
🌳🌳🌳🌳
Raina masih saja memikirkan Dimas,, hati makin merasa bersalah pada pria itu,, sebenarnya Raina merasakan rasa tulus dari Dimas untuk dirinya,, tapi dirinya masih terlalu takut untuk mengakui dan melangkah lebih jauh. Dirinya masih takut jika Dimas nantinya membahas kembali asal usulnya,, seperti waktu SMA dulu. Aneh bukan dan cukup mengada ngada pikirannya itu.
Raina telah menelpon pria itu lebih dari 5 kali namun hasilnya nihil,, hingga ia pun menyerah untuk menghubungi pria itu. Dipandanginya buket mawar pemberian pria itu dan bibirnya langsung tersenyum,, ada rasa hangat di dirinya karna itu bunga pertama dalam hidupnya yang diberikan oleh seorang pria,, dirinya merasa spesial.
Sementara itu Dimas masih saja mengurung dirinya di dalam apartement pribadinya,, puluhan panggilan dari ponsel pintarnya ia abaikan,, dan kini ponselnya dia matikkan agar tidak ada yang mengganggunya,, dia hanya merenung dikamarnya.
🌳🌳🌳🌳
Esokkan harinya Miko tengah disibukkan dengan pekerjaan di kantor advertaising milik dimas,, bayak sekali pekerjaan yang butuh keputusan dari atasannya itu,, namun hingga jam makan siang atasannya itu tak kunjung juga datang.
Miko pun segera menghubungi sekretaris Dimas di kantor trevel dan tour,, dia pikir sahabat yang sekaligus atasannya itu mungkin sedang ada disana karna masalahnya belum selesai.
☎👦 "hallo mbak Tasya,, saya Miko mbak,, asisstennya pak Dimas"
☎🙎 "iya mas Miko,, bisa saya bantu mas?"
☎👦 "saya mau tanya mbak,, apa pak Dimas ada disana ya? Saya hubungi ponselnya gak aktiv mbak?"
☎🙎 "bapak hari ini tidak kesini mas,, saya juga ada perlu sama bapak sama ponselnya tidak aktiv,, baru saja saya mau ke kantor sana saya kira bapak disana"
☎👦 "oh gitu yaa mbak,, sama saya juga ada keperluan sama dia,, kemana ya dia?"
☎🙎 "kemarin bapak keluar jam 1 siang mas,, tapi gak bilang mau kemana sih"
☎👦" baiklah mbak,, saya coba hubungi apartementnya saja"
☎🙎 " baik mas,, maaf mas jika ada kabar dari bapa hubungi saya yaa soalna saya ada perlu"
☎👦 "siap mbak"
"Sialan kemana sih tuh anak" umpatnya kesal.
__ADS_1
"Masih belum ada kabar pak?" Tanya Mita sekretaris dimas di kantor ini
"Belum ada,, mbak Tasya juga ga tau dia dimana gak kesana dari kemarin siang" jelas Miko pada Mita.
"Saya sudah hubungi apartementnya pak,, tapi gak diangkat telponnya,, coba bapak telpon orang tuanya" Mita memberi saran,, karna dia juga khawatir dengan atasan kesayangannya itu tidak biasanya menghilang tanpa jejak apalagi ketika mendengar kejadian yang dialami atasannya sewaktu di bogor kemarin.
"Ok,, saya hubungi mama Sandra dulu" ucap miko sambil memegang ponsel nya.
☎👦 "assalamualikum mam?"
☎👵 "waalaikumsalam mik,, tumben telpon mama?"
☎👦 "iyaa mah,, maaf nie kalau Miko ganggu"
☎👵 " nggaklah Mik,, sekarang kan mama pengangguran 😀😀"
☎👦 "mama bisa aja,, pengangguran juga gajinya lebi gede dibanding kita karyawan kan mam"
Laah si mama heran gue telpon apa anaknya gak ada disana ya?? Batin Miko
☎👦 " iya mah Miko lagi cari si Dimdim dia ada disana gak mah?"
☎👵 "laah Dimas gak kesini udah seminggu mik,, mama telpon juga hp nya ga aktiv mungkin sibuk,, coba kamu tanya kantor trevel mungkin dia disana?"
☎👦 "itu dia mah barusan aku telpon mbak Tasya dia juga sama nyariin si Dimdim,, disini si Mita juga telpon ke apartementnya gak ada yang angkat,, jadi aku kira dia disana?"
☎👵 "waah nggak ada tuh,, ya allah kemana yaa tuh anak,, bantu cari dong mik,, mama takut dia kenapa napa mana papa lagi di Singapura lagi"
☎👦 " yaa mah,, aku bantu cari saling kasih kabar yaa mah"
Mita yang mendengar percakapan itu pun tambah khawatir karna atasannya juga tidak ada di rumah orang tuanya.
"Gak tau juga pak,, mama nya pak Dimas?" Tanya Mita
__ADS_1
"Iyaa Mit,, kemana yaa tuh anak" Miko berfikir keras mengingat ingat kebiasaan sahabatnya itu
"Diculik sama si ulet keket gak pak?" Tanya Mita,, menanyakan hal yang aneh dan terlintas di otaknya. Apalagi setelah mendengar cerita yang menimpa dimas.
"Gilaaa,, gak mungkin kali" sangkal Miko
"Coba aja pak,, telpon si ulet keket pura pura nanya pak dimas apa kek" saran Mita.
"Yaudah aku ikutin saran kamu,, kamu denger sendiri nie aku loudspeaker"
☎👦 "hallo Sal?"
☎👩 "iyaa Mik,, ada apa tuben lu inget gue bukannya masih marah lu sama gue"
☎👦 "yaa elah Sal,, gue marah juga peduli dan sayang sama lu sahabat gue,, gue ga mau lu salah "
☎👩 "yaah yaah,, gue akuin gue salah gue minta maaf yaa Mik udah bikin lu kecewa,, gue juga udah minta maaf ke tante Sandra dan gue butuh bantuan lu?"
☎👦 "syukur deh lu paham dan udah minta maaf juga,, bantuan apa Sal?"
☎👩 "gue minta tolong bantuan lu buat pertemuin gue sama dimas,, gue mau minta maaf sama dia,, gue gak berani ketemu dia sendirian,, lu bisa kan bantuin gue?"
Laah nie anak malah minta bantu ketemu si dimas berarti dia belum ketemu dimas setelah kejadian itu. Batinnya
☎👦 "baiklah gue coba usahin bantu yaa"
☎👩" makasih yaa sebelumnya mik"
"Tuh lu denger sendiri kan mit,, si salsa gak tau dimas dimana" ujar Miko
"Yaa maaf pak,, saya kan curiga aja sama dia" jawab Mita sadar.
"kemana sih lu dim,, bikin susah aja" gerutu miko.
__ADS_1