Jodoh Titipan

Jodoh Titipan
Bab 39 Adik Sepupu Arka


__ADS_3

Gilang yang melihat Aurora menaiki vespa bersama Arka, ia langsung menghampiri keduanya.


"Arka ..., lu kenal juga sama Aurora?" tanya Gilang penasaran.


"Lho ... jadi lu satu kantor dengan Aurora juga Lang?" ucap Arka, balik bertanya pada Gilang.


"Iya, gua dan Aurora kenal baik Lang! hari ini dia minta gua jemput ke kantornya, makanya gua kesini," jelas Arka pada Gilang yang merupakan adik sepupunya itu.


"Oh begitu ... cuma teman atau memang ada yang spesial nih?" tanya Gilang dengan tatapan serius.


"Kamu tanya apa sih? kita berdua teman atau bukan juga bukan urusan kamu kan!" tegas Aurora yang mulai merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Gilang dihadapannya.


"Gua balik dulu ya Lang!" pamit Arka pada Gilang yang berdiri di dekat taman depan kantor.


"Aku harus cari tahu, apa benar hubungan mereka hanya sebatas teman saja atau memang ada yang lain," gumam Gilang lalu bergegas menghampiri motornya di area parkir.


Aurora yang sudah dalam perjalanan menuju pulang, lalu bertanya sesuatu pada Arka tentang Gilang yang tadi terlihat begitu akrab dengannya kala itu.


"Ka ... kamu kenal sama Gilang? kayanya kalian sudah sangat akrab sekali" tanya Aurora dengan begitu penasaran.


"Iya Ra ... Gilang itu adik sepupuku, dia anak dari almarhumah tanteku (adik mama Arka)," jelas Arka pada Aurora.


"Serius Ka?" tanya Aurora memastikan.


"Iya serius, kenapa kok kamu kaya gak percaya begitu!" ucap Arka dengan pandangannya pada spion, memperhatikan wajah Aurora.


"Gak apa-apa sih, gak nyangka aja kalau aku bisa satu pekerjaan juga dengan adik sepupu kamu," jelas Aurora sambil tersenyum kecil.


"Oh ya Ra, aku mau tanya sesuatu sama kamu! kenapa kamu tidak pulang bersama teman yang menurutmu baik itu, siapa tuh namanya aku kurang ingat, Davin kalau tidak salah!" tanya Arka mencoba mengingat-ngingat nama Kevin.


"Kevin maksud kamu! iya memang dia selalu mengajakku untuk pergi dan pulang bersama, tetapi hari ini dia ada pertemuan dengan rekan bisnisnya jadi dia memintaku untuk pulang sendiri," ungkap Aurora dengan begitu yakin.


"Begitu ya, syukurlah kalau memang dia sebaik itu!" ucap Arka dengan wajah tersenyum, namun hatinya pilu mendengar penjelasan Aurora tentang kebaikan pria yang diceritakan Aurora.


"Jadi Aurora hanya mencariku disaat si Kevin itu tidak bisa mengantarnya pulang! apa aku setakberharga itu dimata kamu Ra?" gumam Arka sambil memperhatikan Aurora dari kaca spionnya.


"Ka, terima kasih ya sudah menjemputku ke kantor dan mengantarkan aku pulang! maaf jadi merepotkan," ucap Aurora tersenyum menatap Arka yang masih terduduk di vespanya.


"Mampir dulu yuk ke rumah!" ajak Aurora pada Arka.


"Terima kasih Ra, lain kali saja ya," tolak Arka dengan hati penuh keraguan, ia begitu ingin melihat dan bersama Aurora lebih lama namun tak dapat dipungkiri kenyataan Aurora menghubunginya sore itu membuat hatinya terasa patah.

__ADS_1


"Begitu ya, ya sudah hati-hati ya dijalannya!" pesan Aurora diiringi dengan senyum di wajahnya.


"Aku pulang ya Ra," pamit Arka lalu pergi dengan begitu cepatnya.


Di sepanjang perjalanan kembali ke rumah, Arka hanya melamun dengan tatapan kosongnya. Perasaan sakit yang ia rasakan sore itu membuat ia tak sadar bahwa kecepatan kendaraannya sudah melebihi rata-rata.


Namun kendaraannya terpaksa terhenti pada persimpangan lampu merah yang ada dihadapannya. Lamunannya tiba-tiba terganggu pada obrolan dan tingkah pengemudi lain dari balik jendela mobilnya yang dibiarkan terbuka.


Ia kemudian menoleh dengan lembut ke arah mobil itu. Betapa terkejutnya Arka saat melihat seorang pria sedang bermesraan dengan wanita yang begitu molek duduk di sampingnya.


"Beb ... aku kangen nih, kamu gak pernah hubungi aku beberapa hari ini," ucap wanita itu pada pria di sampingnya.


"Iya sayang maaf ya, tapi kan akhirnya kita ketemu juga!" ucap pria sambil memegangi kemudi mobilnya.


"Iya tapi kan kemarin-kemarin kamu menghilang begitu saja, kamu gak punya kekasih lain kan?" tanya wanita itu dengan suara manja.


"Ya enggak dong sayang, gak akan ada wanita yang bisa membahagiakan aku kecuali kamu!" sahut pria itu dengan kata-kata andalannya.


Arka yang terkejut melihat itu, ia terus berusaha memperhatikan dan mengingat-ngingat apakah benar pria yang dilihatnya kini adalah pria yang sama dengan orang yang berada di taman malam itu bersama Aurora.


Pandangannya terus saja terfokus pada wajah pria itu, namun ia kesulitan melihat karena wajah pria itu membelakangi dirinya dan menghadap wanita yang diduga merupakan kekasihnya.


Saat Arka masih menatap tajam pria di mobil itu, tiba-tiba lampu pada traffic berubah menjadi hijau. Mobil itu pun kemudian melaju kembali dengan cepatnya.


"Aku gak salah lihat, pria itu memang pria yang bersama Aurora malam itu," gumam Arka dalam batinnya.


Rasa penasarannya tak cukup sampai disitu, Arka terus membuntuti mobil mewah berwarna hitam itu hingga sampai di perhentiannya.


Arka yang membuntuti terlihat begitu hati-hati dan lihai agar misinya hari itu tidak gagal. Pria yang diduga Kevin itu lalu menggandeng wanita yang menjadi kekasihnya.


Terlihat oleh Arka mereka memasuki sebuah toko tas mewah dengan merek ternama.


"Beb, ini bagus deh! aku mau yang ini ya," ucap wanita itu sambil menunjukan barang yang dipilihnya.


"Ambil saja sayang!" sahut pria itu sambil tersenyum.


"Dia benar-benar pria itu, pria yang dianggap Aurora sebagai pria dan teman baik," gumam Arka menatap dari balik pintu masuk toko.


"Aurora harus tahu ini, kalau pria yang mungkin dia cintai itu sebenarnya sudah memiliki kekasih," tambah Arka dalam batinnya.


Ia kemudian mengambil ponsel miliknya lalu mengambil beberapa foto saat pria yang dianggapnya mirip dengan Kevin itu sedang bersama seorang wanita.

__ADS_1


"Aku harus tunjukan ini pada Aurora!" ucap Arka lalu memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam saku celana.


Arka lalu mengemudikan vespanya dan menuju rumah Aurora. Ia begitu semangat untuk memberikan kenyataan mengejutkan tentang Kevin pada gadis yang dicintainya itu.


Laju vespanya begitu kencang, ia tak sabar memberikan bukti yang ia miliki pada Aurora.


"Assalamualaikum ... Ra ... Aurora," panggil Arka sambil mengucapkan salam saat mengetuk pintu rumah Aurora.


"Waalaikumsalam," sahut seseorang dari dalam rumah.


Krek ...


Pintu pun dibuka dan keluarlah Aurora dengan menggunakan baju setelan panjang dengan rambut terurai.


"Arka ... ada apa?" tanya Aurora heran.


"Aku mau kasih tahu kamu sesuatu, tapi kamu jangan kaget ya!" ucap Arka dengan suara tergesa-gesa.


"Kasih tau apa? kayanya penting banget ya, sampai-sampai kamu mau datang kesini!" ucap Aurora menduga tentang hal yang akan diberitahukan Arka.


"Ini soal pria yang memberimu pekerjaan itu Ra," ucap Arka dengan wajah serius.


"Kevin maksud kamu? kenapa dengan Kevin?" tanya Aurora heran.


"Kamu lihat saja sendiri!" ucap Arka sambil memberikan ponsel miliknya yang berisi galeri foto Kevin dan kekasihnya di toko tas itu.


"Ini kan Kevin! siapa wanita di dalam foto ini?" tanya Aurora dengan wajah terkejut saat melihatnya.


Bersambung ...


🍂🍂🍂🍂


Quote of the day


Dalam hidup jangan pernah ada kata menyerah, karena sejatinya setiap manusia adalah pemenang sejak dilahirkan. Maka dalam prosesnya hidupnya para pemenang ini hanya tinggal berlomba kembali. Berlomba dalam hal kebaikan dan mencari Ridho Ilahi.


🍂🍂🍂🍂


Salam hangat


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2