
Selamat membaca semua nya.. jangan lupa like nya yaa.. soalna author sudah crazy up nie.. biar author tambah semangaat menulisnya.
.
.
------------
Tripel'R cake and coffe
Hari ini ditoko kue itu sangat sibuk tidak seperti biasanya, banyak orang yang lalu lalang didalam toko tersebut menyiapkan set untuk syuting iklan, sedangkan karyawan toko sendiri sibuk dengan both barunya diluar, yaa selama 3 hari kedepan mereka hanya membuka pesanan untuk take away dipagi hari sampai pukul 2 siang, selebihnya para pelanggan bisa seperti biasa menyantap pesanan mereka didalam toko tersebut hingga pukul 9 malam.
Para kru dan team dari Macara tengah mulai melakukan pengambilan gambar dimana pemeran utamanya merupakan pemain sinetron yang tengah naik daun itu. Raina hanya bisa menyaksikkannya di dari dalam ruangannya karna dia lagi sibuk melist pesanan para konsumennya yang melakukan pemesanan by whatsapp. Sedangkan diluar nampak Adimas dan Miko sedang sibuk mengamati jalannya proses syuting tersebut agar berjalan lancar. Dan ini adalah kali pertamanya Adimas turun langsung ke lokasi kalian tentu tau alasannya agar dekat dengan gadisnya itu. Itu membuat para teamnya heran dengan kehadirannya tapi tidak dengan Miko yang sudah tau jika atasannya itu sedang bucin. Tak lama ada seorang gadis yang meghampiri mereka siapa lagi jika bukan Salsabila.
"Haii,, apa aku mengganggu kalian" katanya sambil bergelayut dilengan Adimas. Yang digelayuti hanya diam tak menanggapi
"Mau apa sih Sal kesini?" Tanya Miko kesal
"Mau ketemu kalian lah" katanya manja.
"Lu gda kerjaan apa ganggu orang kerja, emang lu gda pasien jam segini udah keliaran aja?" Kali ini Adimas yang bersuara
"Aku lagi lepas jaga dim" katanya manja
"Kalau mau disini lu diem jangan ganggu orang kerja" kata Miko kesal melihat ulah sahabat ceweknya itu.
Sementara itu Raina yang hendak keluar dari ruanganya pun mengurungkan niatnya karena melihat Adimas yang sedang digandeng wanita yang tak lain adalah wanita yang pernah ia bantu di restoran waktu itu, entah perasaan apa yang menghinggapi dirinya ada perasaan tidak suka melihatnya. Ia pun kembali duduk dikursinya ia malas untuk berbasa basi ketika hatinya sangat kacau,, tak lama bunyi ponsel membuyarkan lamunannya tertera dilayar nama ibu Tari segera ia mengangkatnya.
"Waalaikum salam ibu, ada apa tumben menelpon" katanya
"Apa ?"
"Di rumah sakit mana?"
"Aku segera kesana bu "
"Tidak, tidak sama sekali mengganggu aku senang ibu menghubungi ku" lalu ia menutup telponnya dan segera merapikan mejanya. Setelah selesai ia menuju kasir guna menemui indah, Adimas yang sedari tadi mengamatinya merasa heran, ada apa dengan gadis itu kenapa dia begitu panik. Lalu Adimas pun menajamkan pendengarannya untuk bisa mendengar apa yang dibicarakan gadis itu dengan karyawannya. Mau ke rumah sakit,, siapa yang sedang sakit tanyanya dalam hati. Kemudian ia memberanikan diri mendekat, ia melepaskan tangan Salsa yang bergelayut dilengannya tanpa basa basi ia langsung menghampiri Raina.
"Siapa yang sakit Rain, aku dengar kau mau ke rumah sakit ?" Tanya nya
"Kau menguping ya" kata ketus
"Maaf aku hanya penasaran saja melihat kamu begitu panik, siapa yang sakit apa pak Waluyo?" Tebak Adimas
Apa aku harus memberitahunya kalau Bintang masuk rumah sakit, tapi jika aku beri tau dia pasti Bintang senang bertemu dengannya pikir Raina. Akhirnya dia bersuara "Bukan oppa yang masuk Rumah Sakit tapi Bintang" katanya
"Apa Bintang ? Kenapa kamu tak memberitahuku Rain"
"Maaf, aku juga mau menerima telpon dari ibu panti" jelasnya
"Baiklah, aku kita segera kesana" kata Adimas tanpa basa basi menarik lengan Raina dan membawanya ke luar dari toko dan memasukkannya ke dalam mobilnya lalu mobil itu melaju ke arah rumah sakit, sedang kan Raina yang menerima perlakuan tersebut hanya mendengus kesal tapi ia sedang malas berdebat karna fokusnya kini hanya Bintang.
Mereka tak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan sangat kesal. Siapa lagi jika bukan Salsabila. "Mik itu si dimdim mau kemana buru buru banget" kata nya pada Miko, Miko hanya melihat kearah Adimas dengan biasa aja, lalu menjawab "biarin udah gede ini dia" ucapnya santai, tapi tidak dengan salsa dia menghampiri Indah dan bertanya "mereka mau kemana mbak kok buru buru banget" tanyanya. Indah yang sedang merekap laporan pun terdiam sejenak dan menjawab " mbak Raina mau ke Rumah sakit mba" katanya, tidak puas dengan jawaban itu salsa kembali bertanya "Rumah sakit mana?". Indah pun kesal karna pekerjaannya terganggu oleh Salsa lalu menjawab " RS Kartika,, ada lagi pertanyaannya mbak" jawabnya jutek. Lalu salsa pun kembali ke Miko.
"Mik,, ikut gue ke kartika yuk" ajaknya "buruan aah lu lelet" katanya lagi sambil menarik tangan Miko
"Woii gue lagi kerja ini, lu kalau mau balik ke RS balik sono sendiri" kata miko kesal
"Bukan,, kita susul dimdim sekarang.. ayoo" ajaknya
"Ngapain seh ngusul dimas biarin aja lah dia"
"Yaudah kalau lu ga mau ikut gue sendiri aja" katanya. Miko yang melihat tingkah Salsa sedikit khawati takut sahabatnya itu berbuat ulah dan Adimas akan berlaku kasar karna kesal, ia akhirnya memutuskan untuk ikut dengan salsa.
"Tunggu gue ikut, tapi gue ngomong dulu sama team gue" kata Miko yang dijawab dengan tanda OK oleh Salsa yess gue menang gumamnya.
----------------
RS Kartika
"Selamat siang sus,, maaf pasien atas nama Bintang Putri ada dimana
ya sus" tanya Raina setibanya di rumah sakit sementara Adimas sedang mencari parkir.
Suster tersebut segera mencari nama pasien tersebut. Dan Adimas datang menghampiri Raina "bagaimana sudah ketemu" tanya nya pada Raia
"Belum masih dicari sama susternya" k
Jawab Raina lirih
"Tenang Bintang pasti baik baik saja" kata Adimas sambil memegang tangan Raina memberi kekuatan, entah mengapa itu sangat manjur dirinya sedikit tenang.
"Maaf menunggu, pasien atas nama Bintang baru saja masuk diruang perawatan kelas 3 dilantai 4 ruang anak anggrek" kata suster tersebut. Lalu mereka pun segera ke ruangan tersebut.
Setibanya dilantai 4 mereka bergegas ke kamar anggrek dan segera masuk kedalam, dilihatnya bu tari yang sedang duduk disamping ranjang pasien menemani Bintang yang sedang merajuk, melihat kedatangan mereka wajah Bintang berseri seakan rasa sakit itu hilang. "Mama papa endong" katanya sambil mengulurkan tangan minta digedong, melihat itu Raina segera mendekat dan langsung menggendongnya.
"Anak cantik sakit apa" tanyanya sambil mengelus punggung Bintang
__ADS_1
"Atit ini mama" jawabnya sambil menunjukkan selang infusan
"Kata dokter gimana bu keadaannya" tanya Adimas yang juga khawatir
"Masih diobservasi nak, kemungkinan tipus karna badan nya rentan kena virus, tapi dokter belum tau pasti apa ada riwayat penyakit lain sewaktu ia dilahirkan" kata bu tari sedih
"Semoga semua baik baik saja ya bu"
"Mama oneka bie mana... bie mau oneka papa" kali ini ia menginginkan bonekanya
"Oh ya ibu lupa sayang " kata ibu tari pada bintang
"Na apa kamu sibuk,, ibu ingin nitip bintang sebentar ibu mau pulang ambil bonekanya dari tadi ia merajuk"
"Tenang bu aku tidak sibuk, aku akan jaga dia" jawab Raina sambil mencium Bintang
"Mau saya antar bu?" Tawar dimas
"Gak usah nak ibu naik ojek aja biar cepat, lagi pula bie juga mencari kamu dari tadi" terang bu tari
"Kalau begitu ibu pulang dulu yaa" kata bu tari pamit.
Jadilah sekarang diruangan itu mereka bertiga yang terlihat seperti keluarga muda yang harmonis. Dimana Raina masih setia menggendong Bintang yang tertidur pulas.
"Tidurkan saja diranjang Rain, sepertinya bie sudah tertidur pulas?" Saran Adimas melihat Raina yang nampak kelelahan menggendong Bintang.
Sementara di lobi rumah sakit nampak Salsa dan Miko baru saja tiba dan langsung menuju ke meja resepsionis. Namun sebelum itu tangan Miko keburu menjenggalnya
"Heh emang lu tau siapa yang sakit?" Tanya nya ke Salsa
"Gak.. gue ga tau" cicitnya
" terus lu kesana mau nanya apa kalau lu sendiri ga tau, dasar ya lu dokter kadang oon juga" kata Miko kesal dengan tingkah sahabatnya yang suka seenaknya.
"Coba deh lu telpon dimdim, lu tanya" saran salsa
"Udeh dari tadi,, tapi ponselnya ga aktiv" jawab Miko, yaa emang benar ponsel Adimas tertinggal dan didalam mobil dengan kondisi batrai mati.
"Tunggu gue ada ide " seru salsa lalu ia menuju meja resepsionis.
"Maaf sus,, apa ada liat orang ini barusan" tanyanya sambil menunjukkan foto Adimas.
Suster yang ia tanyai menjawab tidak melihatnya lalu ia menanyai rekannya yang lain, ternyata rekannya ingat dengan pria yang di foto tersebut karna ia yang membatunya tadi saat menanyakan info tentang Bintang, lalu suster tersebut memberitauny.
"Come on,, gue udah tau" seru Salsa ke Miko
"Serius lu, gimana ceritanya" tanya Miko penasaran
" sarap nie anak" ejek Miko
Mereka pun tiba dilantai dimana ruangan Bintang berada. Dilihatnya oleh mereka Adimas dan Raina sedang duduk bersebrangan sambil becanda dengan seorang anak kecil yang memakai pakain pasien. Kenapa mereka bisa tau karna pintu kamar rawat Bintang tidak tertutup rapat. Ada perasaan cemburu dihati Salsa dan bertanya tanya siapa anak kecil itu namun berbeda dengan Miko yang tersenyum senang karna sahabatnya bisa dekat dengan pujaan hatinya walau ia juga heran siapa bayi gemoy itu.
"Mamaa.. auu enum" kata Bintang
"Bie haus hmm" tanya Adimas dan Bintang pun mengangguk
"Iyaa papaa bie auus anget"
"Oke mama ambilkan minum buat bie yaa" kata Raina sambil mengambil gelas dan diberikan kepada bie dengan hati hati sementara Adimas terlihat sangat telaten membersihkan dagu bie yang basah karna minuman.
Salsa dan Miko hanya bisa menyaksikan interaksi mereka dari balik pintu.
"Mama papa" tanya Salsa heran
"Sejak kapan si dimdim punya anak?"
"Ini cewek yang ketemu kita di resto kan, dia adiknya dokter Rakadia apa dia janda beranak satu" berondong pertanyaan yang diajukkan Salsa pada Miko
"Meneketehe oeee"jawabnya
"Lu kok gitu seh?" Dengus Salsa mendengar jawaban Miko
Miko pun menarik napas panjang, ia mesti sabar menghadapi miss drama nan manja ini, lalu diajaknya sang sahabat ke arah taman
"Kenapa lu ajak gue kesini?" Tanya Salsa kesal.
"Lu duduk dulu disini diem diem aja,, nanti gue balik lagi,, gak lama kok" kata Miko lalu bergegas pergi.
Tak lama Miko kembali dengan membawa secup es cream walls rasa strawbery vanila untuk Salsa dan coklat vanila untuknya tak lupa 2 botol air meneral.
"Nie lu minum dulu baru lu makan nie es cream" katanya sambil menyodorkan es dan juga air mineral.
"Makasih" jawab Salsa. Kedua nya pun terdiam sambil menikmati es cream.
"Sal,, lu tau ga seh kita tuh udah pada dewasa" kata Miko membuka percakapan
"Iyaa gue tauu,, emang kenapa" tanya Salsa
__ADS_1
"Walaupun kita bersahabat kita juga punya kehidupan masing masing dan masalah masing masing yang kita alami"
"Iyaa gue tauu,, kan gunanya sahabat buat bantu" jawab salsa
"Gak semua hal mesti kita tau sal walau kita bersahabat. Ada hal hal yang bersifat privasi,, contohnya gue biarpun gue sama dimdim kemana mana bareng tapi gue gak pernah mencampuri masalahnya dan gitu juga sebaliknya, bukan karna kita ga peduli, begitu juga kita ke lu sal, walau kita ga pernah tanya tanya hidup lu bukan berarti kita ga peduli" terang Miko ia berharap salsa mengerti.
"Maksud lu apa seh to the point aja seh Mik ga usah muter muter" ujar Salsa kesal
Miko pun berusaha sabar menghadapinya. "Jadi gini loh Sal, kita ga usah ikut campur urusan pribadi sahabat kita, kita cukup jadi sahabat yang baik yang selalu ada untuk satu sama lain jika diperlukan, kita ga perlu kepo berlebihan sama urusan sahabat kita, toh kalau butuh bantuan pasti cerita, beri lah ruang untuk pribadi masing masing, karna gue liat lu berlebihan sama Adimas" jelas Miko semoga saja teman ny itu paham
"Lu cemburu sama dimdim" jawab Salsa yang membuat Miko makin kesal, nie anak beneran dokter bukan seh kok oon banget gumamnya.
"Bukan gue cemburu, tapi lu yang cemburu sama dimdim, lu suka dia kan" tembak Miko sekalian biar sahabatnya itu paham. Salsa yang mendapat pertanyaan itu hanya diam tak mampu untuk menjawab.
"Kalau lu suka sama dia lebih baik lu dikit dikit lupain dia deh daripada lu sakit hati dan persahabatan kita gak baik" saran Miko
"Maksud lu apa bilang gitu" akhirnya salsa buka suara
"Si dimdim udah dijodohin" jawab Miko
Deg..
Ada hati yang sakit mendengar kabar itu " dimdim dijodohin sama siapa jangan bilang sama cewe tadi" tanyanya
"Sama siapanya gue gak tau, yang jelas kakek udah jodohin dia dan keputusan kakek itu udah final" jawab Miko.
"Dan untuk anak tadi yang kita lihat dia anak panti yang entah kenapa dia pertama kali liat dimdim langsung manggil papa dan dimdim kasian sama anak itu dari bayi udah dibuang sama orang tuanya dan untuk Raina dia orang yang pertama kali dianggap mama sama anak itu sebelum dimdim muncul sebagai donatur" jelas Miko berharap agar salsa tidak berbuat ulah pada Raina.
"Lu mau gue anter kemana?" Tawar Miko
"Lu kali yang gue mesti anter kan kita kesini tadi pake mobil gue pea" sarkas Salsa.
"Oh iya lupa gue" kata Miko sambil tepok jidat
"Lu anter gue ke cafe kan mobil gue tinggal disana".
----------
Kembali kepasangan Adimas dan Raina yang masih menemani Bintang, mereka sengaja menyuruh bu tari agar tidak buru buru kembali, ia meminta bu tari agar istirahat terlebih dahulu dan kembali kerumah sakit pukul 8 malam saja, gatian dengan mereka dan bu tari sangat setuju nanti dia akan menjaga Bintang ditemani Aji anak salah satu pengurus panti.
"Rain bangun ayoo makan dulu aku lihat kamu dari siang belum makan sekarang sudah pukul 3 sore" kata Adimas sambil menyodorkan plastik berisi makanan.
"Hemm.." Raina pun membuka matanya tapi ia tidak langsung menerima kantung makanan itu
"Kenapa ?" Tanya Adimas heran
"Aku mau cuci muka dulu" kata Raina judes. "Kamu letakkan saja makanan itu dimeja" perintahnya lagi
"Baik tuan putri" ucap Dimas melihat tingkah Raina menyuruhnya. Yaa kamar bintang telah dipindah ke ruang VIP berdasarkan perintah Adimas dan dia yang akan mengcover semua biaya perawatan Bintang.
Tak lama Raina keluar dari kamar mandi dan menuju sofa untuk makan, dilihatnya makanan itu hanya satu porsi.
"Kamu gak makan?" Tanya nya ke Adimas yang kini sedang duduk disamping ranjang Bintang
"Sudah aku sudah makan dikantin tadi" jawabnya
"Yaudah aku makan ya" kata Raina kemudian melanjutkan makannya sementara Adimas memperhatiakan Raina dari seberang sana.
Tepat pukul 8 kurang nampak ibu tari dan Aji baru saja tiba diruangan Bintang, akhirnya mereka bergantian untuk menjaga bocah malang itu.
"Hemmm.. mau temani aku makan" tanya Adimas ketika berjalan dikoridor rumah sakit
"Itu jika kamu mau, kalau tidak mau gak apa apa tapi dijalan kita mampir ke drive true dulu untuk membeli makan, agar aku bisa makan di mobil hanya beli burger gak lama kok, soalna kalau tidak diisi aku takut magh ku kambuh lagi" jelas Adimas karna tadi Raina berhasil setuju untuk diantar pulang olehnya dengan perjuangan keras membujuknya.
"Kamu belum makan dari tadi" tanya Raina
"Tadi aku sempat makan sendwich dikantin tapi seharian ini aku telah minum 6 gelas kopi" ucapnya merasa bersalah entah pada siapa
"Kamu tuh yaa kalau punya mah jangan banyak minum kopi usahakan makan nasi" cecar Raina kesal
"Iyaa aku salah" ucap Adimas dengan penuh penyesalan. Loh kok jadi kaya gini gue kenapa merasa bersalah sama dia kan yang punya penyakit gue yang nanti sakit kan gue..gumamnya.
Sementara itu Raina yang mendengar permintaan maaf dari Dimas pun merasa heran kok jadi dia mint maaf ke gue berasa gue istrinya aja, tapi tunggu kok gue seneng ya ketika dia denger omongan gue terus merasa bersalah OMG kenapa gue sesenang ini.
"Oke,, kita pergi makan,, kamu jangan makan junkfood itu ga sehat, seharian ini belum makan nasi kan? Mau makan dimana kita" tanya Riana
"Hmm.. karna kita mau ke apartement kamu gimana cari makan yang searah sana,, aku terserah kamu aja" jawab Adimas
"Yakin terserah akuu?" Tanya Raina meyakinkan
"Yakin,, aku percaya kamu karna kamu ga akan biarin aku kelaparan" jawabnya.
"Oke kita ke jalan xxxx disana ada aneka makanan di warung tenda, kamu ga alergikan makan diwarung tenda?"
"No problem" jawabnya yakin.
-------------
__ADS_1
Yakin nie si dimdim bisa makan diwarung tenda ??
Author mah ga yakin,, orang dia si mr perfect yang mestin clean