Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 18


__ADS_3

Selamat membaca semua.. jangan lupa tinggalkan jejak like kalian dikarya author ini.. 😘😘😘


.


Mari kita lanjutkan kisah Adimas dan Raina


.


.


-----------


Lima menit sudah mereka terdiam dengan pemikiran masing masih, hingga seorang waiters menghampiri mereka dengan membawa secangkir americano yang masih menggepul pesanan Adimas. "Ini pesannya mas, selamat menikmati" kata pelayan itu ramah dan bergegas pergi. Sementara itu mereka masih sama sibuk berdiam diri, akhirnya membuat Raina merasa jengah, mau tidak mau akhirnya dia buka suara.


"Apa hanya ingin diam saja, apa tak ada yang ingin kau bicarakan ?" Tanyanya pada Adimas


"Well,, apa kamu selalu saja galak jika berbicara kepada rekan mu" tanya balik Adimas, yang membuat Raina kesal.


"Aku akan selalu galak jika berbicara dengan orang seperti mu" katanya kesal


"Baiklah, kita kesampingkan dulu masalah diantara kita, ada yang lebih penting dibicarakan bukan kah tujuan awal kita ketemuan untuk itu" akhirnya Adimas mengalah dan memulai pembicaraan


"Nah itu kamu tau, baiklah kita kesampingkan masalah kita tapi jangan harap aku memaafkan mu?" Kata Raina lagi


"Baik," jawab Adimas sambil menghela napas.


"Jadi kau setuju kan kami menyewa tempatmu untuk proses syuting,, kira kira 3 hari" tembak Adimas pada inti masalahnya


"3 hari ?? Kukira hanya sehari" kata Raina lemas.


"Kurang lebih 3 hari,, tapi semoga saja syutingnya lancar jadi 2 hari bisa selesai, kami hanya berjaga jaga saja 1 hari nya jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, tapi jika 2 hari selesai maka uang sewa yang sudah kami keluarkan tidak perlu di refund" jelas Adimas


"Baiklah aku setuju, apa kami perlu menutup toko selama kalian proses syuting?" Tanya Raina kembali, jika harus tutup rasanya dia lebih baik menolak menyewanya karna dia tidak mau mengecewakan pelanggannya.


"Kalian tidak perlu menutup cafe itu, kami hanya pakai sekitar 5 jam saja, selama proses kalian bisa tetap berjualan mugkin hanya take away" ungkap Adimas


"Oke,, tapi ada persyaratan yang harus kalian setujui yang kami ajukan" kata Raina


"Baiklah jadi apa yang kalian ajukan" tanya Adimas.


Raina pun segera mengeluarkan kertas yang ia bawa yg berisi persyaratan yang diajukannya, dan Adimas langsung membacanya, "oke, kami setuju jadi dimana saya harus tandatangan" kata Adimas sambil mencari dimana tempat dia harus tandatangani. Melihat hal ini Raina merasa heran "heii, apa kamu gak membicaran dan mendiskusikan dulu sama atasanmu" tanyanya


Adimas pun hanya tersenyum mendengar pertanyaan Raina "buat apa?" Tanya nya


"Yaa barang kali aja atasanmu tidak setuju dengan syarat yang aku ajukan?"


"Tidak masalah, aku tidak akan keberatan" jawab Adimas. Yang membuat Raina terdiam, dia masih belum mencerna ucapan pria itu. "Baiklah terserah kau saja, tapi jika kau sudah tandatangani ini tandanya kita sudah deal, jika atasnmu menolaknya makan sudah tidak bisa" kata Raina. Akhirnya mereka menandatangani surat itu.


"Oh yaa, ini hanya surat perjanjian sementara kita, sedangkan untuk surat resminya besok ada orang lantor yang datang ke tempatmu sekaligus membayar sewanya" jelas Adimas, Raina hanya menganggukkan kepala tada ia mengerti, selang berapa menit handphone Raina pun berbunyi, terlihat nama ibu panti yang menghubunginya, ia pun menerima telpon tersebut. Wajahnya sangat panik membuat Adimas bertanya tanya siapa yang menelponnya, sakit siapa yang sakit hanya itu yang Adimas bisa dengar. Akhirnya Raina mengakhiri telponnya.

__ADS_1


"Maaf aku harus pergi sekarang" kata Raina dengan muka panik


"Tunggu, siapa yang menelpon sepertinya kau tidak baik baik saja setelah menerima telpon itu?" Tanya Adimas penasaran


"Hmm.." Raina ragu untuk menceritakannya.


"Ada apa ? Barangkali aku bisa membantumu, hmmm..?" Kata Adimas menyakinkan Raina karna sepertinya gadis itu ragu untuk bercerita


Akhirnya Raina pun buka suara "itu dari bu panti, beliau memberitahu kalau Bintang demam dan menyebut nama ku?" Cicit Raina, yang sontak mendengar itu Adimas pun kanget dan khawatir.


"Baik aku akan mengantar mu" kata Adimas.


"Tidak perlu aku bisa naik taxi, aku tidak mau merepotkanmu" kata Raina


"Tidak ada yang merasa direpotkan, aku juga mengkhawatirkan Bintang sama seperti mu" ungkap Adimas, akhirnya ia pun setuju diantar Adimas karna ia pikir jika ia pergi sendiri akan lama.


"Tapi, sebelumnya kita mampir ke toko boneka dulu, aku janji akan memberi Bintang boneka waktu itu" kata Adimas, dan Raina pun menyetujuinya. Mereka lalu bergegas meninggalkan starbuck.


--------------


Istana Boneka


...



Foto by.google...


"Hmm.. aku bingung harus memilih yang mana ?" Kata Adimas kepada Raina


"Boleh kau bantu pilihkan?"


"Baiklah" kata Raina yang langsung bergegas melihat lihat begitu banyak boneka.


"Rain" panggil Adimas dan gadis itu pun menoleh "apa?" Tanya nya.


"Apa kau tau berapa banyak anak dipanti itu?" Tanya Adimas


"Hmm.. disana ada 32 orang,, laki laki 12 sisanya wanita " jawab Raina sambil memilih milih boneka. "Sepertinya ini cocok untuk bintang?" Kata Raina menunjuk boneka tedy bear pilihannya.


"Hmm.. boleh juga" kata Adimas setuju "kita pilih yang ini tapi seukuran Bintang" katanya, yang membuat Raina melonggo dibuatnya.


"Sepertinya itu berlebihan" katanya


"Tidak" sanggah Adimas


"Ayo cepat kita harus segera kepanti bukan" katanya


Raina pun menepuk jidatnya mengapa dia lupa tujuan awalnya. Lalu ia pun bergegas menyusul Adimas ke kasir, namun lagi lagi dia dia buat terkejut pasalnya tidak hanya boneka beruang besar saja yang pria itu beli tapi juga 32 boneka ukuran sedang. Adimas yang melihat Raina terkejut pun bersuara "aku juga memberikan untuk anak anak lain, biar adil begitu" ungkapnya.

__ADS_1


"Baiklah" jawab Raina. "Ayo kita segera kepanti aku khawatir


dengan Bintang" katanya lagi. Akhirnya mereka pun berdua segera melaju ke panti untuk melihat keadaan bintang.


--------


Panti Asuhan Sayang Ibu


Akhirnya mereka tiba dipanti untungnya jalan tidak ramai jadi mereka bisa sampai dengan cepat, setelah mobil berhenti sempurna Raina bergegas turun dia sudah tidak sabar bertemu dengan Bintang hingga ia mengbaikan Adimas yang masih didalam mobil. melihat tingkah Raina, Adimas hanya bisa menggelengkan kepala.


"ibuuuu" seru Raina setibanya di depan pintu kantor pengurus panti memanggil ibu Tari,


"Raina akhirnya kamu kesini nak, ibu kira kamu sibuk, maafkan ibu mengganggu waktu mu" kata bu Tari sembari memeluknya


"tidak masalah bu, aku merasa tidak terganggu, bagaimana dengan Bintang?" tanyanya


"alhamdulillah, dia sudah tenang baru saja ibu memberinya obat, setelah ibu bujuk dia bahwa kamu akan kemari akhirnya dia mau juga meminum obat dan sekarang dia sedang tertidur" jelas ibu panti, yang membuat gadis itu sedikit lega


"kamu kesini naik apa nak?" tanya ibu tari


"yaampuun" ucap Raina yang baru saja sadar dia melupakan seseorang. sebelum ia menjelaskan dengan siapa dia datang, muncul sesosok pria yang terlihat kesusahan dengan membawa barang barang ditangannya.


"permisi" ucap pria itu


"bisa tolong bantu saya" katanya lanjut. ibu panti masih belum mengenali siapa orang itu, karna muka pria itu tertutup dengan boneka yang dibawanya.


"maaf aku lupa" cicit Raina yang segera bergegas membantu Adimas membawa barang barang ditangannya. setelah barangnya diambil alih oleh Raina sebagian lalu meletakkannya di meja, ia pun bergegas kembali ke mobilnya untuk mengambil sisa barangnya. melihat itu Raina menawarkan diri untuk membantu "apa perlu bantuan?" tanyanya. "tidak tinggal sedikit kok, aku bisa sendiri" kata Adimas lalu beranjak keluar.


"jadi kamu bersama nak Dimas?" tanya ibu panti


"iya bu, tadi ketika ibu menelpon aku sedang meting dengan dia, lalu setelah tau Bintang sakit dia minta ikut dan tuh membelikan ini semua" terang Raina sambil menunjukkan tumpukan boneka, sang ibu pun hanya tersenyum.


"beres" kata Adimas ketika kembali keruang pengurus panti dan menyenderkan punggungnya di sofa dia kelihatan lelah.


"silahkan diminum nak Dimas?" tawar ibu panti yang menyodorkan sirup dingin, yang langsung diteguk habis oleh Adimas. "alhamdulillah, terima kasih bu?" ucapnya.


"oh ya bu itu boneka boneka untuk dibagikan ke anak anak disini tp yang besar itu khusus untuk Bintang?" terang Adimas


"wah terima kasih banyak nak, anak anak pasti senang menerima nya" ungkap ibu panti


"sama sama bu, bagaimana keadaan Bintang bu?" tanyanya khawatir


"dia tadi demam tinggi, terus memanggil mama sama papa, ibu sendiri bingung siapa yang dimaksudnya papa, sedangkan yang ia suka panggil mama hanya nana, jadi ibu menelpon nana setelah ibu telpon dan bilang ke anak itu kalau nana akan datang baru dia mau dibujuk minum obat dan sekarang tertidur" terang ibu


"apa perlu dibawa ke dokter bu, mari saya antar?" tawar Adimas


"ibu belum tau nak, kita lihat dulu setelah dia bangun apa masih demam"


"baiklah bu, saya akan melihat Bintang bu apa boleh?"

__ADS_1


"tentu nak, disana ada nana barusan, mari ibu antarkan ke kamarnya" ujar bu tari. dan mereka pun pergi ke kamar Bintang dengan Adimas membawa boneka beruang besar untuknya.


__ADS_2