Jodoh Titipan

Jodoh Titipan
Bab 34 Kebohongan Arka


__ADS_3

.............


"Waalaikumsalam ..." sahut suara mama Arka dari dalam rumah.


Ia kemudian langsung membukakan pintu dan meminta Aurora masuk.


"Aurora ..., ayo silahkan masuk nak!" ajak mama Arka.


"Iya, terima kasih ma," timpal Aurora.


Aurora kemudian masuk dan berjalan di belakang mama Arka.


"Lho ..., Arkanya dimana? bukannya mama minta dia menjemput kamu ya!" tanya mama Arka yang heran, putranya tidak ada bersama Aurora.


"Aurora memang dijemput Arka ma, tetapi tadi dia bilang mau keluar sebentar," jelas Aurora pada mama Arka.


"Ya sudah, kamu duduk dan istirahat dulu ya! mama akan ambilkan minum untuk kamu," tutur mama Arka dengan suara lembutnya.


"Mama gak perlu repot-repot ma! Aurora kesini hanya untuk bertemu mama," ungkap gadis cantik itu pada mama Arka.


"Sudah, mama ambilkan sebentar ya!" ucap mama Arka sambil berlalu ke arah dapurnya.


Pandangan Aurora meliar pada seisi ruangan tersebut, namun kini ada beberapa pigura yang berisi foto keluarga Arka dan membuat perhatiannya teralihkan. Ia kemudian menghampiri dan meraih figura tersebut. Tampak keluarga Arka yang begitu harmonis di setiap fotonya.


Dua diantaranya potret kenangan kedua kakak Arka saat wisuda pasca sarjananya di jurusan ekonomi dan kedokteran.


"Sepertinya keluarga Arka, bukan seperti keluarga yang kuduga!" gumam Aurora memperhatikan foto wisuda kedua kakak Arka.


Pandangannya lalu tertuju pada foto Arka saat menggunting pita lengkap dengan hiasan bunga melilit pada genggaman tangan Arka. Ia kemudian terlihat bingung dengan foto Arka dalam pigura tersebut.


"Nih, ibu buatkan jus mangga untuk menemani bincang-bincang kita siang ini!" ucap mama Arka yang membuat Aurora terkejut.


"Mmm ..., mama!" ia kemudian langsung menyimpan kembali foto Arka yang masih ditangannya.


Mama Arka seketika kaget saat Aurora meletakan pigura tersebut dengan begitu cepat hingga terjatuh.


Prak ....


"Ma .. maaf ma, aku lancang lihat-lihat foto Arka dan mama!" ucap Aurora dengan suara gugup.


Mama yang melihat Aurora, merasa bingung harus mengatakan apa pada Aurora nanti saat ia bertanya tentang Arka dan seluruh foto tersebut. Pasalnya Arka meminta padanya untuk merahasiakan semua kesehariannya pada Aurora.

__ADS_1


"Oh ..., gak apa-apa ko! itu memang foto-foto kakak Arka dan almarhum papanya," jelas mama Arka, ia tak ingin panjang lebar menjelaskan pada Aurora.


"Ayo sini duduk dengan mama! mama ingin mengobrol banyak dengan kamu," ucap mama Arka berusaha mengalihkan perhatian Aurora.


"Iya ma," sahut Aurora singkat, namun wajahnya saat itu penuh dengan tanda tanya tentang sosok Arka yang selama ini dikenalnya.


Dengan keberanian dan penasaran yang tinggi, akhirnya Aurora menanyakan apa yang saat itu menjadi teka-teki baginya.


"Kalau mama tidak keberatan, Aurora mau tanya satu hal sama mama! boleh kan ma," tanya Aurora menatap wajah mama Arka.


"Iy ... iyaa, Aurora mau tanya apa sama mama?" ucap mama Arka dengan suara tergagap.


"Apa benar Arka dulu sempat menjadi penyemir sepatu untuk membiaya sekolahnya?" tanya Aurora.


"Iya nak, dulu dia memang pernah menyemir sepatu! dia bilang tidak ingin menyusahkan kedua kakaknya yang lain, makanya dia mau berusaha mandiri untuk membiayai sekolahnya," jelas mama Arka sambil mengingat-ngingat masa lalunya bersama sang putra.


"Lalu, apa benar ma mobil di garasi itu milik tetangga? dan apa maksud dari foto Arka di dalam pigura itu ma?" tanya Aurora memberondong pada mama Arka sambil menatap pigura foto yang tergeletak di atas bufetnya.


Wajah mama Arka seketika terdiam dan menatap Aurora dengan serius. Ia bingung harus menjawab apa atas pertanyaan itu.


"Rasanya gak mungkin lagi, Arka terus menyembunyikan identitas dirinya pada Aurora," batin mama Arka dengan wajah tertunduk.


"Mama akan jujur dan menceritakan semuanya pada kamu, tetapi mama minta kamu tetap rahasiakan ini dari siapapun, termasuk Arka!" tutur mama pada Aurora.


"Sebenarnya, mobil di samping adalah mobil Arka dan foto dalam pigura itu adalah foto saat Arka meresmikan toko ritel (minimarket) pertamanya setahun yang lalu," ungkap mama Arka pada Aurora.


"Maksud mama, mobil di samping itu bukan milik tetangga? jadi itu benar-benar mikik Arka!" ucap Aurora dengan wajah kagetnya.


"Mama harap kamu tetap berpura-pura tidak tahu tentang masalah ini, karena Arka meminta mama untuk tetap merahasiakannya dari siapapun," tegas mama menatap Aurora.


"Mama tenang saja, Aurora akan terus berpura-pura tidak tahu tentang masalah ini!" sahut Aurora tersenyum pada mama Arka.


"Lalu kenapa Arka selalu menggunakan vespa tua itu ma? kenapa dia tidak menggunakan mobilnya saja!" tanya Aurora heran.


"Dia memang tidak ingin menunjukannya pada semua orang, dia takut teman-teman dan orang terdekatnya hanya ingin berteman karena ia memiliki segalanya, makanya ia selalu tampil sederhana kemanapun ia pergi," ungkap mama Arka.


"Dan untuk vespa itu, itu adalah pemberian dari almarhum papanya, ia selalu menggunakan dan merawatnya walaupun vespa itu terlihat semakin tua, ia beralasan tak ingin mengubah sedikitpun pemberian dari almarhum papanya," tambah mama Arka pada Aurora.


"Jadi Arka bukan seperti orang yang ku bayangkan," gumam Aurora dalam lamunannya.


"Aurora ..., tolong jaga rahasia ini ya nak! mama mohon," pinta mama Arka dengan nada memelas.

__ADS_1


"Mama gak perlu khawatir ma! rahasia ini akan aman kok," ucap Aurora berusaha menenangkan.


"Oh iya ma, Aurora lupa kalau hari ini ada janji dengan teman! Aurora minta maaf karena tidak bisa bercerita dan mengobrol lebih banyak dengan mama," ucap Aurora, sambil menarik lengan mama Arka lalu menciumnya.


"Tapi kan Arkanya belum pulang! tunggu Arka dulu ya," ucap mama Arka sambil menahan lengan Aurora.


"Lain kali saja ya ma, Aurora tidak enak karena sudah ada janji dengan teman," tolak Aurora dengan halus.


"Ya sudah kalau begitu, kamu hati-hati ya!" pesan mama Arka sambil mengantar Aurora sampai di depan pintu rumahnya.


Ia terus memperhatikan gadis itu hingga berlalu dan tak terlihat dari balik pagar rumahnya.


"Jadi selama ini Arka sudah membohongiku! bisa-bisanya dia mengaku kalau mobil itu milik tetangganya, apa dia tidak ingin mobilnya kotor ditumpangi oleh gadis miskin sepertiku," gumam Aurora dalam langkahnya menuju kembali pulang.


"Kenapa tiba-tiba aku merasakan sakit saat mengetahui bahwa Arka sudah berkata bohong tentang dirinya? apa dia berpikir aku adalah gadis yang akan memanfaatkannya saat tahu bahwa ia memiliki segalanya yang tak ku miliki!" tambah Aurora dalam batinnya.


Ia terus saja menggerutu, menyesalkan sikap Arka padanya. Tiba-tiba muncul suara kendaraan yang tak asing baginya dan terhenti tepat dihadapannya.


"Lho ..., kamu mau kemana Ra? katanya ada yang mau kamu bicarakan sama aku, ayo kita kembali ke rumah!" ajak Arka menarik lengan Aurora.


"Lepasss ..., aku mau pulang!" ucap Aurora dengan setengah berteriak.


"Kamu kenapa Ra? kok tiba-tiba wajah kamu berubah seperti monster begitu!" tanya Arka dengan heran.


"Iya kamu benar, aku memang monster! monster kemiskinan," sahut Aurora dan berlalu dari hadapan Arka.


Bersambung ....


🍂🍂🍂🍂


Quote of the day


Jelek tidak selalu buruk


Bagus tidak selalu baik


Kesalahan kita sebagai manusia, umumnya melihat segala sesuatu dari tampak luarnya


Padahal yang tampak tidak selalu mewakili dari keseluruhan yang di nilai.


🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Salam hangat


❤❤❤


__ADS_2