
Haii Readers terima kasih masih setia membaca karya author..
.
.
Jangan lupa likenya,, kalau berbaik hati memberi ⚘ atau ☕ kepada author..
.
.
Jangan lupa juga baca karya ke dua author 👇👇👇
🍁🍁🍁🍁
Kehadiran Salsa membuat mood Adimas berantakkan karna dia selalu saja menempel pada dirinya,, tak hanya Dimas yang jengah dengan kelakukan Salsa mama Sandra yang melihatnya pun sangat jengkel.
Dimas sangat kesal dengan kelakuan Salsa yang posesif terhadapnya,, bahkan om dan tantenya yang datang ke acara itu mengira Salsa adalah calonnya. Dimas takut Raina akan salah paham pasalnya sejak kejadian tempo hari dirinya sangat sulit bertemu dengan gadisnya itu.
"Wah cantik juga calon mu dim?" Ujar tante Herni yang merupakan kakak sepupu papa Ardi.
"Kenalin tante,, aku salsa " jawab salsa memperkenalkan diri,, dia merasa senang karena keluarga dimas mengira ia calonnya.
"Cantik yaa,, kamu masih kuliah atau kerja sayang?" Tanya tante Herni
"Saya kerja tan,, di rumah sakit Pelita"
" wah kamu seorang dokter ternyata,, beruntung kamu dim " ucap tante yang terkejuy dengan profesi Salsa.
"Dia temannya Dimas mbak" seru mama Sandra yang tiba tiba datang bergabung sama mereka,, mama sandra rupanya cukup lama menyaksikan obrollan ipar dan Salsa ia ingin melihat sejauh mana kelakuan salsa.
"Loh,, bukan pacarnya dek" jawab tante Herni kaget
"Bukan,, Dimas udah punya calon mbak" jawab mama sandra datar. Salsa yang mendengarnya merasa dipermalukan,, wajahnya memerah tapi ia coba bersikap tenang
"Wah sayang sekali yaa padahal dokter loh,, coba aku punya anak cowok ta' jodohin kamu sama anakku" ujar tante Herni.
Dimas yang mendengar ucapan mama nya sangat senang,, jadi tak perlu dirinya yang menjelaskan pada keluarganya terutama pada Salsa yang akan sulit diterima.
Keluarga Waluyo akhirnya tiba dikediaman Dirgantara,, oppa turun terlebih dahulu dibantu oleh Rayyi dan Anggi sedangkan Raka akan memakirkan mobil terlebih dahulu
"Kamu gak turun dek?" Tanya Rayyi karna adiknya masih duduk manis di kursi belakang
"Aku bareng kak Raka,," jawab Raina.
"Yaudah kami duluan masuk yaa" jawab Anggi. Mereka bertiga masuk terlebih dahulu.
"Kamu kenapa dek ?" Tanya Raka curiga dengan adiknya
"Gak kenapa napa kok kak" jawab Raina bohong.
Didalam rumah milik keluarga Dirgantara nampak ramai sebagian tamu telah tiba,, papa Ardi melihat kedatanga oppa lalu menyambutnya.
"Assalamualikum" ucap oppa, Rayyi dan Anggi bersamaan ketika melihat papa Ardi berjalan menghampiri mereka
"Waalikumussalam,, wah tamu istimewa telah hadir nih" ucap papa Ardi,, lalu mereka semua tertawa
"Mah,, ini calon besan udah datang nie" seru papa memanggil istrinya.
Mendengar seruan suaminya,, mama sandra dan kakek Gilang datang menghampiri mereka
"Akhirnya kamu datang juga Luyo" ucap kakek sambil memeluk oppa
"Selamat datang di rumah kami" sambut mama Sandara yang menyalimi oppa dan cipika cipiki dengan Anggi.
"Ini suami kamu Anggi?" Tanya mama Sandra
"Iyaa tante,, perkenalkan suami saya Rayyi,, mas ini mamanya Dimas namanya tante Sandra" ucap Anggi,, mama Sandra dan Rayyi akhirnya berkenalan.
"Oh yaa mana Raina?" Tanya mama Sandra yang tidak melihat sosok calon mantunya.
"Ada tan dibelakang dia nemenin kakaknya parkir kendaraan dulu tadi" jelas Anggi.
"Tante kira dia gak ikut,, ayoo mari masuk pasti kalian capek kan,, istirahat dulu yaa" ajak mama Sandra pada Rayyi dan Anggi. Kemana oppa?? Tentu saja sudah dibawa kabur kakek berkeliling kebunnya.
Raina dan Raka pun menyusul ke dalam rumah keluarga Dirgantara. Mama Sandra yang melihat Raina dan Raka yang tengah memandang sekitar seolah mencari sesuatu,, menghampiri mereka
"Raina sayaang" panggilnya lalu memeluk gadis itu
__ADS_1
"Tante,, apa kabar?" Tanyanya sambil tersenyum
"Baik sayang,, ini kakak kamu yang dokter itu yaa?" Tanya mama Sandra yang melihat Raka disamping Raina
"Oh iyaa tan,, kenalkan ini kakak aku namanya Raka,, kak Raka kenalkan ini mamanya Dimas?" Ujar Raina memperkenalkan keduanya dan kedua saling berkenalan.
"Kalian pasti cari oppa dan yang lainnya yaa?" Tanya mama Sandara. Yang dijawab anggukan keduanya
"Oppa kalian udah diculik kakek keliling perkebunan paling bentar lagi balik toh acaranya sebentar lagi,, kalau kakak kalian tuh disana sama om lagi ngobrol" jelas mama Sandra sambil menunjuk suaminya yang sedang mengobrol dengan Rayyi dan Anggi di ruang keluarga.
"Silahkan masuk kedalam" ucap mama sandra. Raka dan Raina pun mengekorinya
"Oh yaa,, bisa pinjem Raina sebentar kan Raka?" Ucap mama Sandra lagi
"Silahkan tan,, saya ke Ka Rayyi dulu" jawab Raka sopan.
"Ayoo Raina sini,, tante mau kenalin kamu sama keluarga tante" ucap mama Sandra sambil memeluk Raina dan berjalan ke arah dimana keluarganya berkumpul.
Selain keluarga disana juga terdapat Salsa dan Miko sedangkan Dimas masih mengurung diri dikamarnya seusai mandi,, ia malas keluar terburu buru karna sudah dipastikan Salsa akan menempel padanya.
"Hai semuaa " seru mama Sandara riang sambil merangkul lengan Raina. Semua orang yang sedang berkumpul sontak menoleh ke arahnya.
"Kenalin nih calon mantu aku" ujar mama Sandra,, yang membuat Raina terkejut. Semua yang ada disana langsung tersenyum dan kenalan dengan Raina kecuali Miko dan Salsa yang tentunya sudah kenal sama Raina.
"Ooh ini toh calonnya Dimas,, cantik dek" ujar tante Herni dan disetujui oleh saudara saudaranya yang lain.
"Kerja dimana?" Tanya tante Mia. Mendengar mereka menanyakan kerjaan Raina,, bibir Salsa tersenyum licik "aku lebih dari kamu pasti mereka menyukai ku dari mana kamu tukang kue"batin Salsa
"Saya buka usaha toko kue tan" jawab Raina
"Waah kamu wirausaha toh,, kamu bikin juga apa hanya menjual saja" tanya tante Mia penasaran
"Kebetulan dari kecil sering bantu alm.bunda bikin kue jadi saya kuliah kuliner tan,, jadi berawal dari hobi jadi bikin usaha" jelas Raina
"Wah pinter banget kamu Rain,, kapan kapan boleh dong kita cobain kue buatan kamu?" Seruu tante Herni
"Tante juga mau dong diajarin" kali ini tante Mia yang berkata
"Boleh kok tan,, datang aja ke toko saya,, tapi kalau mau belajar bikin kue kasih tau sehari sebelumnya yaa tan biar aku bisa persiapkan dapurnya takutnya pas lagi banyak orderan" kata Raina
"Toko kamu dimana?"
"Yaampun jadi itu toko kamu Rain,, wah itu seh langganan tante,, tante suka dissert box nya,, boleh yaa nanti ajarin tante" ucap tante Herni antusias
Salsa yang mengamati interaksi mereka semua semakin kesal,, karna kini keluarga Dimas menyukai Raina,, dan mengabaikan dirinya,, membuatnya makin kalah dan ia menyeringai licik,, dan akan menjalankan rencananya untuk mendapatkan Dimas.
Terdengar rame rame diruang keluarga nampaknya tamu spesial mereka telah tiba,, dan mereka semua menuju ke sana tempat acara akan dimulai.
Tamu itu adalah anak anak panti asuhan,, rupanya mereka telah datang,, disana juga sudah nampak oppa dan kakek. Raina menghampiri mereka.
"Mamaaa,," seru seorang balita yang baru masuk dan melihat Raina
Raina yang mengenali suara itu dan menoleh kearah suara itu,, ia kaget bukan main kalau itu adalah Bintang. Dan tamu itu berasal dari panti asuhan tempat bintang berada.
"Sayaaaang" seruu Raina dan langsung memeluk bie dan menggendong nya. Semua orang melihat interaksi itu bertanya tanya,, akhirnya ibu panti menceritakan kedekatan Raina dan bie. Dan membuat mereka tambah kagun akan sosok Raina.
"Bik,, tolong panggil mas yaa?" Perintah mama Sandra pada ART nya untuk memanggil Dimas
Tak lama Dimas pun muncul dari lantai dua,, melihat Dimas yang berjalan Bintang pun memanggilnya "paapaaah" serunyaa pada Dimas,, dan meminta turun dari gendongan Raina dan berlari menuju Dimas.
Dimas yang mendengar suara Bintang pun mencari keberadaan anak itu,, dan melihat Bintang yang tengah di gendong Raina ia pun tersenyum kearah mereka.
Kini Bintang sudah ada didalam gendongan Dimas. Acara pun segera dimulai,, dimulai dengan sambutan dari pemilik hajat,, pembacaan doa,, pembagian santunan,, dan ramah tamah semua anak anak panti sangat senang karna selain makanan yang banyak disana juga disediakan ruang bermain di halaman belakang.
Semua orang yang memperhatikan interaksi Raina, Dimas juga Bintang dari acara dimulai hingga kini mereka menemani bintang,, melihatnya seperti pasangan muda yang bahagia.
"Dek kayanya mereka memang cocok banget,, liat tuh mereka udah pantes punya anak?" Ucap tante Herni pada mama Sandra yang tengah memperhatikan Dimas, Raina dan Bintang
"Bener dek,, aku setuju banget loh sama pilihan kamu?" Ujar tante Mia
"Itu pilihan papah mbak,, dia yang jodohin mereka,, dan ternyata dimas nya dari dulu udah suka sama Raina,, kalau aku seh sreg sama dia waktu dia ngurus Dimas sakit dia telaten banget plus jago masak" terang mama sandra
Salsa yang mendengarnya makin panas. Lalu ia sudah bulat melancarkan rencananya untuk menjebak dimas. Ia pun langsung berjalan ke arah dapur meninggalkan Miko.
"Sal mau kemana luh?" Tanya Miko
"Mau nelpon dulu gue" jawab Salsa dusta
Sementara keluarga Waluyo kini tengah mengobrol diruang keluarga bersama kakek dan papa Ardi.
Lalu Dimas dan Raina tengah menemani Bintang bermain.
__ADS_1
"Raina" panggil Dimas
"Hmm"
"Kamu marah sama aku yaa?" Tanya Dimas
"Gak"
"Kalau gak kenapa kamu pas aku panggil waktu itu malah pergi,, aku telpon ga diangkat,, pesan aku gak kamu balas?" Tanya Dimas.
".." Raina hanya diam
Dimas pun menghela napas panjang "baiklah kalau kamu ga mau bicara,, kamu cukup dengar aku aja,, sumpah aku gak ada hubungan apa apa sama Salsa" jelas Dimas,, ia tau Raina marah karna melihatnya dengan Salsa
"Ada hubungan juga ga apa" jawab Raina datar
"Rain,, aku serius sama kamu" ungkap Dimas.
"Kamu bilangnya sibuk gak bisa makan siang,, tapi apa kamu malah mau keluar sama dia,, pegangan tangan pula" ucap Raina kesal,, tanpa sadar ia mengutarakan kekesalannya selama ini dan Dimas yang mendengarnya terkekeh
"Kenapa ketawa" ketus Raina
"Gak apa apa aku senang aja kamu marah sama aku karna cemburu" jawab Dimas
"Gak aku ga cemburu" ucap Raina dusta
"Baiklah,, kamu ga cemburu tapi aku yang cemburu karna kamu pergi denga laki laki lain" ucap Dimas
"Siapa?" Tanya Raina pura pura tak mengerti
"Yaa kamu,, aku cemburu kalau kamu jalan sama laki laki lain selain kedua kakak kamu" jelas Dimas
"Hmm.. dia teman ku" jawab Raina gugup
"Maaa,, mam" ucap Bintang memecahkan ketegangan mereka
"Aduh duh,, mama lupa kamu belum maem yaa,, mama ambilin dulu yaa?" Jawab Raina. Lalu ia hendak pergi mengambil makan buat bintang namun tangannya di cekal Dimas
"Biar aku aja yang ambil,, kamu mau diambilkan apa?" Tanya Dimas
"Aku mau minuman dingin saja"
"Oke tunggu yaa anak cantik dan mama cantik,, papa ambilin dulu pesanan kalian" ucap dimas lalu beranjak pergi sementara Raina pipinya telah merona merah.
Dimas mengambil makanan untuk Bintang dimeja prasmanan,, lalu meminta ART nya membuat kan minum untuknya dan juga Raina.
"Wiih udah cocok lo punya anak" ucap Miko
"Berisik lu !!" Jawab Dimas "si Salsa mana ?"tanyanya
"Tau dia tadi kebelakang tapi gak balik balik" jawab Miko
"Ooh awasin dia yaa,, gue gak mau Raina marah lagi sama gue gara gara dia" ucap Dimas. Lalu meninggalkan Miko
Sementara di dapur ART dimas sedang membuat minuman pesanan Dimas,,
"Bik,, itu minuman buat siapa?" Tanya Salsa
"Buat mas dimas mbak" jawab bik inah yang tengah menuang sirup kedalam gelas.
"Ooh,, mbak bisa minta tolong ambilin tisu toilet gak,, soalnya tisunya abis" ujar Salsa mencari alasan
"Abis yaa mbak,, tunggu saya ambilkan dulu" jawab Bik Inah lalu beranjak ke ruang penyimpanan,, sementara salsa melancarkan aksinya memasukkan obat perangsang dalam minuman dimas.
Tak lama bik inah datang dengan membawa segulung tisu dan memberikannya pada Salsa,, telah menerima tisu tersebut ia pun beranjak pergi. Bukan ke toilet melainkan ke kamar dimas.
"Kamu bikim minum buat siapa toh nah" tanya mbok sumi
"Buat mas Dimas dan temannya mbok"
"Walah jangan banyak sirupnya kalau buat mas dimas,, ini kebayankan nah,, sini tuangan ke gelas satunya" ujar mbik sumi yang sudah hapal selera dimas lalu membagi dua sirup tersebut
"Wiss segini cukup buat mas dimas,, kamu tinggal tambahin lagi dikit buat temannya itu,, cepet kasih abis itu bantu mbok dibelakang".
Bik inah pun mengantarkan minuman itu ke Dimas dan Raina yang berada ditaman belakang.
"Minum Rain" tawar Dimas yang menyerahkan gelas kepada Raina. Dan Raina pun menerimanya lalu mereka meminum minuman mereka masing masing.
.
.
__ADS_1