Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 3 Pertemuan


__ADS_3

Adimas bergegas meninggalkan kantornya dan pergi menjemput sang kakek sebelum ia berulah. Perjalanan menuju hotel tempat acara pernikahannya sebenarnya tidak terlalu jauh namun saat ini weekend dan dipastikan jalanan macet.


Satu jam kemudian, adimas sudah tiba di depan ballroom resepsi pernikahan, rupa nya sang penjaga pintu telah diberitau perihal kedatangannya, sehingga dia tak susah payah menjelaskan karna tak membawa undangan, ia pun setelah menyebutkan nama langsung diizikan masuk kedalam ballroom tersebut. Adimas melihat ballroom tersebut sangat indah dengan nuansa gold dan putih dan bertebaran bunga bunga segar yang sangat indah dan banyak. Lalu dia bergegas mencari sang kakek.


Adimas berkeliling sambil memerhatikan setiap orang yang berkumpul untuk mencari sang kakek, dia melihat penampilan para tamu yang hadir lalu ia merasa betapa sederhananya pakaian yang ia kenakan. Tapi apa boleh buat? Ia tak mungkin kembali ke apartementnya untuk berganti pakaian lebih dulu bukan ?lagi pula dia kesini hanya untuk menjemput sang kakek lalu bergegas pulang.


Bicara soal sang kakek..


Akhirnya adimas menemukan sosok kakeknya yang dia cari, Gilang kusuma dirgantara rupanya sedang mengobrol dengan seseorang yang usianya hampir sama dengan kakeknya diseberang ruangan. Bibir adimas langsung tersenyum dan berjalan menuju kakeknya dengan langkah lebar dan senyum mengembang.


"Assalammualaikum kek..?", ucapnya sambil mencium tangan sang kakek dan duduk disampingnya.


"Waalaikum salam nak, akhirnya kau datang juga menjemputku, sudah ku duga karna kau sangat menyayangi kakek mu ini". Seru kakeknya sambil tersenyum lebar, sedangkan adimas hanya menanggapi dengan anggukan kepala malas berdebat dengan sang kakek. "Ini perkenalkan teman ku nak,, beliau waluyo pradana moe, dan waluyo ini cucu kesayanganku satu satunya, adimas".


Adimas langsung mengalihkan perhatiannya kepada lelaki tua itu yang berambut putih, tinggi dan tersenyum ramah kepada adimas. "Assalamualikum pak,, saya adimas dan benar saya cucu satu satunya teman anda yang menyebalkan itu, senang berkenalan dengan anda pak." Ucap adimas sebari mencium tangan pak waluyo. "Maafkan pakaian ku yang kurang sopan ini" ujarnya lanjut.

__ADS_1


"Walaikum salam nak,, senang akhirnya aku bisa bertemu dengan mu". Jawab pak waluyo sambil menepuk bahu adimas. " dan masalah pakaian tak perlu kau khawatirkan. Karna aku tau kakekmu yang bener tadi kau bilang menyebalkan itu yang pasti memaksamu kemari kan nak" ujar pak waluyo disambut tawa ketiganya. "Sudah,, mari duduk bersama nak,, kakek mu banyak bercerita tentang mu kepada ku".


Sungguh sangat berbeda sekali perbedaan antara kakeknya dengan pak waluyo. Dimana kakeknya gilang sangat tegas sedangkan pak waluyo tutur bahasanya sangat halus. Jangan jangan dahulu semasa sekolah pak waluyo sering berlindung kepada kakeknya dari pembullyan, atau pak waluyo korban bully kakeknya. Pikiran aneh adimas.


"Semoga kakekku tidak bercerita yang aneh aneh ya pak tentang saya" ucap adimas.


Pak waluyo pun tersenyum ramah "tenang nak,, kakek mu bangga pada mu".


Tak mau jika adimas tau jika dia memujinya karna bakal besar kepala dan tentu sangat malu baginya jika adimas tau dia begitu bangga pada cucu nya. Dia mengalihkan pembicaraan "waluyo mana calon cucu ku yang manis itu, mengapa dia tidak kembali?" Tanyanya. "Aku ingin memperkenalkan mereka berdua".


Adimas berusaha menjaga raut muka yang bersahaja, agar tetap terliat sopan dan nyaman. Namun pak waluyo dapat melihat ketidak nyamanan adimas dan dia sangat mengerti itu dan tidak merasa tersinggung sedikit pun. Lalu dia berkata " dasar kau gilang dari dulu tidak pernah berubah selalu to the point, selalu harus mendapatkan apa keinginanmu."


"Memangnya kenapa aku?" Balas kakek. "Bukankah dari dulu aku menginginkan berbesan dengan mu harusnya kau bangga. Dan betapa kecewanya aku ternyata anak kita berdua laki laki dan semata wayang pula. Tapi sekarang aku bahagia ternyata kau mempunyai cucu perempuan dan rencana kita harus dilanjutkan" ujarnya semangat.


Tak lama kemudian ada seorang pelayan yang membawa nampan berisi minuman, tanpa berfikir panjang adimas langsung menyambar air mineral tersebut dengan sekali teguk dan habis karena yang dia butuhkan adalah fokus agar berfikiran jernih menghadapi kakeknya ini. Jika saja boleh dia ingin minum wine saat ini kakeknya benar benar menyebalkan.

__ADS_1


"Ah.. itu Riana mu waluyo" kata kakek "panggil dia kemari cepat".


Adimas pun hanya bisa mendesah mendengar kakeknya begitu semangat. Tapi setidaknya nama cucu pak waluyo sangat indah seperti merasakan kedekatan dengan nama itu. Dan nama itu mengingatkannya pada kenangan pahit masa lalunya, kenangan yang menjadi penyesalan dalam hidupnya.


"Hallo opa,, hai pak Gilang,,apa kalian bersenang senang selama aku tinggal ".


Suara riang dan merdu serta manja itu membuat adimas mengangkat wajah. Dan membuatnya tertegun. Rambutnya hitam sebahu yang sangat feminim berbalut gaun malam berwarna merah maroon. Lalu sorot mata itu adimas merasa pernah melihatnya tapi dimana fikirnya.


"Raina aku ingin memperkenalkanmu dengan cucu ku, adimas" suara tegas Gilang membuyarkan lamunan adimas, dan segera adimas bergegas berdiri dari kursinya. " adimas ini raina, calon tunanganmu".


Mata adimas tak pernah teralihkan dari sosok raina. Itulah sebabnya ia dapat melihat perubahan jelas di raut wajah raina. Tak ada lagi senyum lebar dibibirnya dan mata yang berbinar ketika tadi menyapa kakeknya, kini berubah datar dan dingin. Oh God adimas baru menyadari siapa raina sekarang pantas saja wajah dan namanya tak asing. Apakah dia masih mengingatnya . Gumam adimas


"hai Raina prameswari moe" ucap adimas lantang sambil mengulurkan tangan. "Sudah lama kita tak bertemu".


" tunggu.. tunggu dulu apakah kalian sudah saling mengenal?" Tanya kakek dengan nada kaget juga senang. Pasalnya dia tak menyangka jika cucunya dapat mengingat nama wanita begitu lengkap jika tidak meninggalkan kesan yang mendalam. Kakek Gilang pun tersenyum optimis.

__ADS_1


__ADS_2