
Selamat membaca karya author..
.
.
Jangan lupa dukung dengan memberikan like nya
.
.
🍁🍁🍁🍁
Mita yang masih bingung dengan sifat bos itu,, segera menghubungi Miko untuk menceritakan kebucinan bos nya..
📞👩 hallo pak miko
📞👦 iya mit,, ada apa mit ?
📞👩 pak tadi siang jadi gak ketemu pak Dimas ?
📞👦 iyaa jadi Mit,, ini saya masih dijalan menuju jakarta,, ampun kejebak macet saya,, emang kenapa Mit?
📞👩 tapi ketemu pak sama pak Dimasnya?
📞👦 ketemu lah ini aku udah dapet tanda tangannya,, emang kenapa seh kamu dari tadi nanyain ketemu gak sama si dimas?
Salsa yang tepat disamping Miko pun langsung kepo ketika mendengar nama laki laki yang dia suka disebut,, dan ia memasang telinga nya tajam
📞👩 itu pak barusan pak Dimas baru dari apartement saya?
📞👦 ngapain dia ke apartemen kamu Mit? Tumben banget dia kesana?
Mendengar Dimas ada diapartement sekretarisnya membuat Salsa yang dari tadi menyimak obrolan Miko dan Mita geram dan tak tahan hanya diam mendengarkan
"Mik ngapain si Dimdim diapartement tuh cewek,, tuh cewek godain dimdim kayanya " tanya Salsa kesal pada Miko. Dan Mita yang mendengar suara Salsa pun kaget
📞👩 pak Miko lagi sama si ulet keket ?
📞👦 iya Mit,, barusan kita bareng jenguk kakek Gilang,, terus dia mau apa Mit ke Apartement kamu?
📞👩 gue males bgt jawab jujur kalau ada si ulet keket, gue kerjain tuh ulet keket aah, batin mita. Biasa pak dia butuh ketenangan jadi main ke apartemen saya,, kaya biasa aja pak kita cuma makan bareng sama nonton bareng di apartement saya
📞👵 eh lu sekretaris gatel jangan godain cowok gue (ucap salsa mengambil alih telpon miko lalu meloadspekernya)
📞👩 siapa yang godain mbaknya,, orang pak Dimasnya datang sendiri ke apartement saya,, yaa saya bisa apa mbaknyaa,, saya pegawai hanya melayani apa yang bos saya suruh
Sementara itu tunangan Mita yang tengah duduk disampingnya hanya menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah calon istrinya,, dia tidak marah karna dia tau Mita sangat tidak menyukai sahabat bos nya itu yang menurutnya seperti ulet keket.
Sementara itu Miko hanya jadi penyimak saja pertengkaran dua wanita itu,, ia pun heran kenapa sahabatnya itu ke apartement sekretarisnya,, tapi dia tidak curiga karena mengenal baik Mita apalagi Dimas,, dan dia tau kalau saat ini Mita tengah membuat panas Salsa.
📞👵 hey,, cewek gatel inget tunangan lu
📞👩 saya selalu ingat mbak,, ini saya mau jalan sama tunangan saya sekarang giliran saya puasin tunangan saya. (Jawab Mita sambil mengedipkan matanya pada calon suaminya dan mematikan handphone tersebut)
"Syukur luuh,, panas panas dah jadi gatel teriak gatel" umpat Mita
"Udah aah yang jangan marah,, cepet sana kamu ganti baju terus kita makan di luar" ucap jo.
Semetara itu di mobil Salsa masih sangat kesal dengan tingkah sekretaris Dimas itu.
"Mik,, ga bisa apa lu pecat tu sekretaris gatel?"
"Gue ga ada kewenangan itu Sal,, toh si dimdimnya aja nyaman kok sama Mita" jawab Miko cuek.. sedangkan Salsa masih saja kesal.
🍁🍁🍁🍁
Kediaman Utama Waluyo
Keluarga inti Waluyo kini tengah berkumpul diruang keluarga disana sudah ada Oppa, Rayyi dan Anggi serta Rakadia sedangkan Raina masih dikamar. Mereka menunggu kedatangan Dimas yang katanya tadi dia masih dalan perjalanan.
"Oppa mohon pada kalian berdua bersikap santun pada tamu,, selama tamu tersebut menghormati kita sebagai tuan rumah,, oppa tau kalian sangat menjaga Raina tapi kita tidak bisa memaksakan kehendak kita untuk nya,, oppa percayakan semua pada kalian oppa tau kalian akan berbuat yang terbaik " pesan oppa pada kedua cucunya
"Iyaa oppa" jawab keduanya
"Tapi kenapa mesti cowok itu seh oppa?" Tanya Raka yang masih tidak rela
"Raka,, dengar Dimas kesini berniat baik untuk mengenal lebih adik kalian,, kita belum membicarakan pertunangan apalagi pernikahan,, jadi biarkan sesuai air mengalir saja,, dia hanya silahturahmi saja" jawab oppa
"Oh jadi cuma kenalan aja oppa,, belum ngomongin pertunangan kan,, jadi belum tentu dong dia tunangan adek" tanya Raka lagi
"Betul,, dimas kesini cuma minta izin untuk mengenal adikmu secara lebih dan mengenal kalian juga,, kalau kalian mengizinkan adik kalian mengenal nya maka nanti tahapan selanjutnya adik kalian sendiri yang menentukan cocok tidaknya ia dan dimas ke tahap selanjutnya" terang oppa kembali
"Hmm,, jadi bukan kaya kak Rayyi yang udah jadian sama Mbak Anggi tanpa minta restu kita,, terus tiba tiba ngajakin ketemu pas udah mutusin mau tunangan,, mau gak kita terima kasian udah lama pacarannya" cibir Raka
"Jadi kamu ga ngerestuin mbak sama kakak kamu?" Tanya Anggi sewot
"Eeh bukan gitu mbak,, Raka cuma nyindir suaminya mbak aja yang diem diem udah pacaran,, pacaran aja ga minta restu" terang Raka
"Sudah,, kok jadi kalian yang malah ribut" lerai oppa
"Ngi.. coba kamu liat Raina dikamar sedang apa dia" perintah oppa
__ADS_1
" iya oppa, Anggi liat Raina dulu" dan Anggi pun bergegas ke kamar Raina, disusul oleh Raka yang meninggalkan ruangan tersebut karna ia masuk ke kamarnya semetara diruang keluarga tersisa Oppa dan Rayyi.
Akhirnya orang yang mereka tunggu datang juga,, Dimas telah sampai di depan pagar kediaman Waluyo,, sebelum keluar dari dalam mobil ia menghubungi seseorang terlebih dahulu.
Dalam deringan ke tiga nomer yang ia hubungi mengangkat telponnya.
📞👨 Assalamualikum Ra ?
📞👩 waalikumussalam
📞👨 Ra,, aku sudah ada di depan pagar rumah mu
📞👩 oh yaa,, kenapa tak langsung masuk saja
📞👨 iyaa ini aku mau masuk tapi aku ingin memberitahu mu dulu.
Akhirnya telpon ditutup oleh Raina,, dan untuk Dimas sendiri dia kini tengah gugup dan mempersiapkan diri keluar dari dalam mobil,, ia menghembuskan nafas panjang dan melangkah pasti "Bismillah" ucapnya
Tok..tok..tok
"Bik tolong bukain pintu sepertinya tamu saya sudah datang" perintah oppa
"Baik pak"
Dan bibik pun membuka pintu dan melihat seorang pria tampan yang datang,, dengan setelan cassual baju berpolo polos di tambah blezer semi formal,, celana cino dan sepatu wakkai menambah pesona pria itu tak lupa wangi parfumnya.
"Malam bik,, oppa Waluyo nya ada" tanya dimas
"Ada mas,, silahkan masuk sudah ditunggu bapak sama mas Rayyi dari tadi" jawab bibik
"Duduk dulu mas nya,, saya panggilkan bapak dulu?"
Ketika bibik hendak berbalik untuk memanggil tuan nya ternyata sang tuan telah lebih dulu datang menghampiri tamunya.
"Eh bapak sudah kemari"
"Sudah bi, sudah kembali ke dapur dan siapkan makan malam"
"Izin pak,, semua sudah siap di meja makan"
"Baiklah kita langsung makan saja ya nak dimas" ajak kakek
"Bik coba tolong panggilkan Raina dan Anggi di kamar Raina dan juga Raka yaa suruh segera makan" perintah oppa.
Dan oppa pun mengajak Dimas masuk ke ruang makan yang berdekatan dengan ruang keluarga dan disana terdapat Rayyi sedang menonton tv.
"Rayyi" panggil oppa
"Iyaa oppa" Rayyi menghentikan acara nontonnya dan mendekat kearah oppa
" dan nak Dimas ini Rayyi kakak sulung Raina"
Dan Akhirny mereka saling berkenalan.
"Ayoo kita lanjut ngobrolnya nanti setelah makan" ajak oppa
Lalu mereka bertiga kini telah duduk dimeja makan, dan menunggu yang lainnya datang. Tak lama Raka datang terlebih dahulu
"Nah ini Raka sudah ada" ucap kakek
"Berarti kita tinggal tunggu Anggi dan Raina,, Raka kamu masih ingatkan dengan Dimas?" Tanya oppa
"Tentu oppa,, Raka masih ingat siapa dia,, dia yang sudah bikin adek ku nangis dan malu waktu sma dulu kan dan membuatnya pindah sekolah" ucap Raka santai.
Deg,, jantung dimas makin tak karuan dan membuatnya merasa tidak nyaman dan makin bersalah.
"Raka sopan sedikit dengan tamu kita,, itu masa lalu dimas dan adik mu dan saat itu dimas masih remaja,, sudah tak perlu dibahas" lerai sang oppa
"Maafkan Raka ya dim,, dia memang terlalu seperti itu jika menyangkut adik nya" ucap oppa merasa tidak enak dengan dimas dan melihat perubahan pada raut wajah pria itu
"Tidak apa apa oppa,, apa yang dikatakan dokter Raka benar kok,, dan saya sangat menyesal pernah melakukan hal bodoh itu dan saya meminta maaf pada kalian semua" ucap Dimas dengan penuh penyesalan
"Sudah sudah nanti kita bahasnya sekarang kita mau makan malam" ucap Rayyi yang melihat istri dan adik bungsunya melangkah dari tangga.
Kini Anggi dan Raina pun telah bergabung dimeja makan,, raut wajah Raina pun tak mampu menutupi betapa gerogi dan khawatirnya dia,, tangannya telah berkeringat berbeda dengan dimas ia sudah memasrahkan semuanya pada Allah kini dia jalani saja yang menurutnya baik dan benar. Suasana makan malam pun berjalan dengan hening dan hikmad.
Sekarang mereka telah berada diruang keluarga tengah berkumpul kecuali sang oppa ia kembali ke kamarnya,, beliau membiarkan cucu laki laki nya bertindak dengan sesuai tugas mereka. kecemasan Raina pun makin terlihat terlebih Rayyi yang sangat peka terhadap adiknya pun mengetahui hal itu.
"Jadi apa maksud kamu ingin bertemu dengan saya ?" Tanya Rayyi to the point pada Dimas
"Maaf sebelumnya jika saya mengganggu kalian semua,, saya bermaksud ingin meminta maaf atas apa yang saya lakukan terhadap Raina dulu saat kami duduk dibangku Sma,, dan saya ingin melamar Raina untuk jadi istri saya tapi Raina meminta saya untuk meminta izin kepada bang Rayyi dan juga dokter Raka" ungkap Dimas mengutarakan maksud kedatangannya.
"Enak aja minta maaf" ucap Raka yang emang dasarnya udah kesel dan ga suka sama dimas karna buat adiknya menangis.
Raina yang mendengarnya semakin gak karuan,, dia dilema disatu sisi ia sangat kagum sama dimas yang mau berjuang untuknya berjuang maaf darinya dan kini ia mau berjuang dengan meminta maaf dan restu kepada keluarganya namun disisi lain ia tau jika kakaknya marah karna sangat menyayanginya,, matanya telah berkaca kaca siap menumpahkan semua rasa yang dari semalam ia pendam,, Anggi yang mengetahuinya segera memegang tangan adik iparnya dan menggenggamnya memberi kekuatan bahwa semua akan baik baik saja.
"Raka bisa diam kah,, biarkan kakak yang bicara" ujar Rayyi memecahkan ketegangan
"Dimas sebelumnya saya minta maaf atas apa yang adik saya katakan"
"Apa seh kak kok pake acara minta maaf" kesal Raka tapi tak digubris Rayyi,, Rayyi malah memberikan kode pada adik laki lakinya itu untuk melihat si bungsu yang kini tengah ditenangkan oleh istrinya.
Sekita Raka melihat adiknya menanggis,, apa dia terlalu kasar bersikap,, tapi dia seperti itu karna membela dan rasa sayang pada adiknya,, apa adiknya begitu mencintai pria itu. Hati Raka langsung luluh melihat sang adik.
__ADS_1
"Dek bisa ikut kakak sebentar?" Tanya Raka yang diangguki oleh Raina. Lalu ia melangkah ke kamarnya tanpa memperdulikan orang disekitarnya dan adiknya hanya mengikutinya.
Sementara diruang keluarga tersisa Rayyi,, Anggi dan Dimas
"Raka emang gitu dim,, dia posesif sama adiknya" ucap Anggi menghangatkan suasana yang tegang
"Emang seharusnya begitu kak" jawab Dimas
"Panggil mbak aja biar enak dim" kata Anggi dan diiyakan oleh Dimas
"Sebenarnya Raina bilang apa sama kamu dim,, sehingga menyuruh kamu menemui kami?" Tanya Rayyi
" saya bilang jika saya menyetujui rencana kakek saya menjodohkan kami, karna saya juga telah menyukai Raina, ketika kemarin di rumah sakit saya mengutarakannya,, Raina tidak bisa menjawabnya dan menyuruh saya datang menemui kakak kakak nya jika kakak kakak nya setuju kami akan melanjutka hubungan ini,, yang pasti saya sangat mencintai adik kalian" ungkap dimas
"Kenapa bisa kamu cinta adik saya,, setau saya kalian bertemu kembali saat pesta pernikahan kami dan beberapa kali katanya Raina kalian terlibat bersama dan belum lagi pada masa lalu kamu pernah membully adik saya ?" Cecar Rayyi
"Entah kapan rasa cinta ini tumbuh bang,, mungkin karna keterlibatan kami bersama beberapa waktu tapi sangat berkesan apalagi ketika melihat Raina bersama bee anak angkat kami di panti,, dan saat saya mencoba minta maaf sama dia dan mengajaknya makan malam tanpa terencana cincin yang selalu saya kenakan dan tak pernah terlepas tanpa ragu saya kenakan di jarinya ditambah lagi kekuatan dan keyakinan saya ketika dia dengan telatem mengurus saya ketika sakit" jelas Dimas dengan ekspresi sangat bahagia terpancar menceritakan itu semua.
Sementara di kamar Raka kini,, ia tengah berbicara dengan adiknya.
"Dek jawab jujur,, apa salah kakak biara begitu sama dimas yang seenaknya aja minta maaf" tanya Raka
"Tidak,, kakak tidak salah kok" jawab Raina lirih dengan wajah tertunduk
"Lalu kenapa kamu sedih hmmm?" Tanyanya lagi
"Aku gak sedih kok kak" jawab Riana dusta
"Udah coba bohong sama kakak yaa kamu" tanya Raka kali ini dengan gaya menggoda
"Coba jujur sama kakak dek,, apa yang kamu rasain karna gak mungkin kamu kalau ga ada rasa sama dia nyuruh dia bertemu kami"
"Adek bingung kak,, adek suka sama dimas tapi adek takut" ungkap Raina
"Apa yang kamu takutkan hmm?"
"Adek takut kalian tidak setuju"
"Yaa ampun dek,, apa susahnya jujur sih,, kakak seh maunya kamu saling mengenal dulu kakak izinkan dia dekat dengan kamu, nanti jika kalian rasa sudah siap kalian baru melangkah ke tunangan gimana?" Saran Raka
"Jadi kakak setuju" tanya Raina dengan mata berbinar
"Iyaa sayaang,, jangan sedih lagi?" Ucapnya sambil memeluk adiknya
"Ayook kita keluar,, kamu gak takut apa adimas mu dimakan sama kak Rayyi"
"Tenang kak,, gak mungkin soalna ada pawangnya kak Rayyi disana" jawab Raina yang disertai tawa Raka.
Akhirnya mereka kembali bergabung diruang keluarga,, disana Rayyi tengah mengobrol hangat dengan Dimas entah apa yang mereka obrolkan.
"Sudah meetingnya kalian para alien?" Tanya Rayyi pada kedua adiknya dan dijawab anggukan oleh keduanya dan Rayyi melihat binar kebahagiaan dimata adik bungsunya,, ia pun senang
"Jadi intinya gimana?" Tanya Rayyi pada Raka,, pasalnya Rayyi sudah bicara sama dimas jika dia mengizinkan nya dekat dengan adiknya dan segala keputusan dia serah kan pada Raina
"Jadi intinya,, aku pribadi udah memaafkan kamu dim,, dan mengizinkan kamu dekat dengan adikku jaga dia jangan pernah buat dia menanggis dan ini bukan restu untuk kalian bertunangan,, saling mengenalah kalian dulu jika kalian merasa cocok dan kami melihat mu sungguh sungguh pada adik kami baru kami restui langsung menikah" ujar Raka panjang Lebar
"Alhamdulillah" ucap Dimas penuh syukur sedikit langkahnya telah lancar
"Terima kasih dokter Raka,, saya janji tidak akan menyakiti Raina lagi,, sekali lagi terima kasih"
" saya butuh bukti dim bukan janji" ucap Raka tegas
"Siap dok,, akan saya buktikan"
"Kalau gitu saya pamit sudah malam juga karna saya juga mesti langsung ke bogor lagi,, sampaikan salam sama oppa" pamit Dimas
"Salamkan kami juga dim pada kedua orang tua mu dan kakek Gilang" ucap Rayyi
Dimas pun pamit undur diri ditemani Raina yang mengantarnya sampai mobil Dimas. Mereka masih nampak canggung dan malu malu.
"Terima kasih Raina sudah memberikan aku kesempatan dan membuktikan kalau aku cinta kamu" ucap dimas sebelum masuk kedalam mobil
"Iyaa terima kasih telah mau bertemu kakak kakaku juga"
"Apa pun itu pacar" ucap dimas. Membuat wajah Raina merona akan sebutan pacar itu.
"Sejak kapan aku pacar kamu?" Tanya Raina
"Sejak malam ini,, karna aku sudah mendapatkan izin dari kakak kakakmu" jawab dimas
"Enak aja itu hanya izin jika mereka mengizinkan kamu berteman sama aku,, kita liat aja nanti kedepannya kamu layak gak jadi pacar aku" jawab Raina pura pura marah
"Yaudah aku pamit yaa " ucapnya lagi
"Hati hati yaa dim jangan lupa kabari aku jika telah sampai"
"Baik pacar mulai saat ini aku akan sering memberi mu kabar"
"Aku bukan pacar kamu iih"
"Iya,,, iyaa kamu bukan pacar aku tapi kamu bakal langsung jadi calon istri aku" ucap dimas terakhir dan langsung pergi dari kediaman Raina
.
__ADS_1
.