
Terima kasih masih setia membaca kisah Raina dan Adimas..
.
.
Jangan lupa kasih like,, komen,, ⚘ dan ☕ jika kalian suka karya author..
.
.
🌳🌳🌳🌳
Dirman segera membuka file cctv yang diminta kakek Gilang,, semua orang disana menanti dengan cemas begitu pula degan Salsa,, wajah gadis itu sangat pucat dan dirinya sudah tidak dapat mengelak lagi tuduhan itu jika bukti cctv itu menaggkap sosoknya sedang melakukan kejahatan.
"Dapat" seruu Dirman yang membuat semua menoleh kepadanya.
"Segera sambungkan ke tv saja biar semua orang menyaksikan kebenarannya" perintah kakek tegas, dan Dirman langsung mengkoneksikan laptopnya ke tv besar itu.
Semua orang dibuat tercengang menyaksikan cctv tersebut dimana pemeran utama antogisnya adalah Salsa,, Dimas langsung menatap tajam ke arah sahabatnya itu,, seketika Salsa langsung menunduk setelah melihat tatapan tajam seorang Dimas.
"Masih mau ngelak hah!!" Bentak Dimas
"Kamu keterlaluan Sal,, tante sangat kecewa" ucap mama Sarah
"Maaf,, aku berbuat begitu karna aku cemburu sama dia" ucap Salsa menunjuk Raina yang sedari tadi diam disamping Rayyi dan Anggi "aku sudah lama menyukai Dimas tapi apa dia hanya mengganggapku teman," ucap Salsa lagi
"Itu bukan alesan buat kamu lakuin itu dokter Salsa,, tindakkan kamu itu berbahaya tau gak buat orang lain,, apalagi dosis yang kamu masukkan itu melebihi batas" kali ini Raka yang berbicara,, dia sangat marah dengan rekan sejawatnya itu,, bisa bisa nya melakukan tindakkan bodoh hanya karna cemburu dan membahayakan orang padahal dia seorang dokter.
"Tapi gara gara adik kamu hadir di hidup dimas,, dimas jadi berubah" ucap Salsa gak mau kalah
"Cinta gak bisa dipaksakan sal,, harusnya lu ngerti rasa sayang gue ke lu itu rasa sayang seorang teman". Ucap Dimas geram
"Tapi aku gak mau cuma teman aja dim" ucap Salsa lirih dan memohon
"Cukup !! Saya tidak mau dengar apa apa lagi " ucap Mama Sandra tegas
"Miko,, kamu antarkan Salsa pulang ke rumahnya dan saya gak mau liat kamu lagi disini salsa saya sungguh kecewa,, kamu harus merenungkan kesalahan kamu baru kamu bisa ke mari lagi,, sekarang pergilah" ucap mamah Sandra mengusir Salsa.
Mau tak mau Salsa pergi dari kediaman Dirgantara dengan hati dongkol karna rencana nya terbongkar dan gagal total malah salah sasaran, karna dia pikir Dimas dan Raina telah melakukan hubungan intim karena mengaruh obat yang ia masukkan. Sedangkan Miko mau tak mau mengantar sahabatnya pulang. Mereka diam seribuu bahasa hingga kediaman orang tua Salsa.
🌳🌳🌳🌳
__ADS_1
Kediaman Dirgantara
"Kalian beneran tidak melakukan itu kan?" Tanya mama Sandara penasaran selepas Salsa dan Miko pergi
"Apaan seh mah,, yaah enggak laah" jawab Dimas kesal
"Benar tan,, mereka tidak melakukan apa apa,, saya , Raka sama Miko bisa jamin" ucap Anggi
"Syukurlah,, mama hanya khawatir kamu merusak anak orang dim" ucap mama menjelaskan kekhawatirannya.
"Bagaimana jika kalian resmikan saja hubungan kalian" seru mama Sandara memberikan ide
"Maaf tan,, saya masih butuh waktu apalagi setelah kejadian ini" ujar Raina
"Benar mah,, jangan memburu buru kami" ucap Dimas berusaha membela Raina padahal dia kecewa karna gadis itu masih belum percaya sama dia.
"Saya mohon,, om dan tante juga kakek tidak memaksakan kehendak,, kita biarkan saja dulu Raina dan Dimas saling mengenal sebagai teman awalnya" kata Rayyi yang tak suka jika adiknya dipaksa menikah,, kejadian tadi masih syok untuk dirinya apalagi adiknya.
"Baiklah,, tante ga memaksa tante harap kalian bisa berjodoh". Ucap mama Sandra
Akhirnya mereka semua membubarkan diri ke kamar masing masing,, guna mengistirahatkan tubuh karna jujur hari ini adalah hari yang sangat berat terutama bagi Dimas dan Raina.
"Dim" panggil Raka ketika berpapasan dengan Dimas ditangga saat hendak ke kamar masing masing
"Bisa bicara sebentar?" Tanya Raka,, dimas menaikkan alisnya bingung.
"Boleh,, kita duduk disana" jawab Dimas sambil menunjuk ruang Tv dilantai 2.
"Dim,, setelah lu balik ke jakarta gue harap lu periksakan diri lu ke dokter andrologi,, gue takut ada efek lebih dari obat itu dan gue juga bakal nyuruh adek gue juga buat cek ke dokter genekologi" ujar Raka. Membuat Dimas termenung
"Semoga yang gue pikirin ga terjadi" ucap Raka sambil menepuk bahu dimas dan beranjak pergi ke kamarnya.
Dan Dimas masih termenung mencerna ucapan dari Raka,, apa sebegitu bahayanya kah obat yang telah dia dan Raina minum. Membuat nya tak bisa tidur memikirkan hal itu,, Ia pun beranjak dari sofa yang telah hampir sejam ia duduki.
"Kayanya gue butuh udara segara"bathin dimas lalu ia beranjak ke halaman belakang untuk menenangkan fikirannya. Dan ternyata di sana telah ada Raina sedang duduk seorang diri di tepi kolam renang.
"Ehemm" suara Dimas memecah kesunyian. Raina yang sedang melamun pun menoleh ke sumber suara.
"Belum tidur?" Tanya Dimas,, yang dibalas gelenggan oleh Raina
"Boleh duduk disini?" Tanyanya lagi
"Terserah kan ini rumah kamu" jawab Raina ketus
__ADS_1
"Maaf" satu kata lolos dari mulut Dimas
"Maaf untuk?" Tanya Raina
"Untuk kejadian tadi siang,, maaf atas ulah salsa yang cemburu gara gara aku bikin kamu menderita,, dan maaf telah membalas ciuman kamu" ucap Dimas.
Blusshh,, muka Raina merona merah mendengar kata terakhir dimas,, ia teringat gegara obat itu ia memulai mencium dimas,, ia sangat malu betapa liarnya dia ******* bibir pria itu.
"Tapi aku sukaa" lanjut dimas lagi
"Iih dasaar mesum" ucap Raina kesal
"Kan kamu yang mesumin aku duluan,, untung aku bisa nahan diri" ucap dimas
"Makasih" ucap Raina
"Makasih untuk apa? Apa karna aku telah membalas ciuman hot kamu?" Kata dimas menggoda Raina
Mendengar penuturan Dimas yang membahas hal memalukan itu membuatnya reflek mencubit pinggang dimas.
"Aduuuh,, sakit Ra kamu hobi banget cubit pinggang aku" kata dimas lirih sumpah cubitan Raina sangat perih
"Abis kamu mesum banget,, aku makasih karna kamu bisa nahan diri kamu gak macem macem sama aku" ujar Raina
" itu karna aku sayang sama kamu Ra,, aku ga mau ngerusak kamu,, aku gak mau ngecewain kamu cukup sekali aku ngecewain kamu,, aku berharap kamu percaya kalau aku tulus sama kamu" ungkap Dimas sambil memegang tangan Raina
"Maaf dim,, bukan aku ga percaya sama kamu tapi aku masih takut,, apalagi kejadian tadi siang" ucap Raina lirih
"Aku bakal buktiin ke kamu,, Salsa gak akan bisa sentuh kamu lagi,, aku kan lindungin kamu,, aku harap kamu liat semua yang aku lakuin buat kamu ra" ucap Dimas
"Tidur gih sana udah malam" ucap Dimas sambil mengelus kepala Raina dan mencium kepalanya.
Lain halnya dengan Adimas dan Raina,, dimana tempat yang sama Raka tengah merasa geram dengan kakaknya. Niat hati ingin berbicara tentang adiknya dan efek dari obat yang diminum adiknya kepada kakak tertuanya dia malah mendengar sesuatu yang menjijikan sebagai seorang single. Ia mendengar suara laknat dari kedua kakaknya yang sepertinya tengah olahraga.
"Sialan si Rayyi gak ada akhlak tau dirumah orang malah main kuda kudaan mana ruangannya gak pake peredam suara lagi" umpat Raka,, lalu ia beranjak ke kamarnya berharap dari kamarnya tidak terdengar suara laknat itu.
Iyaa disini lah Rayyi dan Anggi sedang main tunggang tunggangan. Pasangan yang sudah ngebet pengen memiliki anak ini selalu menyempatkan diri dimana pun untuk memproduksi anak,, seperti saat ini entah sudah berapa gaya yang mereka coba.
🌳🌳🌳🌳
Kediaman Orang Tua Salsa
Kini Salsa kembali ke rumah kediaman orang tuanya,, setelah dipaksa pulang oleh mommy nya,, karna sang mommy telah mengetahui tindakan bodoh sang anak dari mamanya Dimas,, mommy pun sangat malu atas tindakkan anaknya itu. Dan menyuruh salsa untuk tinggal di rumah utamanya.
__ADS_1
Sedang kan Salsa kini tengah mengurung diri dikamar,, ia sangat membenci Raina,, karna gadis itu telah merebut Dimasnya,, juga perhatian keluarga dimas serta Miko pun tak kalah ia rebut perhatiannya dan sekarang sang mommy memarahinya akan tindakkannya itu sehingga membuatnya semakin benci dengan sosok Raina.