
Bonus Chapter 2
Oleh Sept
Orang bilang aura wanita hamil itu berbeda. Nada yang sebelumnya tidak hamil saja sudah seperti candu, apalagi sekarang yang sedang berbadan dua. Taqi semakin dibuat bucin oleh istrinya kesayangannya itu. Sesuai cita-cita, Taqi ingin memiliki anak yang banyak.
Malam ini, meski badan lelah habis dari luar dan disibukkan dengan banyak pekerjaan. Kalau masalah ranjang yang bergoyang, Taqi tidak ada kata lelah. Mumpung anak-anak juga sudah tidur. Taqi pun siap berlayar bersama Nada, mereka akan menyelami samudra rasa. Mandi keringat sama-sama di tengah malam.
***
Kamar yang lain
Anisa tidak bisa tidur, pengantin baru itu belum terbiasa tidur dengan seseorang dalam satu ruangan. Sejak tadi ia melirik Emir yang sudah tertidur pulas.
"Mengapa kau mudah sekali tidurnya? Ya ampun!"
Ansia mendesis, ia sama sekali tidak mengantuk.
"Kenapa belum tidur?"
"Astaghfirullahaladzim!" pekik Anisa kaget.
Ia pikir Emir sudah tidur, tidak tahunya pria itu hanya menutup mata tapi belum tidur.
"Apa kau tidak nyaman aku tidur di sini? Aku katakan, aku tidak suka tidur di sofa. Jadi aku harus tidur di ranjang karena terbiasa."
"Hemm!"
"Ya sudah ... tidurlah. Besok kita langsung balik ke Jakarta."
Anisa menurut, ia kemudian mencoba memejamkan mata. Tapi baru beberapa detik malah kembali terbuka. Ditatapnya langit-langit kamar hotel yang mewah tersebut.
Emir mengerjap, kemudian melirik ke samping.
"Apa kamu punya insomnia parah?"
Anisa langsung menggeleng keras.
"Lalu kenapa kau tidak tidur?"
__ADS_1
"Sudah jelas karena ...."
"Karena ada aku di sini?" sela Emir.
"Baguslah kalau kamu paham."
Emir tersenyum getir.
"Apa aku perlu check in kamar satu lagi?"
Anisa langsung kembali menggeleng keras.
"Kamu mau aku celaka?" sindir Anisa.
"Kalau begitu tidurlah, ini sudah malam."
"Tidurlah sendiri. Kamu tidak usah mengurusi aku tidur apa tidak."
"Lihatlah ... baru hari pertama menikah ... kau sudah seperti ini. Makanya di usia seperti ini kamu baru menikah. Kasihan sekali yang jadi suamimu!" sindir Emir tapi dia sedang bercanda.
Sedangkan Anisa yang memang sensitive, ia terlihat kesal.
"Nisa!" sentak Emir.
Anisa sampai kaget karena Emir terlihat marah. Biasanya pria itu sangat bersahabat. Jarang sekali marah padanya.
"Baru hari pertama mengapa kamu sudah membentak?" protes Anisa.
"Turunkan egomu. Dan lagi kamu bukan anak kecil lagi, hati-hati dalam berbicara."
"Baru hari pertama kamu sudah marah-marah, oh ternyata ini sifat aslimu!" ujar Anisa marah.
Emir menghela napas panjang
"Kalau kamu salah, sebagai teman aku wajar marah!" Emir mencoba membela diri.
"Tapi kita sudah bukan teman!" ketus Anisa.
"Ya ... Kita bukan teman lagi. Kita sekarang suami istri. Jadi kamu harusnya lebih paham."
__ADS_1
Mendengar penjelasan Emir, tiba-tiba saja Anisa yang berjiwa mandiri dan selalu percaya diri itu mendadak merasa ngeri. Cepat-cepat ia menarik selimut.
Melihat Anisa yang panik, Emir langsung terkekeh.
'Galakmu hanya topeng!' batin Emir. Kemudian menarik selimut Anisa.
"Kenapa sembunyi dariku?"
"Aku? Kenapa? Jangan sok pintar. Aku hanya kedinginan!" Anisa mulai mencari alasan.
Emir lalu tersenyum jahil. Pria itu mengambil remote dan mematikan AC. Setelah itu merebahkan tubuhnya di samping Anisa.
"Ya sudah, tidurlah!"
Beberapa saat kemudian
Anisa merasa gerah karena AC dimatikan, ia melirik sedikit lewat balik selimut, mencoba meraih remote yang diletakkan Emir agak jauh darinya.
Karena tidak hati-hati, lengannya malah tidak sengaja menyentuh perut Emir. Membuat pria itu langsung membuka mata. Tidak bisa dihindari, kedua mata mereka pun tanpa sengaja bertemu beberapa detik.
'Meski hanya teman, tapi aku adalah suaminya ...' batin Emir.
Dia tetaplah seorang pria. Pria yang normal dan mempunyai naluri selayaknya pria di luar sana.
"Eh ..."
Mata Anisa terbelalak. Emir yang ia anggap teman selama ini malah tiba-tiba saja langsung menarik pinggangnya. Membuat ia terjatuh tepat di atas tubuh pria tersebut.
"Emir! Apa yang kau pikirkan?" tanya Anisa panik saat merasakan pergerakan di bawah sana.
Jempolnya ya. Nanti aku kasih bonus chapter lagi. Hehehe .. like dan Komen. Terima kasih
***
IG Sept_September2020
Ikuti Give Away
Crazy Rich
__ADS_1