Jodoh Titipan

Jodoh Titipan
Bab 18 Hati Berdebar


__ADS_3

"Tidak bu, gaji yang ibu berikan sudah sangat cukup untuk membantu saya dan keluarga! saya hanya ingin kembali mengurus anak-anak saya dengan baik," ungkap ibu Aurora kepada majikannya.


"Ya sudah bi kalau memang seperti itu keputusan bibi, kami tidak bisa melarang! semoga ini keputusan yang terbaik untuk kita semua ya," sahut suami dari bu Ira, majikannya.


"Ini saya berikan gaji bibi bulan ini, berikut dengan sedikit tambahan modal untuk bibi usaha," tambah ia kembali sambil menyodorkan uang yang ia ambil dari dompetnya.


Bu Ira yang melihat suaminya memberikan lembaran uang yang cukup banyak pada asisten rumah tangganya itu, langsung menepis dengan tangannya.


"Papa ini apa-apaan sih pa? kalau mau kasih gaji ya gaji saja, gak perlu pakai kasih modal juga!" gerutu sang istri padanya.


"Mama..., diam...!" bentak sang suami padanya.


Ibu Aurora yang merasa tak enak dengan sikap kedua majikannya, berusaha menolak dengan halus.


"Betul pak, gaji saja sudah cukup untuk saya! bapak tidak perlu harus repot-repot memberikan tambahan modal seperti ini," ucap ibu Aurora menolak pemberian majikannya.


"Sudah bi, di ambil saja ya! walaupun tidak banyak, semoga ini bisa membantu bibi," ucap majikan pria pada ibu Aurora dengan nada memaksa.


Seketika ibu Aurora memperhatikan wajah majikan wanitanya yang tampak begitu kesal saat ia menerima uang yang diberikan untuknya.


"Sudahlah bi, ambil saja uangnya! kapan lagi ada orang yang mau kasih uang dengan cuma-cuma tanpa harus kerja dulu!" ucap bu Ira sambil pergi berlalu dari obrolannya.


Dengan berat hati ia menerima uang yang sudah disodorkan majikannya itu.


"Uangnya saya terima ya pak, bu! semoga Allah ganti dengan rezeki yang berlipat untuk bapak dan ibu," ucap ibu Aurora saat menerima uangnya.


"Buang-buang waktu saja! ujung-ujungnya diambil juga kan, Kevin mama berangkat ya," ucap bu Ira dengan suara halus lalu berpamitan pada putranya.


Melihat perangai istrinya saat itu, sang suami menjadi tidak enak hati. Ia kemudian meminta maaf atas kata-kata dan perlakuan buruk yang istrinya lakukan.


"Sudah bi, jangan terlalu di ambil hati ya ucapan ibu! saya dan keluarga memohon maaf kalau selama bibi disini, banyak kata-kata yang tidak berkenan untuk bibi," ucap majikan pria padanya.


"Saya juga mohon maaf ya pak kalau selama bekerja dengan bapak dan ibu selalu membuat kesalahan, hingga membuat ibu kesal dan marah," ucap ibu Aurora.


Selama ibu Aurora bekerja padanya, ia memang sering mendapat makian dan kata-kata yang menyinggung perasaannya. Namun karena alasan ekonomi, ibu Aurora tetap bertahan dan menerima semuanya dengan lapang dada.


"Iya bi, kita sama-sama saling memaafkan ya," ucap majikan pria sambil tersenyum ke arah ibu Aurora.


"Ya sudah, saya pamit pergi dulu bi! Vin papa berangkat ya," pamit majikan pria pada ibu Aurora dan Kevin.


"Hati-hati pa!" pesan putranya padanya.

__ADS_1


Kedua majikannya kemudian bergegas pergi untuk mengurus salah satu bisnis kulinernya di Bandung. Kini di rumah hanya tinggal Kevin dan ibu Aurora yang masih bergelut dengan pekerjaannya.


"Bu, saya pamit keluar dulu ya! mau menjemput Aurora untuk mengantarnya bekerja," ungkap Kevin padanya.


Mendengar ucapan Kevin, ibu Aurora sontak mengerutkan dahinya. Ia tak segan-segan lagi untuk melarang putra majikannya itu untuk mendekati Aurora.


"Mas Kevin.., ibu mohon dengan sangat, tolong mas Kevin jauhi Aurora! ibu tidak ingin mas Kevin bergaul dengan gadis lusuh seperti Aurora, ibu juga tidak ingin nantinya Aurora jadi menggantungkan hidupnya dan menjadi beban bagi mas Kevin," ungkap ibu Aurora, mengulang perkataan Kevin yang ia dengar tadi.


"Ibu..., ibu dengar pembicaraanku dengan mama ya? ya ampun bu, itu hanya alasan saya saja agar mama tidak marah dan memperpanjang masalah tadi bu!" ungkap Kevin sambil tertawa kecil pada ibu Aurora.


"Apapun alasannya, ibu minta mas Kevin untuk tidak mendekati Aurora lagi!" tegas ibu pada putra majikannya itu.


"Sekali ini saja ya bu! saya mohon," ucap Kevin sambil memelas di hadapan ibu.


Haaah...


Ibu menghela nafasnya, ia tak tahu harus berkata apa lagi agar Kevin mau menjauhi putrinya.


"Ibu minta setelah ini, mas Kevin benar-benar menjauhi Aurora!" ucap ibu dengan tegas.


"Aku janji deh bu, cuma kali ini saja kok!" sahut Kevin sambil berlalu pergi dari hadapan ibu Aurora.


"Semoga saja ia benar-benar menepati janjinya, rasanya pedih sekali saat orang lain mempermainkan perasaan anakku seperti itu," gumam ibu lirih sambil memperhatikan Kevin yang sedang memanaskan mesin mobilnya.


Setelah sampai pada tempat yang ia tuju, Kevin kemudian mengetuk pintu rumah Aurora sambil memanggil-manggil namanya.


Tok... tok...tok..


"Ra...,Rara..." panggil Kevin saat tiba di rumah Aurora.


Aurora yang masih bersiap di dalam kamarnya, kemudian bergegas untuk melihat siapa tamu yang mengetuk pintu rumahnya.


"Kamu Vin.., ada apa ya?" tanya Aurora dengan tersipu malu sambil merapikan rambutnya ke belakang.


"Aku sengaja kesini untuk antar kamu pergi bekerja, kamu mau kan aku antar?" tanya Kevin kembali sambil tersenyum menatap wajah Aurora.


Seketika wajahnya memerah, ia tak menyangka dengan apa yang didengarnya sehingga ia memastikan kembali pada Kevin.


"Kamu mau antar aku?"tanya Aurora malu-malu.


"Iya..., ayo cepat! aku tunggu kamu di mobil ya," ucap Kevin melebarkan senyumnya.

__ADS_1


Kevin pun kembali ke tempat mobilnya terparkir, sementara Aurora masuk kembali ke kamarnya untuk memoles wajahnya yang tampak polos dari make up.


"Kevin benar-benar datang untukku," ucap Aurora tersenyum lebar, hatinya berbunga-bunga pagi itu.


"Aku harus segera berangkat, aku tidak mau Kevin terlalu lama menungguku," ucap Aurora sambil meraih lipstik yang berada di dalam tasnya. Sambil berjalan ia mengoleskan lipstik pada bibir mungilnya, lalu meratakannya dengan begitu mahir.


Langkah kakinya kini tiba pada mobil Kevin, ia masuk dan duduk di depan bersama Kevin.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Kevin menoleh ke arah Aurora.


"Iya..," jawab Aurora sambil tersenyum menghadap Kevin.


"Sepertinya kita akan tunda keberangkatannya Ra," ucap Kevin menatap Aurora dengan wajah serius.


"Lho..., kenapa Vin? ini sudah pukul 07.30, aku bisa telat nanti sampai toko!" tegas Aurora.


Perasaan Aurora semakin tak karuan, saat menoleh ke arah Kevin yang semakin mendekati dirinya.


"Aduh, Kevin kenapa semakin mendekatiku seperti ini?" apa dia akan menciumku seperti pada film dan drama percintaan itu?" gumam Aurora sambil mengingat-ngingat film yang pernah ia saksikan sebelumnya.


"Jangan bergerak Ra!" ucap Kevin dengan suara halus.


Ucapan Kevin padanya tentu membuatnya semakin yakin pada apa yang ada dalam hayalannya.


"Tidak salah lagi, Kevin benar-benar akan menciumku," gumam Aurora dengan hati yang semakin berdebar.


"Mungkin aku harus memejamkan mata agar terlihat seperti drama-drama itu." tambah Aurora kembali sambil memejamkan kedua matanya.


Bersambung....


🍂🍂🍂🍂


Quote of the day


Kerasnya hidup masih lebih baik di banding kerasnya hati yang selalu memikirkan urusan duniawi dengan penuh ambisi.


🍂🍂🍂🍂


Selamat beraktifitas untuk semua readers dan author, semoga Allah selalu lancarkan dan mudahkan segala urusan kita ya... Aamiin 😇


Salam hangat

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2