
maaf readers,, author baru up date lagi.. masih sibuk sama dunia nyata.. ππ
.
semoga kalian tetep baca karya author yaa..
πΈπΈπΈπΈ
Dreeet... Dreeet ponsel dimas kembali bergetar ada 5 pesan masuk dari nomer yang sama yang tidak ia kenali. Dengan rasa penasaran dimas pun membuka pesan tersebut. DEG,, hati dimas sangat nyeri melihat foto yang dikirimkan seseorang kepadanya, dimana dalam foto pertama tersebut menampilkan raina masuk kedalam mobil seorang pria tepat didepan apartementnya,, dan pesan yang tertulis "ternyata ia diantar oleh prianya". Dan foto ke dua memperlihatkan raina turun dari mobil dan masuk ke dalam resto yang cukup megah bersama seorang pria,, foto ke tiga memperlihatkan pria itu menggenggam tangan raina dan mengelus rambut nya. Dan foto terakhir dimana raina tersenyum kearah pria itu. Dimas semakin sakit hatinya melihat kedekatan raina dengan pria itu. Apa sudah tidak ada lagi kesempatan bagi ku,, ucap dimas lirih.
Salsa yang merasa senang karna dirinya berhasil mendapatkan bukti raina bersama pria lain,, dan ia tau pasti hati sahabatnya kini sangat kacau,, maka ia memakai kesempatan itu untuk terus didekat dimas dia amat sangat menggunakan kesempatan itu. Dia menampilkan sosok sahabat yang selalu ada di sisi dimas.
Perhatian salsa sebenarnya tak berpengaruh terhadap dimas. Dimas lebih menyibukkan diri terhadap pekerjaannya,, tak hanya perusahaan nya sendiri tetapi perusahaan keluarganya pun butuh perhatiannya jadilah ia melampiaskan kekecewaan pada raina kedalam kesibukkannya,, dengan miko yang selalu setia mendampinginya,, dan tak lupa salsa yang selalu mengekor kemanapun mereka berada.
"dim lu gak risih apa diekorin mulu sama si salsa? "tanya miko ketika salsa sedang beranjak ke toilet di ruang kerja dimas.
"risih sih risih,, udah lah biarin aja" jawab dimas datar, sebenarnya ia merasa risih terhadap sahabat wanitanya itu namun ia juga merasa kasihan.
"lu jangan kasih hati dong sama dia,, kalau lu diam aja dia ngerasa lu kasih harapan sama dia"ujar miko
"lu liat sendiri gimana sikap gue sama dia,, udah gue jutekkin kaya gimana lu liat sendiri dia kaya apa? Lagian gue gak enak mau kasarin dia biar bagaimana pun dia wanita,, sahabat kita dan juga dia yang selama ini ngerawat gue ketika gue sakit" jelas adimas
"naah itu yang bahaya dari sikap ga enakkannya lu itu,, bikin susah diri sendiri" ujar miko kesal.
"terus lu sama raina sendiri gimana? Hubungan lu kaya gimana selanjutnya,, gue yakin tuh laki bukan pacarnya dia,, lu sama dia sama sama orangnya sama sama bikin susah sendiri dan gengsian" sewot miko
"sok tau lu" seru dimas sambil melemparkan bolpoin kearah sahabatnya itu. "darimana lu tau itu cowok adalah temennya? "tanya adimas
"gue mah orangnya gak kaya lu main berprasangka dan berpraduga ga jelas. Gue mah orangnya langsung to the point tanya ke yang bersangkutan" jelas miko
"seriuss luh? "tanya dimas penasaran,, tapi ia tak meragukan ucapannya sahabat sekaligus asisstennya itu,, pasalnya miko adalah orang yang terus terang gak mau ambil pusing dan langsung mencari keterangan kesumbernya.
"serius tanya aja tuh sekretaris lu dia juga tau" ucapnya lagi meyakinkan dimas.
Tak lama salsa kembali dari toilet dan bergabung dengan kedua sahabatnya itu. "ayook udah waktunya jam makan siang kita makan dulu,, inget loh dim kamu kan ga boleh telat makan". Ucap salsa manja. Dan mereka bertiga pun memutuskan makan siang diluar dan tak lupa tangan salsa selalu bergelayut manja dilengan dimas.
Mita yang hendak makan siang bersama temannya dan melihat dua atasannya keluar bersama si ulet keket pun langsung begedig melihat tingkah salsa,, tanpa dendeng aling aling ia pun seolah olah muah "uweeek" sontak ketiganya pun menoleh ke arahnya.
"kenapa kamu mit? "tanya dimas
"biasa pak enek,, mual tiba tiba liat ulet keket" ucapnya seraya beranjak pergi dengan temannya.
Miko yang mendengar jawaban mita pun tak kuasa menahan tawanya sedangkan dimas hanya menggelengkan kepalanya melihat ulah sekretarisnya itu. Sedangkan salsa ia hanya bisa cemberut.
__ADS_1
Flashπ π
Mita dan miko masih bergibah ria diruangan dimas. Pasalnya hari ini sudah 4 hari atasannya teesebut tidak masuk kantor karna sakit dan belum lagi miko mendapat kabar bahwa dimas lagi galau akibat seseorang mengirimkan foto kebersamaan raina dengan seorang pria. Miko pun menceritakannya pada mita.
"saya sih gak percaya pak kalau itu pacar mbak raina" ujar mita setelah mendengarkan cerita asisten atasannya itu.
"sama aku juga ga percaya sih mit,, secara si raina orangnya dingin gitu sama cowok belum lagi kakak kakaknya yang super protektif,, tapi cowok itu siapanya ya? Ujar miko
"mungkin temannya pak yaa kaya si ulet keket itu kalau orang yang gak tau seh dia kaya pacarnya pak dimas,, atau mungkin saudaranya pak" ucap mita dengan pemikirannya
"bisa juga seh mit,, kesel saya liat si dimas patah hati gitu sebelum berperang"
"pak dimas itu orangnya gengsian pak,, dia ga mudah deket sama lawan jenis sekalinya jatuh cinta yaa kaya gitu" terang mita akan sosok atasanya "kita bantu mereka yuk pak,, biar jelas kalau kelamaan patah hatinya kita berdua yang repot pak hendle kerjaannya" usul mita
"benar kamu,, saya juga udah pusing ini sama tumpukkan kerjaan dia,, kayanya saya harus nemuin raina deh mit,, tanya langsung sama dia"
"ide bagus pak,, saya ikut yaa?"
"boleh,, pulang kerja kita ke tokonya ya"
"oke"
πππ
"mbak,, raina nya ada? " tanya miko pada salah satu pegawai toko tersebut
"ada mas diruangannya" jawab pegawai itu ramah
"bisa minta tolong panggilkan,, bilang aja ada mita" ucap mita kali ini
"ooh ini yang namanya mbak mita,, kata mbak raina kalau mbak datang suruh langsung ke ruangannya aja" ucap pelayan itu setelah sebelumnya mendapatkan pesan prihal kedatangan mita.
"oh gitu mbak,, makasih ya" ucap mita lalu bergegas menuju ruangan raina bersama miko.
Sesampainya diruangan tersebut,, raina menyambut mereka dengan ramah dan ia tak mengira jika miko pun ikut datang.
"aku pikir mbak mita sendirian? " tanyanya
"kenapa? Kamu keberatan ada aku? "tanya miko
"gak kok mas miko,, aku kaget aja ada mas miko,, aku silahkan duduk"
Lalu miko dan mita pun menceritakan maksud kedatangan mereka,, dan raina terkejut mendengar penuturan dari miko dan merasa bersalah tak lupa ia menceritakan kejadian yang sebenarnga kepada miko dan mita.
__ADS_1
Karna rasa bersalahnya pada dimas,, raina berencana menemui dimas untuk menjelaskan semuanya. Ia berencana akan membuatkan dimas cup cake sebagai permintaan maafnya dan ia putuskan bahwa besok ia akan menemui dimas.
Flash ππ
πΈπΈπΈπΈ
Sesuai dengan janjinya bahwa ia akan menemui dimas dan berbekal informasi dari mita bahwa dimas hari ini telah masuk kantor,, maka raina memberanikan diri menemui dimas dikantornya pada jam istirahat. Dan kini disinilah ia berada dengan sekotak cup cake sebagai tanda permintaan maafnya.
Namun apa yang akan dilakukannya perlahan berubah setelah ia melihat pintu lift terbuka dan muncullah sosok dimas yang digandeng mesra oleh salsa sambil tersenyum dan dibelakangnya terlihat ada miko. Tak mau keberadaan dirinya dilihat oleh dimas maka dengan panik raina bersembunyi namun naas dia menabrak seseorang.
"aauuwww"teriaknya.
Dimas yang mendengar suara teriakkan dan tak asing dengan suara itu lalu mengedarkan pandangannya namun yang ia pikirkan tak nampak. Ia berfikir mungkin hanya halusinasi dirinya saja
"maaf mbak.. maaf saya gak sengaja" ucap raina
"gak apa apa kok mbak,, lain kali hati hati" ucap orang yang ditabrak raina sambil merapikan pakaiannya
"mbak mita" seruu raina
"mbak raina" ucap mita kaget. "apa mbak kok buru buru sampe jalan nabrak orang gitu? " tanya mita penasaran
"ooh gak apa apa kok mbak" jawab raina panik
Namun bukan mita namanya jika insting kepo dia gak berjalan cepat. Ia mengedarkan pandangannya dan melihat atasannya dengan si ulet keket,, ternyata bener dugaannya. "mbak raina mau ketemu pak dimas ya?" tembaknya langsung
"ng.. gak kok mbak" dusta raina
"aah bohong,, mana mungkin mbak mau kesini kalau gak ketemu pak dimas,, pasti itu buat pak dimas ya? " tanya mita yang tau akan kebohongan ucapan raina dan melihat sekotak kue ditangannya
Raina hanya bisa nyengir,, ternyata gak mudah berbohong dengan mbak mita mau tak mau dilasrah aja pada wanita itu "iyaa seh tadinya mau ketemu tapi kayanya dia sibuk banget yaa,, aku titip ini aja yaa buat dia" ucap raina sambil menyerahkan kotak kue tersebut kepada mita
"kenapa gak dikasih langsung aja"
Belum sempat ia menjawab pertanyaan mita,, ponselnya berdering nama rakadia tertera dilayar ponsel tersebut
π± "hallo kaak"
π± .......
π± "baiklah aku kesana sekarang"
"maaf" ucapnga setelah menutup telpon dari raka,, "aku harus segera pergi mbak,, jadi titip aja deh sama mbak mita" ucapnya sambil berpamitan sama mita.
__ADS_1
Untunglah raina sudah mengantisipasi sejak awal kemungkinan jika ia tak dapat bertemu dengan dimas,, ia telah menuliskan surat untuk pria itu guna menjelaskan segalanya. Lalu raina pun segera pergi meninggalkan kantor tersebut dengan hati nyeri melihat dimas dan salsa,, namun ia bisa apa?? Yang pasti kini dirinya tak boleh kelihatan sedih karna ia akan makan siang dengan kakaknya,, bisa bahaya jika kakaknya tau dia bersedih.