
Terima kasih masih setia membaca karya author..
.
.
Jangan lupa dukung dengan memberi like pada setiap bab yang telah dibaca 🤗🤗
.
.
🍁🍁🍁🍁
Kini hubungan Adimas dan Raina makin terjalin baik semenjak pertemuan Dimas dengan keluarga Raina,, tidak bisa dikatakan pacaran juga hubungan keduanya,, karna mereka masih sama sama saling mengenal kembali,, banyak waktu yang mereka habis kan berdua entah pergi makan siang ditengah kesibukan keduanya mereka sengaja meluangkan waktu seminggu 2x untuk makan siang bersama,, pergi jalan bersama tapi biasanya mereka pergi selalu mengajak Bee bocah yang kini usianya telah masuk 3 th,, tentunya mereka kini intens untuk saling memberi kabar.
Seperti hari ini,, sudah 2 minggu mereka tidak bertemu dan hanya bersua lewat telpon maupun pesan,, kini kedua akan makan siang bersama.
"Mit,, saya ada jadwal gak setelah makan siang ?" Tanya Dimas pada sekretarisnya itu
"Kosong pak,, barusan jadwal terakhir bapak meeting" jawab Mita
"Baik Mit,, saya mau makan siang di luar kemungkinan jam 2 baru balik kantor" terang Dimas
"Ciee,, yang udah ga jomblo,, mau kencan ya pak" canda Mita pada bos nya teesebut,, yaa semenjak bos nya menumpang mandi di apartementnya mereka semakin dekat dan saling melempar candaan,, mita senang bos nya kini lebih hidup dan tidak kaku
"Iya lah masa punya pacar dianggurin" jawab dimas,, sambil nyindir sekretarisnya itu pasalnya tunangan mita kini ditugaskan di bandung oleh perusahaan tempatnya bekerja.
"Iya yang punya pacar sekarang dee,, lagian saya juga izin makan siang diluar pak,, pekerjaan saya juga sudah selesai" izin mita
"Baiklah tapi jangan telat balik ke kantor yaa mit"
"Siap pak,, lagian sama sama jojo makan disekitar kantor kok"
"Ooh jojo udah di jakarta"
"Iyaa pak tadi pagi dia harus meeting dikantor pusat nanti malem jalan lagi ke bandung" jelas Mita
"Yaudah saya tinggal mit, ingat jangan telat balik ke kantor" tegas Dimas sebelum pergi.
Mita yang masih berada dikantor sedang menunggu jemputan dari tunangannya,, rencananya mereka akan makan siang dia cafe sebrang kantor,, karna enggan menunggu di cafe,, mita lebih memilih menunggu diruang kerjanya sambil merapihkan beberapa berkas,, dan mengajari karyawan baru yang akan diperbantuan sebagai patnernya dalam menghendel pekerjaan Dimas dan Miko yang kian banyak.
"Nis,, kamu ngertikan ?" Tanya pada Ninis setelah selesai menerangkan
"Iyaa mbak" jawab Ninis
"Baik kalau gitu,, aku dan pak Dimas makan siang diluar nanti kami balik lagi ke kantor kok,, kalau ada yang nanya bilang aja lagi makan siang diluar" terang Mita sebelum pergi.
Ninis tetap diruangannya yang ia tempati bersama mita,, ia jarang makan siang di kantin karna selalu membawa bekal dari rumah,, jadi dia biasa menghabiskan istirahatnya di ruangannya.
"Hei,, kamu?" Panggil seseorang
"Saya buk?" Tanya Ninis
"Iyaa siapa lagi disini cuma ada kamu" jawab wanita itu arogant
"Bisa saya bantu bu?" Tanya nya sopan
"Kamu staff baru yaa?? Gantiin si Mita?" Tanya wanita itu,, ia berfikir Mita telah dipecat sesuai keinginannya yang ia sampaikan pada Miko sewaktu pupang dari bogor,, yaa wanita itu adalah Salsa
"Iya bu saya staff baru disini,, saya bukan menggantikan mbak Mita tapi membantunya" jawab Ninis
"Ooh,, saya kira wanita itu sudah dipecat" ungkap Salsa kecewa
"Tadi saya keruangan Dimdim eh maksud saya dimas,, kok kosong yaa kemana dia?" Tanyanya
"Pak dimas dan mbak mita sedang makan siang diluar bu" jawab Ninis,,
Mendengar jawaban ninis kalau dimdim nya dan mita makan berdua diluar ia semakin geram,, kemudian ia berfikir mungkin si miko juga ikut kali batinnya
"Sama pak Miko juga?" Tanya salsa lagi
"Pak miko tugas luar bu,, beliau sedang memantau jalanannya syuting iklan " jawab Ninis
Mendengar kembali jawaban staff baru itu membuat salsa meradang dan bergegas keluar tanpa pamit pada ninis dan membuat gadis itu terheran heran akan tamu atasannya itu.
🍁🍁🍁🍁
Tripel'R cake and coffe
__ADS_1
Adimas telah sampai di caffe milik Raina,, ia menjemput gadisnya untuk itu makan siang bersama, setelah dua minggu mereka absen bertemu karna kesibukan masing masing.
"Siang shel,, Raina lagi sibuk gak?" Tanya nya ketika masuk ke dalam caffe dan melihat shelia sedang diberdiri dibelakang meja kasir
"Siang mas dimas,, ada di dalam kok dari tadi udah nungguin" ujarnya "langsung masuk aja mas ke ruangannya aja"
"Oke,, aku masuk dulu yaa shel" ia pun beranjak masuk ke ruangan gadisnya
Tok..tok..tok
"Iya ndah masuk aja" seru gadia itu dari dalam dan ia mengira jika indah yang mengetuk pintunya karna tadi staff nya itu sedang mengecek stok barang
Dimas pun membuka pintu kerja gadisnya telah mendapat izin dari si pemilik ruangan. Ceklek pintu pun ia buka
"Iyaa ndah tinggal berapa karung tepungnya?" Tanya gadiz itu tanpa melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan.
Dimas hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan gadisnya,, ia malah diam dan tersenyum melihat tingkah gadisnya ketika bekerja sementara itu Raina yang tidak mendapat jawaban apa yang ia tanyakan kembali bertanya dan masih dengan mata yang tertuju pada laptopnya
"Ndah,, kok diem aja,, sisa berapa stok di gudang,, ayolah kamu tau aku akan pergi sebentar lagi kekasih ku jemput" ujarnya yang mengatakan kekasih kepada adimas.
Adimas yang mendengar pengakuan gadisnya mengatakan dirinya kekasih sungguh sangat senang karna usahanya tidak sia sia,, karna selama ini gadis itu tidak pernah mengakuinya sungguh kebahagian baginya sekarang.
"Ndaah.. ?" Tanyanya lagi karna masih tidak mendapat jawaban dari staffnya itu,, membuatnya kesal lalu ia pun mengalihkan perhatiannya dari laptop yang sedang ia pandang ke arah pintu.
Deg,,, jantung Raina merdegup kencang melihat siapa yang tengah berdiri di depan pintu itu,, wajahnya langsung merona dan memerah seperti kepiting rebus.
"Se..sejak kapan kamu disitu?" Tanyanya lirih menahan malu.
"Apa dia denger apa yang gue omongin tadi yaa?" Tanya Raina pada dirinya.
"Hmm,, lumayan laah sempet juga denger ada orag yang sedang menunggu kekasihnya menjemput" jawab Dimas menggoda Raina
"Udaah lama dong berarti,, kenapa kamu diam aja?" Tanyanya ketus
"gimana aku mau ngomong orang kamunya dari tadi nyerocos terus" jawab Dimas santai
"Jadi kamu udah anggap aku kekasih mu?" Tanya Dimas sambil menaikkan satu alisnya menggoda Raina.
"Siapa yang bilang" elak Raina jutek "jangan geer" ucapnya lagi
"Ooh,, jadi kalau bukan aku orangnya,, jadi kamu nunggu pacar kamu ya?" Tanya dimas,, ia tau bahwa gadisnya itu berbohong dan gengsi mengatakan kebenarannya
"Baiklah,, jadi aku menggaggu dong,, aku pamit aja kalau gitu" ucap Dimas beranjak pergi
"Tunggu,, karna kamu sudah datang lebih dulu ayook kita pergi saja" jawab Raina lalu bangkit dari duduknya.
"Kamu tunggu didepan aja " kata Raina lagi ke dimas,, dan pria itu pun keluar dari ruangan gadisnya dan menunggu didepan
"Shel,, saya mau tanya dong?" Tanya dimas pada shelia yang tanpak sedang santai
"Tanya apa mas?" Tanya shelia balik
"Raina lagi nunggu orang yaa?" Tanyanya
"Iyaa,, mbak Raina lagi nunggu orang dari tadi dia udah mondar mandir aja" ungkap Raina
"Oh,, siapa sih orangnya?" Tanya Dimas penasaran
" lah,, mas dimas ga tau?" Shelia lagi lagi balik bertanya,, dimas hanya menjawab dengan gelengan, dan karna baru pertama kali melihat wajah dimas seperti itu shelia semakin ingin menggodanya
"Sini mas aku bisikkin" katanya sambil mendekat ke arah dimas dan dimas mencondongkan tubuhnya ke arah wanita itu agar lebih mudah "orangnya namanya Adimas" kata shelia lirih
Mata Dimas pun membelak tak percaya "saya?? Masa saya gak mungkin shel" tanya dimas pura pura tak percaya
"Beneran mas" kata shelia yakin
"Raina tuh lagi deket sama orang lain gak seh setau kamu selain saya" tanyanya lagi penasaran
"Gak ada"
"Pacar gitu?" Tanya dimas makin ingin memastikan agar dirinya tidak geer seperti kata Raina
"Mbak Raina tuh setau aku gak punya pacar dan gak deket juga sama laki laki lain selain sama mas Riski dan mas Angga" jelas shelia
"Tunggu,, bukan kah mas dimas pacarnya mba Raina?" Tanya shelia heran karna sejak tadi sepertinya dimas menanyakan hal yang aneh
"Seharusnya,, tapi dia gak pernah mau ngakuin aku kekasihnya selalu saja ngelak?" Curhat dimas
"Sabar mas,, mbak Raina mah emang gitu,, tapi percaya deh cuma mas dimas yang lagi deket sama dia" ujar Shelia
__ADS_1
"Hei apa yang kalian bicarakan" hardik Raina ketika keluar dari dalam ruangannya dan melihat dimas dan shelia asyik mengobrol sepertinya dirinya yang jadi bahan gibahan keduanya
"Cepaat ajak dia pergi mas,, sebelum ngamuk" bisik shelia ke dimas
"Apa yang kalian gibahkan?" Tanyanya lagi
"Sayang,, cepat yuk kita jalan aku sudah laper ini magh ku sepertinya kambuh" ucap dimas lirih,, ia pura pura menahan nyeri agar ia bisa mengajak gadisnya pergi
"Sayang,, sayang enak aja,, ayoo cepat kamu harus segera makan" ucap gadis itu khawatir.
Raina dan Dimas pun beranjak keluar dari caffe menuju restoran yang sudah dimas booking sebelumnya,, dan sebelum pergi dimas sempat mengedipkan pada pada shelia jika misinya berhasil.
🍁🍁🍁🍁
Jakarta Hospitaly
Tempat lain Rakadia telah selesai prakteknya,, hari ini sungguh menguras tenaganya karna pasiennya kali ini lumayan banyak. Ia pun merentangkan tangannya untuk melakukan rilexsasi.
"Sus,, jadwal saya hari ini apa lagi ya?" Tanya Raka pada suster yang menjadi assistennya itu
"Jam 3 ada visit dok ke ruang VIP kencana ada 2 pasien dokter, dan jam 5 sore ada 1 operasi besar" terang suster tersebut.
Raka hanya bisa menghela nafasnya,, dia fikir hanya menangani pasien yang bayak saja saat praktek ternyata ia mempunyai jadwal padat hari ini dan dia butuh hiburan sesaat sebelum kembali berkutat dengan pasien dan penyakitnya. Ia pun melirik jam tangannya dan memutuskan akan mengajak adiknya makan bersama.
Namun ketika menghubungi nomer telpone adiknya handphone malah suara orang lain yang terdengar bukan suara adiknya membuatnya panik
"Hallo,, benarkan ini nomernya Raina kan?" Tanyanya
"Iya betul dokter Raka" jawab perempuan di sebrang sana
"Lalu kenapa bukan adik saya yang angkat? Kamu siapa dan kenapa kenal sama saya.?"
"Maaf dokter,, ih masa gak ngenalin suara saya dok? Saya shelia" ucap perempuan diujung sana.
"Oh shelia sorry,, saya kaget aja nomernya bener nomer adik saya tapi suaranya beda?" Jawab Raka sambil tertawa
"Maaf dok, lancang telah angkat telpon mbak Raina abis saya lagi beresin ruangannya terus denger suara hp bunyi terus saya cari ternyata hp nya mbak Raina ketinggalan pas diliat siapa yang telpon dan nama dokter di layar saya inisitif angkat karna takut ada yang penting" beber shelia mengapa dia bisa mengangkat panggilannya
"Iya shel gak apa apa, btw Raina nya mana ya?"
"Mbak Raina lagi pergi makan bareng mas Dimas?"
"Yaah saya telat dong mau ajak dia makan, yaa yasudah shel saya tutup ya" akhirnya Raka menutup percakapannya.
Tak lama pintu ruangan praktiknya diketuk dan masuk lah suster yang menjadi asistenny itu. Ia heran kenapa susternya kembali padahal jam praktiknya sudah habis.
"Maaf dok,, mengganggu diluar ada yang ingin menemui dokter?"
"Siapa? Pasien lagi sus kan ini sudah lewat jauh dari jam praktek?" Tanya karna ia benar benar merasa lelah
"Bukan pasien dok,, katanya beliau sahabat dokter" terang si suster
Raka pun merenyutikan dahinya dan bertanya dalam hati sahabat yang mana pasalnya dia sedang tidak membuat janji, melihat sang dokter berfikir keras suster pun berkata kembali
"Namanya tuan Revano dok" ucap suster
Raka pun mengingat nama itu namun dia masih menampiknya pasalnya ia dan sahabatnya sudah lost contect selama 3 tahun dan sahabatnya itu yang ia ketahui sedang berada di luar negeri. Karna penasaran ia pun menemui orang tersebut.
"Baiklah sus,, suruh tunggu saya akan menemuinya" kata Raka.
.
.
🍁🍁🍁🍁
Revano ?? Siapa orang itu
Dia sosok baru yang akan hadir mengisi cerita Adimas dan Raina
Salsa gimana kabarnya??
Nanti salsa akan makin bertingkah yang bikin orang geram apa yaa?? Tunggu aja
Lalu, Raina sama Dimas sendiri gimana
Mereka mah gitu malu malu meooong,, bilang bukan pacar tapi kelakuan kaya pacaran,, 😉😂😂
Tunggu next selanjutnya yaa
__ADS_1