
Selamat membaca readers semua.. gak bosen author minta like nya..
.
Semoga kalian suka karya author
.
---------
Ibu panti pun menunjuk kamar dimana Bintang berada, kemudian keduanya pun terpana melihat Raina memeluk Bintang yang sedang tertidur, betapa terlihatnya gadis itu sangat menyayangi Bintang.
"Sepertinya Raina sangat menyayangi Bintang ya bu ?" Tanya Adimas begitu mengagumi sosok gadis itu, betapa bodohnya ia dulu dengan mudahnya terprovokasi oleh teman temanny hingga membuat gadis itu malu, ia sangat menyesalinya
"Yaa seperti yang nak Dimas liat, seperti itu lah Nana, apalagi sewaktu Bintang pertama kali kepanti ini Nana orang yang menemukan bayi malang itu didepan pintu panti" terang ibu tari sembari mengenang kembali saat pertama kali Bintang hadir disini.
"Kata Raina dia sangat kasian melihat anak sekecil Bintang sudah dibuang begitu saja oleh orang tuanya, mengingatkan akan masa kecilnya dulu ketika tinggal dipanti dan beruntung dia diadopsi oleh keluarga yang amat menyayanginya" ujar bu tari sambil memandangi Raina yang ikut tertidur disamping Bintang.
Tak lama kemudian Bintang pun terbangun, dia terkejut melihat orang yang tidur disampingnya. "Mama..mama.. angun maa" celoteh Bintang sambil mengelus pipi Raina, Raina tak terusik akan itu dia terlihat begitu pulas, melihat Bintang terbangun Adimas lalu permisi kepada bu tari yang dari tadi berdiri dijendela kamar Bintang untuk menghampiri Bintang dan bu tari pun beranjak pergi untuk membagikan hadiah dari Adimas kepada anak anak lainnya.
"Hai sayang sudah bangun yaa" tanya Adimas pelan takut membangunkan Raina. Bintang yang melihat kehadiran Raina pun sontak senang bukan main "papaa..pa" ucapny sambil merentangkan tangan tanda ingin digendong olehnya, Adimas pun menggendong bayi gemoy itu "jangan berisik yaa,, mama lagi bobo kita main diluar yaa?" Katanya, yang diangguki oleh Bintang.
Sampailah ia di dalam ruang bermain. "Papa punya hadiah buat Bintang" kata Adimas sambil mengambil Boneka beruang besar kedekat Bintang, Bintang yang mendapatkan hadiah boneka yang sangat besar itu sangat senang lalu memeluk dan mencium nya. Kasian sekali kamu nak, masih kecil sudah tinggal sendiri, Batin Adimas. Lalu ia dan Bintang pun asyik bermain bersama.
Raina yang terbangun dari tidurnya pun tersadar kalau dia ketiduran dan mencari sosok Bintang namun tidak ada, lalu ia pun mencarinya. Terdengar dari kejauhan celoteh dan tawa riang Bintang dan dilihatnya Bintang sedang bermain bersama Adimas. Ia pun sangat tersentuh melihat bagaimana Adimas bermain dan menyuapi Bintang makan sangat tulus pikirnya.
"Hehmmm" suara bu panti memecah lamunan Raina, Raina pun terlihat gugup karna ketahuan memperhatikan Adimas
"Eh ibu" katanya gugup
"Nak Dimas baik yaa, dia perhatian dan sayang sama Bintang, sosok yang cocok dijadikan pasangan dan kamu beruntung" bu tari berujar
"Maksudnya bu?" Tanya Raina tak mengerti
"Ibu sudah dengar dari pak Gilang, kalau kamu tunangan Adimas" katanya sambil tersenyum
"Bukan bu,, sama bukan tunangannya"elaknya
"Itu emang keinginan kakek tapi aku belum memutuskan lagi pula saya sangat membencinya" terang Raina
"Nana,, ibu tidak tau apa masalah kalian tapi yang ibu mau kasih tau semua orang bisa berubah dan kita sebagai manusia tak boleh terlalu membenci seseorang secara berlebihan siapa tau yang menurut mu itu ga baik tapi menurut allah itu baik, jangan terlalu keras pada hati mu" nasihat ibu tari.
"Iya bu, aku akan pertimbangkan" cicit Raina.
"Ayoo kita kesana, kasihan Adimas dari tadi menjaga Bintang dan sekarang waktunya Bintang minum obat" kata bu tari, akhirny mereka mendekati Adimas dan Bintang.
Jam menunjukkan pukul 12 siang, akhirnya Adimas pamit untuk kembali kekantornya karena ia mesti meeting dengan taemnya terkait dengan project iklan yang sedang ia tangani, ia pun pamit kepada ibu panti dan Raina sedangkan Bintang sudah kembali tertidur setelah minum obat.
"Baiklah bu, sepertinya saya mesti pamit karna jam 1 siang saya ada meeting" ungkapnya pa ibu tari
__ADS_1
"Oalaah, gak makan siang dulu nak, itu sedang disiapkan" ajak ibu tari
"Terima kasih bu atas ajakkannya, tapi maaf sekali saya tidak bisa takut telat sampai kantor" tolaknya, karna bagaimana pun Adimas tidak mau telat untuk meeting walaupun ia pemilik kantor tersebut apalagi ia telah sendiri yang telah mengundurkan jadwal meeting yang seharusnya pagi menjadi siang.
"Yowes kalau gitu kamu hati2 dijalan yaa." Kata ibu panti akhirnya merelakkan pria itu pergi.
"Kamu apa mau bareng sama aku, kantor ku kan melewati cafe mu?" Tawar Adimas pada Raina "lagi pula jam jam segini cari taxi susah" katanya lagi
"Apa tidak merepotkanmu, bukankah kamu terburu buru" tanya Riana
Yang langsung dijawab "tidak sama sekali jika kamu mau ke cafe karna kita searah" jawabnya
"Baiklah aku ikut dengan mu" putus gadis itu langsung mengambil tasnya dan pamit kepada ibu tari lalu bergegas keluar, Adimas yang melihat tingkah Raina hanya tersenyum lucu sekali dia batinnya, "ayok cepat katanya kamu buru buru" seru Raina dari depan pintu yang menyadarkan Adimas, pria itu pun lalu bergegas pamit dan segera menyusulnya. Sedangkan ibu panti yang melihatnya hanya tersenyum dan berdoa semoga kalian berjodoh,, kalian anak anak baik semoga kebaikkan menyertai kalian.
Didalam perjalanan kedua nya masih terdiam, hening itulah suasana didalami mobil saat ini, "hmm,, apa boleh radionya dinyalahkan ?" Tanya Raina pada memilik mobil itu. "silahkan"jawabnya. Lalu suasana pun berubah sedikit hangat dengan suara celoteh penyiar radio itu dan keduanya kembali kedalam pikirannya masing masing, Adimas bukan enggan berbicara dengan gadis disampingnya tapi ia khawatir jika gadis itu masih membencinya dan akhirnya marah lebih baik dia diam. Namun tiba tiba kruuk terdengar suara bunyi perut yang kelaparan. Membuat gadis itu tersenyum sedangkan pemilik perut itu merasa malu sialan bikin malu aja gerutunya. "Maaf,, perutku tidak bisa dikondisikan jika asam lambungku kambuh" ucapnya menjelaskan.
"Apa karna kau belum makan siang ?"tanya Raina
"Mungkin saja tapi biasa tidak masalah, ini karna aku melewatkan sarapan ku dan tadi saat kita ketemu aku memesan kopi, seperti karna itu" jelas Adimas yang diikuti kembali bunyi perutnya. "Maaf" cicitnya
Raina pun menghela napas mendengar nya "harus nya jika kamu punya penyakit magh kronis kamu tidak boleh telat makan apalagi melewatkan sarapan, makan harus tepat waktu, kurangi kopi dan teh juga minuman berakhohol" nasehatnya. Adimas yang mendengarkan kata katanya hanya tersenyum senang karna Raina memikirkannya dan peduli terhadapnya. "Kenapa senyum senyum" dengusnya kesal,
"Tidak apa apa aku hanya senang ada orang yang peduli denganku" jawabnya
"Jangan geer kamu" kata Raina, kemudian ia membuka handphonenya dan mengirim pesan kepada seseorang entah siapa karna dia beberapa kali menerima dan membalas pesan tersebut.
Sedangkam Adimas sendiri sedang menerima telpon dari seseorang yaitu Miko yang menanyakan keberadaannya dan agenda meeting yang akan dilaksanakan "oke gue lagi dijalan, udah jangan cerewet lu w lagi nyetir ini" kalimat terakhir yang dia ucapkan mengakhiri telpon tersebut. Akhirnya mereka sampai di Tripel'R cafe.
"Oh yaa, terima kasih telah mengantarkan ku" kata Raina sebelum keluar dari mobil.
"Sama sama" jawab Adimas.
"Hmm bisa tunggu sebentar, hanya 5 menit,, tunggu oke" katanya lalu bergegas masuk kedalam cafe miliknya tak berapa lama ia kembali dengan membawa paper bag pertuliskan nama cafe tersebut. "Ini untuk mu karna aku tau pasti kau tak sempat untuk makan siang" katanya
Adimas pun langsung menerimanya sambil tersenyum "terima kasih, ini sangat bermanfaat dan kubutuhkan saat ini" katanya
"Yasudah sama pergi dan jangan berfikir macam" usir Raina ketus
Melihat kelakuan gadis itu Adimas hanya geleng geleng kepala dan menjawab terima kasih. Dia tau sebenarnya gadis itu baik dan tidak membencinya namun sepertinya gadis itu masih kesal padanya. Masih ada kesempatan untuk dimaafkan pikirnya. Ia pun segera menuju kantornya.
-----------
Macara Advertising
Akhirnya Adimas sampai dikantornya dilihat arlojinya masih ada 10 menit sebelum waktu meeting, jadi dia bisa makan cake yang diberi oleh Raina untuk mengganjal perutnya yang semakin perih. Lalu ia bergegas ke ruangannya.
"Met,, siapkan bahan meeting yaa,, aku makan dulu" kata Adimas sambil tersenyum
"Perlu saya pesankan makan pak" tanya Mita yang heran melihat atasanya terlihat begitu senang
__ADS_1
"Tidak perlu saya sudah bawa cake" jawabnya. Mendengar jawaban atasannya Mita pun segera mempersiapkan berkas untuk meeting.
Didalam ruangan Adimas membuka paper bag yang diberikan Raina dan mengeluarkan isinya ternyata ada zuppasup ukuran sedang, macaroni secutle isi tuna dan lelehan keju, 3 kotak dessert box dan carrossaint isi beef keju. Makan besar pikirnya lalu dia pun memilih zuppasup karna masih hangat dan lumayan untuk mengganjal perutnya. Ketika sedang asyik makan tiba tiba sang asisten datang siapa lagi kalau bukan Miko
"Wowww.. lagi pesta lu" tanya miko yang dijawab anggukan oleh sahabatnya itu.
"Enak nie " kata miko sambil menggambil macaroni secutle dimeja namun tanganya ditepis oleh sahabatnya itu sebelum sempat mengambil makan tersebut.
"Siapa bilang lu boleh ngambil" kata Adimas
"Yaelah pelit amat lu bro, biasanya juga gue comot makanan dari piring yang lu makan juga biasa aja lu gak nge gass kaya gini" ucap Miko heran melihat ulah sahabat sekaligus atasannya itu yang tiba tiba pelit
Adimas hanya mendengus kesal mendengar perkataan sahabatnya itu dan ia pun merasa aneh kenapa dia enggan membaginya kepada Miko, padahal makanan tersebut dapat dia beli selusin jika ia mau, apa karna makanan itu dari Raina jadi dia enggan membaginya.
"Heii, apa karna ini dari Salsa dan dia melarang lu bagi ke gue" tanya Miko yang membuat Adimas tersentak mendengarnya
"Kenapa lu mikir dari Salsa,, lu tau apapun yang dia suruh mana mau gue nurut" dengusnya
"Yaa abis dari siapa lagi?" Kembali Miko bertannya
"Lu cukup makan ini aja " Adimas memberikan dessert box kepada sahabatnya dari pada ngoceh ga jelas.
"Ini dari Tunangan gue makannya gue enggan ngasih sama lu" ucapnya datar
"Wess,, jadi lu udah nerima perjodohan itu ?" Tanya nya kembali sambil mereka menikmati makanan masing
"Gak ada salahnya gue terima dia, kayanya gue jatuh cinta sama dia, tapi.." Adimas pun tidak melanjutkan kata katanya
"Tapi kenapa bro ?" Tanya Miko penasaran
"Dia sepertinya masih benci sama gue gegara kecerobohan gue masa lalu ?" Kata Adimas lirih
"Kalau dia benci sama lu ngapain dia ngasih ini sama lu? apa ada racunnya ni makanan biar lu mati ?" Kata Miko yang mendapatkan toyoran dikepala oleh Adimas, akhirnya dia pun menceritakan asal muasal pemberian makan itu kepada asistennya.
"Kalau gitu lu masih ada harapan bro? Dia hanya kesel sama lu dan lu harus berjuang" kata Miko memberi semangat
"Sepertinya akan sulit bro" keluhnya
"Gak ada yang mustahil bro lu cukup berjuang dengan tulus" kata Miko memberikan keyakinan.
"Udah yuk meeting udah mau dimulai nie " ucap miko
"Oke,, gue rapiin ini dulu jangan sampai ada yang makan" kata Adimas yang terlihat posesif akan makanan itu sampai diberi tulisan diselembar post it "DILARANG ADA YANG MENYENTUH DAN MEMAKANNYA" tulisnya lalu ditempel diatas paper bag tersebut.
Sedangkan Miko hanya terheran heran dan penasaran sama gadis yang dijodohkan dengan sahabatnya itu, karna telah membuat sahabatnya itu tidak waras,, yaa tidak waras bagaimana bisa dia menuliskan kata kata di post it tersebut sebagai peringatan karna tau sendiri yang hanya berani keluar masuk ruangannya hanya pemilik ruangan itu, dirinya dan Mita. Dimana dirinya dan Mita tidak berani mengambil apapun tanpa izin pememilik ruangan dan ob hanya akan masuk ketika dipanggil dan saat jam pulang kantor. Pikirnya. Mereka menuju ruangan meeting.
------------
Wow ada yang udah mulai bucin nie..
__ADS_1
Kira kira apa Adimas bisa luluhkan hati Raina yaa..
Ikuti terus kisahnya..