Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Gadis itu temannya Khila


__ADS_3

Setelah Zayn mulai tenang, kemudian melepas pelukannya dan menatap mata Mama.


"Tidak biasanya kamu begini nak, coba cerita sama Mama"ucap Mama dengan lembut dan menelisik dalam mata Zayn yang terdapat kegelisahan di sana.


Zayn mencoba mengambil nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan.


"Mah Zayn melakukan kesalahan yang besar mah, tapi percaya sama Zayn itu murni ketidak sengajaan dan kelalaian Zayn sendiri "ucap Zayn menunduk setelah itu kembali bicara, menceritakan kronologis kejadian dari dia yang tak fokus menyetir hingga menabrak seorang wanita masih belum di ketahui siapa orang itu yang.


"Astagfirullah Zayn, kenapa bisa begini nak, siapa wanita yang kamu tabrak nak, bagaimana dengan keluarganya"ucap Mama Syok


"Zayn tidak sengaja mah, pikiran zayn kacau, semua kejadiannya tidak terkendali dengan begitu cepat terjadi, wanitanya Zayn tidak tau siapa orangnya, biar dokter yang menanganinya mah, Zayn akan bertanggung jawab atas apa yang Zayn lakukan mah"ucap Zayn dengan wajah sendu,


"Zayn mama percaya dengan mu, semua terjadi atas takdir Allah, sekarang tenangkan diri mu, semua akan baik-baik saja, percaya sama Mama"ucap Mama menyemangati Anak semata wajangnya.


flashback off


Keluar dari Ruang mengajar, Tiba-tiba seseorang memanggil Zayn, siapa lagi kalau bukan Rosa


"Pak Zayn tunggu pak, tunggu..."ucap Rosa mengejar Zayn yang langkahnya besar


Zayn pun menghentikan langkahnya


dengan lancangnya Rosa memeluk tubuh Zayn dari belakang, kebetulan kejadian di belakang kampus jadi tidak ada yang melihat kecuali Jeni temannya Rosa.Zayn pun terkejut dengan aksinya Rosa dan berusaha melepas pelukan Rosa pada tubuhnya.


"Apa... apaan ini, lancang sekali Anda memeluk dosen"ucap Zayn dengan bahasa Formal


"Saya cuma mau bilang terima kasih kemarin malam pak Zayn telah mengantar saya pulang, kalau tak ada bapak entah bagaimana nasib saya"ucap Rosa masih memeluk Zayn


"Iya..... iya tolong lepaskan saya"ucap Zayn


Rosa melepas pelukannya kepada Zayn, namun tanpa di sangka Rosa menjinjitkan kakinya dan mencium bibir Zayn.


Zayn membelalakkan matanya terkejut bukan main dan mendorong dengan kasar tubuh Rosa ke tembok .akibatnya Rosa tak sadarkan diri, entah itu akal-akalannya atau memang Pingsan benaran, (hanya dia yang tau)


"Kurang ajar,dasar wanita tidak tau malu"umpat Zayn mengusap kasar bibirnya


Jeni yang melihat kejadian itu segera berlari menghampiri Rosa yang tak sadarkan diri.


"Rosa bangun.... Rosa"ucap jeni menepuk pelan pipi Rosa


"apa yang bapak lakukan pada Rosa,"ucap jeni mendongkakkan kepalanya melihat Zayn.


"Teman kamu kurang ajar pada saya"ucap Zayn


"Tapi tidak begini caranya pak, Rosa pingsan pak, gara-gara bapak ,bapak harus bertanggung jawab"ucap jeni dan Zayn melihat Rosa sudah tidak sadarkan diri


"Itu akibatnya, kesalahan yang dia lakukan pada saya tidak setimpal apa yang saya lakukan, seorang mahasiswa yang tidak ada Akhlaknya dengan berani mencium dosen"ucap kesal


"Apah.....dia melakukan itu pak"ucap jeni tak percaya atas apa yang dilakukan temannya itu dan memang tadi jeni tidak melihat Rosa mencium Zayn


"Iya.....,baik saya bertanggung jawab akan membawanya keruang kesehatan, dan tidak ingin memperpanjang masalah,dan kamu jangan sampai ada yang tau tentang ini"


"Tolong bawa tas saya, biar saya yang akan mengangkat tubuhnya"ucap Zayn memberikan tasnya pada Jeni dan mengangkat tubuh Rosa menuju Ruang kesehatan dan diikuti oleh Jeni


sepanjang perjalanan menuju ruang kesehatan, banyak para siswi terkejut dan berbisik-bisik, namun Dianggap angin lalu oleh Zayn yang terus berjalan menuju Ruang kesehatan


"Kenapa Mahasiswi itu Pak Zayn "ucap Dosen wanita yang berpapasan dengan Zayn


"Dia pingsan Buk,saya permisi ke ruang kesehatan "ucap Zayn


sesampai di ruang kesehatan, Zayn membaringkan tubuh Rosa.


"Saya akan pergi"ucap Zayn dan jeni memberikan tas Zayn


"Terimakasih pak, Maafkan teman saya pak atas sikap kurang ajarnya pada bapak dan maafkan juga atas kata-kata saya yang tadi pak"ucap jeni menunduk


"Hhhhmmm"ucap Zayn berlalu pergi menuju parkiran, karna jadwal mengajarnya telah selesai Zayn berniat akan pulang ke rumah, tidak ke perusahaan nya, mengingat kejadian yang membuat dirinya bad mood.


Diperjalanan pulang Zayn terlihat marah namun apa yang bisa dilakukannya, marah pun tidak mengubah kondisi


"Kenapa dia mencium ku, bodoh.... bodoh aku terlalu bodoh membiar orang lain melakukan seenaknya"ucap Zayn kesal memukul stir mobilnya

__ADS_1


"Dasar wanita buruk, wanita tidak tau malu, aku tidak sudi di cium oleh wanita seperti itu"ucap Zayn mengusap kasar bibirnya


ya walau bukan first kiss yang jelas Zayn tidak akan sudi di cium oleh wanita sembarangan apalagi Rosa.Dulu Zat sering berciuman dengan mantannya Angel, hanya dengan Angel saja, sejak kepergian Angel sampai sekarang Zayn belum membuka hatinya untuk siapa pun itu.


Zayn menyetir dengan kecepatan kencang sembarang arah tanpa melihat lawan di depannya.


Bugghh


Zayn menabrak seorang wanita dengan motornya, hingga wanita itu jatuh dan terpental - pental jauh.


"Ahgghhhhh, apa yang aku lakukan, sial..... sial"ucap Zayn memukul stir mobilnya


terlihat sudah banyak orang sekitar mengerumuni wanita yang tertabrak.Zayn akhirnya keluar dari mobil,dan tergesa-gesa melihat wanita itu yang wajahnya penuh dengan darah


"Tolong saya mengangkat tubuh gadis ini ke dalam mobil saya"ucap zayn dan 2 orang lainnya mengangkat tubuh wanita itu ke dalam mobilnya


"Biar saya yang mengurus nya terimakasih atas bantuannya"ucap Zayn kepada 2 orang tadi dan masuk ke dalam mobilnya


flashback on


Setelah menuju 1 jam lebih dokter pun keluar


Zayn dan Mama Anita langsung berdiri dan menghampiri dokter


"Apakah anda keluarga pasien? "tanya dokter


"Iya dok, kami keluarganya bagaimana keadaan pasien"ucap Zayn, dan mama langsung menatap Zayn setelah itu kembali mendengar jawaban dokter


"Pasien saat ini masih koma,di karenakan benturan pada kepalanya, tapi jangan khawatir tidak terlalu serius, dan ada keretakan pada tulang kakinya, yang memungkinkan beberapa waktu membuat pasien kesulitan untuk berjalan seperti biasa,dan disarankan jangan banyak bergerak karna itu akan mempengaruhi keretakan pada tungkai kakinya, untuk pemulihannya pasien harus sering konsultasi dan terapi fisik, ya itu masih membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk pemulihan itu, saya sarankan jangan membuat pasien terpuruk dalam kesedihan hiburlah dia di saat kondisi seperti ini, pasti pasien saat berat menerima semua ini"penjelasan Dokter perempuan tersebut membuat Mama Anita Syok menutup mulutnya tidak percaya dan sedangkan Zayn diam dengan tatapan kosong, tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya


"Te....terimakasih dok, hhhmm bolehkah kami melihat keadaannya"ucap Zayn tak berdaya


"Silahkan, baiklah saya permisi"ucap Dokter berlalu pergi


"Zayn......Zayn..... "ucap Mama berlinang air mata dengan kepalanya yang di geleng-geleng kan tidak percaya, bagaimana pun Mama merasakan apa yang akan dirasakan oleh orang tua si wanita itu


"Bagaimana ini mah, Zayn telah menghancurkan masa depan wanita itu mah, Zayn salah mah, apa yang akan di lakukan orangtuanya pada zayn nantinya mah"ucap Zayn memeluk erat tubuh mama Anita


"Ayo kita lihat kondisi wanita itu"ucap mama Anita melepas pelukannya dan memegang tangan Zayn untuk masuk ke ruang Nafisya terlihat perawat yang sudah selesai manangani Nafisya.perawat tersebut melihat Zayn dengan terkejut dan kagum, tapi Zayn terlihat biasa saja, yang saat ini yang ada dipikirannya, penyesalan yang amat dalam, perawat menghampiri Mama Anita dan Zayn,


"Tuan ini milik pasien"ucap perawat itu dengan nada genit memberikan Hp Nafisya yang layar depannya retak, dompet Nafisya,dan kunci rumah sepertinya. Zayn pun menerimanya


"Jika tugas Anda telah selesai keluarlah"ucap Zayn dingin membuat perawat tadi menciut, lalu keluar dengan cemberut.


Mama dan Zayn melihat lebih dekat wanita yang terbaring lemah di atas brankar itu dengan bagian kepalanya diperban.Betapa terkejutnya mereka berdua ternyata wanita itu tidak asing lagi, dan Familiar bagi keduanya, ya Dia Nafisya yang dulu pernah nginap di rumah Mama Anita,masih ingat oleh Zayn kemarin dia juga mengantar Teman Khila pulang termasuk juga Nafisya.


"Zayn, bukankah gadis ini temannya Khila dan pernah nginap di rumah kita bukan? "ucap Mama terkejut


"Iya.... mah,dia temannya Khila kemarin Zayn juga sempat mengantarnya pulang"


"Zayn kenapa begitu rumit zayn, kenapa harus temannya Khila, jika Khila tau apa yang akan dia lakukan pada kita Zayn, dan rasanya mama tidak tega melihat gadis kecil ini menderita zayn, bagaimana kehidupannya ke depannya zayn, dia gadis yang baik walau mama hanya sekali bertemu dengannya."ucap Mama menangis mengguncang tubuh Zayn yang diam membatu.Keduanya berhenti ketika HP Nafisya berdering.


Mama mengode Zayn, seolah-olah matanya bertanya, ponsel siapa itu, karna hanya ada mereka berdua di ruangan itu


"Sepertinya keluarganya menelfon Mah"ucap Zayn gugup dan takut


"Gimana ini mah? "


"Kita angkat saja, bagaimana pun keluarganya harus Tahu kondisi gadis ini"ucap mama


"Biar mama ya Angkat"Zayn pun menyerahkan HP Nafisya kepada Mama


dan Mama langsung menekan tombol hijau yang terus menyala


" 📞Hallo... Assalamualaikum"ucap Mama agak gemetar


" 📞Maaf ini siapa ya, kenapa ponsel Kak saya ada sama Anda, di mana kakak saya??"ucap Syakira di seberang sana dengan cemas


"📞kakak kamu ada di rumah sakit, dia mengalami kecelakaan tadi, saya dan anak saya sekarang di rumah sakit menemani kakak kamu"


"📞Aaaa... apah.......kakak kecelakaan, tidak mungkin, jangan mengada-ngada Anda"ucap Syakira Syok tidak terima

__ADS_1


"📞Kalau kamu tidak percaya, datang lah ke rumah sakit ******** sekarang juga"


" 📞Tidak Kakak.......... "ucap Syakira menangis langsung memasukkan ponselnya dan melajukan motor menuju rumah sakit yang di maksud.


Mama Anita pun matikan ponsel Nafisya


"Keluarganya pasti benar-benar hancur Zayn, melihat kondisi putrinya saat ini, dan mama Minta hanya kita saja yang tau kejadian yang sebenarnya, jadikan ini rahasia tertutup karna mama khawatir kamu akan di benci oleh keluarganya maupun Khila nantinya , tapi kita tetap akan bertanggung jawab semestinya"ucap Mama


bukannya mereka tidak ingin memberi tau sebenarnya tapi itu akan memperpanjang masalah nantinya.


"Iya mah, Zayn akan mengikuti saran Mama, karna itu yang terbaik"ucap Zayn dengan pasrah


"Mama lihat wajahmu terlalu kusut dan lelah, sekarang pergilah keluar untuk mencari udara segar, freshkan fikiranmu, atau istirahat lah"ucap Mama kasian pada Anaknya.


"Zayn mau makan dulu keluar mah"ucap Zayn yang kebetulan belum makan dari tadi.


"Pergilah biar mama yang jaga gadis ini"ucap Mama berjalan menuju sofa dan Zayn keluar dari ruangan Nafisya di rawat.


Saat Syakira tiba di rumah sakit masih dengan pakaian seragamnya, langsung menuju ruang administrasi menanyakan tempat kakaknya di rawat.


"Maaf dek, nama yang adek sebutin tidak ada di daftar kami, atau mungkin adek salah rumah sakit? "


"Tidak.... tidak mbak saya ngak salah, ciri-ciri perempuan remaja yang berpakaian syar'i mengalami kecelakaan yang dibawa ke rumah sakit ini"ucap Syakira to the poin


"ada di kamar melati no 04 "petugas pun memberitahu kamarnya dan Syakira langsung berlari menuju kamar yang disebutin perawat sesampainya Syakira di depan pintu yang di sebutin petugas tadi, seluruh tubuhnya gemetar, dengan hati-hati mencoba membuka pintu,pemandangan pertama yang dilihatnya adalah orang yang sangat ia sayangi terbaring lemah dengan pasangan infus, kepalanya yang diperban dan wajah yang pucat mampu mengiris-iris hati Syakira.


"Kakak.... "ucap Syakira berlari menuju Brankar tanpa menpedulikan sekitarnya. karna di dalam ruangan ada Mama Anita yang duduk di Sofa sambil memejamkan matanya terkejut mendengar teriakan Syakira


"Kakak..... bangun kakak..... ini Ira kakak. lihatlah adik cerewet mu ini datang kak" ucap Syakira dengan deraian air mata memegang tangan Nafisya menempelkan di pipinya


"Kakak..... kenapa bisa begini kak, Kak bangun Kak, kakak mana yang sakit Kak, kasih tau aku Kak, aku tidak ingin melihatmu seperti ini kak"


"Kakak apa yang akan aku katakan pada mama dan Ayah nanti Kak, Kak jangan buat aku sedih Kak, ayo lah Kak lihat aku, jawab aku kak"ucap Syakira tak henti-hentinya menangis


Mama Anita berjalan mendekat ke arah Syakira sambil merasakan sakit dan juga tak kuasa menahan air mata melihat Syakira yang menangisi kakaknya


"nak sudah lah, semuanya sudah terjadi, kita tunggu saja, kakakmu sadar"ucap mama Anita memegang pundak Syakira


" Aku tidak tega melihatnya seperti ini"ucap Syakira masih menangis


"saya tau apa yang kamu rasakan nak, cobalah untuk menerima, saya yakin dia pasti akan segera sadar"ucap Mama Anita


"Ibu... si.. siapa, ibu yang menjawab telepon saya tadikan?,kenapa ibu bisa ada di sini? apakah ibu yang membawa kakak saya ke rumah sakit "ucap Syakira menghapus air matanya lalu berlari dan melihat Mama Anita


"Iya saya yang berbicara dengan kamu ditelepon tadi, Anak saya yang membawa kakak kamu ke rumah sakit ini,"ucap Mama Anita


"Terimakasih Ibu dan anak ibu telah menolong kakak saya,"ucap Syakira mencium tangan mama Anita yang membuat Mama tersentak dan menjerit, karna Syakira merasa Mama anita dan Zayn yang menolong Kakaknya, tapi kenyataannya lah Zayn yang membuat Nafisya berada di rumah sakit


"I.... iya nak"ucap mama Anita mengusap kepala Syakira


"Kamu masih pakai baju seragam? apakah kamu sudah makan"ucap Mama Anita


"Iya Bu saya baru pulang sekolah, dan belum makan,pintu rumah masih terkunci mendengar kabar kakak kecelakaan saya langsung ke sini."ucap Syakira


"Yaudah pergilah makan, di rumah sakit ini adalah kantin, kamu bisa makan di situ, ini uangnya,biar saya yang menjaga kakak kamu"ucap Mama Anita lembut


"Saya belum mau makan bu, saya ingin disini menemani kakak saya"ucap Syakira menarik kursi dan duduk di samping brankar Nafisya


"Yaudah, saya tinggal keluar sebentar"ucap Mama Anita memegang pundak Syakira dan di jawab Anggukan.


Mama Anita keluar dari ruang inap Nafisya,saat berjalan di koridor rumah sakit mama berpapasan dengan Zayn.


"Mama mau kemana ma?"ucap Zayn


"Mama mau keluar beli makanan untuk adiknya gadis itu"ucap Mama yang belum mengetahui nama Nafisya, karna sudah lupa


"Adiknya udah datang?,aku bawa makanan, mama ngak usah beli lagi,lebih baik mama pulang istirahat, biar aku yang jaga di sini"ucap Zayn tidak mungkin dia meninggal Nafisya yang belum sadar


"Yaudah, mama pulang sebentar, nanti mama kesini lagi, Zayn jangan lupa kasih adiknya Makan, kasian dia belum makan"ucap Mama Anita dan setelah itu berlalu pergi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2