Jodoh Titipan

Jodoh Titipan
Bab 55 Bertemu Citra


__ADS_3

🌸🌸🌸


Mohon dukungannya selalu dengan memberikan vote, likeπŸ‘ rate ⭐ dan juga kritik saran untuk penyempurnaan karya ini lebih baik lagi. Terima kasih ❀


🌸🌸🌸


.........


Pernyataan putrinya tentang permasalahan yang menimpa mereka dengan Kevin, disadari betul oleh sang ibu bahwa nasehatnya hanya sia-sia saja bagi putrinya. Ia kemudian lebih memilih diam sambil mengobati luka dan memar pada kaki kanan Aurora dengan sehelai kain yang direndam air hangat.


Ibu juga tak segan mengompres lebam pada wajah Arka yang terlihat begitu jelas.


"Nak Arka ... ayo kemari, biar ibu bersihkan dan obati dulu lebamnya!"


"Ah ... terima kasih bu, tapi ibu tidak perlu repot-repot begini!" tolak Arka dengan halus.


"Tidak apa-apa, ibu senang melakukannya untuk nak Arka!"


Melihat keduanya begitu akrab dan dekat, Aurora lebih memilih masuk ke kamarnya malam itu.


"Ka ..., bu ... Aurora ke kamar ya, mau istirahat!" pamit Aurora dengan jalan menjinjit ke kamarnya.


"Ya sudah sana, kamu istirahat!" sahut ibu, diikuti anggukan dari Arka.


Setelah Aurora masuk ke kamar, ibu kembali melanjutkan obrolannya bersama Arka.


"Nak Arka, maafkan ibu ya! kamu harus repot-repot menyusul Aurora seperti ini karena permintaan ibu," ucap ibu haru melihat wajah Arka yang melebam.


"Arka senang bu melakukannya untuk ibu," senyum Arka tulus menanggapi pernyataan ibu.


"Ibu tahu ini berat untukmu, tapi ibu masih saja selalu merepotkan dan meminta bantuan nak Arka,"


"Ibu tidak tahu lagi harus bagaimana membuat Aurora tersadar dan menjauhi Kevin," tutur ibu seolah buntu dengan upaya yang dilakukannya.


"Arka juga khawatir dengan kedekatan mereka bu, tapi Arka juga yakin kalau Aurora lebih paham siapa yang dipilihnya kelak."


"Itu kenapa, Arka pasrahkan pilihan ini pada Aurora bu," ungkap Arka menyembunyikan perasaan sebenarnya di depan ibu Aurora.


"Ibu sangat menyesali pilihan Aurora yang terburu-buru tanpa menilai siapa yang dipilihnya itu, andai saja itu adalah nak Arka!" ungkap ibu menundukkan wajahnya yang pilu.


"Bu ... siapapun yang dipilih Aurora, semoga dia memang pria yang tepat!" Arka kemudian mengusap-ngusap punggung lengan ibu dengan begitu lembut.


"Andai saja mata dan hati Aurora terbuka lebar dan menyadari siapa yang pantas ia pilih," tutur ibu dengan nada pilu.


Setelah obrolan mereka berakhir, Arka kemudian berpamitan pulang pada ibu Aurora. Ditemani vespa kesayangannya, Arka pulang malam itu dengan perasaan risau.


Ia harus mengatakan sesuatu yang sebenarnya tak ingin ia katakan, namun ia percaya bahwa ketulusan cinta tak selalu harus bersama.


Sepinya lalu lintas malam itu cukup membuat Arka leluasa mengendarai vespanya, pandangannya tiba-tiba teralihkan oleh seorang wanita yang sedang berdiri di sisi mobil range rover sport berwarna putih yang menepi di pinggir jalan.

__ADS_1


Dengan rasa penasaran, Arka kemudian menghentikan kendaraannya dan menyapa wanita itu.


"Mobilnya kenapa mba?" tanya Arka dengan nada lembut.


"Mobil saya tiba-tiba mogok mas, gak tahu juga kenapa!" jawab wanita cantik itu, seketika membuat keduanya saling pandang dan terkejut.


"Citra ...."


"Arka ... gua pikir siapa! kebetulan banget lu disini," ucap Citra dengan wajah ceria.


"Sini, biar gua cek dulu!"


Arka pun mengecek bagian indikator pada dashboard dan ia tersenyum kecil melirik Citra.


"Ini sih bensinnya habis Cit!"


"Serius Ka, cuma karena bensin?"


"Iya ... lu tunggu aja dulu disini, biar gua yang beliin bensinnya!" ucap Arka, lalu menyalakan kembali vespanya untuk mencari pom terdekat.


"Aku yakin ini bukan hanya kebetulan," tutur Citra dalam batinnya, sambil tersenyum malu melihat kepergian Arka dari hadapannya.


Tak menunggu lama, nampak Arka kembali membawa 2 botol bensin yang sudah terisi penuh. Ia kemudian mengisi mobil Citra dengan bensin yang dibawanya.


"Nah, sekarang coba lu nyalain lagi Cit mobilnya!"


Citra kemudian menyalakan kembali mobilnya. Ia lalu tersenyum ke arah Arka dengan wajah malu-malu.


"Sama-sama Cit, kalau gitu gua pamit duluan ya!"


"Lho, kok buru-buru begitu sih Ka? tadinya gua mau ajak lu nongkrong dulu."


"Sorry Cit, gua harus pulang buru-buru karena sudah ditunggu mama, next time ya" jelas Arka beralasan.


"Gak masalah Ka, salam untuk mama ya!" timpal Citra tersenyum pada Arka yang sudah menaiki vespanya.


Sesampainya di rumah, Arka merebahkan tubuh letihnya di atas dipan. Ponselnya berdering saat sebuah pesan masuk untuknya.


"Thanks a lot, Ka! gua percaya kalau ini bukan hanya sebuah kebetulan, gua masih berhutang sama lu ya," tulis Citra pada pesan yang dikirimkannya untuk Arka.


"Kenapa Citra ini, apa maksud dari pesannya?" gumam Arka


"Maksud lu Cit?" balas Arka.


"Iya ... banyak orang yang berlalu lalang di jalan tadi, tapi cuma lu yang berhenti buat tolongin gua! jadi gua masih berhutang terima kasih sama lu Ka," jelas Citra dalam pesannya.


"Gak perlu Cit! itu kan hanya pertolongan biasa, karena kebetulan gua lewat dan lihat seorang wanita sendiri dengan mobil mogoknya, makanya gua langsung tolong," balas Arka berusaha menolak dengan halus ajakan Citra.


"Please jangan tolak ajakan gue Ka, kali ini aja!" Citra berusaha membujuk Arka agar menerima ajakannya.

__ADS_1


Haaah ....


Arka menarik panjang nafasnya, ia heran dengan Citra yang tak pernah lelah menanti cintanya dari saat SMA dulu.


"Oke ... oke ... nanti gua kabarin lu lagi deh Cit!" balas kembali Arka.


"Gua tunggu ya Ka!" balas Citra singkat.


Sesaat Arka sudah mengakhiri percakapannya lewat pesannya bersama Citra, mamanya muncul dan menyapanya.


"Kamu sudah pulang nak!" seru mama Arka menyapa putranya yang terlihat membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Eh mama, Arka baru saja tiba ma!" timpal Arka, lalu terbangun dari baringnya.


"Wajahmu kenapa itu?" tanya mama menilik wajah putranya yang terlihat membengkak dan lebam.


"Jangan bilang kalau kamu berkelahi!"


"Arka memang berkelahi ma, karena membela Aurora dari kekasihnya yang tempramental itu," jelas Arka.


"Kenapa kamu bisa bertemu mereka berdua?" tanya mama dengan wajah mengintai.


"Arka hanya mencoba membantu ibu Aurora saja ma, ibu terlihat begitu khawatir dengan keadaan putrinya maka dari itu Arka menyusul Aurora," ungkap Arka pada ibunya.


"Mama senang dengan sikap dan perhatianmu pada keluarga Aurora, tapi sampai kapan kamu mau menyiksa hatimu sendiri!"


"Berusahalah melupakan Aurora walau mama tau begitu sulit untukmu, jangan lagi menemuinya sering-sering!" pinta mama dengan wajah memelas.


"Terima kasih ma, Arka akan baik-baik saja walaupun tidak melakukan itu semua," timpal Arka meyakinkan mamanya.


"Mama percaya kamu, tapi hati mama tidak tega melihat kamu terus-terusan sakit seperti ini,"


"Iya ma, Arka sudah ikhlas kok dengan semuanya makanya Arka bisa sekuat ini sekarang!" jelas Arka tersenyum untuk menghilangkan kekhawatiran pada wajah ibunya.


Bersambung ....


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Quote of the day


Terkadang hanya saat gelap, kita benar-benar mengetahui ada bayangan yang mengikuti


Sama halnya ketika kita jatuh dalam kesulitan dan kemiskinan


Kita akan mengerti siapa saja yang masih bertahan dan meminjamkan bahunya untuk bersandar


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Salam hangat

__ADS_1


❀❀❀


__ADS_2