
Terima kasih readers tersayang masih setia dengan kisah Raina dan Adimas,.
.
.
Jangan lupa baca karya Author lainnya CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)
.
.
Jangan lupa kasih dukungannya agar author semangaat up nya dan sapa sapa author di kolom koment π
.
.
πΊπΊπΊπΊ
Kini bik inah tengah mengantar minuman pesanan Adimas ke halaman belakang karna Dimas dan Raina tengah berada disana menemani Bintang bermain,, karna bayi gemoy itu sedari tadi tak mau jauh dari Dimas maupun Raina,, Dimas tak keberatan akan hal itu justru dia berterima kasih sama Bie karna ulahnya dia bisa deket dan berbicara banyak dengan Raina nya,, walau kini Raina bersikap acuh padanya.
"Ini minumannya mas,, silahkan" ujar bik inah sopan sambil menaruh gelas keatas meja sebelah Dimas sedangkan Raina tengah menemani Bie bermain ayunan tak jauh dari Dimas
"Terima kasih Bik" ujar Dimas,, dan Bik inah pun pergi dari sana.
Dimas menggambil gelas yang tadi bik inah letakkan diatas meja,, lalu ia membawa nya menuju tempat dimana Raina berada.
"Ini minumlah" ujarnya pada Raina sambil menyodor kan gelas berisi minuman dingin,, dan Raina pun segera mengambilnya
"Terima kasih" ucap Raina lalu meminumnya.
"Titip" ujar Dimas memberikan gelasnya yang telah habis ia minum kepada Raina,, karna ia ingin bermain bersama Bie.
Raina mengambilnya tanpa berucap apapun dan pandangannya mengikuti arah Dimas,, ia melihat pria itu bermain dengan Bie menggendong bayi gemoy itu dipundaknya dan berlari lari membuat Bie tertawa senang,, ada sedikit rasa hangat melihat pemandangan itu.
Tak lama Raina merasa sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya,, tubuhnya serasa tak enak panas,, aneeh pikirnya ia merasa gairahnya memburu,, ia menepis rasa yang tengah terjadi pada tubuhnya dengan susah payah,, tak hanya Raina yang merasakan tapi Dimas pun merasakan hal yang sama saat ini tengah bermain bersama Bie,, sesekali ia melihat Raina,, gadis itu duduk dengan tidak nyaman dilihatnya. Dimas pun me dekatkan diri padanya,, aneh keduanya merasakan letupan gairah dari dalam tubuh mereka ketika bersama seperti ini.
"Sial ini Salah" umpat Dimas yang masih terdengar oleh Raina
"Apa kamu merasakan hal aneh Rain?" Tanya Dimas dengan berat menahan sesuatu dalam tubuhnya,, Raina hanya menggangguk.
"Sekarang kamu Fokus dan dengar kata kata ku,, ada yang tidak beres dengan kita,, aku tak mau kita salah jalan dan saling membenci,, sekarang kamu masuk ke kamar yang ada di depan kolam renang itu" kata Dimas sambil menunjukkan letak kamar yang dimaksud. "Kamu masuk kedalam dan langsung kamu berendam di dalam bathtube agar rasa ini hilang,, percaya sama aku dan aku akan kesana setelah menyerahkan Bie pada bu panti,,mengerti" ucap Dimas tegas
Raina yang sudah tak berdaya dan tak tau harus berbuat apa,, karna rasa yang ada ditubuhnya yang sulit ia kendalikan. Akhirnya menurut perkataan Dimas dan segera ke kamar yang Dimas perintahkan.
Sedangkan Dimas segera membawa Bie menuju ibu panti,, ia juga harus menahan hasratnya akibat minuman tersebut,, belum lagi dia ditahan oleh saudaranya yang menyapanya.
__ADS_1
"Raina" seru Dimas ketika masuk kedalam kamar yang ia maksud kepada Raina tadi,, namun tak ada sautan dari Raina. Dimas pun khawatir dan bergegas menuju kamar mandi guna memastikan keadaan Raina.
"Rain,, apa kamu didalam?" Tanya nya lagi
"Iaa Dim,, aku disini" jawab Raina sambil terisak.
Mendengar isakkan Raina,, Dimas pun memberanikan diri masuk kedalam kamar mandi,,
"Rain" ucapnya melihat Raina terisak didalam bathtube sambil menggosok gosokkan kulitnya hingga terlihat memerah.
"Sakiit Diimm" ujarnya,, Adimas pun yang sama tengah menahan hasratnya yang kian membucah apalagi melihat Raina dengan pakainanya yang basah dan tercetak jelas tonjolan dadanya membuatnya menelan salivanya,, ia harus tetap berfikiran waras.
"Dimas kamu gak boleh gegabah dan kalah sama hasrat mu,, itu akan makin kamu menyakiti wanita yang kamu cintai itu,, ia akan makin membenci mu" kata Dimas untuk dirinya sendiri
"Masih sakit hmm" tanya Dimas dengan suara berat me dekati Raina agar gadis itu tak terus menggosok gosokkan tangannya. Ketika mendekat entah angin dari mana tiba tiba Raina menarik tengkuk Dimas dan menyatukan bibirnya,, ******* bibir dimas,, tak ada lagi rasa malu karna begitu besar dan kuat efek dari obat itu.
Dimas yang menerima serangan mendadak itu hanya diam terkejut dengan aksi Raina,, dia tak membalasnya namun makin lama ******* Raina atas bibirnya makin kuat akibat rasa yang ia rasakan,, dan akhirnya Dimas yang juga tengah menahan hasratnya membalas ciuman gadis itu tak kalah buas,, mereka saling berpangutan dan membelitkan lidah mereka menyalurkan hasrat mereka,, saling mengobrak abrik rongga mulut mereka. Setelah merasa ke habisan oksigen mereka menghentikan aksinya,, Dimas langsung tersadar dan menjauh dari Raina.
"Maaf Rain" ucapnya menyesal
"Sakiit diim" ucap Raina merangkul dimas.
Dimas hanya memeluk Raina mereka saling memberikan kekuatan menekan hasrat mereka. Dan dimas langsung mengambil ponselnya di dalam saku dan langsung menyentuh angka 4 yang langsung terhubung pada Miko
ππ¦ mikooo bisa tolong gue
ππ¦ lu jangan ribut yaa,, dengar baik baik ada orang yang ngerjain gue sama Raina,, dia masukkin obat ke minuman kita,, sekarang gue sama Raina ada dikamar depan kolam renang,, kita lagi mencoba nahan rasa ho*ny ini
ππ± apa gilaa lu,, berarti lu lagi kaya gitu..
ππ¦ brengsek lu gue ga segila itu,, jangan bikin heboh lu,, gue nelpon lu buat minta tolong,, lu panggil Raka sama Mbak Anggi dan lu anter mereka kesini,, jangan sampe yang lain tau,, cepet ini kesian Raina berendam di bathtube dari tadi.
ππ± okee lu tunggu gue.
Miko pun tak habis pikir siapa yang telah mengerjai sahabatnya,, ia bergegas mencari Raka dan Anggi. Ia harus cepat karna pasti sahabatnya itu menderita menahan hasratnya. Karna setau dia obat seperti itu akan hilang jika mereka menyalurkan hasratnya atau dengan berendam di bathtube.
Akhirnya Miko menemukan Raka dan juga Anggi yang sedang mengobrol dengan keluarganya Adimas. Lalu ia mendekati mereka.
"Permisi,, maaf menganggu" ucap Miko dan membuat semuanya menoleh ke arahnya
"Iyaa Miko ada apa?" Tanya mama Sandara
"Saya ada perlu sama dokter Raka,, tan" jawab Miko
"Sama saya?" Ucap Raka
"Iyaa,, bisa bicara sebentar dok?" Tanya Miko
__ADS_1
"Baiklah" jawab Raka
"Sebaiknya di halaman belakang saja" ucap Miko. Dan disetujui oleh Raka dan pamit kepada semua yang ada disana.
"Oh yaa,, mbak Anggi anda di minta ke halaman oleh Raina" ucap Miko lagi sebelum beranjak pergi bersama Raka
"Samperin dulu aja yang" perintah Rayyi. Dan di angguki oleh Anggi. Dan ia pergi bersama sama Miko juga Raka.
Sesampainya dihalaman "maaf mbak Anggi,, dokter Raka" ucap Miko yang membuat keduanya menatap ke arah Miko
"Ada apa?" Tanya Raka. Akhirnya Miko menceritakan apa yang dikatakan Dimas kepada via telpon tadi.
"Sialan,, seKarang mereka dimana?" Tanya Raka geram
Dan mereka pun menuju tempat dimana Raina dan Dimas berada.
"Broo" seruu Miko
"Deek" seruu Raka bersamaan ketika telah sampai dikamar yang mereka tuju
"Kami disini" jawab Dimas
"Sepertinya mereka dikamar mandi" ujar Anggi yang cemas takut adik iparnya telah melakukan sesuatu.
"Ayoo kita liat" seru Raka
Dan ketika pintu kamar mandi dibuka dilihat lah Raina yang tengah berendam didalam bathtube dengan pakaian utuh dan Dimas duduk dibawah kucuran Shower yang mebasahinya. Mereka bertiga merasa lega karna kedua orang itu tak melakukan hal yang sangat jauh.
"Rakaa tolong Raina terlebih dahulu,, kami telah sejam berendam tapi efek obat itu gak hilang" ucap Dimas lirih
"Mik,, tolong ambil kan weardobe didalam lemari berikan ke mbak anggi biar dia bisa membantu Raina. Dan kamu segera ke kamar ku ambilkan baju ku an baju yang sekiranya pantas dipakai Raina" perintah Dimas.
Sementara Raka tadi langsung keluar mengambil peralatan medis nya dan kinj telah kembali guna menolong dimas juga adiknya.
Dikamar Adimas,, salsa tengah menunggu kedatangan Adimas dengan berpakaian seksi. Mendengar ada langkah kaki menuju kamar tersebut ia segera mendekati pintu untuk menyambut orang yang datang yang ia fikir adalah Adimas dengan efek obat yang telah ia campurkan ke dalam minuman.
Cklek.. suara pintu terbuka dan Salsa langsung memeluk orang yang datang.
"Heii sal,, ngapain lu peluk peluk gue" ucap Miko
Salsa yang mengenal suara itu dan tau itu bukan suara dimas lalu melihat orang yang dia peluk. Dan betapa kagetnya jika itu adalah Miko
"Miko,, kok elu Dimdim mana?" Tanyanya kesal
"Eh gue nanya sama lu ngapain lu dikamar dimas pake baju kaya gini lagi" tanya Miko tapi Salsa tak menjawab malah bertanya sama Miko
"Lu mau apa disini?" Tanya Salsa
__ADS_1
"Mau ambil baju" jawab Miko datar karna dia harus bergegas mengambil baju untuk Dimas juga Raina.