Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku

Jodoh Pilihan Kakek Itu Musuh Ku
Bab 37


__ADS_3

Terima kasih masih setia membaca karya author.. 😗😗


.


.


Jangan lupa kasih like disetiap bab yang kalian sudah baca yaa.. 😊 jika kalian berkenan memberikan ⚘ atau ☕ author amat sangat senang.. 😍😍


.


.


🍁🍁🍁🍁


Kini Raina diantarkan oleh Raka ke cafenya,, sebelum adiknya turun Raka kembali memastikan jawaban adiknya itu.


"Tunggu dek?" Ucap Raka sambil mencekal tangan adiknya yang hendak membuka pintu mobil. Raina pun menghentikan tangannya dan menghadap ke sang kakak sambil menaikkan alisnya seolah berkata "apa?"


"Kakak cuma ingin memastikan jika benar kamu tak meminta Revano menikahi bukan?" Tanya Raka


Raina yang mendengar pertanyaan sang kakak pun tersentak,, namun ia bisa menguasai dirinya agar tak terlihat gugup didepan sang kakak,, " tentu tidak,, kau tak usah khawatir?" Jawab Raina lalu bergegas turun dari mobil kakaknya, dan Raka pun mencoba mempercayai perkataan adiknya kini ia pun lega meninggalkan cafe tersebut dan kembali ke kediaman utama.


"Assalamualikum shelia?" Sapa Raina begitu ia masuk ke dalam cafe dan menyapa Shelia yang sedang menata cake cake dietalase.


"Waalaikumsalam mbak" jawab shelia sambil melakukan kegiatannya dan hanya melirik sekilas Raina.


"Oh ya mbak,, tadi ada seseorang yang mencarimu" ucap shelia pada saat dirinya hendak masuk ke ruangannya, otomatis ia menghentikan langkahnya. "Siapa?" Tanyanya cepat.


Shelia mengangkat bahu "entahlah,, dia seorang pria",


Raina bingung dengan jawaban shelia, siapa pria yang mencarinya? Jika Dimas yang datang shelia pasti mengenalinya karna mereka pernah mengobrol? Lalu siapa pria yang dimaksud shelia? Fikir Raina bertanya pada dirinya sendiri.


Ia pun penasaran dan datang mendekati shelia "siapa yang mencariku shel?"


"Aku" jawab seseorang dibelakang diri sebelum shelia sempat menjawab.


Deg.. jantung Raina berdebar mendengar suara itu,, ia masih hapal dengan suara itu dan juga masih hapal wangi parfum ini, ia berusaha menguasai dirinya lalu berbalik melihat ke arah suara itu. Walaupun telah 3 tahun lamanya mereka berpisah namun ia tak mampu mengelak pesona Revano apalagi kini pria itu sangat tampan.

__ADS_1


"Kamu belum lupa sama aku kan aina? Tanya Revano sambil tersenyum kecil,, ia masih memanggil nya Aina nama kesayangan yang ia berikan untuknya. Hanya dia yang memanggil dirinya aina.


Kini Raina merutuk jantungnya yang masih berdebar jika melihat pria itu, dan ia sedang berusaha menguasai dirinya agar tidak berlari ke arah pria itu dan memeluknya "SHIIT Raina buang jauh pikiran itu" ucapnya mensugesti dirinya sendiri.


"Hai Revano" sapanya merusaha menahan gugup dan tetap stay cool. "Sudah lama ya gak ketemu?" Ucapnya basa basi.


Alis Revano terangkat "aku kira kamu akan terkejut dengan kehadiranku, ternyata aku salah" ucap Revano sambil tersenyum


"Aku sudah tau kau ada di indonesia dari kakak ku" jawab Raina datar


"Sudah ku duga Raka pasti memberitahu mu". Ucapnya sambil tetap tersenyum.


"Apakah kau ada waktu siang ini,, aku ingin mengajakmu makan siang?" Tanya Revano.


"Baiklah,, mau makan siang dimana?" Tanya Raina


"Tempat biasa" jawab Revano,, tempat biasa yang ia maksud adalah resto kecil di sebuah ruko yang berada di komplek perkantoran tempat yang biasanya mereka dulu habiskan bersama.


"Baiklah aku akan kesana pukul 11 siang,, kita akan bertemu disana" ujar Riana


Karna hari ini ia tidak ada janji dengan Dimas,, oleh karena itu ia mau menerima ajakan Revano karna Dimas tadi pagi menghubunginya mengatakan hari ini ia sangat sibuk dan kemungkinan akan makan di kantor.


🍁🍁🍁🍁


Lembayung Resto


Sesuai dengan janjinya tadi pagi Revano menjemput Raina tepat pukul 11 siang di cafe nya, dan kini mereka berada di Resto tempat ia dan Revano dulu sering menghabiskan waktu.


"Tempat ini banyak sekali perubahannya yaa?" Tanya Revano ketika memasuki resto tersebut


"Iya tentu saja,, semua harus ada perubahan kearah yang lebih baik bukan" jawab Raina. Dan mereka memilih meja dilantai 1 tepat di dekat jedela besar yang mengarah ke gedung perkantoran.


"Apa kamu juga sudah berubah aina?" Tanya Revano


"Hmm,, yaa kan manusia harus juga berubah kearah lebih baik bukan begitu seharusnya" jawab Raina diplomatis


"Yaa ku pikir juga begitu,, dan kulihat kamu banyak berubah lebih ceria dan semakin cantik" ucap Revano sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


Raina yang mendengarnya hanya tersenyum kecut,, seketika pandangannya teralihkan dengan sosok yang berada di sebrang sana,, bukannya itu Miko gumam Raina yang melihat Miko yang turun dari mobil dan memasuki gedung perkantoran itu. Mata nya membelagak mengingat kalau itu kantor milik Adimas,, hatinya mulai gak karuan,, ia seperti seseorang yang sedang berselingkuh dan takut ketahuan pikirnya.


Melihat perubahan ekspresi wanita di depannya Revano menaikkan alisnya dan berkata "ada apa?" Dan matanya ikut tertuju ke arah pandang Raina namun tak menemukan apapun.


"Ooh tidak,, tidak ada apa apa,, aku cuma seperti melihat teman ku " ujar Raina gugup


"Siapa? Siapa tau aku mengenalnya aku hampir mengenal semua orang di sini " tanya Revano lagi


"Oh yaa mungkin itu dulu sebelum kamu meninggalkan indonesia, dan seperti kataku banyak hal yang telah berubah selama kamu pergi mungkin juga orang orang yang kamu kenal kini biasa saja melupakanmu" jawab Raina datar.


"Apa kau juga sudah melupakan ku?" Tanya Revano sambil menatap Raina dalam dalam.


Jujur selama ia meninggalkan jakarta dan menetap di New York dia tidak pernah sedikit pun menginggat gadis itu,, ia terlalu sibuk untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru dan ritme kerja orang bule yang sangat disiplin. Entah selama ia berada disana ia benar benar melupakan gadis itu.


Namun ketika ia bertemu kembali Raina dengan banyak perubahan pada diri gadis itu, entah mengapa mendorongnya untuk bisa kembali ke masa itu dimana ada kita "ia dan ainanya".


Sementara itu Raina yang mendengar pertanyaan Revano hanya tersenyum tipis "aku tidak punya waktu untuk memikirkan seseorang yang tak menginginkan ku" jawab Raina ketus. Lalu mengarahkan pandangannya kembali ke arah perkantoran itu.


Deg,, hatinya merasa sakit melihat pemandangan disebrang sana,, kenapa hati merasa sesakit ini pikirnya. Lalu ia memutuskan mengajak Revano pergi dari Resto tersebut karna moodnya sudah hancur.


.


.


.


🍁🍁🍁🍁


Siapa yaa yang diliat sama Raina ??


Next up


Tungguin yaa,, jangan lupa kasih like dan hadiahnya 🤗🤗😍


oh yaa author juga lagi nulis novel terbaru.. tapi masih proses review oleh NT.. jangan lupa baca juga yaa 🤗😗


__ADS_1


__ADS_2