Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 38


__ADS_3

Terima kasih masih setia membaca karya author.. 😗😗


.


.


Jangan lupa kasih like disetiap bab yang kalian sudah baca yaa.. 😊 jika kalian berkenan memberikan ⚘ atau ☕ author amat sangat senang.. 😍😍


.


.


🍁🍁🍁🍁


Raina memutuskan segera pergi dari cafe itu dengan terburu buru ia khawatir jika Revano akan melihatnya bersedih, ia tak mau memperlihatkan kesedihan pada lelaki itu yang akan menimbulkan pertanyaan untuk dirinya, karna sejujurnya ia juga tidak tau mengapa sampai seperti ini ketika melihat mereka.


Mereka yang Raina maksud adalah Adimas dan Salsa,, ia melihat keduanya keluar dari gedung perkantoran itu gedung yang menjadi kantor Dimas, dengan Salsa yang menggelayut manja di lengan Dimas, dan sambil tertawa tawa entah lah apa yang wanita itu bicarakan, dan Dimas hanya membiarkan wanita itu bergelayut manja dilengannya seolah dia tak keberatan.


Sedangkan Revano,, pria itu menyadari perubahan hati dan raut wajah gadis itu,, tapi apa? Pikirnya, ia enggan bertanya apa apa pada gadis itu karna ia tau mood gadis itu sedang buruk,, ia tak mau memperburuk moodnya dengan kekepoannya,, jadi biarkan lah dulu saat ini fokusnya hanya membuat gadis itu nyaman berada di dekatnya seperti dulu. Ia tak memungkiri waktu yang telah merubah segalanya.


Ketika Raina dan Revano keluar dari cafe itu,, Adimas pun sedang mengarahkan pandangannya ke arah sebrang dari tempatnya berada,, dan pandangannya menatap seseorang yang sangat ia kenal yaa itu Raina,, dan mata mereka pun saling melihat dan Raina pun segera memutuskan kontak mata itu dan segera menuju ke parkiran dimana mobil Revano berada.


Adimas pun segera melangkah kakinya ke arah Raina berada, dan memanggilnya namun Raina seolah tuli.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


PoV Adimas


Hari ini aku memiliki banyak perkerjaan yang mesti diselesaikan,, dimana pagi hari ini aku mulai dari kantor trevel milik keluarga ku ada sedikit kendala dimana ada staff kami yang menyelewengkan dana dari komsumen untuk tour korea selama seminggu dimana mereka membawa kabur semua sisa pembayaran dari konsumen,, dan itu semua acara gethdering 2 perusahaan besar yang selama ini menjadi konsumen potensial perusahaan kami selama ini,, gimana tidak membuatku pusing.


Belum lagi dikantor ku sendiri,, semua project yang deadline kini mandek ditengah jalan aku sendiri tak tau dimana masalahnya,, karna masalah di 2 perusahaanku kini,, aku harus rela melewati waktu kebersamaan ku dengan gadis yang sedang kuperjuangkan saat ini, kuharap dia mengerti akan kesibukan ku.


Namun ketika ku sedang sibuk bekerja tiba tiba saja Salsa datang dan langsung masuk ke ruanganku begitu saja tanpa salam dan mengetuk pintu seperti biasanya.


Sempat aku jengkel dengan sekretaris ku Mitha,, karna membiarkan Salsa masuk ke ruangan ku padahal Mitha paling ku andalkan untuk mengusir wanita yang dia juluki ulet keket ini yang kini sudah ada dihadapan mejaku,, namun ku sadar kalau Mitha ku tugaskan meeting bersama Miko dengan para staff untuk membahas segala kendala mereka. Sejujurnya harus nya aku yang menghadiri meeting itu namun kepala ku sudah pening duluan karna baru saja meeting di kantor trevel dan takut fokusku terganggu dengan meeting kali ini jadi ku serahkan pada "duo M" itu yang bisa kuandalkan.


Parahnya sekarang aku harus menghadapi si ulet keket yang mana dia sahabatku. Salsa terus mengganggu konsentrasiku memeriksa berbagai berkas pekerjaan dengan pertanyaan yang menurutku tak penting itu,, seperti dim kamu kemana aja? Dim kamu jarang keliatan? Dim temenin aku kesini.. kesana..? Dim dinner yuk kita..? Dan segudang pertanyaan lainnya yang enggan ku jawab.


Karna tak henti hentinya ia terus ngoceh dan merengek kepada ku,, membuat kepala ini akan pecah dan belum lagi pekerjaan ku yang masih bayak,, lalu ku putuskan keluar ruangan guna mencari udara segar dan cuci mata melihat hiruk pikuk orang sedikit bisa merilexkan mata pikir ku,, lalu aku beranjak dari kursi kerja ku dan berjalan keluar ruangan tanpa bicara sepatah kata pun dan aku hanya tersenyum kecil kearahnya sebagai tanda keramahan ku padanya,, jujur aku tak bisa menyakiti wanit itu karna kita telah berteman sangat lama.


Salsa terus mengikuti ku dan tak lupa ia selalu menggandeng lenganku, sebenarnya aku risah dengan tindakkannya tapi yaa sudahlah aku biarkan saja toh dia biasa seperti ini. Dia masih terus berbicara menceritakan bayak hal tapi aku sama sekali fokus dengan apa yang ia katakan hanya sesekali ku respon dengan hmm,, oh yaa,, hanya seperti itu.


Seketika mata kami saling bertatapan dan dia langsung memutuskan tatapan itu dan segera menuju parkiran,, aku melihat raut wajah sedih dan kecewa nya ia ketika melihatku,, tapi mengapa? Apa salah yang telah ku lakukan? Bukannya seharusnya aku yang marah melihatnya jalan dengan pria asing. Tanya ku pada diri sendiri. Namun salsa membuyarkan lamunanku dengan menggoyang goyangkan lengan ku yang sedang dia gelayuti itu. OH SHIIT gumamku,, kini aku paham ia marah karena melihat ku dan Salsa.


Menyadari hal itu aku hempaskan tangan Salsa yang berada dilenganku dan aku berlari menyebrangi jalan dan terus ku berlari menemui gadis ku,, rupanya gadisku sedang cemburu fikirku,, ku terus berlari dan meneriakkan namanya namun sayangnya dia tak menggubsris panggilanku dan mobil yang membawanya melaju meninggalkan parkiran.


"SIAL" umpatku melihat Raina pergi dengan kesalahpahaman yang terjadi aku menyesali itu namun salahkah aku jika ada sedikit rasa bahagia atas kejadian barusan karna ku tau dia mencemburi aku,, apa aku sudah mendapatkan hatinya ku harap demikian


🍁🍁🍁🍁


PoV Raina

__ADS_1


Hari ini sebenarnya aku sangat kesal karna tadi pagi Dimas menelponku dan mengatakan tidak bisa datang menemuiku untuk makan siang karna banyaknya pekerjaan,, ku coba untuk mengerti dirinya . Dan ku memutuskan untuk ke kafe.


Tiba tiba saja kak Raka menemui ku di kamar dan mengajakku sarapan bersama dia sedang ingin makan bubur ayam Favorite kami,, entah sudah berapa lama kami tak menikmati bubur itu,, akhirnya aku memutuskan menerima tawarannya.


Entah mengapa sesampainya disana,, ketika kami menikmati bubur pesan kami,, kak Raka menceritakan tentang sahabatnya yang tak lain adalah mantan ku yakni Revano,, yaa aku pernah menjalin asmara dengan sahabat kakak ku kami melakukan beckstreet tapi sungguh itu bukan ke inginanku tapi keinginan Revano dengan alasan dia tak mau hubungan persahabatan dengan kakak kakakku hancur gegara kami pacaran.


Kak Raka menceritakan bahwa pria itu telah pulang ke indonesia. Membuatku terkejut dan yang lebih mengejutkan pula ketika kak Raka menanyakan "apakah aku dulu meminta Revan menikahi ku" deg.. pertanyaan yang mengingatkan ku pada kisah masa lalu,, yang dengan agresifnya aku meminta pria itu menikahi ku sebelum ia pergi ke luar negeri. Bukannya menjawab tapi aku malah tertawa, tertawa yang ku paksakan agar terlihat santai " aku hanya becanda kak,, mungkin ia mengaggap itu serius" elak ku. Untung nya kak Raka percaya.


Kami pun memutuskan untuk segera ke kafe dengan diantar kak Raka. Sesampainya di kafe,, salah seorang staff ku berkata jika ada yang mencari ku dan ketika ku tanya siapa muncul lah sosok yang mencariku,, dia sosok yang sama yang menjadi topik obrolan kami tadi pagi.


Aku terpaku melihat sosok pria yang kini dihadapanku,, dan jantung masih sama selalu berdebar setiap berada didepan pria ini,, perasaan ini membuat ku bingung apa aku masih mencintainya tapi bukan kah dia telah mengecewakan ku dan saat ini bukankah aku sudah memutuskan membuka hati untuk pria lain.


Revano mengajak ku makan siang bersama,, tanpa berfikir panjang ku terima ajakkannya,, aku pikir aku juga tidak ada janji dengan orang lain dan aku ingin membuktikan perasaanku ini, ia pun mengajak aku makan di resto langganan kami dulu.


Tiba di resto kami segera mencari meja dab kupilih meja dilantai satu bersebelahan dengan kaca yang menampilkan view jalan raya,, tidak terlalu buruk fikirku jadi pandanganku tak selalu terfokus pada pria didepan ku. ada kecanggungan diantara kami mungkin karna kami telah lama tak saling berkomunikasi ditambah terakhir kali kami bertemu dengan situasi tak mengenakan.


Revano yang bayak bertanya pada ku dan ku jawab dengan apa adanya,, jujur pikiran ku sedang tidak ada disini aku memikirkan seseorang, sampai pada akhirnya aku melihat seseorang disebrang sana sepertinya aku megenali pria itu dan benar saja itu Miko sahabat sekaligus Asissten Dimas. Deg aku baru menyadari bahwa itu kantor nya Dimas. Hatiku makin gelisah seperti kekasih yang tengah berselingkuh dan takut ketahuan.


Aku berusaha setenang mungkin agar Revano tak mencurigai kegelisahan ku dan bayak bertanya karna aku sedang tak ingin berkata apa pun,, mood aku makin buruk karna melihat kearah yang sama tempat dimana aku melihat Miko tadi,, aku melihat Dimas bersama Salsa dengan tangan salsa bergelayut manja di tangan Dimas. Membuatku tak suka ingin marah dan kecewa pada saat bersamaan entah apa yang hati ku rasakan. Aku tak mengerti,, lalu ku memutuskan untuk meninggalkan resto ini,, sebelum air mataku tumpah dan Revano menyadari hal itu.


Bergegas aku segera keluar resto dan menuju ke arah parkiran dimana mobil Revano terpakir, kulihat Dimas menyadari keberadaan ku dan mata kami bersitatap,, lalu segera kualihkan pandangan ku dari arah matanya dan segera aku percepat langkah ku menuju mobil yang tadi membawa ku kesini. Kulihat jelas Dimas mengejar ku dan memanggil nama ku tapi kuabaikan begiti saja, karna aku tak mau menemuinnya dengan keadaan seperti ini.


.


.

__ADS_1


Author mau kasih tau jangan lupa baca karya terbaru author yang sudah ada di noveltoon.



__ADS_2