Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab. 52


__ADS_3

🌾🌾🌾🌾


Dira akhirnya memberanikan diri menemui dimas,, setelah sebelummya ia menghubungi miko untuk mencari tau keberadaan dimas dan ia memberitahu jika dimas ada di apartementnya karna sakit. Yaa dimas masih sakit akibat magh kronis yang ia derita akibat tidak makan selama 2 hari akibatnya sekarang ia dipasang infus guna mengganti nutrisi untuk dirinya. Dan semua pekerjaan dihandle oleh miko dan mita. Sedangkan untuk urusan trevel yang sedang bermasalah mau tidak mau mama sandra yang turun tangan menanganinya dibatu Tasya sekretaris dimas.


Ting Tong..


Suara bel apartement dimas berbunyi. Wanita muda itu membuka pintu untuk melihat siapa yang berkunjung ia menghentikan aktivitas didapurnya.


"selamat siang" ucap tamu itu ketika pintu telah dibuka


"selamat siang,, maaf mbak mencari siapa?


"tanyanya sopan kepada wanita dihadapannya yang membawa sekotak hampers ditangannya.


"dimasnya ada mbak" tanya wanita muda itu yang heran melihat wanita muda yang membukakan pintu.


"ooh cari den dimas ya mbak,, silahkan masuk" jawab ramah wanita itu yang tak lain adalah ART baru diapartement dimas yang dipekerjakan oleh mama sandra untuk membantu dimas mengurus apartement teesebut. Dimana wanita itu akan pulang jika pekerjaannya beres dan kembali keesokkan harinya. "masuk aja langsung mbak ke kamarnya,, soalna mas dimas belum bisa bangun dari tempat tidur" ucap ART itu. Dan Raina pun masuk kedalam unit tersebut menuju kamar dimas, sedangkan ART tersebut kembali ke dapur.


Baru saja melangkahkan kaki ke kamar dimas, langkah raina terhenti melihat sosok wanita dikamar dimas,, yaa pintu kamar dimas memang sengaja terbuka jika ada Salsa didalam,, menurutnya agar tidak terjadi hal hal yang tak diinginkan. Entah mengapa melihat pandangan itu dimana salsa tengah menyuapi dimas perasaan raina tak suka dan jengkel, lalu ia menghentikan niatnya menengok dimas, dan berjalan mundur kearah dapur (pantry) untuk bertemu ART tadi yang tengah mencuci piring.


"mbak maaf" tanya raina menghentikan aktivitas ART tersebut


"iyaa mbak, bisa saya bantu?"


"ini mbak saya minta tolong kasihkan ini saja sama dimas" ucap raina sambil menyerahkan hampers ketangan ART nya "saya pamit dulu mbak,, makasih" ucap raina terburu buru.


"loh mbak gak jadi nemuin den dimas?" tanya ART itu heran namun raina tak me jawabnya dan bergegas pergi.


ART tersebut segera menuju kamar dimas guna menyampaikan hampers tersebut kepada tuannya. Setelah mengetuk pintu kamar dimas "maaf den,, ini ada bingkisan?" ucap nya

__ADS_1


"dari siapa mbak?" tanya dimas dengan lirih karna badannya masih lemah dan kepalanya pusing.


Art tersebut menyerahkan hempers tersebut kepada salsa agar diberika kepada dimas. "ini dim" ucap salsa memberikan hempers tersebut kepada dimas.


Melihat packing box yang bertuliskan Tripel'R cake and coffe,, dimas langsung terkejut dan bertanya pada ART nya tersebut.


"ini siapa yang anter mbak?" tanyanya penasaran


"maaf den,, tadi ada mbaknya yang kesini,, sudah saya suruh masuk kekamar aden,,eh gak tau kenapa dia cuma sampai depan pintu kamar dan suruh saja aja yang kasih dianya buru buru pergi tapi matanya kaya yang sedih gitu" jelas ART itu


"ciri cirinya kaya gimana mbak?"


"masih mudah, mungil orangnya, putih, rambutnya sebahu"jelas ART tersebut.


"Raina.. Itu pasti Raina" ujar dimas,, sedangkan Salsa tersenyum senang karna ia tau pasti raina cemburu akan hadirnya dirinya dikamar dimas.


🌾🌾🌾🌾


Sementara itu Raina merasa sesak didadanya hanya Karna melihat salsa dikamar dimas. Ia tak kuat lagi menahan air matanya agar tak jatuh. Saat keluar dari lift ia berpapasan dengan mama sandra yang baru pulang dari kantor.


"heii,, raina kamu kenapa?" tanya mama sandra yang melihat mata raina memerah


"eh tante" jawab raina yang kaget pasalnya ia tak melihat mamanya dimas. "gak kenapa napa kok tan" jawab Raina


"itu mata kamu merah sayang?"


"ini cuma kelilipan tan,, tante darimana?" tanyanya yang melihat mama sandra rapi dengan pakaian kantor


"tante dari kantor sayang,, sekarang kan kantor trevel tante yang handle,, dan miko handle kantor advertaising sejak dimas ngilang dan sakit" jelas mama sandra.

__ADS_1


"oh yaa kamu habis dari unit dimas yaa?" tanya nya


"oh iya tan,, aku dengar dari miko dimas sakit lalu kesini deh,, dan sekarang harus balik karna cafe rame" jawab raina dusta.


"ooh,, padahal tante pengen ngobrol banyak sama kamu sayang"ucap mama sandra kecewa


"next time yaa tan" ucap raina lalu segera pamit.


Mama sandra terus memperhatikan gadis itu yang bergegas berjalan meninggalkan apartement tersebut, ia merasa gadia itu sedang berbohong ada kesedihan terpancar dimatanya. Ia curiga jika raina melihat salsa disana. Ia pun bergegas menuju unit anaknya berada.


"mbaak" panggil mama sandra Pada ART nya


"dalem buk" jawabnya sopan


"mbak tadi ada wanita kesini cari dimas?" tanya mama sandra to the point. Lalu ART itu menceritakan perihal kedatangan raina dan juga titipan raina untuk dimas. "benar dugaan ku"gumam mama sandra. Namun dirinya tak bisa berbuat apa apa terhadap salsa karna gadis itu merawat dimas,, ia hanya bisa memantau mereka agar salsa tak lagi berbuat nekat.


"dim" panggil mama Sandra


"mama sudah pulang? Gimana keadaan kantor? " tanya dimas


"kantor sudah aman tenang,, sekarang polisi sedang bekerja,, kamu fokus sama kesehatan kamu dulu biar sehat dan terlepas dari ulet" ucap mama sandra sedangkan ulet yang dimaksud sedang dikamar mandi


"iyaa mah"


"dim tadi mama papasan sama raina loh?" ucap mama sedangkan dimas yang mendengar nama raina langsung melonggo dan menunggu kelanjutan cerita mamanya. "dia katanya dari sini yaa tapi mama lihat dia abis nangis matanya merah banget dia bilang ke mama katanya kelilipan tapi mama gak percaya soalna mama lihat dari matanya dia tuh sedih banget deh" jelas mama. Sementara dimas hanya bisa diam mendengarkan cerita sang mama.


"dim mama harap kamu gak nyakitin dia yaa,, apalagi sejak kejadian dibogor waktu itu" ucap mama sandra lalu meninggalkan kamar anak.


"raina kamu kenapa sedih melihat aku dan salsa,, bukankah kamu juga dekat sama pria itu,, sedangkan aku sama salsa kamu tau kita hanya teman" batin dimas

__ADS_1


__ADS_2