Jodoh Titipan

Jodoh Titipan
Bab 22 Patah Hati


__ADS_3

Air mata Aurora tak henti, ia tak menyangka Lani mengucapkan kata menyakitkan seperti itu. Sementara di ruangan supervisor, Lani sibuk memunguti lembaran uang seratus ribu yang Aurora lemparkan di wajahnya.


"Sudah susah kok sombong! aku yakin dia akan menyesal melakukan ini," ucap Lani memasukan uangnya ke dalam saku celananya.


Waktu berlalu begitu cepat, senja kini menyapa hari itu dengan indahnya. Aurora menghampiri beberapa rekannya yang lain dan berpamitan pada mereka, tak terkecuali dengan Lani.


"Semangat ya Ra, nanti aku bantu carikan lowongan pekerjaan untukmu!" ucap salah seorang rekannya.


"Terima kasih mas ..., mba ..., saya mohon pamit" ucap Aurora, sebelum ia meninggalkan teman-teman dan tempat kerjanya. Baru saja ia keluar dari pintu tokonya, seseorang melambai padanya sambil tersenyum manis.


"Kevin ...," ucap Aurora terkejut. Ia kemudian menghampiri Kevin yang berdiri di sisi mobilnya.


"Aku gak telat kan jemput kamu?" tanya Kevin tersenyum menatap Aurora.


"Hmm ... enggak kok, aku juga baru aja keluar toko!" jawab Aurora malu- malu.


"Kita pulang sekarang?" tanya Kevin sambil membuka pintu mobilnya.


"Kamu keberatan gak temani aku jalan-jalan dulu?" tanya Aurora.


"Kenapa enggak, ayo kita berangkat!" ajak Kevin dengan semangat.


Aurora dan Kevin kemudian masuk ke mobil dan keduanya duduk bersebelahan. Kevin terus saja memperhatikan wajah Aurora yang tampak begitu lelah.


"Kita mau kemana Ra? kita sudah melewati jalan ini 2 putaran lho, tapi belum jelas mau kemana!" tanya Kevin yang menepikan mobilnya.


"Aku juga bingung Vin mau kemana!" jawab Aurora dengan suara lemas.


"Kamu baik-baik aja kan Ra? kok dari tadi aku perhatikan, kamu murung terus!" tanya Kevin dengan nada serius.


"Aku di pecat dari tempat kerjaku Vin dan aku bingung harus mengatakan apa pada ibu nanti," ungkap Aurora dengan wajah pilu.


"Dipecat?" tanya Kevin dengan terkejut.


"Iya, aku dipecat karena ribut dengan rekan kerjaku," jelas Aurora menundukan wajahnya.


"Lalu apa rencana kamu setelah ini Ra? apa kamu sudah coba melamar pekerjaan lain?" tanya Kevin kembali, seolah ia mengerti keadaan Aurora dan keluarganya apabila gadis itu sampai tidak memiliki pekerjaan.


"Belum Vin, aku belum sempat melamar pekerjaan lagi karena aku gak tahu harus mencari pekerjaan dimana!" ungkap Aurora pada Kevin.


"Hmm ... begitu ya, nanti aku akan bantu cari informasi pekerjaan untuk kamu!" tegas Kevin meringankan sedikit kegelisahan Aurora.

__ADS_1


"Makasih banyak ya Vin, kamu udah mau bantu aku!" tutur Aurora tersenyum ke arah Kevin.


"Nah gitu dong, kalau senyum kan kelihatan cantiknya!" gombal Kevin pada Aurora.


"Kevin memang pria yang spesial! sudah tampan, baik, perhatian dan paling mengerti perasaanku, tidak seperti Arka yang selalu bersikap menyebalkan" gumam Aurora melirik pada Kevin.


"Sekarang kita mau kemana nih?" tanya Kevin, sambil memulai kemudi mobilnya.


"Terserah kamu Vin, aku ikut saja!" jawab Aurora pasrah.


"Ya sudah, aku mau ajak kamu nongkrong di taman alun-alun kota! kamu mau kan?" tanya Kevin.


"Iya Vin kemana saja aku mau kok!" sahut Aurora kembali.


Kevin kemudian melajukan kendaraannya menuju tempat yang ingin mereka datangi, jaraknya tak begitu jauh dari tempat tinggal Aurora.


Tampak gemerlap cahaya lampu menghiasi taman itu, ramainya pengunjung yang datang untuk sekedar menongkrong dan menikmati jajanan khas terlihat memadati area taman.


Kevin dan Aurora pun keluar dari dalam mobil. Kevin yang berjalan di sisi Aurora, meraih lengan gadis itu dengan lembut. Aurora tampak terkejut dengan sikap Kevin yang tiba-tiba menggenggam tangannya.


"Kenapa? kamu gak keberatan kan, aku pegangi tangan kamu seperti ini?" tanya Kevin melirik Aurora.


Aurora hanya menggelengkan kepalanya diiringi dengan senyum manisnya pada pria di sampingnya.


Tiba di sebuah tempat yang tidak terlalu ramai pengunjung, mereka pun terhenti dan duduk pada kursi yang ada.


"Kamu tunggu disini ya, aku mau cari sesuatu dulu untuk kita!" jelas Kevin pada Aurora.


"Jangan lama-lama ya Vin!aku gak berani sendirian lama-lama disini," pinta Aurora pada Kevin.


Kevin menganggukan kepala dan berlari ke arah pedagang yang berjejer memadati sekitar taman. Tak menungu lama, Kevin tiba membawa camilan dan 2 botol minuman. Ia kemudian memberikan makanan dan minuman tersebut untuk Aurora.


"Makan dulu Ra! kamu pasti lapar kan sepulang kerja tadi," ucap Kevin sambil menyodorkan sesuatu yang dibelinya untuk Aurora.


"Makasih ya Vin!" ucap Aurora menatap Kevin.


Mereka pun kembali duduk sambil menikmati camilan yang ada di sampingnya. Dinginnya malam itu menambah suasana keakraban semakin hangat.


"Kamu tau gak Ra, tempat ini adalah tempat favorit aku nongkrong kalau lagi bete! gak nyangka sekarang aku kesininya sama kamu," ucap Kevin tersenyum pada Aurora.


"Aku juga senang Vin bisa kesini sama kamu!" ucap Aurora sambil mengusap-ngusap lengannya karena tubuhnya terasa dingin.

__ADS_1


"Kamu kedinginan Ra?" tanya Kevin sambil membuka sweater abu-abunya untuk Aurora.


"Ini pakai, biar kamu tetap hangat!" ucap Kevin yang membalut tubuh Aurora dengan sweaternya.


Mereka kini saling tatap satu sama lain, netra keduanya seolah menembus hati dan pikiran mereka. Ramainya pengunjung seolah bukan halangan bagi mereka menumbuhkan benih-benih cinta yang tertanam.


Di saat yang bersamaan, Arka dan teman-teman kuliahnya dulu sedang menggelar acara temu kangen. Kala itu ia ingin pergi ke toilet yang tak jauh dari tempatnya kumpul bersama teman-temannya, namun bukan toilet yang ia dapatkan, melainkan sesosok gadis manis yang telah ia kagumi sejak pertama kali bertemu.


"Aku gak salah lihat kan, itu seperti Aurora!" ucap Arka melihat dari balik pohon.


"Itu memang benar-benar Aurora!" tambah Arka kembali. Ia begitu yakin dengan apa yang dilihatnya malam itu.


Tubuhnya seketika melemas, hatinya seolah hancur. Kini tak ada harapan lagi untuk mendapatkan hati dari gadis pujaannya.


"Rupanya kamu sudah punya kekasih Ra! dia memang terlihat tampan dan mapan, tidak sepertiku yang hanya pria biasa," gumam Arka saat melihat penampilan Kevin yang begitu menawan.


Arka kemudian kembali menghampiri rekan-rekannya yang tengah asyik melepas rindu satu sama lain.


"Bro ..., sorry ya gua balik duluan! rasanya badan lagi kurang fit nih," ucap Arka beralasan pada teman-temannya.


"Yah gak seru nih, masa loe pulang sih Ka!" ucap salah satu rekan wanitanya.


"Sorry Cit, lain kali kita kumpul-kumpul lagi deh!" jelas Arka pada Citra, teman saat kuliahnya dulu.


Arka kemudian berjalan pulang ditemani vespa tua berwarna biru yang setia menemani hari-harinya. Hatinya gundah gulana menyaksikan gadis yang ia cintai bersama dengan pria lain.


Sesampainya di rumah, Arka langsung masuk ke kamar dengan tubuh lunglai dan wajah yang masam.


"Kamu sudah pulang nak? bagaimana acara reuniannya?" tanya sang mama pada Arka yang bergegas masuk ke kamarnya.


"Biasa aja ma, ga ada yang spesial!" sahut Arka dengan nada lemas.


Bersambung ...


🍂🍂🍂🍂


Quote of the day


Sakit hati karena gagal cinta bahkan lebih baik di banding sakit karena gagal dalam pernikahan, semoga kita bukan salah satu dari keduanya.


🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Salam hangat


❤❤❤


__ADS_2