Jodoh Titipan

Jodoh Titipan
Bab 51 Penampilan Cantik


__ADS_3

"Ya sudah, kamu segera tidur ya! besok kan kamu harus bekerja," tutur ibu pada Aurora.


"Oh ... besok aku libur bekerja bu, kantor hanya buka senin sampai jumat saja," ungkap Aurora sambil merapikan bungkusan plastik yang tersisa.


"Jadi dua hari besok kamu libur bekerja? syukurlah kalau begitu, kamu bisa gunakan libur itu untuk beristirahat di rumah," jelas ibu.


Setelah merapikan bungkusan-bungkusan itu, Aurora bergegas ke kamar. Ia berbaring disamping kedua adik perempuannya yaitu Nova dan Bintang, yang sudah lebih dulu tertidur darinya.


"Aku tak bisa bayangkan saat kelak ada pria yang datang melamarku, dan pria itu adalah Kevin," gumam Aurora membayangkan hari-hari bahagianya.


Ketika baru saja memejamkan mata, dering pesan berbunyi pada ponselnya.


"Siapa malam-malam begini kirim pesan?" tanya Aurora sambil membuka ponselnya.


"Kamu sudah tidur belum Ra? besok kamu dandan yang cantik ya, aku akan mengajakmu bertemu mama!" tulis Kevin dalam pesannya.


Dengan perasaan terkejut dan tak percaya, Aurora membaca kembali pesan itu untuk memastikan. Wajahnya tersenyum berbinar-binar saat membaca ulang pesan dari Kevin.


"Dia mengajakku bertemu mamanya! apa ini pertanda baik? semoga saja memang seperti itu," ucap Aurora penuh harap.


"Mama mau bertemu denganku Vin? apa kamu sudah menceritakan hubungan kita pada mama?" tanya Aurora penasaran.


"Mama belum tahu, gadis yang kumaksud adalah kamu! makanya aku akan mengajakmu besok ke rumah, agar mama tahu hubungan kita," balas Kevin kembali dalam pesannya.


"Aku akan menjemputmu jam 4 sore ya, kamu siap-siap saja dan jangan lupa untuk berpenampilan secantik mungkin," tambah Kevin.


Ia meminta Aurora untuk tampil maksimal di hari itu, tentu ini menjadi beban bagi Aurora. Mengingat Kevin memiliki standar khusus dalam penampilan yang menurutnya sulit untuk dipahami.


"Aduh ... bagaimana ini? aku hanya memiliki baju seadanya, tapi Kevin memintaku untuk tampil secantik mungkin.


Rasa kantuk dan lelah yang tadi ia rasakan, berubah menjadi kebingungan. Ia bingung harus mengenakan baju yang mana saat esok hari bertemu dengan mama Kevin.


Ia kemudian terbangun dan menghampiri lemari bajunya, kemudian mencoba baju yang dimilikinya satu-persatu.


Hampir semua baju itu ia hempaskan ke lantai, karena terlihat kusam dan tak cocok baginya.


"Tak ada satupun baju yang pantas untukku! semua ini terlihat norak, apa kata Kevin nanti saat aku memakainya," gumam Aurora dengan wajah yang ditekuk.


Ia kemudian terduduk dan menghela nafasnya, melamun dan memikirkan sesuatu yang dapat membantunya.


"Ahh ... aku akan meminta bantuan ibu untuk hal ini, besok aku akan bangun lebih pagi dan membicarakan ini pada ibu!" ucap Aurora dengan semangat, ia seolah mendapatkan ide untuk keluar dari masalah itu.

__ADS_1


Malam berganti pagi, Aurora berjalan ke dapur dan menemui ibunya. Dengan hati berbunga, ia menyapa ibunya dan memeluk dari belakang.


"Bu ... Aurora boleh minta tolong gak sama ibu?" tanya Aurora dengan suara manja.


"Bilang saja Ra! selagi ibu bisa, kenapa tidak," sahut ibu sambil mengusap punggung lengan putrinya.


"Aku ada janji dengan seseorang hari ini, tapi aku bingung saat membuka lemari pakaian dan tak ada satupun yang cocok untukku!" ungkap Aurora dengan suara lemas pada ibunya.


"Lalu, apa yang mau kamu minta dari ibu?" tanya ibunya heran.


"Emm ... kalau ibu tidak keberatan, aku ingin meminjam salah satu baju yang ada disini bu! boleh ya bu," pinta Aurora dengan nada memelas.


"Aurora ... itu bukan baju milik kita! kita hanya dipercayakan mereka untuk mencuci dan merapikannya, bukan untuk kita gunakan tanpa sepengetahuan pemiliknya," tolak ibu dengan suara tinggi dan mengejutkan Aurora.


"Jadi ibu gak bisa bantu aku? aku hanya pinjam sebentar bu, semua bajuku tidak cocok kupakai karena terlihat kusam dan memudar," jelas Aurora dengan wajah sedih.


"Kalau ibu memang tidak mau membantu, tidak apa-apa! biar aku batalkan saja pertemuan itu hari ini," ucap Aurora dengan wajah sedih.


Ia kemudian masuk ke dalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, sambil terisak tangis ia mengusap air matanya dengan begitu pilu.


"Kakak kenapa kak?" tanya Nova heran melihat kakaknya menangis di dalam kamar.


Nova kemudian keluar dari kamarnya dan menuju ibunya yang sedang menyiapkan sarapan pagi di dapur.


"Bu ... ibu ... kakak kenapa? Nova lihat kakak menangis di dalam kamar, Nova tanya malah marah," ungkap Nova menceritakan tentang kakaknya.


"Sudah, gak apa-apa! nanti biar ibu yang bicara dengannya, sekarang kamu sarapan dulu ya," ucap ibu terlihat cemas mendengar Nova mengatakan itu.


Ia kemudian ke kamar menghampiri putri sulungnya yang sedang menangis. Hatinya lara melihat putrinya begitu menginginkan pakaian yang ingin dipinjamnya dari baju-baju yang hendak ia antarkan kembali ke pemiliknya.


"Ra ... Aurora ... apa kamu benar-benar membutuhkan baju itu?" tanya ibu menghampiri Aurora yang berbaring di atas kasurnya dengan posisi telungkup.


Aurora mengangguk kecil, sambil mengusap air mata di pipinya. Matanya terlihat sembab karena tangisan itu.


"Kamu boleh memakainya, ibu akan katakan pada pemiliknya bahwa baju itu masih ibu cuci!" jelas ibunya, kemudian berlalu dan keluar dari kamar.


Seketika tangisannya berhenti, sesaat ibu mengizinkannya untuk memakai salah satu baju itu. Ia kemudian bangun dan mengejar sang ibu ke dapur.


"Benar bu, aku boleh meminjam satu baju dari tumpukan baju ini?" tanya Aurora menatap ibunya.


"Pakai saja, kalau itu bisa membuat hatimu tenang!" sahut ibu dengan wajah datar.

__ADS_1


"Terima kasih ya bu, aku akan memilihnya terlebih dulu," ucap Aurora dengan wajah berseri-seri.


Aurora lalu memilih-milih baju yang menurutnya cocok untuk ia pakai sore nanti bertemu Kevin dan mamanya.


"Nah, aku pinjam yang ini ya bu!" ucap Aurora sambil menunjukkan baju yang dipilihnya.


Setelah mendapatkan baju yang ia butuhkan, Aurora bergegas ke kamar dan mencobanya. Ia begitu bahagia akan bertemu dengan pria yang dicintainya itu.


"Biarkan dia memakai baju itu sekali ini saja, aku siap menanggung segala resikonya," gumam ibu dengan hati pilu.


Hingga sore tiba, Aurora bersiap untuk pertemuan itu. Ia memoles wajah cantiknya dengan make up yang ia miliki.


Setelah memoles wajahnya, ia mengganti pakaiannya dengan baju yang ia pilih dari sang ibu. Aurora kemudian berdiri di depan cermin, memandangi penampilannya yang sudah terlihat anggun sore itu.



Aom Sushar Manaying


Source : google.com


"Bu ... bagaimana menurut ibu, penampilanku ini? sudah pas belum?" tanya Aurora, sambil berputar-putar memegangi gaun cantiknya di depan sang ibu.


"Iya nak, putri ibu memang cantik!" jawab ibu tersenyum memandangi putrinya.


"Kamu memangnya akan pergi dan bertemu siapa Ra? sampai rela harus menggunakan baju yang bukan milikmu!" tanya ibu penasaran.


"Aku akan bertemu Kevin dan mamanya bu!" jawab Aurora dengan santai, namun membuat ibunya terkejut.


Bersambung ....


🍂🍂🍂🍂🍂


Quote of the day


Memberi saran pada orang yang sudah buta akan cinta, seperti mengukir di atas pasir tepian pantai


Saat ombaknya besar dan menggulung, ukiran itu lewat begitu saja tanpa membekas


Hanya sia-sia saja


🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


__ADS_2