikan next up part berikutnya yaa Readers


Jangan lupa like..


__ADS_2