Jodoh Titipan

Jodoh Titipan
DALANG


__ADS_3

Bagian 59


Oleh Sept


Taqi dan keluarganya merasa heran, mengapa rumah abah terlihat sangat ramai sekali. Ditambah lagi ada mobil polisi di sana.


"Ada apa ini?" tanya abah Yusuf panik. Kenapa rumahnya didatangi oleh pihak yang berwajib.


Baru juga turun, mobil mereka lalu dihampiri petugas polisi yang langsung memegangi tangan abah Yusuf.


"Ada apa ini?" Ummi tambah panik, ketika polisi-polisi itu terlihat akan melakukan sesuatu.


"Dengan bapak Yusuf Januar?" tanya polisi balik.


"Mari ikut bersama kami, memberikan keterangan di kantor polisi." Polisi langsung membawa abah Yusuf dan mengantar masuk ke dalam mobil polisi.


"Tunggu, ada apa ini?" protes Taqi sambil memegang lengan salah satu polisi tersebut.


"Kita bicarakan di kantor!" ujar polisi itu.


Ummi langsung lemas, tubuhnya langsung melemah. Tidak ada angin, tiba-tiba petir menyambar. Hampir saja ummi pingsan, untung Taqi langsung memapah ummi masuk ke dalam rumah.


"Nada ... Kalian tunggu di sini. Mas harus ikut Abah dan bicara dengan pengacara untuk menolong abah."

__ADS_1


Taqi meminta Nada tetap di rumah, dan ummi malah ingin ikut tapi Taqi mencegah.


"Ummi di rumah saja, Taqi tidak akan membiarkan abah kenapa-kenapa," janji Taqi pada ibu angkatnya.


Ummi hanya bisa menahan sesak, matanya yang sudah mulai redup kini malah mulai berkaca-kaca.


"Nada, jagain Ummi. Mas pergi dulu."


Nada pun mengangguk, sementara dengan bergegas Taqi mengikuti mobil polisi yang membawa abah Yusuf, ayah angkatnya yang seperti bapak kandung.


***


Beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai Taqi Bassami sudah tiba di sebuah parkiran. Ia menatap gedung di depannya. Sambil mencengkram kemudi, ia menghubungi pengacara.


Terlihat abah Yusuf sangat marah saat mendapati banyak pertanyaan yang menyudutkan dirinya.


"Ini fitnah! Tidak benar!" bantah abah Yusuf geram.


Tim penyidik pun meletakkan banyak berkas di atas meja. Di sana adalah bukti-bukti pengelapan dana dari sekian donatur yang melapor pada polisi atas tindakan abah Yusuf yang tertulis sebagai pendiri yayasan Amsojar.


"Demi Allah! Ini Fitnah!" bantah abah Yusuf keras.


Polisii bertindak sesuai bukti, karena semua bukti memberatkan abah Yusuf, maka untuk sementara ini abah akan ditahan.

__ADS_1


***


Pengacara tiba beberapa saat kemudian, pria berjas Navi itu langsung berbicara pada Taqi, kemudian saat mendapat waktu berbicara dengan kliennya. Mereka pun langsung membicarakan solusi dan sebenarnya apa yang sedang terjadi.


Dari keterangan abah dan mendengar penjelasan pengacaranya, Taqi malam itu juga mendatangi pihak pelapor. Sebenarnya ia tidak begitu kenal. Karena selama ini ia memang hanya membantu abah di yayasan tersebut.


"Abah tenang dulu, Taqi usahain semua akan baik-baik saja!" janji Taqi sambil menyentuh pundak abah Yusuf. Ada perasaan tidak nyaman melihat pria yang paling berjasa dalam hidupnya malah harus mendekap di tempat yang seperti itu.


***


"Apa benar ini alamatnya?" batin Taqi di depan sebuah rumah.


Rumahnya terlihat kosong, karena lampunya dibiarkan mati. Akan tetapi matanya menyalak marah, ketika melihat seseorang yang tidak asing keluar dari pagar rumah itu.


Marah, merasa ini adalah ulah ayah kandungnya. Tanpa pikir panjang, Taqi melipat lengan bajunya. Ia berjalan mendekati sosok tersebut.


"Ini perbuatan anda rupanya?" tanya Taqi dengan nada marah.


Arslan hanya tersenyum sinis, kemudian akan kembali masuk ke dalam mobil.


"Saya sedang bicara dengan ANDA!" teriak Taqi marah karena Arslan malah tidak peduli dengan dirinya.


"Masuklah jika ingin bicara!" ujar Arslan, ia membiarkan pintu mobilnya tetap terbuka. Pilihan ada di tangan Taqi sekarang. BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2